Sayangi Aku

Sayangi Aku
kebersamaan


__ADS_3

Anggi yang baru saja selesai membereskan bukunya kaget ketika teman nya datang


" sorry " ucap nya ,Anggi hanya mengaguk


" kamu suka sekali bikin jantungan put " ucap Anggi


" langsung pulang iya " tanya putri


" iya soal nya ayah ku sudah di bawah " ucap Anggi


" tidak jalan dulu hangout " ucap putri


" nanti aku izin dulu ,baru aku kabarin gimana " tanya Anggi


" baiklah, kapan² ajak lah kita main ke rumahmu penasaran aku nya " Anggi hanya tersenyum


" ayo nanti ayah ku menunggu terlalu lama " ucap Anggi lalu ke luar dari ruangannya


" cogan gi " bisik putri saat melihat cowo terganteng di sekolah mereka apa lagi dia kakak kelas dan ketua OSIS


" percuma ganteng kalau obral " cibir Anggi


" murid baru iya " Anggi menatap pria yang di depan nya


" iya " jawab Anggi , sedangkan putri menatap pria di depannya tanpa berkedip


" kenal kan saya Ray ,ketua OSIS di sini jika perlu papa bisa langsung hubungi saya atau yang lainnya " ucap Ray sambil menunjuk teman²nya


"makasih " Anggi langsung pergi dari hadapan mereka tanpa menoleh sedikit pun


" sumpah Ray ,dia wanita pertama yang mengacuhkan kamu " ucap temannya sambil tertawa


" menarik ,aku selalu mendapat kan apa pun itu termasuk dia " ucap Ray menyeringai


" kamu yakin " Ray mengaguk " lihat saja nanti " ucap Ray


" sudah ayo kita ke ruangan OSIS " ucap yang lainnya


Sesampai di parkiran Ternyata ayah Ivan sudah menunggunya


" maaf ayah tadi Anggi ada urusan sebentar " ucap Anggi


" tidak papa sayang, ini siapa. " tanya ayah Ivan


" ini teman anggi ayah, teman pertama Anggi " ucap Anggi


" putri Om " ucap putri


" kamu pulang naik apa " tanya ayah


" di naik taxi Om " ucap putri


" ayo sekalian Om antar " ucap ayah


" tidak usah Om ,putri harus singgah belanja dulu pesanan ibu " tolak halus putri


" tidak papa ayo " ucap ayah


" serius Om tidak usah, putri harus belanja lama karena pesanan ibu banyak " ucap putri kekeh


" baiklah,kalau begitu kami duluan iya hati² di jalan " ucap ayah


" kamu yakin tidak ikut " putri mengaguk " hati² iya sampai ketemu besok " ucap Anggi


" iya kamu juga hati² " Anggi mengaguk lalu masuk dalam mobil


" gimana sekolah nya sayang " tanya ayah


" baik ayah,Anggi sudah bisa menyesuaikan " ucap Anggi


" apa di sekolah ada yang mengganggumu " Anggi menggeleng


" anak² di sini baik² koh yah ,tidak perlu khawatir " ucap Anggi


" syukur lah,kita langsung pulang iya ibu mu sejak tadi menelpon terus " ucap ayah , Anggi hanya membalas nya dengan senyuman


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


" sayang mobilmu gimana " tanya Dafa yang sejak tadi menunggu Raya

__ADS_1


" Kaka Ricko yang mau pakai " Ricko tersenyum sambil mengadahkan tangannya pada Dafa


" tidak boleh, jika dia ingin pakai mobilku saja " ucap Dafa


" kasih saja kak, lagian hanya pinjam " ucap Raya


" kamu langsung pulang yank " raya mengaguk


" tidak jalan dulu " tanya Dafa lagi


" weekend gimana " tanya Raya


" kan malam nya lamaran sayang " ucap Dafa


" tidak papa " ucap raya


" baiklah " ucap dafa


" ayo sini kunci mobilnya " ucap Ricko Dafa hanya berdecak saja


" Kaka kembalikan ke rumah Dafa iya " ricko hanya mengangguk


' terima kasih " raya hanya mengangguk saja lalu masuk dalam mobil bersama Naya dan indah yang sudah duluan masuk


" antar aku dulu bego " umpat Dafa kesal


" baik lah yang mulia raja " ucap Ricko lalu membukakan pintu untuk Dafa


" ada mau nya baru manis sikapmu " cibir Dafa , ricko hanya membalas nya senyuman


sedangkan di kantor perusahaan besar itu setelah melewati waktu yang begitu melelahkan mereka bersiap untuk kembali ke rumah untuk beristirahat


" maaf tuan waktu nya sudah pulang " Brian mengaguk lalu mengambil jasnya serta tas kerjanya


" apa mereka sudah pulang " tanya Brian saat sudah di dekat Alex


" sudah tuan ,mereka sedang di perjalanan " ucap Alex


" tidak bisakah buat jadwal mereka hanya setengah hari Lex , istriku sedang hamil tua ,begitu juga istri mu " ucap Brian


