
malam ini mereka berkumpul di ruangan tengah tanpa Alex karena dia masih mengurus sesuatu di ruangan kerja,Naya yang biasanya selalu ribut dengan Raya hanya menyandarkan kepalanya di bahu Brian.
" Abang seminggu lagi akan ke Korea, apa Ade tidak boleh ikut " Brian menggeleng
" Ade janji tidak ganggu Abang sama Naya " ucap Raya lagi
" Naya....lo kamu kenapa " tanya Raya membuat mereka melihat ke arah Naya ,Naya hanya menggeleng
" sayang kamu kenapa " tanya Brian sambil menghapus keringat di kening Naya
" na...Naya baik baik saja " Ucap Naya menahan gejolak dalam perutnya
" kamu pucat nak serius kamu baik baik saja " Naya hanya mengangguk
"kalau kamu dag sehat langsung istirahat saja " ucap ayah abbas, seketika Naya berlari ke arah dapur sambil memegang mulutnya menahan agar tidak muntah merka semua mengikuti Naya ke dapur
heuk....huek...
" syaang kamu kenapa " tanya Brian panik,Naya hanya menggeleng
Naya kembali mengeluarkan isi perutnya hingga tidak ada lagi yang ke luar
" Naya hanya masuk angin " ucap Naya lirih
" Abang bantu Naya duduk di kursi makan dulu ibu buatkan teh hangat " Brian membantu memapah Naya baru beberapa langkah Naya sudah jatuh dalam pelukan Brian
" SAYANG " pekik Brian panik
" ayah Naya ayah " teriak Brian ,ayah abbas mendekati anaknya sedangkan ibu melepaskan gelas nya yang ada di genggaman nya dia berlari melihat Naya
" astag Naya kenapa Brian " ucap ibu sisil
" bawah Naya ke kamar Abang " ucap ayah abbas ,Brian langsung mengakat tubuh Naya ke kamar
" panggil Alex " ucap Brian, pak Mamat berlari ke ruang kerja
" maaf nak mengganggu,nyonya muda pingsan " Alex langsung ke luar dari ruangan itu tanpa menunggu ucapan ayah nya lagi sambil menelpon Ivan
" ke masion sekarang dalam waktu 5 menit " ucap Alex , tujuannya adalah kamar Brian
"kenapa bisa pingsan " tanya Alex saat sudah dalam kamar Brian, dia melihat ayah ibu Brian masih menunggu Naya ,sedangan Raya sudah menangis dalam diam
" dia baik baik saja " Alex memeluk Raya sambil mengelus rambutnya
" dia jarang sakit Kak, apa lagi sampai pingsan " ucap raya dalam tangisnya
" Ade kenapa nangis " tanya ibu " raya hanya menggeleng
" apa Ivan di rumah sakit kenapa lama sekali " bentak Brian
" Abang sabar tahan emosimu " ucap ayah,Brian hanya membuang nafasnya kasar
" sayang jangan bercanda ini tidak lucu Lo ,katanya mau ke Korea nonton konser " ucap Brian sambil mengelus pipi Naya
" maaf siapa yang sakit " ucap ivan sambil mengatur nafasnya ,Alex mendekat langsung menendang kaki Ivan
syukur Alex tidak memakai sepatu kerjanya jika tidak Ivan akan tidak bisa berjalan
" kerjakan tugasmu " ucap Alex dingin ,Ivan mendekat ke arah Naya
" beri ruangan untuknya jangan terlalu dekat seperti ini " ucap Ivan ,ayah menarik Brian agak menjauh
" ada ibu " ucap ayah abbas menenangkan Brian ,Ivan mulai memeriksa Naya
" aku tidak menyuruhmu memegang nya " bentak Brian
" lalu untuk apa aku ke sini jika aku tidak bisa memegangnya " ucap Ivan jengah
__ADS_1
" lakukan saja " ucap Alex ,Brian menatap tajam Alex
10 menit Ivan memeriksa Naya ,dia mengulang berkali kali agar tidak salah ucap
" kita tunggu dulu sebentar, apa ada minyak telon cium kan dia agar bangun " ucap Ivan
Raya langsung berlari ke kamarnya Lantaran semua panik hingga tidak ada yang berpikir jernih
" ibu " ibu langsung mengambilnya lalu mendekatkan ke arah hidungnya
" eeuggg "
" kamu baik-baik saja nak " tanya ibu
" air " raya langsung mengambilkan air
" apa yang kamu rasakan " tanya Ivan
" pusing ,mual " jawab Naya
" sejak kapan " tanya Ivan
" 3 hari ini " Brian melihat istrinya
" koh tidak bilang yank " protes Brian
" apa bisa jalan ke kamar mandi " tanya Ivan
" bisa tapi masih sedikit pusing " Ivan membuka tas nya mengambil botol kecil dan alat kecil
" ibu bantu Naya ke kamar mandi,ibu tahu kan " ucap Ivan ,ibu menggaguk dengan cepat begitu juga ayah senyum di wajahnya sudah tertarik
" ayo nak ,ibu bantu jalan " ucap ibu sisil
" bantu istrimu ke kamar mandi ,jangan cuma diam saja " ucap ivan ,Brian mengakat istrinya ke kamar mandi di ikuti ibu dari belakang
" hadiah,tunggu saja sebentar " ucap Ivan
" kakak koh Naya pake.....
