
"Kaka memang seperti itu tapi aslinya dia baik, pasti itu urusan kerjaan lagi kalau sudah ke pergi begitu karena kalau urusan rumah sakit biasanya Kaka Ivan yang akan pergi bukan Abang atau Kaka Alex " ucap raya
" maaf sayang tapi jangan tersinggung iya " raya mengaguk " sebenarnya kekayaan kalian sebanyak apa sih , iya sekalipun aku tau kalau perusahaan kalian itu paling teratas tapi aku benar² penasaran " tanya Dafa serius
" kenapa?? apa Kaka ingin merampok atau mencuri " ucap raya tertawa kecil
" aku juga tidak tau kak pastinya berapa ?? aku tau nya cuma tidur ,bangun ,makan ,kuliah " ucap raya
" sebulan uang jajanmu berapa " tanya Dafa
" hbm cuma 500 juta " ucap raya polos membuat dafa menelan ludahnya paksa mendengar kata cuma yang keluar dari mulut kekasih nya
" cuma !! pekik Dafa " astaga sayang seperti nya aku harus bekerja keras nantinya" raya tergelak
" tidak perlu kak, raya akan ikut gaya hidup Kaka tidak perlu memaksa harus seperti itu " ucap raya
" tapi bagaimana pun aku tidak ingin kamu menderita saat nantinya hidup denganku sayang " ucap Dafa serius
" raya ingin hidup dengan tenang nantinya kak, tidak ada keterpaksaan dalam hubungan ku dengan Kaka, aku tidak menuntut Kaka harus memberi uang bulanan yang sama seperti Abang dan Kaka " ucap raya tulus
" berapa pun raya terima,asal itu dari Kaka Jika boleh jujur sebenarnya saat waktunya nanti Tiba raya ingin tinggal di perumahan yang biasa saja kak, tanpa ada pengawal, penjaga ,pelayan dan yang lainnya " ucap raya membuat Dafa kaget
"tapi kita nanti nya harus tinggal di sana sayang " raya mengaguk
" tapi apa Kaka tidak keberatan, nanti raya bicara sama Abang dan juga Kaka " ucap Raya lembut
" tidak usah sayang , di mana pun tempat nya asal itu bersamamu aku tidak masalah " raya melihat ke arah jendela
menyembunyikan wajahnya yang sudah di pastikan sudah memerah
" kenapa diam sayang " Dafa melihat raya bingung
" apa ada yang salah dengan ucapan ku yank " lanjutnya lagi
" Kaka bikin raya malu " Dafa tergelak saat menyadari nya
" aku serius sayang " ucap Dafa masih tertawa
" Kaka " ..
" ok aku diam, kamu lucu sayang " ucap Dafa tapi masih tertawa karena gemas
" ehs Kaka " Dafa langsung berhenti tertawa takut akan membuat wanita itu marah
" jadi tidak singgah beli kuenya " tanya Dafa sambil mengelus tangan raya
" jadi " ucap raya ketus
"baiklah tuan putri " raya berdecak sedangkan Dafa tertawa kecil
Dafa membelokkan mobilnya ke toko kue yang ada di samping jalan
" ayo sayang " raya mengagguk lalu turun dari mobil begitu juga Dafa
" selamat datang " ucap pelayan toko sambil membukakan pintu
" makasih "ucap Dafa tersenyum, langsung mendapat kan cubitan dari raya
" aw sakit yank " raya hanya diam saja, sedangkan Dafa mengelus pinggang nya karena terasa panas
" cepat pesan kuenya yang mommy suka " ucap raya kesal
" satu vanilla satu yang coklat putih " ucap Dafa bingung
" tunggu sebentar saya akan siapkan " ucap pelayan
lalu meninggalkan raya dan Dafa
" kenapa lagi yank " tanya Dafa karena wajah rasa sudah berubah
" tau ah kesal " Dafa semakin bingung
" kesal karena apa " raya menatap dafa tajam
" kenapa tadi senyum² " Dafa menatap pintu di mana di sana ada seorang wanita yang membukakan pintu untuk pelanggan
" dia " raya hanya diam saja " astaga sayang, iya maaf iya janji tidak kaya gitu lagi " Dafa tidak habis pikir dengan raya
ingin tertawa tapi takut wanita itu semakin kesal
__ADS_1
jadi dia memilih diam saja
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
sedangkan di dalam kamar Alex dan indah sedang sibuk dengan urusan masing² jika Alex sibuk dengan laptop untuk bekerja sedangkan indah sibuk nonton di laptop dengan duduk lesehan di lantai dan laptopnya di simpan di atas meja samping laptop Alex
"kau tidak bosan tiap hari melihat wajah mereka " tanya Alex saat melihat indah fokus pada layar laptopnya
"dear " indah melihat Alex kaget karena Alex sedikit meninggi kan suara nya
" mas butuh sesuatu " Alex menghembuskan napasnya
" kau terlalu fokus nonton nya " cibir Alex
" lalu indah harus gimana, mas juga sibuk kerja " ucap indah kesal
Alex mematikan laptop indah dan menutupnya
" mas " pekik indah kesal
" sini " titah Alex ,tapi indah diam sama
" satu
" iya² " indah berpindah duduk di antara lutut Alex dan masih duduk di karpet bulu depan Alex
CUP
" temani aku kerja " ucap Alex setelah mencium kepala indah ,indah hanya berdecak saja
lalu dia menatap layar laptop kerja Alex
" apa mas setiap hari melihat ini " tanya indah sambil menunjuk layar laptop
" hebm "
