Sayangi Aku

Sayangi Aku
sakit


__ADS_3

saat selesai makan malam Alex dan indah memilih duduk di belakang dekat kolam tempat favorit indah


tapi tiba² anak buah Alex menelpon, Alex yang merasa heran pun langsung mengangkat nya


" hebm "


" kenapa bukan kamu yang menjemput ku " Alex membuang napasnya kasar


"aku tidak punya alasan menjemputmu " indah memilih menyandarkan kepalanya di meja, melihat itu Alex mengelus kepala indah lembut


" apa istri kecilmu itu melarang mu " tanya seseorang dari seberang


" bahkan dia tidak tau jika kamu di sini, jadi berhenti menggangguku, kamu ke sini hanya karena keinginan Brian setelah itu kembali lah " ucap Alex ketus


" bagaimana jika aku tetap di sini "


" bukan urusanku " ucap Alex lalu menutup teleponnya


Alex menatap indah yang masih menundukkan kepalanya di meja


" dear " indah mengaguk tapi masih di posisinya


" kenapa hm " tanya Alex lembut


" tidak papa hanya ingin seperti ini " Alex mengangkat tubuh indah untuk duduk di pangkuan nya


dan indah tidak menolak itu tapi kepalanya tetap menunduk


" maaf " ucap Alex mengelus perut buncit indah,lalu mencium kepala indah


CUP


CUP


" kamu marah " indah menggeleng " lalu kenapa hm " indah bangun lalu memeluk Alex dan menyembunyikan wajahnya di dada Alex


"apa mas benaran tidak suka Kaka Nisa " Alex mengelus punggung indah


" suka " ujar Alex jujur , indah mengaguk


" hei apa yang kau pikirkan, aku memang suka sayang sama dia tapi hanya sebatas suka sayang seorang teman tidak lebih " indah mengaguk


" besok, aku antar ke rumah ayah saja iya" indah kembali mengagukan kepalanya


" mungkin nanti Nisa ke sini malam hari ?? karena siangnya Brian di perusahaan " indah mengaguk


" apa mulutmu sudah tidak berfungsi ,apa perlu aku menyuruh Ivan menjahit mulutmu " indah memukul dada Alex kera


" semakin hari kau semakin berani" Alex menahan tangan indah " berdoalah semoga saat anak² mu lahir tangan mu masih utuh " ucap Alex ketus


" i love you " ucap indah


CUP


" aku tidak mencintaimu " ucap Alex ketus


" terimakasih " Alex hanya berdecak saja


" turun, kau berat sekali pahaku sakit " indah melingkarkan tangannya di perut Alex


" anak² ku ingin di peluk papa nya " ujar indah


" kau selalu mengkambing hitamkan mereka " cibir Alex ,indah tertawa kecil


" aku jadi penasaran bagaimana nanti kalau mas tiba² menikah dengan Kaka ...aaww sakit mas " ucap indah mengelus kepalanya


" masih mau tambah " indah menggeleng

__ADS_1


" lalu " tanya Alex kesal


" iya maaf, aku tarik kata²ku tidak jadi penasaran" ucap indah kesal


" kenapa indahnya di marahin " tanya pak Mamat yang baru datang


" mulutnya kotor " ucap Alex datar


" ayah , mas Alex nakal dia marahin indah " aduh indah pada mertuanya sedangkan Alex hanya diam saja


" jangan suka di marahin indahnya Lex ,dia lagi hamil " Alex mengaguk


" bawa istri mu masuk dia sedang hamil tidak baik kelamaan di luar " lanjut nya lagi sebelum meninggal mereka


" iya ayah " ucap Alex sambil mengaguk


" selamat malam ayah, moga mimpin indah yang cantik ini " pak Mamat hanya tertawa kecil


" mau masuk " indah menggeleng


"mas, Kaka fajar masih sering keperusahan " Alex mengaguk


" tidak sering hanya sesekali,mungkin dia sibuk di perusahaan " ucap Alex


" tapi apa mereka masih pacaran " Alex menaikan bahunya


" jangan suka ikut campur urusan orang sekalipun dia Kakakmu " indah mengaguk


" kau ingin liburan " indah mengaguk cepat


" tapi mas sibuk kerja masa indah liburan sendirian " ucap indah sendu


" pergilah sama Raya,tapi aku tidak bisa menjagamu jadi kamu harus jaga diri nanti kalian di ikut pengawal " indah menggeleng


