
" ayo kita makan malam dulu " ucap ayah abbas
" mau ke dapur " tanya Brian
" iya kan mau makan sate " ucap Naya ,Brian menggenggam tangan istrinya untuk k dapur
" gaya bangat ke dapur saja harus genggaman kaya mau hilang saja " ucap Raya sinis
" kamu kenapa si Ray kaya kesal bangat sama aku ,kamu lagi PMS " tanya Naya
" apa itu PMS " tanya Brian
" datang bulan,mungkin Raya lagi datang bulan biasanya gitu kalau dia lagi PMS marah marah dag jelas
" kamu bilang aku marah marah dag jelas " tanya Raya, Naya mengaguk
" syukur iya tapi sudah lah " ucap Raya
" sudah sudah belum juga sampai di meja makan sudah debat " ucap ibu sisil
"bau lagi " tanya Brian saat naya berhenti
" tidak papa yank " ucap Naya melanjutkan langkah nya
" kamu baik baik saja Nay " tanya ibu sisil
" Naya coba Bu " ucap Naya
kini Naya sudah duduk di kursi meja makan depannya juga sudah ada sate yang dia pesan tadi
" gimana sayang " tanya Brian ,Naya hanya menggeleng
" kalau dag kuat,nanti aku temani kamu makan dulu " Ucap Brian
" bisa .....
Naya lari ke kamar mandi terdekat sungguh iya tidak bisa berhadapan dengan makanan yang bau nya terlalu menyengat,Brian mengikuti istri dengan langkah besar
hueekkkk
hueekkkk
Brian memijat tengkuk leher Naya sambil memegang rambut istrinya agar tidak di kena sama muntahan Naya
" sudah baikan " Naya menggaguk
" maaf " ucap Naya lirih sambil mencuci mulutnya
" sudah tidak papa" Brian memeluk istrinya setelah mencuci mulut nya
" minum dulu nak air hangatnya " ucap ibu sisil yang baru nyamperin mereka
" makasih Bu ,Naya minta maaf ganggu makan malam Bu " ucap Naya
" tidak papa kami ngerti koh " ucap ibu sisil
"aku temani makan di ruang tengah iya " ucap Brian
" tapikan kamu harus makan juga sayang " Ucap Naya
" tidak papa nanti gantian , sekarang kamu dulu yang makan sama si baby " ucap Brian sambil mengelus perut Naya yang masih rata
"sudah nanti ibu bawakan satenya ke sana " ucap ibu sisil
Brian memapah Naya ke ruang tengah ,bahkan saat Naya melewati meja makan dia menyembunyikan wajahnya di lengan kekar suaminya dia hanya ingin menghirup aroma tubuh suaminya
" Naya dag ikut makan " tanya ayah abbas
" makan di ruangan tamu yah " ucap Brian
" iya dag papa " ucap ayah abbas
" ayo " ucap ibu sisil sambil memegang Piring sate dan lontong milik Naya ,mereka berjalan ke arah ruang tengah
" ibu tinggal makan dulu iyaa,kamu di temani Abang dulu " ucap ibu sisil
" makasih iya Bu maaf selalu repotin " ucap Naya sendu
" sudah Tidak papa ,ayo makan mumpung anakmu belum menolak " ucap ibu sisil lalu meninggalkan mereka
" mau di suap" tanya Brian , Naya mengaguk
Brian mengambil sate di lepas kan dari tusukannya di bantu dengan garpu di campur dengan lontongnya dan kuah kacangnya, Brian mencoba bumbu kacangnya lalu menatap istrinya
" sayang ini pedas bangat ,kamu dag papa " tanya Brian
" iya sayang " ucap Naya ,Brian menyuapi Naya dengan hati hati
" maaf tuan air minum nyonya " ucap pelayan Brian hanya mengangguk saja
" enak " tanya Brian ,Naya mengaguk
__ADS_1
" iya sudah makan yang banyak iya , tapi kalau sudah kepedesan jangan di paksa " ucap Brian
" tidak koh yank ,ini tidak pedas " ucap Naya , Brian hanya mengangguk saja, dia sedikit tau tetang orang hamil karena saat di kantor tadi dia membaca tentang artikel tentang ibu hamil ,begitu juga dengan Alex .Brian masih menyuapi Naya dengan telaten,hingga satenya habis
" sudah kenyang " tanya Brian
" sudah kenyang sekali " ucap Naya dengan keringat di wajahnya ,Brian mengambil tisu lalu melap keringat istrinya dengan lembut
