Sayangi Aku

Sayangi Aku
rencana honeymoon


__ADS_3

malam ini mereka berkumpul di ruangan tengah tanpa Alex karena dia masih mengurus sesuatu di ruangan kerja,Naya yang biasanya selalu ribut dengan Raya hanya menyandarkan kepalanya di bahu Brian.


" Abang seminggu lagi akan ke Korea, apa Ade tidak boleh ikut " Brian menggeleng


" Ade janji tidak ganggu Abang sama Naya " ucap Raya lagi


" Naya....lo kamu kenapa " tanya Raya membuat mereka melihat ke arah Naya ,Naya hanya menggeleng


" sayang kamu kenapa " tanya Brian sambil menghapus keringat di kening Naya


" na...Naya baik baik saja " Ucap Naya menahan gejolak dalam perutnya


" kamu pucat nak serius kamu baik baik saja " Naya hanya mengangguk


"kalau kamu dag sehat langsung istirahat saja " ucap ayah abbas, seketika Naya berlari ke arah dapur sambil memegang mulutnya menahan agar tidak muntah merka semua mengikuti Naya ke dapur


heuk....huek...


" syaang kamu kenapa " tanya Brian panik,Naya hanya menggeleng


Naya kembali mengeluarkan isi perutnya hingga tidak ada lagi yang ke luar


" Naya hanya masuk angin " ucap Naya lirih


" Abang bantu Naya duduk di kursi makan dulu ibu buatkan teh hangat " Brian membantu memapah Naya baru beberapa langkah Naya sudah jatuh dalam pelukan Brian


" SAYANG " pekik Brian panik


" ayah Naya ayah " teriak Brian ,ayah abbas mendekati anaknya sedangkan ibu melepaskan gelas nya yang ada di genggaman nya dia berlari melihat Naya


" astag Naya kenapa Brian " ucap ibu sisil


" bawah Naya ke kamar Abang " ucap ayah abbas ,Brian langsung mengakat tubuh Naya ke kamar


" panggil Alex " ucap Brian, pak Mamat berlari ke ruang kerja


" maaf nak mengganggu,nyonya muda pingsan " Alex langsung ke luar dari ruangan itu tanpa menunggu ucapan ayah nya lagi sambil menelpon Ivan


" ke masion sekarang dalam waktu 5 menit " ucap Alex , tujuannya adalah kamar Brian


"kenapa bisa pingsan " tanya Alex saat sudah dalam kamar Brian, dia melihat ayah ibu Brian masih menunggu Naya ,sedangan Raya sudah menangis dalam diam


" dia baik baik saja " Alex memeluk Raya sambil mengelus rambutnya


" dia jarang sakit Kak, apa lagi sampai pingsan " ucap raya dalam tangisnya


" Ade kenapa nangis " tanya ibu " raya hanya menggeleng


" apa Ivan di rumah sakit kenapa lama sekali " bentak Brian


" Abang sabar tahan emosimu " ucap ayah,Brian hanya membuang nafasnya kasar


" sayang jangan bercanda ini tidak lucu Lo ,katanya mau ke Korea nonton konser " ucap Brian sambil mengelus pipi Naya


" maaf siapa yang sakit " ucap ivan sambil mengatur nafasnya ,Alex mendekat langsung menendang kaki Ivan


syukur Alex tidak memakai sepatu kerjanya jika tidak Ivan akan tidak bisa berjalan


" kerjakan tugasmu " ucap Alex dingin ,Ivan mendekat ke arah Naya


" beri ruangan untuknya jangan terlalu dekat seperti ini " ucap Ivan ,ayah menarik Brian agak menjauh


" ada ibu " ucap ayah abbas menenangkan Brian ,Ivan mulai memeriksa Naya


" aku tidak menyuruhmu memegang nya " bentak Brian


" lalu untuk apa aku ke sini jika aku tidak bisa memegangnya " ucap Ivan jengah

__ADS_1


" lakukan saja " ucap Alex ,Brian menatap tajam Alex


10 menit Ivan memeriksa Naya ,dia mengulang berkali kali agar tidak salah ucap


" kita tunggu dulu sebentar, apa ada minyak telon cium kan dia agar bangun " ucap Ivan


Raya langsung berlari ke kamarnya Lantaran semua panik hingga tidak ada yang berpikir jernih


" ibu " ibu langsung mengambilnya lalu mendekatkan ke arah hidungnya


" eeuggg "


" kamu baik-baik saja nak " tanya ibu


" air " raya langsung mengambilkan air


" apa yang kamu rasakan " tanya Ivan


" pusing ,mual " jawab Naya


" sejak kapan " tanya Ivan


" 3 hari ini " Brian melihat istrinya


" koh tidak bilang yank " protes Brian


" apa bisa jalan ke kamar mandi " tanya Ivan


" bisa tapi masih sedikit pusing " Ivan membuka tas nya mengambil botol kecil dan alat kecil


