
setelah mengantar istri mereka ke kampus Brian dan Alex langsung ke perusahaan
Alex mengutuk kebodohan nya yang melupakan jadwal pemeriksaan istrinya serta Naya
karena dia baru saja memeriksa jadwal hari ini ,dia langsung ke ruangan Brian
tok ...tok ...
ceklek
"maaf tuan,hari ini jadwal periksa nona Naya dan indah " ucap Alex, Brian menatap Alex
" kenapa tidak bilang dari semalam Lex " ujar Brian
" maaf tuan, saya baru periksa jadwal " ucap Alex
" jam berapa " tanya Brian
" jam 10 tuan "
" jadwal mereka "
" kosong tuan "
" jadwal ku " tanya Brian
" ada pertemuan di luar jam 2 ,setelah itu kosong " ucap Alex
" suruh anak buahnya menjeput mereka nanti ketemu di rumah sakit " ucap Brian
" baik tuan ,kalau begitu saya permisi " ucap Alex menunduk kepalanya lalu ke luar dari ruangan itu
" maaf tuan " Alex menghentikan langkahnya saat mendengar suara Irma
" bisa saya izin ke luar sebentar " Alex menaikan alisnya
" urusan wanita " Alex mengaguk
" pulang lah, wajahmu pucat " ujar Alex
" saya masih bisa menahan nya tuan, saya hanya izin sebentar " ucap irma sungkan sekaligus malu karena Alex mengetahui nya
" pulang saja, minta sopir perusahaan mengantarmu ,jangan membantah ku " ucap Alex lalu meninggalkan Irma
" terimakasih tuan " ucap Irma ,entah Alex mendengarnya atau tidak
Irma merapikan kembali mejanya yang baru beberapa menit dia gunakan
syukur hari ini tidak terlalu banyak jadwal dan berkas yang dia urus jadi bisa di bawa pulang
setelah itu dia menghubungi bagian HDR untuk menyiapkan sopir untuk nya
sedangkan Ivan pagi ini harus mengantar Anggi ke sekolah karena orang tua nya ada urusan lain sehingga harus dia yang mengantar Anggi
" jam berapa nanti kamu pulang " tanya Ivan
" seperti biasa jam 2 atau jam 3 " ujar Anggi
" jangan ke mana² sebelum aku datang " ucap Ivan
" nanti Anggi naik taksi saja atau naik bis " ucap Anggi
" jangan membantah ku " ucap Ivan
" iya maaf " ucap Anggi
" apa kamu sudah punya teman di sekolah " tanya Ivan
" punya , namanya putri orang nya juga baik,pertama aku masuk sekolah dia langsung datang memperkenalkan diri pada ku " ujar Anggi
" jangan sembarang berteman jika salah saja kamu akan celaka " Anggi mengaguk
" apa tuan ....maaf Kaka " Anggi langsung mengoreksi ucapan nya saat Ivan menatap nya
" apa habis ini langsung ke rumah sakit " Ivan mengaguk
" apa kerja di rumah sakit itu enak, tidak takut darah atau yang lainnya ,atau kalau jaga malam tiba² pintu terbuka mendengar suara tangisan " ucap Anggi panjang lebar
" aku menyesal memungut mu ternyata cerewet mu melebihi Raya " ucap Ivan ,Anggi menutup mulutnya dengan ke dua tangannya
" itu hanya di film saja tapi sebagian juga ada benarnya tergantung kamu menyikapi nya bagaimana " ucap Ivan lagi
" memang kamu nanti mau jadi apa " tanya Ivan
" ibu rumah tangga " ucap Anggi cepat
" cita² mu Anggi,kalau yang itu sudah pasti sekalipun kau menolaknya " ucap Ivan gemas
" pengen seperti Kaka ,tapi setelah melihat ayah itu hari Anggi jadi ragu " ucap Anggi sendu
" kenapa ragu hm " Ivan mengelus kepala Anggi memberikan ketenangan
" iya takut saja ,saat akan menolong orang bayangan ayah terlintas di pikiran Anggi ,bahkan sampai sekarang pun kadang Anggi selalu memimpikan itu " Ivan menatap Anggi
" kamu serius " Anggi mengaguk
" nyata tapi seperti mimpi " ucap Anggi lirih
Ivan mengehentikan mobilnya di pinggi jalan
lalu memeluk Anggi
" kenapa tidak pernah cerita " tanya Ivan
" aku tidak ingin membuat Kaka susah, memberikan Anggi tempat tinggal saja itu sudah luar biasa bagaimana mungkin Anggi menyusahkan Kaka dengan kematian ayah ku " ucap Anggi
__ADS_1
" nanti kita konseling iya " ucap Ivan melepas kan pelukannya , Anggi menggeleng
" itu hanya sesekali saja jika aku merindukan ayah saja " Ivan menatap mata Anggi
CUP
" jangan nangis lagi ok " Anggi Mengaguk
" nanti pulang nya jika tidak sibuk akan menjemput mu tapi jika sibuk nanti sopir yang jemput paham " Anggi mengaguk
tidak berselang lama mereka telah sampai di sekolah Anggi ,sekolah khusus orang kaya dan pastinya milik keluarga besar Brian
