
saat sampai di perusahaan Brian langsung menuju ruangannya
" selamat pagi tuan " saat fajar dan Irma melihat kedatangan bos mereka
" hebm "
langkah Brian terhenti ,lalu dia memutar kembali tubuhnya dan mendekati kerja sekretaris Irma
" apa sudah ada kemajuan " Irma mengangkat kepalanya menatap Brian ,yang sedang menatap fajar
" sudah tuan,tuan fajar belajar dengan baik " Brian mengaguk
" besok kamu tidak usah ke sini,sudah saat nya mengurus perusahaan mu buang jauh² hama di sana jangan pernah tunjukan wajah rasa kasihan mu ,kamu paham " fajar menatap Brian
" baik tuan , terimakasih atas kesempatan saya akan melakukan seperti yang anda ucapkan " ucap fajar tulus
" lakukan lah ,alex selalu memantau mu " Brian meninggalkan meja sekertaris nya ,masuk dalam ruangan nya
" ah akhirnya aku kembali lagi ke sana,sudah di pastikan akan lebih berat " fajar menatap Irma " makasih iya selama di sini kamu dengan sabar mengajari saya dan memberikan semangat " Irma tersenyum
" itu sudah tugas saya ,bukannya kita harus saling membantu selagi bisa " fajar mengaguk
" nanti kapan² kita bisa makan bareng kan,tapi jika kamu tidak keberatan " ucap fajar
" dengan senang hati asal tidak di jam kerjaan " ucap Irma
" baik,jam istirahat nanti kita makan di luar saja saya yang traktir " Irma mengaguk
" ke ruangan ku " titah Brian saat sudah berada dalam ruangannya dan duduk di kursi kerjaannya
" iya tuan " ucap alex saat sudah dalam ruangan Brian
" jadwal " Brian mengakat tangannya di letakan di atas meja sambil menatap Alex
" hanya pemeriksaan berkas tuan dan tanda tangani saja " ucap Alex
" raya " Alex menatap Brian
" sedang di perjalanan " Brian mengaguk
" duduklah " Alex berjalan menuju sofa begitu juga dengan brian berdiri dan mendekati Alex yang ada di sofa
" indah " Alex menarik napasnya sudah dia duga
" baik² saja tuan ,tidak ada Masahlah "
" apa kau yakin " Alex terdiam tidak tau harus bicara apa
" bahkan cincin kalian, kau berani lepas saat kedatangan Nisa,apa kau takut " Alex tidak berani membuka suara sedikit pun
" saya dengar selama aku di rumah Naya ,kau tidak pulang " Alex mengumpat kesal pada sang ayah yang selalu melapor kan kegiatan nya pada Brian
Brian masih menunggu jawaban Alex, dia yakin Alex lagi mengatur kata² nya
" saya di apartemen tuan " Brian membaringkan tubuhnya di sofa merenggangkan badannya ternyata capek juga membawa mobil dari rumah mertuanya terus ke rumah mengantar Naya lalu ke kantor
" kenapa tidak menghubungi ku atau pengawal untuk menjemput anda tuan " ucap Alex menatap Brian
" aku bisa sendiri,Dafa ??" tanya Brian tanpa membuka matanya
" mereka naik satu tahap tuan saat mereka mendaki " Brian membuka matanya mengadakan tangan nya
Alex memberikan HP nya ,Brian bangun saat HP sudah di tangannya dia duduk mengamati setiap foto yang di kirim anak buah mereka
" tetap awasi mereka, apa sejauh ini hanya sebatas ini" tanya Brian yang masih menatap foto² kedekatan raya dan Dafa ,bahkan ada foto indah dan Ricko tapi tidak sedekat mereka
" iya tuan ,hanya sebatas itu " Brian memberikan HP Alex " selesai kan masahlah kalian ,jangan membuat Naya ikut memikirkan kalian ,dia sedang hamil " ucap Brian menatap Alex
__ADS_1
"kami sudah menyelesaikan tuan " ucap Alex,Brian menggaguk
"aku istirahat dulu, beri tahu Irma jangan menerima siapa pun dan jangan biarkan siapa pun masuk jika tidak ada kepentingan " ucap Brian
" baik tuan " Alex berdiri dari duduknya nya meninggalkan Brian sendirian dalam ruangannya
" jika ada yang mencari tuan ,bilang saja dia tidak ada jika ada perlu suruh ke ruangan ku " ucap Alex saat sudah di depan meja Irma
" baik tuan " Alex meninggalkan meja Irma tapi langkah nya terhenti saat fajar memanggil nya
" tuan " Alex berbalik melihat nya
" kata tuan muda besok saya sudah kembali ke perusahaan " Alex mengagukan kepalanya
" bekerja lah dengan baik,jika kau membutuhkan papa atau menanyakan sesuatu ke sini saja atau hubungi Irma " setelah itu Alex meninggalkan mereka tanpa menunggu jawaban fajar
Brian masuk dalam kamar pribadi nya, membaringkan tubuhnya di atas ranjang king size nya ,membuka HP mencari kontak istrinya
tuttt......Tutt.,..
