
" kalian mau kemana " cegah ibu Widya saat melihat Ivan dan Anggi sudah di ambang pintu ke luar
" mengembalikan dia ke rumah sakit " ujar Ivan asal
" satu langkah kamu ke luar sebelum menjelaskan nya ,ibu akan mengeluarkan kamu dari kartu keluarga " Ivan mendengus kesal lalu berbalik dengan menarik Anggi dan duduk di sofa tamu
" apa yang mau ibu tau " tanya Ivan
" tentang dia " tunjuknya pada Anggi
" bukannya ibu sudah tau namanya Anggi " Ivan mengeritkan keningnya menatap ibunya
" iya ibu tau, tapi cerita kan semuanya " Ivan membuang napasnya kasar
toh percuma juga dia tutupi
nanti juga akan terbongkar cepat atau lambat
" nama Anggi kami ketemu di rumah sakit saat Ivan menangani ayah nya ,sebelum ayah nya meninggal dia menitipkan Anggi padaku,dan sekarang dia tinggal di apartemen Ivan sebelum nya di bekerja di perusahaan Brian " ucap Ivan
" tapi ayah lihat dia masih muda koh sudah bekerja " tanya ayah Ivan
" iya dia 18 tahun, dan masih SMA terpaksa harus berhenti karena suatu alasan" ucap Ivan
" kenapa tidak lanjut sekolah nak " tanya ibu Widya dia menatap sendu pada gadis kecil itu
" besok dia akan kembali sekolah Ivan sudah mengurusnya " ucap Ivan, karena Anggi hanya diam menunduk dan meremas tangannya
"di apartemen dia tinggal sendiri" Ivan mengaguk
" lalu gimana dengan kerjaan nya " tanya ayah Ivan
" iya dia ke luar yah, masa sekolah sambil kerja " ucap Ivan kesal
" tinggal saja di sini, nanti ibu yang urus semuanya " Ivan melotot kan matanya menatap ibu nya
" ibu jangan aneh² iya " ujar Ivan
" kenapa ??? gimana nak apa kamu mau tinggal di sini bersama kami ??? " tanya ibu Widya
Anggi menatap Ivan yang hanya diam
" maaf nyonya, semua tergantung tuan Ivan " ucap Anggi
karena bagaimanapun hidup nya semua tergantung Ivan
" biar dia tinggal di sini iya Van, kasian jika dia di apartemen sendirian di sini ada kita yang mengawasinya apa lagi dia akan kembali sekolah dia wanita Van apa lagi dia masih mudah " ucap ibu Widya
" apa ibu memiliki rencana " tanya Ivan menatap sinis ibunya
" ibu serius Van, terserah kamu mau curiga atau apa tapi ibu tertarik dengan nya anak seusianya yang harus di perhatikan oleh orang terdekat nya harus menanggung hidup yang berat ,padahal belum tentu anak seusia dia bisa sanggup " ujar ibu Widya
" kamu mau tinggal di sini " tanya lembut Ivan
" saya sudah terlalu banyak merepotkan tuan,saya hanya ingin fokus sekolah dan membalas semua yang tuan berikan untuk saya " ujar Anggi lirih
" kalau aku menyuruh mu tinggal di sini gimana " Anggi hanya diam saja
__ADS_1
" nak kamu tidak perlu sungkan terhadap kami, anggap saja kami orang tuamu ,sama dengan Ivan ,kamu mau kan, kamu mengingat ibu pada anak ibu yang meninggal karena sakit keras dan saat melihat mu rasa rindu padanya sedikit berkurang " Ivan dan ayah nya melotot ke arah ibu nya ,anak yang mana yang meninggal sedangkan Ivan anak tunggal
suara tangisan ibu Widya membuat Anggi tidak tega ,dia menatap Ivan yang juga menatap ibunya
" ayah ,ibu pergi ke kamar dulu " ucap ibu Widya lirih
" baiklah ,saya akan tinggal di sini " ujar Anggi saat melihat ibu Widya berdiri ,ibu Widya tersenyum dalam hati
" tidak papa nak,jangan terpaksa mungkin kamu juga punya pemikiran yang lain ,tapi ibu cukup lega bisa melihatmu malam ini ,makanya tadi saat Ivan membawa mu ibu sangat senang karena rasa rindu ibu pada adik Ivan sedikit terobati " ucap ibu sendu bahkan dia menyeka air matanya ,membuat ayah dan Ivan jengah
mulai lagi batin Ivan dan ayah nya yang sudah tau dengan sifat ibu Widya
" astaga " ucap Ivan kesal , sedangkan ayah hanya geleng² saja
" tapi apa boleh saya tetap bekerja di sini sebagai pelayan tidak papa atau yang lainnya " ucap Anggi
dia enggan tinggal hanya tau menumpang
apa lagi keluarga Ivan sangat baik menerima nya
" di sini semuanya sudah ada tugasnya ,tugasmu hanya sekolah itu saja " ucap ayah Ivan yang ikut acting bersama istrinya