"ayo minum dulu " ucap Brian,Naya menerima gelas dari Brian
" obatnya mana sayang " tanya Brian
" tadi sama ibu " Ucap Naya
" tunggu di sini iyaa ,mau ambil obat dulu " ucap Brian Naya menggaguk saja ,Brian meninggal Naya sendirian di ruang tengah
"sudah selesai makan"Brian mengaguk
" vitamin Naya mana Bu " tanya Brian
" di laci bang yang samping kulkas" ucap ibu sisil, dia sengaja menyimpan di dapur agar lebih dekat saat di ambil
" sudah dapat " tanya ibu sisil
" sudah " ucap Brian sambil mengakat tangannya
" Abang makan saja ,nanti Raya yang temani Naya " ucap raya sambil berdiri
" kamu yakin " tanya Alex
" yakin ,nanti Ade jauh jauh yang penting bisa lihatin dia " ucap Raya
" iya sudah ,Abang minta tolong iya "ucap Brian memberikan obat Naya , Raya hanya mengangguk saja lalu ke ruang tengah menemani Naya
" Abang makan dulu ,mau sate juga " tanya ayah abbas
" tidak yah, kuah nya pedas bangat Brian tidak tahan tapi Naya bisa habisin banyak lagi makannya " ucap Brian sambil mengambil makanan yang ada di dekatnya
" ibu dulu kaya gitu juga " tanya Alex
" ibumu lebih para ,bahkan dia enggan berdekatan dengan ayah, tapi saat ayah tidak ada dia nangis histeris karena ayah tidak di sampingnya , terus yang lebih parah lagi " ayah abbas menjeda ucapan lalu melihat Alex yang menatap nya menunggu kelanjutan ceritanya "lagi tegang tegang nya ibu kalian minta berhenti alasannya mual" Brian hanya meringis sedangkan Alex mengeritkan keningnya tidak mengerti
" nanti kamu akan ngerti Lex " ucap ayah abbas yang melihat Alex bingung
" ayah dag pusing " tanya Brian
" pusing lah atas bawah nyut-nyut bang ,tapi ibu mu kaya dag ada dosa,setalah dia mandi ,dia tiduran " Ucap ayah Abbas sambil melirik istrinya yang cuek saja dengan percakapan mereka , Sedangkan Brian hanya tersenyum
" iya Bu,maaf iya mungkin untuk kedepannya Brian tidak bisa ikut makan Sama sama " ucap Brian
" tidak papa ,kita paham koh ibu hamil memang suka begitu ada saja keinginan nya yang tidak bisa di tebak " ucap ayah abbas dan ibu hanya mengangguk saja
"loh paman mana dari tadi Brian tidak melihatnya " tanya Brian sambil melihat Alex
" ke rumah Ade besok pagi baru pulang si kembar sakit minta di jenguk ayah " ucap Alex
" biarkan saja di sana sampai si kembar sembuh " ucap ibu sisil
" rumah tidak ada yang jaga dan pantau " ucap Alex
" ada penjaga di luar juga banyak anak buah kalian " ucap ayah abbas
" biarkan saja ayah untuk sementara di sana ,sudah lama juga dia tidak ke sana ,sekali kamu kasih liburan paling 2 hari saja " ucap Brian pada Alex
" baik lha " Ucap Alex pasrah
setelah mereka selesai makan, mereka melihat Naya dan Raya di ruangan tengah , saat sampai di sana mereka melihat Naya dan Raya seperti seorang musuh bebuyutan
" sayang " Naya melihat Brian datang langsung tersenyum
" maaf lama " ucap Brian
" tidak papa yank " Brian mencium kening istrinya
" apa Raya menjagamu dengan baik " Naya menggaguk
" kelahi lagi dek " tanya Alex sambil duduk di samping Raya
" tidak kak , mungkin dia lagi mode melow maka nya dari tadi diam saja ,habis baterei nya kali minta di cas " ucap Raya Alex tertawa kecil sedang kan ibu hanya menggeleng saja
" adek jangan mulai "Ucap Brian
" iya iya tidak " ucap Raya
" kenapa diam saja sayang " tanya Brian sambil melihat istrinya
" tidak , Naya lagi mikir " ucap Naya ,mereka semua melihat Naya
" mikirin apa " tanya Brian
" tuh " tunjuk Naya pada dinding kaca besar ,mereka mengikuti arah pandangan Naya
__ADS_1
" loh koh loli di situ Lex " tanya Brian
" sejak kapan di situ" tanya Alex lagi
" sejak tadi saat di tinggal sendiri " ucap Naya