Ivan mencium kening dan bibir Anggi
cup
cup
" belajar yang benar iya ,jangan nakal " Anggi mengaguk ,lalu mencium punggung tangan Ivan
awalnya Ivan bingung tapi setelah melihat apa yang di lakukan Anggi ,Ivan tersenyum kuda
" Anggi sekolah dulu kak " Ivan mengaguk
setelah memastikan Anggi baik² saja Ivan kembali melajukan mobilnya ke rumah sakit
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
kini Brian dan Alex sudah berada di rumah sakit sedang menunggu Naya dan indah
sedangkan Ivan tidak bisa menemani mereka karena ada operasi mendadak mengharuskan meninggalkan sahabat nya sekaligus pemilik rumah sakit itu
15 menit menunggu akhirnya mobil yang di tumpangi Naya dan indah sudah memasuki kawasan rumah sakit
saat mobil sudah berhenti Alex menaikan tangannya saat pengawal mendekati mobil mereka
melihat itu para pengawal mundur beberapa langkah mengambil jarak aman dan menunduk kan kepalanya
karena jika bernai menatap wanita bos mereka sudah di pastikan jika bukan kepala maka mata mereka yang lepas
" Abang " pekik Raya.
ternyata wanita cerewet itu mengikuti mereka setelah beberapa kali absen menemani Naya periksa
" ini rumah sakit bukan hutan " ucap Brian, raya menutup mulutnya rapat
Brian membantu istrinya turun dari mobil
setelah itu Alex pun membantu indah untuk turun
semua perawat dan dokter sudah di beri tahu sebelumnya jika tidak harus menyambut mereka demi kenyamanan Naya dan indah
" mari tuan " ucap seorang perawat yang sejak tadi menunggu mereka
" tidak tuan jadwalnya sudah di kosongkan sejam yang lalu " Alex mengaguk
kini mereka sudah sampai di tempat pemeriksaan Naya dan indah harus di periksa dulu tekanan darah nya dan berat nya
setelah selesai mereka masuk bersama ke dalam ruangan
sedang kan Raya memilih menuggu di luar karena sedang bertukar pesan dengan dafa
" selamat pagi tuan muda ,tuan Alex " sapa dokter Rama
" hebm "
" gimana apa ada keluhan " tahta dokter setelah Naya dan indah duduk berhadapan sedangkan Brian dan Alex memilih berdiri
" sakit bagian pinggang dok, terus sering mules juga " keluh Naya
" sakit pinggang yang nyonya rasakan itu karena pertambahan berat badan kalau untuk sering mules kerena pertumbuhan rahim semakin membesar apa lagi nyonya hamil anak kembar " jawab dokter
" lalu apa yang harus saya lakukan dok " tanya naya
" cari posisi tidur yang nyaman, berendam air hangat ,atau olahraga jalan pagi juga boleh , makan sedikit tapi sering itu juga perlu " ucap dokter
" baik dok " ucap Naya
" kalau nona indah keluhan nya apa " tanya dokter menatap indah
" hanya mual saja dok " dokter mengaguk
" apa tidak ada yang di rasakan selama kehamilan " tanya dokter lagi
" sering buang air kecil, lelah itu saja dok " ucap indah
" jangan terlalu bekerja keras kandungan nona masih usia dua bulan ,masih rentan keguguran kalau bisa kegiatan di luar di kurangi iya non " indah mengaguk
"vitamin dan obat mualnya di minum kan " tanya dokter
" iya dok " dokter mengaguk
" baik, siapa yang mau duluan lihat baby twins " tanya dokter sambil menatap Naya dan indah
" kamu atau aku " tanya indah
" aku dulu iya " indah mengaguk
" baiklah ,ayo nyonya kita ketempat tidur " Brian membantu istrinya berdiri
lalu dia membantu istrinya naik ke atas tempat tidur Sedangkan Alex ke luar dari ruangan pemeriksaan itu hanya indah saja di dalam duduk di kursi sambil memperhatikan Naya
setelah menaikan sedikit baju Naya ,dokter menuangkan gel pada perut Naya
lalu dia memposisikan alat USG di perut Naya
__ADS_1
dokter tersenyum sambil menatap Naya " mereka sedang menyedot jari nya, hai Sayang sapa orang tua kalian " ucap dokter
bugh
bugh
indah melotot kan matanya saat perut Naya bergerak karena tendangan anak nya , sedang kan brain dan Naya hanya tersenyum
" apa tidak papa dok mereka menyedot jari nya " tanya Brian
" tidak papa tuan itu hal biasa, mereka juga sudah bisa membuka matanya sepertinya yang laki² terlalu sayang sama kembaran nya sehingga posisi nya selalu menghadap ke arah nya " ucap dokter