" benar² bikin sakit mata dan kepala " ucap indah sambil menggeleng padahal baru beberapa menit
lalu bagaimana dengan suaminya selama ini
apa dia sudah biasa !! atau sama dengannya pusing melihat nya
" mataku sakit melihat itu, sepeti anak semut yang berjejeran " Alex menggosok kan dagunya di kepala indah
" jangan di lihat jika sakit " lalu Alex memberikan ipadnya pada indah " main ini saja " indah mengaguk
lalu dia membuka iPad alex di mana di sana foto indah pada layar depannya
membuat wanita itu tersenyum senang
lalu dia mengotak Atik iPad kerja Alex
" makan sama buahmu " indah mengaguk lalu mengambil sepotong buah strawberry
entah pikiran dari mana indah membuka aplikasi belanjaan online
lalu melihat² pakaian bayi yang lucu ,Alex melihat sekilas lalu tersenyum
sedangkan indah masih fokus pada pakaian,sepatu, jaket keperluan bayi lainnya
" beli saja jika suka " indah mengakat kepalanya menatap Alex dan Alex langsung memberikan ciuman di bibir indah
CUP
" kita belum tau jenis kelaminnya mas ,indah hanya lihat² saja " Alex mengaguk mengerti
"tapi jika kamu suka beli saja tidak usah memikirkan itu " ucap Alex
" aku pesan ini iya " indah memperlihatkan pakaian bayi, Alex melihat ipadnya
" kalau suka beli saja dear " ucap Alex lembut
" tapi mas suka kan " Alex mengaguk
" mas kan yang bayar " Alex mengacak rambut indah gemas
" pesan saja ,jika uangku tidak cukup akan ku gadai rumah ini " indah berdecak saja
__ADS_1
" mas yang ini boleh tidak buat Naya " indah memperlihatkan pakaian kembar
" itu bagus, pesan saja jika kamu suka " ucap Alex
" baiklah " ucap indah ,tiba² Alex mengambil ahli ipadnya
" yang ini bagus dear langsung dengan sepatunya tapi kenapa harus ada boneka nya " indah melihat gambar yang Alex bicarakan
" iya mas bagus pesan iya " Alex mengaguk lalu memberi kan ipadnya pada indah
lalu dia kembali fokus pada pekerjaan nya
" mataku lebih sakit melihat ini dari pada melihat angka dan huruf yang di laptop itu " ucap indah,Alex hanya tersenyum saja
" beli saja jika kamu suka dear " lagi² Alex mengatakan beli saja
apa dia tidak tahu jika indah dan raya itu beda tipis
tapi sekuat mungkin indah tidak tergiur
apa lagi dia belum mengetahui jenis kelamin anaknya
tapi beda halnya jika dia sudah tau
apa nanti akan menahan atau bahkan kebablasan
" nanti aja mas " ucap indah
" kenapa ?? kalau tidak sesuai kamu bisa membuang nya " ucap Alex tenang
" buang !!! ini di beli pakai uang mas bukan pakai daun siri, enak saja baru juga di beli sudah di buang " gerutu indah
" kalau begitu kamu saja yang pakai " indah berdecak kesal
lebih baik diam bukan percuma bicara sama balok seperti Alex
lebih baik bicara sama security depan mungkin masih bisa menyahut dengan benar
" kenapa di simpan " tanya Alex saat indah menyimpan ipadnya
indah membalikkan badannya menghadap alex lalu menatap Alex dari bawah
" tidak sia² dulu aku bertahan ternyata suamiku ganteng " Alex hanya diam saja,
lalu indah memeluk pinggang Alex dan menenggelamkan wajahnya di perut kotak² Alex
"kenapa hm " tanya Alex mengelus kepala indah ,indah hanya menggeleng
" ada yang menggangu pikiran " kini Alex menyimpan laptopnya dan mengelus punggung indah
" jangan abaikan Raya, aku tidak papa jika mas lebih peduli padanya " Alex hanya diam tapi tangannya masih mengelus punggung indah
" apa dia mengatakan yang membuatmu sakit hati " tanya Alex pada tanpa bertanya pun Alex sudah tau semuanya
" tidak mas, memang dia punya nyawa seperti kucing bahkan hanya niat saja sudah di pastikan nyawanya hilang satu " ucap indah kesal karena lagi² suaminya itu tidak peka
" jangan memikirkan yang bukan urusanmu dear, tugasmu hanya bahagiakan dirimu, jaga anak² mu, jaga dirimu jangan berbuat di luar batas mu hanya itu saja, urusan raya itu urusan ku " ucap Alex mengingat kan
" iya indah tau " ucap indah kesal
" saat nona Naya lahiran Nisa akan kembali ke sini itu permintaan Brian, jadi kamu jaga diri baik² jangan pernah membangkang dan jangan melakukan apa pun tanpa seizinku" seketika tubuh indah menegang kaku
" aku akan menjaga kalian dengan nyawaku, dan aku tidak akan membiarkan dia bertemu denganmu ,kamu paham kan " indah mengaguk
" apa dia sudah tau kita sudah menikah " Alex Mengaguk
" dia juga sudah tau jika kamu hamil " indah menatap curiga pada Alex
apa suaminya itu sering berhubungan dengan Nisa
" jangan berpikiran buruk tentang ku jika tidak ingin aku ke luarkan isi kepala mu ,Brian yang memberi tahunya saat kami ke luar negeri " ucap Alex
indah tersenyum kuda bahkan dia lupa jika suaminya perna ke luar negeri setelah pernikahan mereka
sedangkan Alex hanya berdecak saja
__ADS_1