" ayo kita harus pergi ,nanti kita dapat masahlah " ucap Ivan
" kalian mau kemana " tanya ibu Widya
" buatkan ibu cucu " ucap Ivan asal, membaut Anggi melotot kan matanya
" yang banyak iya, kalian pulang ke sini kan ibu akan tunggu dan menyimpan kamar untuk anak gadis ibu ,ehz salah jika kalian kembali dia sudah tidak gadis " ucap ibu Widya antusias ,Ivan hanya mengangguk lalu ke luar dari rumah itu
jika berlama² di situ kepalanya akan terasa pusing
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Raya baru saja selesai mandi kini mengerikan rambutnya di meja rias
dering HP di dekat nya mengalihkan pandangannya
namun Raya enggan mengangkat karena no baru
hingga sampai selesai pun no tersebut masih berusaha menelpon nya
hingga terpaksa Raya harus mengangkat nya karena mungkin penting
" hallo "
" akhirnya kamu angkat juga Ray " seru orang di seberang sana
"maaf siapa " tanya Raya cuek
" apa kamu melupakan suaranya Ray " tanya dari sebrang sana
" aku malas main teka teki,cepat katakan jika tidak penting jangan menghubungi ku lagi " ucap raya ketus
" cih ternyata kamu banyak berubah iya sekarang bukan lagi anak manja yang selalu merengek minta di belikan mie ayam di kantin " cibir nya
" tunggu, aku ingat² dulu " ujar raya tapi sekeras apa pun otaknya berputar tetap tidak mengingat nya
__ADS_1
" sudah ku duga,kamu tidak ingat kan menyebalkan sekali apa karena kamu calon dokter sehingga otakmu itu jadi buntu ,aku Abian Raya " pekik Abian yang sudah mulai kesal
" Abian siapa " tanya Raya
" wah sepertinya kepalamu perlu di ketok ,memang teman sekelas SMA mu yang namanya Abian siapa " tanya Abian
" astaga maaf my tom ,aku benar² lupa jangan salah kan aku kenapa kau merubah suaramu jadi wajar kalau aku lupa kenapa harus operasi pita suara sih " Abian hanya berdecak saja
" kamu tahu dari mana Nomor ku " tanya Raya kini dia sudah duduk di balkon kamarnya
"tadi aku tidak sengaja ketemu Naya di cafe jadi aku minta no mu " ucap Abian
" apa kalian reunian berdua tanpa mengajak ku , menyebalkan sekali kamu " cibir Raya
" aku ketemu dia kebetulan juga dia di sana " ujar Abian
" baik lah aku percaya,gimana kabarmu " tanya Raya
" aku baik² saja ,kamu gimana " tanya Abian balik
" aku sangat baik ,saat tidak melihat wajah jelek mu " cibir Raya terkekeh
" terserah aku malas meladeni mu ,tadi aku kaget saat lihat Naya perutnya semakin besar " ujar Abian
" iya ,tidak lama lagi dia akan cuty karena mau melahirkan " ujar Raya
" tapi Ray, aku penasaran dengan siapa dia menikah soalnya tadi masih asik nongkrong tiba² ada pengawal yang datang " ucap Abian
raya hanya tertawa kecil saja tanpa menanggapi ucapan nya
" apa kamu tahu siapa suaminya ,kan kamu paling dekat dengannya kalau denganku hanya kita kerja kelompok saja " tanya Abian
" bahkan aku malas kenal suami nya Bi, jika tidak terpaksa " ujar Raya lemah
" kenapa !!? apa dia seorang mafia atau dia boronan kasian sekali hidup Naya sangat malang " ucap abian lirih
" sudah tidak usah membahas naya, bisa² nanti tidurmu akan terganggu " ujar raya
" kenapa " Abian Masih saja penasaran pada Naya
" sudah lupakan saja, kapan kita nongkrong bertiga, aku benar² kangen ingin berkelahi denganmu " ujar raya tertawa kecil
" aku kapan saja siap, Asal jangan malam karena aku kuliah ' ujar Abian
" kamu kerja malam " tanya raya kaget
" hebm karena siangnya aku kerja " ujar Abian
" apa ada yang aku lewatkan " tanya raya
" iya begitu lha " ujar Abian lemah
"baiklah ,besok aku pulang kuliah cepat nanti aku chat tempat kita ketemuan iya , sekarang aku mau makan malam dulu " ujar Raya
" baiklah ,sampai ketemu besok Ray " ujar Abian
" tentu my tom " ucap raya tertawa kecil begitu juga dengan raya
__ADS_1
iya karena mereka seperti tom end Jerry yang tidak pernah akur jadi itu lah panggilan mereka jika sudah bersama
sekalipun mereka tidak terlalu dekat tapi mereka saling membantu satu sama lain jika di antara mereka bertiga sedang kesusahan