" bukannya aku sudah bilang Bahagiakan dirimu " indah mengaguk


" boleh aku bicara sama Raya dulu " Alex mengaguk


" makasih mas " ucap indah menatap Alex sambil mengedipkan matanya


" ayo ke kamar ,semakin larut matamu semakin menjijikan " ucap Alex ketus,


" i love you suamiku " ucap indah


" basi " ketus Alex ,indah tertawa kecil suka sekali membuat Alex kesal


sedangkan di tempat lain Ivan sedang kebingungan ingin berbicara pada Anggi tapi bingung apa yang akan di bicarakan nanti


hampir sejam dia berpikir akhirnya dia memilih ke luar dari kamarnya dan menuju kamar Anggi


ceklek


Ivan membuka pelan kamar Anggi lalu menutup kembali saat dia sudah berada di dalam


ternyata Anggi sudah tertidur terlihat dia sudah mematikan lampu utamanya dan hanya lampu tidur yang menyala


Ivan mendekati tempat tidur lalu duduk di pinggir sambil menatap Anggi, dia masih bisa melihat wajah teduh nya dari cahaya lampu tidur


" maaf membuat mu terluka, dan tidak jujur " ujar Ivan mengelus pipi Anggi


tapi ....tunggu kenapa hangat Ivan menyentuh kening Anggi !!


Ivan membalikan badan Anggi menjadi telentang


" Anggi " Ivan menepuk pipi Anggi pelan


" hei bangun " lanjutnya lagi

__ADS_1


" kakak " panggil Anggi lirih


" kamu sakit " Anggi menggeleng


" hanya pusing saja " ucapnya lalu kembali menutup matanya karena memang kepalanya terasa berat


" tunggu aku ambil obat dulu " Anggi hanya diam saja,Ivan kembali ke kamarnya mengambil obat nya dan alat untuk memeriksa Anggi


setelah beberapa saat Ivan kembali ,dia langsung memeriksa Anggi


" kamu telat makan " anggi hanya diam saja


" apa kamu ingin mati hah " bentak Ivan kesal ,Anggi hanya menarik napasnya kasar


sakit di kepalanya semakin bertambah saat Ivan berteriak


" bangun sebelum aku membuangmu di balkon " ucap Ivan lalu membantu Anggi duduk dan bersandar di ranjang


tapi belum juga sepenuhnya Anggi langsung lompat dari tempat tidur dan lari ke kamar mandi


hoek ......Hoek.....


Ivan yang mengikuti Anggi langsung memijat tengkuk indah dengan lembut


" kepala batu,jika ingin mati minum racun atau potong urat nadimu ,kamu tidak akan sengsara seperti ini " Anggi hanya diam saja mendengar ocehan Ivan


" sudah " Anggi mengaguk ,Ivan mencuci mulut Anggi dan mengangkat nya kembali ke tempat tidur


tuk


" Kaka " rengek Anggi saat Ivan menjitak kepalanya


" apa ?? mau marah " Anggi hanya diam saja


" tunggu ,aku ke bawah dulu ambilkan makan " Anggi menahan tangan Ivan


" aku suruh minum obat " ujar anggi sambil menunjuk meja nya


" kau sudah mempersiapkan semuanya " ucap Ivan kesal


" tidur " Anggi mengaguk ,lalu kembali tidur karena memang dia kepalanya berat


" jangan sakit, kau membuatku semakin bersalah " ujar Ivan lirih sambil mengelus kepala Anggi


" tidak perlu merasa bersalah ,Anggi yang salah karena sudah berani mencintai Kaka " ujar Anggi


" Anggi .....


" aku tidak papa ,tapi Anggi mohon bantu Anggi melupakan kakak sekalipun sulit karena kita tinggal di tempat yang sama " ucap Anggi memotong ucapan Anggi


" jangan menyiksa dirimu seperti ini " ucap Ivan ,Anggi hanya mengangguk


" bisa aku minta sesuatu " Ivan menatap mata sayu Anggi


" temani aku malam ini, setelah itu aku tidak akan mengganggu Kaka lagi " lanjutnya lagi


Ivan langsung naik ke atas tempat tidur, setelah itu membawah Anggi dalam pelukan nya


" badanmu panas baby " Anggi hanya tersenyum


" besok sudah baikan" ucap anggi lirih ,Ivan hanya diam saja


CUP


" i love you kak " ucap Anggi tersenyum lalu merapat kan tubuhnya pada Ivan


astaga godaan apa ini batin Ivan

__ADS_1


__ADS_2