" ibu bantu Naya ke kamar mandi,ibu tahu kan " ucap Ivan ,ibu menggaguk dengan cepat begitu juga ayah senyum di wajahnya sudah tertarik


" ayo nak ,ibu bantu jalan " ucap ibu sisil


" bantu istrimu ke kamar mandi ,jangan cuma diam saja " ucap ivan ,Brian mengakat istrinya ke kamar mandi di ikuti ibu dari belakang


" hadiah,tunggu saja sebentar " ucap Ivan


" kakak koh Naya pake.....


" adek diam dulu iya " ucap Ivan sambil menutup mulut Raya ,raya mengagguk


" emang tadi apa dek " tanya Alex ,raya menggeleng


" potong uang jajan " ancam Alex


" tidak papa kak " Ucap raya tersenyum


" kenapa kamu senang dek " tanya Brian , Raya hanya mengangkat bahunya


tidak lama ibu dan Naya ke luar dari kamar mandi ,Ivan mendekati mereka


" mana Bu " tanya Ivan ,ibu memberikan pada ivan alat itu ,Ivan tertawa kecil


"kenapa kau tertawa cepat katakan sebelum aku membunuhmu " ucap Alex kesal


" kamu yakin akan membunuh ku " lalu Ivan mendekati Brian memberikan alat itu padanya


" ini apa untuk apa " tanya Brian polos


"apa Abang tidak tahu itu apa " Brian menggeleng begitu juga dengan Alex


" Abang serius " Brian menggaguk


" cepat katakan jangan main teka teki " ucap Brian


" istrimu hamil " ucap Ivan

__ADS_1


" oh hamil " ucap Brian dan Alex


" aa...apa tadi " tanya Alex


" Naya H A M I L puas " ucap Raya menekan setiap katanya


Brian langsung luruh ke lantai dia tidak bisa lagi memapah tubuhnya yang berat ,ayah langsung mendekati Brian


" kamu kenapa " tanya ayah


" Brian Brian bingung " ucap Brian ,sedangkan Naya hanya menetap tak percaya


" kamu istirahat saja biarkan dia " ucap ibu ,Naya hanya mengangguk saja


" ibu bisa minta tolong ,Elus kepala Naya " ibu mengelus kepala Naya ,dan Naya memeluk perut ibu mertua nya


" istrimu hamil lalu apa yang kamu bingung kan " ucap Ivan


" cepat betul jadi nya " ucap Brian polos membuat ayah raya dan Ivan tertawa kecil


" Alex jadwalkan besok untuk periksa ke rumah sakit untuk mengetahui usia kandungan nya " Alex hanya mengangguk saja


" terimakasih, aku akan kirim hadiah ke rumah " ucap Alex


" mobil keluaran terbaru " bisiknya pada Alex


"tunggu saja di rumah,sudah sana pulang " Ucap Alex


" aku memang mau pulang tapi kau menelpon ku " ucap Ivan kesal


" ayah ibu ,Ivan pulang dulu iya karena dari rumah sakit " ucap Ivan


" iya nak hati hati sering sering ke sini " ucap ayah


" iya ayah " Ivan keluar dalam kamar Brian


" sayang " panggil Brian duduk di samping istrinya


" kami ke luar dulu " ucap ibu sisil


" iya Bu " ucap Brian


" ayah kumpul kan pelayan di halaman belakang " ucap Alex saat berpapasan dengan ayah nya


" baik nak " ucap pak Mamat


"mana yang sakit hm " tanya Brian saat yang lainnya sudah ke luar


" cuma pusing saja " ucap Naya lirih


" makasih untuk semuanya sayang" ucap Brian sambil mencium kening istrinya setelah itu dia melihat perut rata istrinya


" Hay ,ini papa makasih sudah hadir ,papa menyayangi kalian ,tumbuhlah dengan sehat " Ucap Brian sambil mengelus perut Naya ,Naya hanya menyandarkan kepalanya di dada Brian sambil memejamkan matanya


" apa masih pusing " Naya mengaguk


" mau tiduran " Naya mengaguk


" iya sudah,aku temani " ucap Brian lalu mengatur posisi tidur mereka


" begini " tanya Brian


" guling nya Simpan di belakang ku " ucap Naya


" sudah, apa sudah enakan " tanya Brian


" sudah sayang " ucap Naya ,sambil memeluk Brian

__ADS_1


" tidur lah " sambil mengelus kepala Naya


__ADS_2