Sayangi Aku

Sayangi Aku
kehilangan


__ADS_3

" gimana tadi mainnya" tanya Brian


" seruh Abang , tunggu iya aku kasih lihat kan sesuatu " Naya langsung berdiri dan masuk dalam ruangan walk in close


" ini " Naya memberikan paper bag pada Brian ,Brian menatap Naya yang hanya tersenyum Brian membuka paper bag itu



" gimana Abang suka " Brian mengaguk " lucu sayang ,kamu beli ini tadi " tanya Brian


" iya bang ,apa nanti Ade akan suka " tanya Naya


" Ade pasti suka sayang ,bahkan sangat iyakan dek " tanya Brian menatap perut Naya


" sini sayang " Naya mendekati Brian ,Brian menarik Naya duduk di pangkuan nya " apa adek bahagia ,ibu belikan hadiah Lo buat Ade sepatu cantik kaya Ade " ucap Brian sambil mengelus perut Naya , setelah itu dia mencium leher jenjang istrinya


" katanya tadi mau beli baju yank " Naya menghadap suaminya


" ada ayah sama ibu ,Naya dag enak pilih² nya takut kelamaan ,ini saja tadi karena lihatnya lucu kebetulan di pajang " ucap Naya


" iya sudah nanti Abang yang temani kamu belanja " Naya mengaguk


" gimana kerjaan Abang " tanya Naya


" baik² saja sayang ,seperti biasa rapat meeting ketemu klien tanda tangan periksa berkas " ucap Brian


" jangan terlalu di paksa istirahat juga " Brian hanya mengangguk


" cape Abang hilang saat lihat kalian " ucap Brian


"tapi Abang juga tetap harus istirahat " ucap Naya


" pasti sayang " ucap Brian,


ini lah yang paling di sukai dari istrinya ,dia selalu menanyakan pekerjaan nya kegiatannya dan sebagainya sekalipun terbilang perhatian kecil tapi Brian menyukai nya ,apa lagi jika Naya selalu mengkhawatirkan nya


"Abang,Kaka Ilham gimana kabarnya " tanya Naya


" kamu kangen " Naya mengaguk " tapi dia tidak mau di hubungi " ucap Naya sendu


" sabar iya ,kita doakan saja semoga dia baik² saja kan tidak lama lagi sayang " Naya mengaguk


" iya Abang " ucap Naya


" tunggu Abang bikinkan susu mu dulu " Naya menahan tangan Brian


" bosan " ucap Naya ,Brian mengelus kepala Naya " kan demi Ade sayang kan sekarang minum nya cuma malam saja sayang " ucap Brian


" atau mau ganti rasa " tanya Brian lagi ,Naya menggeleng " yang itu saja " ucap Naya


" iya sudah Abang bikin dulu " Naya menggaguk " tunggu iya " ucap Brian


CUP


setelah itu Brian membuatkan susu untuk Naya setelah memberikan ciuman di kening Naya ,dia selalu membuat susu untuk Naya dan itu merupakan kegiatan malam nya sebelum mereka tidur


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️

__ADS_1


Anggi yang masih duduk menatap kosong ke arah ayah nya sambil menggegam tangan ayah nya seketika matanya membulat merasa kan genggam nya di balas oleh ayah nya ,lalu dia menatap ke arah ayah nya


" a.....ayah " panggil Anggi ,hanya di balas senyuman tipis ,Anggi langsung memencet tombol yang di atas ranjang


" ayah jangan dulu banyak bergerak iya ,ayah tunggu dokter dulu " ucap Anggi ,tidak berselang lama ada yang masuk dalam ternyata Ivan


" kenapa " tanya Ivan


" ayah bangun " ucap Anggi sesegukan


" aku periksa dulu " ucap Ivan ,tapi ayah menahan tangan Ivan


" kenapa " tanya Ivan ,ayah hanya tersenyum " tidak perlu dok " Ucap ayah lirih Lalu dia menatap Anggi yang tidak jauh darinya


" Anggi ,ayah sudah tidak kuat lagi " ayah Anggi menjeda ucapannya sebelum dia kembali bicara " kamu jaga dirimu baik² maaf jika ayah belum bisa membahagiakan kamu ,ayah harap suatu saat nanti kamu bahagia,kejar lah mimpi mu nak ayah dan ibu akan bangga melihat mu dari atas sana nantinya " ucap ayah lirih


" tidak ,ayah harus bersama anggi ,Anggi akan lakukan apa pun yang bisa membuat ayah sembuh ,ayah mau apa " Anggi sudah tidak bisa menahan tangisannya


tidak berapa lama masuk lah beberapa perawat


" maaf nona bisa ke luar dulu " ucap perawat ,Ivan mengaguk ,mau tidak mau Anggi harus ke luar dari ruangan itu dengan perasaan takut


" bisa saya minta tolong dokter " Ivan mengaguk


" tolong jaga Anggi, di bawah tempat tidur bagian kepala ranjang ada kunci ,ambil kunci itu buat membuka brankas di dalam ada buku tabungan untuk melunasi utang kami ,jauh kan Anggi dari mereka " Ivan mengaguk


" aku janji ,tapi untuk sekarang bapak di periksa dulu iya " ayah Anggi menggeleng


" makasih sekarang aku bisa tenang perginya " secara perlahan mata nya tertutup


BIP....