" semuanya aman iya nyonya, tidak ada masalah ukuran dan berat janin sesuai, karena usia kehamilan nyonya sudah memasuki usia 7 bulan saya sarankan tiap 2 Minggu sekali ke sini iya,sering olahraga pagi iya " Naya mengaguk
" apa ada yang mau di tanyakan tuan muda " Brian menggeleng
setelah itu dokter membersihkan perut Naya dan menutup kembali perutnya
" jika ada yang ingin nyonya katakan Anda bisa menghubungi saya kapan saja " ujar dokter tersenyum
" makasih dokter " ucap Naya
" kamu tunggu saja di dalam, nanti aku panggil kan Alex " Ucap Brian setelah urusan mereka telah selesai
" iya tuan " ucap indah
Brian dan Naya ke luar dari ruangan pemeriksaan menghampiri Alex dan Raya yang menunggu mereka
Alex langsung berdiri saat melihat Brian dan Naya ke luar
" masuklah, istri mu menunggu di dalam " ucap Brian
" iya tuan, apa perlu ruangan tuan " tanya Alex
" tidak ,masuk lah kami akan menunggu kalian di sini " ucap Brian
" iya tuan " Alex langsung masuk dalam ruangan
" silahkan tuan Alex ,di bantu nona indah nya naik ke atas tempat tidur " Alex langsung membantu indah naik di atas tempat tidur secara perlahan
" nyaman " indah mengaguk
" maaf iya non " ucap dokter ,indah mengaguk
karena ini ke tiga kali nya dokter masih terlihat canggung berbeda dengan Naya yang terlihat sangat santai karena mungkin Naya pembawaan asik sehingga siapa saja merasa cepat akrab
sebenarnya indah juga begitu tapi karena pemeriksaan pertama dan ke duanya karena suatu hal sehingga dia tidak terlalu banyak bicara
dokter menuangkan gel di perut indah, setelah itu mulai menggerakkan alat USG di perut indah
Alex dan indah menatap ke arah monitor
"perkembangan si kembar bagus tuan, lengan,
dan kaki nya juga sudah terbentuk serta Jantung juga sudah mulai terbentuk dan berdetak begitu juga yang lainnya " ujar dokter,indah mengembangkan senyumnya ketika mendengar penjelasan dokter
" apa tuan ingin mendengar detak jantung nya " Alex mengaguk saja ,bahkan tangan nya tidak pernah lepas dari genggaman tangan indah
saat suara detak jantung anaknya mulai terdengar beriringan Alex dan indah mengembangkan senyumnya
" dok rekaman nya nanti di kirim di hp saya " ujar Alex
" iya tuan " ucap dokter
" jaga kondisi anda iya non, jangan terlalu Lelah semuanya normal mereka juga tampak sehat berat panjang semuanya normal tidak perlu ada yang di takutkan ,pola makannya juga harus di jaga iya kurangi makan sambalnya " indah menatap akex sekilas lalu kembali menatap dokter sambil memaksa kan senyumnya
" i...iya dok " ucap indah gugup
" jika ada yang mau di tanyakan bisa langsung hubungi saya " indah mengaguk
" resep nya tetap sama iya " indah mengaguk
" apa saya akan ikut bersama Naya dok " tanya indah
" untuk nona indah sebulan sekali, nyonya muda karena waktu lahir nya sudah mendekat jadi saya anjurkan 2 Minggu sekali begitu juga nanti nona indah jika kehamilan nya sudah memasuki trimester ketiga" ucap dokter ,indah mengaguk paham
dokter membersihkan perut indah setelah itu kembali menutup perut indah
Alex membantu indah turun, sedangkan dokter meresepkan vitamin dan obat mual indah
" ini tuan,susunya jangan lupa di minum jika bosan dengan rasa nona indah bisa ganti " ucap dokter sambil mengarahkan kertas resep
" iya Dok,makasih banyak iya sampai jumpa " ucap indah
" iya nona indah " ucap dokter
" ternyata mereka semua rama² " ucap dokter setelah Alex dan indah ke luar dari ruangan itu
" apa sudah selesai " tanya Brian
" iya tuan " ucap Alex
" tembus obat nya setelah itu antar ke rumah " ujar Alex pada salah satu anak buah mereka
" baik tuan " ucap nya lalu pergi ke arah apotik
" kalian di antar pengawal iya, karena Abang masih ada kerjaan " Naya mengaguk
" Ade jaga mereka ,jika mereka kenapa² Ade tau apa yang harus Ade lakukan " raya menelan ludah nya paksa
" iya Abang tenang saja " ucap raya
setelah berpamitan dan mencium kening istri mereka masing² Brian dan Alex berpisah dengan mereka dan kembali ke kantor karena pekerjaan yang belum selesai
sedangkan naya,indah dan Raya kembali ke kampus karena masih ada jadwal kuliah .
__ADS_1