
pagi harinya Anggi terbangun lebih dulu, dia menatap tiap jengkal Wajah Ivan , pahatan yang sangat sempurna lalu dia membuang napasnya
" apa aku bisa berharap lebih " ucap Anggi lirih
" sadar, sadar di angkat jadi anak saja sudah bagus kenapa aku berharap yang lebih " ucap Anggi lirih
" Kaka bangun katanya mau pergi " ucap Anggi lembut membangun kan Ivan
" Kaka " Ivan semakin erat memeluk Anggi
karena memang sejak semalam Anggi tidur dalam pelukan Ivan
" hebm "
sebenarnya Ivan sudah bangun sejak tadi, jadi dia bisa mendengar ucapan yang keluar dari mulut Anggi
" bangun, katanya mau ke kota x " ucap Anggi
" aku harus ke rumah sakit setelah itu ke kota x " ucap Ivan ,iya dia mempercepat keberangkatan nya agar cepat selesai karena memikirkan Anggi yang hanya sendirian di rumah
" kiss " Ivan memanyunkan bibir nya , sedangkan tangannya masih betah di pinggang ramping Anggi
" Kaka " rengek Anggi
CUP
" kiss morning, lakukan itu mulai sekarang " ucap Ivan lalu meninggalkan Anggi begitu saja yang masih terdiam di atas tempat tidurnya
Ivan ke luar dengan senyum bahagianya
entahlah berdua dengan Anggi membuat nya bahagia
tapi dia tidak tahu apa yang dia rasakan sekarang
sedangkan di kediaman rumah mewah itu mereka sedang duduk di meja makan Seperti biasanya
" apa jadi dia tinggal bersama kalian " tanya Brian saat melihat Alex datang
" dia hanya memajukan keberangkatan nya setelah penyambutan coass selesai " Brian mengaguk mengerti
"Abang bisa duduk di lantai saja ,pengap perut Naya tertekan sama meja " ucap Naya karena saat akan memajukan kursinya Perutnya tertahan tapi jika mundur meja makan terasa jauh
di suapi saja Naya nya bang, kursinya di mundurkan sedikit " ucap ibu sisil
Brian membantu Naya berdiri ,lalu mendorong kursi naya agak kebelakang
" maaf kala....
" tidak papa nak, kami mengerti kami juga tau kalau kamu juga kesulitan " potong ayah Abbas, Naya tersenyum lembut pada ayah mertua nya
" mau makan apa sayang " tanya Brian lembut
" apa saja bang " Brian mengaguk lalu mengambil lauk
" Abang seperti tidak makan sebulan " ucap raya tertawa kecil
__ADS_1
" ini untuk porsi empat orang dek, jadi harus banyak " ucap Brian tersenyum
" mau ikan atau ayam " Naya menunjuk ikan " Aaa " Naya membuka mulutnya lalu menyuapi Naya dengan pelan
" mas...
" perutmu belum besar jangan meminta hal yang tidak masuk akal, habiskan sarapanmu " indah berdecak saja mendengar ucapan ketus suaminya
" jangan berani mengumpat ku lagi,jika tidak ingin seperti semalam " bisik Alex ,indah mengaguk mengerti lalu dia tersenyum kaku pada Alex
sedangkan yang di meja makan itu hanya menggeleng saja syukur indah orangnya pengertian dan tidak menuntut Alex harus seperti yang dia inginkan
walaupun kadang rasa itu selalu terbesit dalam hatinya tapi dia kembali menguatkan hatinya agar tidak terlalu mengharap kan yang tidak pasti agar perasaan nya tidak sakit
" Abang kakak,nanti malam Ade bisa ke rumah Kaka Dafa " mereka hanya mengangguk
" Tapi Ade bermalam " mereka kembali mengaguk
" serius !!!" pekik raya kegirangan " terimakasih Abang Kaka kalian terbaik " ucap raya tersenyum lalu kembali memakan sarapannya
Brian dan Alex tidak begitu saja mengizinkan raya menginap di sana
tapi mereka ada alasan lainnya, di mana mereka sudah tidak perna bertemu terhitung setelah mereka tunangan itu hari
dan mereka tau jika raya sangat merindukan Dafa
" berapa lama di sana " tanya Naya sendu
" hanya semalam ,maaf iya " ucap raya yang mengerti kesedihan Naya
" mau ikut ke kantor " Naya menggeleng
" Naya di rumah saja, kan di sini ada ibu sama ayah ada juga indah , boleh kan kak " tanya Naya
" iya non " jawab Alex ,Naya kembali tersenyum
" tapi hati² iya jangan melakukan hal yang aneh² kalian sama² hamil " ucap ayah abbas
" ayah jaga mereka " ucap Alex ,pak Mamat mengaguk antusias karena menjaga menantu dan calon cucu nya
" kita ke rumah Kaka Siska main sama si kembar "Naya mengaguk setuju
" bolehkan ba...