" ngapain " tanya Brian saat panggilan sudah terhubung
Brian menelepon istrinya tapi masih memejamkan matanya
" dag ngapain² bang ,Abang ngapain "
" kangen istriku yang manja "
" Abang " Brian tertawa kecil
" tunggu lah raya sudah di perjalanan dan tidak usah memikirkan indah mereka baik² saja ,kamu fokus saja sama Ade "
" iya Abang ,nanti pulang bawah kan black Flores dan tiramisu iya "
" ngidam "
" boleh bahkan dengan tokonya juga boleh jika kamu mau ,aku tutup telepon iya "
" iya "
Brian mematikan sambungan teleponnya lalu melanjutkan istirahat nya.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
" kamu baik² saja " tanya Ricko saat memegang tangan indah yang sedikit hangat
" iya aku baik² saja,apa sudah dekat " tanya indah sambil membuka matanya
" iya dikit lagi ,aku antar iya " Ucap ricko
" ada yang jemput nanti " ucap indah
" kamu yakin baik² saja,kita ke UKS kampus dulu mah " indah menggeleng
" aku kangen tempat tidurku ,kalau ke UKS dulu kapan aku sampai rumah nya" ucap indah
" baiklah ,jika kamu butuh papa hubungi saja " indah mengaguk
kini mobil bus yang membawa mereka sudah memasuki kawasan kampus, indah melihat Ester sudah menunggunya ,ricko membantu indah berdiri sedangkan jaketnya di pakai kan pada indah
" indah kenapa " tanya Dafa
" badan nya sedikit panas " ucap ricko
" indah " indah menatap raya tersenyum
" cih kalian seperti memperlakukan aku seorang penyakitan yang parah " cibir indah
__ADS_1
saat sudah turun ,Ester sudah menunggunya tak jauh dari bus yang membawa mereka
" nona muda " indah mengakat tangannya Ester pun diam di tempat nya
" ayo kita pulang , Raya Kaka aku duluan iya maaf " ucap indah
" iya hati² ,jangan lupa minum obat nya iya " ucap Ricko ada rasa khawatir
" iya kak ,tenang saja " ucap indah
" nanti aku ke rumah iya " indah mengaguk
" by semuanya " indah meninggalkan mereka yang masih menatap nya
" mau aku antar " tanya Dafa
" tidak kak ,sudah ada sopir yang jemput " ucap raya,bisa bahaya jika dafa mengantar nya bisa² kena amukan Abang dan Kaka nya
" baik lah ,nanti kabari jik Sudah sampai " raya mengagguk
" sini aku antar ke mobil .....
" tidak usah " raya mengedarkan pandangannya membuat Dafa dan ricko mengerutkan keningnya
" sayang kamu kenapa " tanya Dafa memegang bahu raya
" aku lagi mencari anak buah Kaka ku ,tapi sepertinya tidak ada " ucap raya
" memangnya kenapa " tanya Ricko
" aku belum siap ,kalian tau kan Abang sama Kaka ku keringnya melebihi kanebo kering " ucap Raya cemberut
" apa kau ingin menyembunyikan hubungan kita " ada nada keseriusan yang ke luar dari mulut Dafa ,raya menatap Dafa
" maaf bukan begitu maksudnya ,aku yakin pasti suatu saat nanti pasti mereka tau tapi untuk sekarang aku ingin menjalaninya dengan tenang seperti orang² lain " Ucap raya
" apa mereka melarang mu pacaran " tanya ricko ,raya menggeleng
" mereka tidak melarang ku selagi itu tidak melewati batas " ucap Raya
" lalu apa yang kau takutkan " Dafa bingung dengan sikap aneh raya
" kamu bisa peka dag sih , di drakor saat berpisah dengan pasangannya ada sedikit kenangan " Dafa tertawa kecil mendengar bisik raya
" sudah sana pulang, jangan pikiran yang aneh² " ucap Dafa
" kenapa daf " tanya ricko penasaran
" tidak ada " raya mencibir saja mendengar ucapan Dafa
" aku mendengar nya sayang ,ayo sini aku antar " ucap Dafa menggegam tangan raya yang masih mendumel terhadap Dafa
" nanti aku lakukan saat kita hanya berdua " bisik Dafa ,raya menatap Dafa
" bagian mana " Dafa menggeleng kepala nya
" sudah sana , otak mu sudah tidak beres " raya menghentakkan kakinya keras lalu berjalan tanpa berkata papa lagi ,Dafa yang tersenyum saja
" ayo kita juga pulang " ucap Dafa
" raya kenapa " tanya ricko
" biarkan saja ,lagi PMS " ucap Dafa asal
" koh kamu tau " Dafa hanya menaikan bahunya
" ayo kita pulang,aku sudah lelah sekali " ucap ricko ,Dafa mengaguk
__ADS_1
setelah sampai di mobil mereka masing² yang sengaja di simpan di kampus mereka masuk ,lalu meninggalkan area parkir kampus itu