" adek diam dulu iya " ucap Ivan sambil menutup mulut Raya ,raya mengagguk
" emang tadi apa dek " tanya Alex ,raya menggeleng
" potong uang jajan " ancam Alex
" tidak papa kak " Ucap raya tersenyum
" kenapa kamu senang dek " tanya Brian , Raya hanya mengangkat bahunya
tidak lama ibu dan Naya ke luar dari kamar mandi ,Ivan mendekati mereka
" mana Bu " tanya Ivan ,ibu memberikan pada ivan alat itu ,Ivan tertawa kecil
"kenapa kau tertawa cepat katakan sebelum aku membunuhmu " ucap Alex kesal
" kamu yakin akan membunuh ku " lalu Ivan mendekati Brian memberikan alat itu padanya
" ini apa untuk apa " tanya Brian polos
"apa Abang tidak tahu itu apa " Brian menggeleng begitu juga dengan Alex
" Abang serius " Brian menggaguk
" cepat katakan jangan main teka teki " ucap Brian
" istrimu hamil " ucap Ivan
__ADS_1
" oh hamil " ucap Brian dan Alex
" aa...apa tadi " tanya Alex
" Naya H A M I L puas " ucap Raya menekan setiap katanya
Brian langsung luruh ke lantai dia tidak bisa lagi memapah tubuhnya yang berat ,ayah langsung mendekati Brian
" kamu kenapa " tanya ayah
" Brian Brian bingung " ucap Brian ,sedangkan Naya hanya menetap tak percaya
" kamu istirahat saja biarkan dia " ucap ibu ,Naya hanya mengangguk saja
" ibu bisa minta tolong ,Elus kepala Naya " ibu mengelus kepala Naya ,dan Naya memeluk perut ibu mertua nya
" istrimu hamil lalu apa yang kamu bingung kan " ucap Ivan
" cepat betul jadi nya " ucap Brian polos membuat ayah raya dan Ivan tertawa kecil
" Alex jadwalkan besok untuk periksa ke rumah sakit untuk mengetahui usia kandungan nya " Alex hanya mengangguk saja
" terimakasih, aku akan kirim hadiah ke rumah " ucap Alex
" mobil keluaran terbaru " bisiknya pada Alex
"tunggu saja di rumah,sudah sana pulang " Ucap Alex
" aku memang mau pulang tapi kau menelpon ku " ucap Ivan kesal
" ayah ibu ,Ivan pulang dulu iya karena dari rumah sakit " ucap Ivan
" iya nak hati hati sering sering ke sini " ucap ayah
" iya ayah " Ivan keluar dalam kamar Brian
" sayang " panggil Brian duduk di samping istrinya
" kami ke luar dulu " ucap ibu sisil
" iya Bu " ucap Brian
" ayah kumpul kan pelayan di halaman belakang " ucap Alex saat berpapasan dengan ayah nya
" baik nak " ucap pak Mamat
"mana yang sakit hm " tanya Brian saat yang lainnya sudah ke luar
" cuma pusing saja " ucap Naya lirih
" makasih untuk semuanya sayang" ucap Brian sambil mencium kening istrinya setelah itu dia melihat perut rata istrinya
" Hay ,ini papa makasih sudah hadir ,papa menyayangi kalian ,tumbuhlah dengan sehat " Ucap Brian sambil mengelus perut Naya ,Naya hanya menyandarkan kepalanya di dada Brian sambil memejamkan matanya
" apa masih pusing " Naya mengaguk
" mau tiduran " Naya mengaguk
" iya sudah,aku temani " ucap Brian lalu mengatur posisi tidur mereka
" begini " tanya Brian
" guling nya Simpan di belakang ku " ucap Naya
" sudah, apa sudah enakan " tanya Brian
" sudah sayang " ucap Naya ,sambil memeluk Brian
__ADS_1
" tidur lah " sambil mengelus kepala Naya