" akan saya urus tuan " ucap Alex


" urus dengan cepat , usahakan hanya sampai jam 2 siang " ucap Brian


" bagaimana Dafa " tanya Brian saat mereka sudah masuk dalam Lift


" semua baik² saja setelah kembali dari rumah Dafa " Brian mengaguk Saja


" gimana perusahaan pak Bagas " tanya Brian


" semua sudah normal dan mereka sudah melakukan rapat dan penggantian orang , sedangkan orang² yang bermain sudah di tangani " Brian mengaguk


"saat nya kita pulang lupakan urusan kantor Lex , sekarang yang kita hadapi ibu hamil yang lebih parah dari kolega bisnis dan tikus perusahaan " Alex hanya diam saja


di depan kantor sudah ada mobil Alex yang sudah menunggu


" silahkan tuan " ucap Alex


" baru lagi " tanya Brian


" iya tuan " ucap Alex


" belikan dengan ku " ucap Brian


" maaf tuan,mobil anda hingga sampai sekarang tidak tersentuh " ucap Alex


" aku akan menyentuh nya ,jadi belikan saja " ucap brain


" silahkan pakai yang ada dulu tuan ,maaf " ucap Alex, Brian berdecak saja


karena memang dia jarang memakai mobilnya,dia akan memakai nya jika hanya ke rumah Naya itu pun seminggu sekali ,ke kantor selalu bersama Alex dan menggunakan mobil Alex


sedang kan di garasi mobil sudah penuh mobil koleksi nya belum lagi mobil Raya


ayah dan ibunya hanya memakai mobil keluarga yang di pakai Naya dan indah jika ke kampus


setelah menempuh perjalanan kini mereka sudah sampai di rumah dengan semangat Brian turun dari mobil


" langsung saja pulang Lex " ucap Brian

__ADS_1


" iya tuan " ucap Alex


" selamat datang tuan muda " Brian membalas nya dengan senyuman


" indah di rumah " Alex mengaguk lalu menuju ke halaman belakang


Brian menaiki tangga dengan semangat bahkan senyumnya tidak pernah pudar


ceklek


" selamat sore kesayangan " Naya tersenyum menyambut suaminya


" kakimu kenapa " tanya Brian


" cape bang " ucap Naya


" Abang mandi iya baru bantuin pijat " Naya hanya mengangguk


" kamu diam saja, Abang bisa lakukan sendiri " cegah Brian saat melihat Naya berdiri


" maaf " ucap Naya


" tidak papa ,jadi kamu diam ok " Naya mengaguk


sambil menunggu Brian ,Naya memukul betisnya dengan alat urut yang di belikan mertuanya entahlah bentuknya saja aneh tapi itu sangat membantu


hanya membutuhkan waktu 10 menit Brian ke luar dari kamar mandi hanya menggunakan lilitan handuk di pinggang nya


" Abang " naya menunjuk bibirnya ,Brian mencibir


CUP


" Abang pakai baju dulu " Naya mengaguk lalu melanjutkan pukulannya


" sini Abang bantu " Brian mengambil alat pukul betis istrinya


" dapat dari mana ini sayang " tanya Brian sambil menatap benda yang kini sudah berada di tangan nya


" ibu yang kasih ,Naya juga awalnya bingung untuk apa " ucap Naya ,Brian memukul betis Naya dengan lembut


" kalau sakit bilang iya " Naya mengaguk


" Abang sudah suruh Alex untuk merubah jadwal kalian agar pulang nya tidak terlalu sore " ucap Brian


" tidak perlu di rubah ,Kami sudah mau ujian " ucap Naya


" tetap saja sayang, indah masih hamil ,kamu juga harus punya waktu buat twins bukan " ucap Brian


" astaga koh Naya hampir lupa hal sepenting itu " Brian tertawa kecil


" kamu sudah bicara sama ibu tentang baby sister twins " Naya menggeleng


" Naya bingung bang milihnya gimana takutnya nanti salah apa lagi banyak berita² tentang baby sister yang jahat " ucap Naya


" jadi gimana ?? mau Abang saja yang pilih " tanya Brian


" iya Abang saja , Abang kan sudah banyak bertemu bentuk dan model manusia pasti tau mana yang tulus " Brian mengacak rambut Naya


" nanti Abang bantu cari dengan Alex " Naya mengaguk


" apa Abang sudah tau tentang Abian dan Dafa " Brian hanya mengangguk


" jangan lakukan hal yang lain iya " Brian membalas dengan senyuman


" raya sudah mau tunangan gimana perasaan Abang " tanya Naya


" iya baik sayang, kan baru tunangan " ucap Brian


" jangan lupakan Raya,dan fokus dengan Naya dan twins sekalipun dia kuat tapi hatinya sering terluka " ucap Naya


" iya sayang " ucap Brian


" sering ² ajak dia jalan , weekend tidak selalu ke rumah bapak ,Abang bisa habiskan waktu bersama Raya atau makan malam di luar " ucap Naya


" apa kamu tidak cemburu " tanya brian.


" Abang iihs Naya serius malah di ejek " ucap Naya cemberut


" iya sayang ,nanti Abang atur waktunya " Naya mengaguk

__ADS_1


Brian dan Naya melanjutkan ceritanya berdua dalam kamar sebelum waktunya makan malam


dan itu cara mereka agar hubungan mereka tetap awet sekalipun hanya sebentar tapi mereka sangat menikmati nya


__ADS_2