" kamu dag papa sayang " tanya Brian panik karena dia belum perna bertemu dengan loli singa betina itu
" tidak saat masuk dari pintu itu ,dia hanya diam saja di sana " mereka bernapas dengan lega , setidaknya loli tidak mengganggu Naya ,karena singa betina itu sangat sensitif jika dengan orang yang baru dia lihat
" mungkin dia mau jagain kamu Nay " ucap ayah abbas
" tapi koh dia lihatin Naya terus " ucap naya
" mau kenalan kali, sudah sana dekati kan belum pernah ketemu Kan " ucap raya tersenyum licik
" jangan bercanda dek " ucap Brian sambil menatap tajam Raya
" tadi dia ke sini sama siapa " tanya Alex
" sendiri ,pertama Naya kaget dan takut tapi saat masuk dia cuma baring saja di situ ,adem kali cari yang dingin " ucap Naya
"sudah tidak papa ,nanti aku telepon penjaga nya untuk mengambilnya kembali ke kandangnya " ucap alex sambil mengetik sesuatu di hpnya
" tapi benarkan kamu dag papa yank " tanya Brian lagi
" iya ,aku baik baik saja " Ucap Naya
" besok indah jadi ke sini " tanya Naya sambil melihat Raya
" belum tau nanti aku kasih tau kalau dia jadi ke sini,emang kamu belum ke kampus " ucap Raya
" belum tiga Hari aku liburnya " ucap Naya
" bakalan kangen tuh si Dafa " ucap Raya sambil tersenyum
" jangan mulai " ucap Alex
" tidak koh, ah iya kalau dia tau kamu hamil gimana iya pasti patah hati tuh anak,dia kan taunya kamu belum nika " Ucap Raya tersenyum
" sayang potong jajan raya sampai habis " ucap Naya dengan mata puppy eyes nya ,membuat Brian gemas ingin rasanya mencium Naya tapi ada yang lainnya
" nanti Alex bekukan kartunya sayang " ucap Brian sambil mengacak rambut Naya, Naya menjulur kan lidah nya
" jangan mulai " bisik Alex , raya hanya tersenyum kuda
" permisi tuan saya ambil loli " ucap penjaga
" hebm "
" memang siapa indah itu siapa juga itu Dafa " tanya ayah abbas
" Dafa Suka sama Naya ayah ,tapi dia belum ungkapin tapi dia perhatian sama Naya, sedangkan indah teman kami saat masuk kuliah " ucap Raya dengan gamblang
" benarkan Nay ,dia suka kamu " tanya ayah abbas
" Raya bicara asal yah ,orang kami teman saja " ucoa Naya
"tapi dia lihat kamu itu beda kaya lihat aku sama indah , ayah tau bahkan dia sering menatap Naya kaya gini " Ucap Raya sambil mencontohkan tatapan Dafa pada Naya
" Ade " suara dingin Brian membuat Raya merinding
" iya iya tidak lagi " ucap Raya sambil tersenyum manis
" mau minum susunya " tanya Brian
" ibu bikinkan dulu iyaa sudah mau jam 10 juga " Ucap ibu sisil
" Brian saja Bu " ucap Brian
" sudah tidak papa ,kamu jaga istrimu saja " tolak ibu sisil sambil tersenyum
" makasih Bu " Ucap Brian, ibu sisil hanya mengangguk saja lalu meninggalkan mereka
sambil menunggu ibu , mereka bercerita sesekali Naya dan Raya berdebat seperti biasanya tapi kali ini lagi lagi Raya harus sabar mengingat Naya sendang hamil ,sehingga abang dan Kaka nya itu selalu menatap dan mengancamnya demi kelangsungan hidup Raya yaitu uang jajan
" ini minum dulu " ucap ibu saat sudah dekat mereka,Brian mengambil gelas di tangan ibunya ,lalu membantu Naya meminum susunya
" enak sayang " tanya Brian saat susu nya sudah habis
" iya enak ,manis " Ucap Naya
" iya sudah istirahat ini sudah jam 10 ,tidak baik ibu hamil begadang " ucap ayah abbas
" iya ayah ,kami ke atas dulu iya " ucap Brian
" iya kami juga mau istirahat, Lex tidur saja di kamarmu di sini ,tidak usah balik paviliun " ucap ayah abbas
" iya ayah ,masih mau ke ruangan kerja ada yang belum selesai " ucap Alex
" tungguin di sana iya ,mau kasih tidur dulu Naya " ucap Brian ,Alex menggaguk saja sambil berjalan ke ruang kerja
__ADS_1