" dokter ....


" berikan defribrilator " perawat memberikan pada Ivan


saat di dalam masih berusaha ,Anggi duduk di kursi tunggu dengan lemas menunggu dengan pikiran yang tidak ingin kan sesekali dia melihat ke arah pintu


menunggu beberapa waktu akhirnya pintu terbuka ,Ivan menatap Anggi dengan wajah yang sulit di baca ,Anggi langsung mendekati nya


" ayah ku baik² saja kan dok " Ivan hanya diam saja


" dok, ayah baik² saja kan " Ivan menarik napasnya panjang


" maaf, kami sudah melakukan yang terbaik tapi Tuhan lebih sayang pada ayah mu ,dia juga sudah tidak sakit " Anggi langsung luruh ke lantai ,ivan berjongkok di depan Anggi " maaf tapi kami sudah melakukan sebisa kami " ucap Ivan


" apa aku boleh masuk " Ivan mengaguk ,Anggi berdiri di bantu Ivan ,saat sampai depan pintu Anggi menarik napasnya lalu mendekati ranjang tempat tidur


" apa ayah memilih mengikuti ibu dari pada bersama anggi ,kenapa ayah meninggal kan Anggi dengan tanggung jawab yang berat ,apa ayah rela aku di kejar oleh mereka sehingga ayah memilih meninggalkan aku ,kenapa ayah " Anggi menangis di pelukan jasad ayah nya yang sudah dingin


Ivan menarik Anggi " lakukan semuanya dengan baik " ucap Ivan


" baik dokter " ucap perawat


" dengar aku baik² ,kita tidak mungkin membawa ayah mu ke rumah mu karena pasti mereka akan tau,apa kamu punya keluarga " Anggi hanya menggeleng


" semua keluarga kami jauh " ucap Anggi lirih ,Ivan menarik napasnya panjang

__ADS_1


" kita shalat kan dulu ,setelah itu kita kuburkan setelah itu baru kita pikirkan " Anggi hanya mengangguk


" kamu tunggu di sini " setelah itu Ivan mendekati pengawal untuk mengurus semuanya ,lalu dia menelpon Alex


Tutt......Tut.....


" hemb "


" bisa ke rumah sakit ,aku butuh bantuan mu " ucap Ivan


" apa ada Masahlah " tanya Alex ikut panik mendengar suara Ivan


" nanti sampai di sini baru aku ceritakan " ucap Ivan


" tunggu " setelah itu Alex langsung mematikan sambungan telepon nya


Ivan menatap Anggi yang masih saja tertunduk di kursi tunggu " apa yang harus aku lakukan " tanya Anggi


" untuk sementara kamu tinggal di apartemen ku dulu " Anggi menggeleng


" aku tidak mau selalu merepotkan dokter ,dokter sudah terlalu banyak membantu ku " ucap Anggi


" itu nanti kita pikirkan lagi , sekarang kita fokus pada ayah mu dulu baru pikirkan masahlah mu " Anggi hanya diam saja


" maaf dok, semuanya sudah selesai " ucap perawat


" urus semuanya admistrasi nya pakai namaku dan ini kartunya " Ivan memberikan kartunya " siapkan ambulans juga " ucap Ivan


" baik dok " ucap perawat setelah itu dia pergi dari hadapan mereka


setelah hampir setengah jam alex datang menemui Ivan


" kenapa " tanya Alex, Ivan membawa Alex menjauh dari Anggi


Ivan menceritakan semuanya tanpa ada yang di tutupi, dengan kekuasaan nya Alex menyuruh semua anak buahnya dan setelah itu mereka membawa jenazah ayah Anggi ke sebuh mesjid yang cukup besar untuk di shalat kan ,setelah itu mereka mengubur nya juga malam itu tanpa menunda lagi


setelah semuanya selesai Alex kembali ke masion aduan pukul 2 dini hari sedangkan Ivan masih bersama anggi


hingga satu jam menunggu Anggi ,Ivan membawa Anggi di apartemen miliknya


" untuk sementara kamu tinggal di sini dulu " ucap Ivan ,Anggi hanya mengangguk saja


"maaf sudah merepotkan ,suatu saat nanti aku akan ganti semua nya ,sekali lagi terimakasih banyak " ucap Anggi


" sudah kamu istirahat aja dulu tapi bersih kan dirimu dulu , pakai saja pakaian ku yang di dalam ,aku tinggal kamu tidak papa kan sendiri " Anggi mengaguk


" jangan melakukan hal yang bodoh ,besok aku akan ke sini lagi " ucap Ivan


" aku masih mau membayar utangku dengan dokter " ucap Anggi


" baiklah ,aku pamit kamu langsung istirahat saja " ucap Ivan ,lalu dia meninggal kan apartemen nya


" kalian ikut dengan ku " ucap Ivan pada beberapa pengawal .


" apa ayah sudah bahagia ketemu dengan ibu ,apa Anggi boleh membenci ayah hiks hiks " ucap Anggi di sela tangisannya


" kenapa ayah membuat ku di posisi seperti ini " ucap Anggi lagi

__ADS_1


__ADS_2