" lakukan saja jika itu buat kamu bahagia " ucap Brian cepat ,Naya tersenyum
" masih mau tambah " tanya Brian karena makanan di piring mereka sudah habis
bahkan Brian hanya makan beberapa suap saja selebihnya Naya lah yang makan bnyak
mungkin karena memang untuk 3 porsi
"sudah kenyang " Brian memberikan air minum pada Naya setelah itu dia membersihkan mulut Naya
"Ade pergi nya malam atau sekarang " tanya Brian menatap raya yang sudah selesai makan juga
__ADS_1
" jam 2 atau 3 aja Abang,kan Kaka Dafa di rumah sakit juga "Brian mengaguk
" kalau begitu temani mereka dulu bisa " raya mengaguk
" bisa bang " ucap raya
setelah selesai sarapan Brian dan Alex berpamitan pada mereka untuk ke perusahaan
"kenapa dia memajukan jadwalnya " tanya Brian yang kini sudah dalam mobil bersama Alex
" dia hanya mengatakan Agar cepat selesai tuan " ucap Alex menatap sekilas pada kaca spion
" kau percaya " Alex menggeleng
" cih anak itu !! sebenarnya apa yang dia cari " tanya Brian lagi
" mungkin dia hanya belum yakin saja tuan " ucap alex
" benar juga ,bahkan dulu aku juga seperti itu " ujar Brian jujur
" Alex " Alex melihat kaca spion menatap Brian
" apa kamu mencintai indah " Alex hanya diam saja
" jangan bilang kamu menikah dengan nya karena rasa tunggu jawab " desak Brian
" maaf tuan, tapi saya hanya tidak tau bagaimana caranya mengekspresikan saja anda tau sendiri saya tidak perna dekat dengan siapa pun selain Nisa itu pun hanya sekedar rasa seorang teman , dan tuan tau sendiri bagaimana awal kami berdekatan " ucap Alex,brian mengaguk
"iya aku tau, karena itu kamu hampir kehilangan dia karena tidak bisa membedakan sikapmu untuk Nisa dan indah " Alex hanya diam saja tapi dia membenarkan ucapan Brian
" gimana kabar nisa " lanjutnya lagi
" dia baik² saja dan menyibukkan diri pada pekerjaan nya " Brian mengaguk
" undang dia saat anakku lahir " Alex mengaguk
" baik tuan " ucap Alex
" tenang lah, bagaimana pun suatu saat pasti kalian akan berhadapan kamu hanya perlu menjaga indah " ucap Brian yang mengerti ke khawatiran Alex
" kosongkan jadwalku besok begitu juga kamu ,setelah pemeriksaan aku ingin jalan² mumpung mereka libur,setelah Naya lahiran belum tentu dia punya waktu untuk jalan² " ucap Brian
" baik tuan " ucap Alex
" ah iya nanti siapkan ruangan Naya ,dia akan melakukan operasi SC" Alex langsung menatap Brian
" maaf tuan, apa nona Naya yang memintanya " tanya Alex hati²
" tidak " Brian menatap ke luar " aku yang memintanya dan dia menyetujui nya,kamu tau Lex aku bahagia memiliki dia bahkan untuk berkata saja susah karena dia selalu mengerti apa yang aku mau , sekalipun itu bertolak belakang dengan keinginan nya tapi dia tau jika aku khawatir dengan mereka makanya dia menyetujui nya " terang Brian sedangkan Alex menyimak dengan baik
" bicara lah pada indah dari hati ke hati ,aku yakin dia akan mengerti dengan apa yang kita rasakan " lanjutnya lagi
" akan saya coba tuan " Brian mengaguk saja
lalu dia mengambil iparnya memeriksa saham Minggu ini ,dan beberapa pekerjaan yang masuk di email nya
__ADS_1