
" Nay kamu kenapa " tanya ibu yang melihat Naya tampak pucat
" baik baik saja Bu " ucap Naya tersenyum sambil mengambilkan makanan untuk Brian
" kamu sakit Nay ,koh pucat " tanya Raya ,Brian mengakat kepalanya menatap Naya,
" astaga,apa kau perna melihatku sakit " tanya Naya pada Raya
" kalau kurang enak badannya istirahat saja nak " ucap ayah abbas
" Naya baik baik saja yah " ucap Naya ,lalu memberi kan makanan untuk Brian
" baiklah ayo kita makan " Ucap ayah Abbas
" kamu dag makan nak " tanya ibu
" sudah tadi Bu, makan buah " ucap Naya sambil tersenyum
Brian memperhatikan Naya wajahnya memang tampak pucat apa karena semalam entah lah Brian pusing memikirkannya
setelah selesai makan Naya memaksa kan untuk berdiri sambil menggelengkan kepalanya
" Nay " panggil Raya
Naya tersenyum " ayo aku tidak papa " ucap Naya
" kamu yakin " Naya hanya mengangguk saja
Brian memperhatikan Naya sesekali dia mendengar Naya menghela napasnya
" Kaka, maaf Naya cuma bisa bikin ini " Ucap Naya ,Alex mengambil kota makanan itu
" tidak papa,makasih iya " ucap Alex lalu masuk dalam mobil
" sayang " Brian memberikan tangannya Naya mencium punggung tangan Brian ,dan Brian mencium kening Naya ,Naya memejamkan matanya merasakan nyaman setelah dua Minggu lebih akhirnya
lalu Brian masuk dalam mobil tanpa berkata apapun ,Naya masuk dalam mobil
" pak kita jalan " ucap Raya ,sedangkan Naya memejamkan matanya karena merasa pusing kepalanya
Raya hanya melihat saja mungkin karena Naya kecapean harus mengurus Brian ,belum memasak dan urusan kuliah dan tugas
" Nay bangun sudah sampai kampus " Naya membuka matanya, diam sebentar sebelum akhirnya turun dari mobil
" Naya kamu baik baik saja " tanya indah dia sudah menunggu mereka di parkiran
" baik ,makanya kamu bisa melihatku di depanmu sekarang " ucap Naya tersenyum
" terserah " ucap indah
" ayo kita masuk ruangan " ucap raya
lalu mereka jalan menuju ruangan mereka
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
__ADS_1
" Dafa Anggara ,tetangga nyonya Naya waktu kecil dan dia juga merupakan Kaka kelas nya mereka dekat sedari kecil ,tapi saat Dafa lulus SMP dia harus pindah karena mengikuti orang tuanya yang seorang PNS, mereka bertemu kembali saat dia tidak sengaja melihat Naya di kampus yang sama dengannya dia memiliki seorang kaka perempuan yang juga seorang PNS mereka hanya dua bersaudara " ucap Alex
" tapi dia belum mengetahui akan status Naya" lanjutnya lagi
" hebm " dehem Brian
" jam 10 ada pertemuan di restoran xx pembahasan kerja sama pembangunan hotel 10 menit lagi kita akan berangkat ,jam tiga sore ada meeting " Ucap Alex
" lakukan semuanya dengan lancar,aku ingin cepat selesai tanpa ada kendala " ucap Brian
" baik tuan " ucap kaex
sedangkan di kampus Naya dan indah sedang memperhatikan dosen menjelaskan di depannya
" Nay aku bosan " bisik Raya
" diam lah sebelum kamu ketahuan " cuap Naya lirih matanya tetap ke arah depan
" lagi 1 jam aku sudah lapar " ucap raya ,tapi Naya diam saja tanpa menggubris ucapan Raya
setelah dosen ke luar raya langsung membaringkan kepalanya di atas meja
" ngantuk lagi " tanya indah saat dia membalikkan badannya
" lapar Nda " ucap Raya lirih
" baru jam 11 lewat " ucap indah
" tapi aku sudah lapar gila dosen masuk dari pagi sudah 2 belum lagi sebentar ,apa aku salah ambil jurusan iya " ucap Raya
" Naya "
Naya membalikkan badannya mencari orang yang memanggilnya ,dia tersenyum saja
lalu mereka duduk di kursi yang masih kosong
"siapa Nay " tanya Raya saat sudah duduk
" Kaka kelasku waktu SMP " ucap Naya
" hai boleh gabung " tanya Dafa
" silahkan kak " ucap indah
" makasih ,kalian mau makan apa " tanya Dafa
" hemb terserah kamu apa Nay " tanya indah
" aku rujak saja yang pedas " indah melihat Raya " aku makanan berat saja soalnya lapar " ucap Raya
" Kaka minta tolong iya ,indah samakan saja sama Raya ,Kaka juga pesan iya " ucap indah pada Ester
" ah kenalan dulu ,aku Dafa dan ini teman ku Ricko " ucap Dafa sambil tersenyum
" raya "
__ADS_1
" indah "
" kenapa kamu tidak bilang dari awal, pantesan dari awal kamu lihat sudah di tatap " ucap Ricko
" pastiin saja siapa tahu aku salah orang " ucap Dafa
" ah kalian satu sekolah " tanya Dafa sambil melihat Raya dan indah
" tidak kak ,kami beda sekolah ketemu nya sekarang cuma Naya sama Raya saja satu sekolah " ucap raya sambil tersenyum
" manisnya " gumam Ricko
" abaikan saja dia memang seperti ini " ucap Dafa mereka pun tertawa kecil
mereka cerita sudah seperti orang dekat tanpa ada rasa canggung.
" ayo kita makan dulu ,kakak tidak makan " tanya Naya saat pesanan mereka sudah datang
" apa Kaka boleh minta punya mu " tanya Dafa
" silahkan Kaka ,Kaka Ricko juga boleh " ucap Naya
" ah rezeki makan bersama " ucap Ricko
mereka pun makan sesekali mereka bertukar cerita seputaran tentang kuliah dan sekolah
" kami balik ke ruangan dulu iya kak " ucap Raya
" iya kami juga mau masuk ruangan,sesekali kita hang out bareng iya " ucap Dafa
" dengan senang hati " ucap raya dan indah bersamaan
" kamu dag ikut Nay " tanya Ricko
" kalau sudah ada mereka pasti aku ikut " Dafa tersenyum lembut pada Naya
" weekend gimana " ucap Dafa
" nanti lah kita lihat dulu " ucap Raya
" iya sudah kami duluan iya kak by " ucap indah,lalu mereka ke luar dari kantin meninggal Dafa dan ricko
" seperti nya kamu menyukai nya " ucap Ricko
" sangat ric dari dulu " Ucap Dafa
" kenapa kamu tidak utarakan saja " tanya Ricko
" tunggu waktu yang pas, dekati dulu karena sudah lama kami tidak bertemu " ucap Dafa
" aku akan mendukung mu " ucap Ricko sambil memukul bahu Dafa pelan
" ayo kita balik ke ruangan " ucap Dafa
lalu mereka pun meninggalkan kantin itu
__ADS_1