
hari ini Brian pulang cepat sehingga bisa makan malam bersama dengan keluarga nya Alex juga ikut makan bersama mereka karena di paksa oleh Brian
" adek kenapa koh gitu lihat Abang nya " tanya ibu sisil
" Raya lagi kesal ,jangan ada yang tanya " ucap Raya ketus
" Raya kenapa Nay" tanya ibu sisil
" ngambek Bu, karena lihat laptop yang di kasih sama Abangnya" ucap Naya
" kan Ade sudah punya ,apa belum selesai juga dari pagi loh bahas itu " ucap ayah abbas jengah
" ehs ayah, Raya ini lagi kesal supaya Abang peka sama Raya " ucap Raya cemberut
" tapi sayang nya Abang dag peka ,jadi Abang dag urusin itu " ucap Brian ketus
bi tolong panggilkan pak Mamat iya " ucap Brian
" ada apa bang " tanya ayah abbas, tumben anaknya memanggil pak Mamat
" tidak papa yah " ucap Brian
" maaf tuan muda ada yang bisa saya bantu " ucap pak Mamat saat sudah dekat Brian
" duduk lah paman, ada yang Brian bicarakan " pak Mamat melihat Alex ,dia mengangguk ,akhirnya dia ikut duduk
" makan lah setelah ini baru Brian bicara " ucap Brian
mereka makan sesekali Naya melirik pak Mamat dia bingung karena ini pertama kalinya melihat pak Mamat di panggil paman
" sayang makan dulu ,jangan terlalu keras berpikirnya " ucap Brian
"hah " Naya bingung " ah iya "
setelah selesai makan Brian melihat Alex yang hanya menampilkan wajah datarnya
" paman apa tidak memiliki keinginan untuk menikah lagi " tanya Brian
uhuk uhuk
Alex langsung menatap tajam Brian ,sedangkan ayah dan ibu hanya menggeleng saja mendengar perkataan anaknya
pak Mamat tersenyum " saya sudah tua tuan , bukan saatnya untuk menikah tapi saatnya untuk menggendong cucu " ucap pak Mamat
"semoga pak Mamat cepat di beri cucu iya " ucap ayah abbas sambil melirik pada Alex
" paman tinggal lah di paviliun yang di belakang nanti pelayan akan membersihkan nya tadi Brian sudah menyuruh mereka ,nanti Alex juga akan ikut tinggal di sana " pak Mamat langsung melihat Alex
" Alex akan tinggal sama ayah ,agar tidak sendirian lagi " ucap Alex yang mengerti tatapan ayah nya
" apa kamu serius nak " tanya ayah mamat ,Alex menggaguk
" terimakasih" ucap ayah Mamat
" sudah seharusnya Alex tinggal sama ayah ,jadi tidak usah formal kita kaya orang asing saja " cibir Alex
" maaf karena sudah terbiasa " ucap ayah Mamat tersenyum
" besok Alex akan pindah kan pakaian nya, nanti ada yang mengantarnya " ucap Alex ,ayah Mamat hanya mengangguk saja
" iya nak ,nanti ayah urus semuanya " ucap ayah nya
" tidak usah,nanti pelayan saja yang urus ,ayah fokus saja sama urusan mision " ucap Alex
" iya " ucap ayah Alex
" ini sudah selesai kenapa masih bahas kerjaan " ucap ibu sisil
" kaya tidak tau Alex saja " cibir ayah Abbas sambil melirik Alex
mereka bercerita hingga pukul 9 malam,kini mereka memasuki kamar masing-masing dan Alex juga masuk di kamar tamu khusus kamarnya
" Nay apa aku boleh bertanya " ucap Brian menyusul Naya yang sudah di ranjang tempat tidur
__ADS_1
" iya boleh " ucap Naya
" kemarin saat belanja keperluan kuliah,pake berapa " tanya Brian sambil melihat Naya , Naya langsung menunduk takut
" hei tidak usah takut aku cuma tanya saja " ucap Brian
" maaf sudah pakai uangnya kebanyakan ,naya beli keperluan kuliah sama keperluan Naya pribada " ucap Naya sambil menunduk tidak berani melihat wajah Brian
" apa kamu yakin " tanya Brian ,Naya hanya mengangguk
" apa kamu punya uang pribadi "tanya Brian
" iya " jawabnya lirih
" Nay lihat aku " Naya mengakat kepalanya melihat Brian yang sedang menatap nya,Naya meremas jarinya bahkan dia keringatan padahal dalam kamar ada AC
" kamu jangan takut ,koh aku berasa seperti penjahat kamu sampai keringatan " ucap Brian sambil melap kening Naya dengan ibu jarinya
" kenapa pake uang pribadi mu ,kamu pake saja kartu itu ,aku tidak masahlah kamu makainya berapa,apa lagi itu untuk keperluan mu pakai saja itu hak kamu dan itu sudah kewajiban aku bukan ,aku nanya kaya tadi karena total belanja mu dengan raya sangat jauh berbeda" ucap Brian lembut
" kemarin Raya beli pakaian " ucap Naya
" kamu kenapa tidak membelinya " tanya Brian
" pakaian yang di beli ibu masih banyak bahkan belum setengahnya Naya pakai " ucap Naya
" pakailah, suamimu uangnya banyak " ucap Brian sombong
" iya tapi kasian saja buang buang uang , buat sedekah saja di panti " ucap Naya ,Brian hanya tersenyum
" lakukan lah yang kamu mau selagi itu buat kamu bahagia " Ucap Brian
" terimakasih ,maaf sudah belanja banyak " ucap naya lagi
" kan aku sudah bilang pakai saja itu tugasmu ngabisin uang ku "Brian tersenyum " ayo istirahat ,besok bikin kan salah buah iya buat bekalnya " ucap Brian sambil menarik istrinya dalam pelukannya
" buahnya apa saja " tanya Naya
" terserah aku makan semua koh " ucap Brian
" terimakasih dan maaf " ucap Brian lirih tapi masih di dengar Naya, setelah itu Brian mencium kepala istrinya
" tidur lah yang nyenyak sayang " ucap Brian
" terimakasih kasih "ucap Naya lalu kembali terlelap dalam pelukan suaminya bahkan dia menghadap Brian dan membalas pelukan Brian
Brian hanya tersenyum, sementara biarkan mereka seperti ini dulu saling memahami perasaan masing-masing
" nyamannya " ucap Naya ,Brian mengelus punggung nya dan ikut memejamkan matanya
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
sesuai permintaan suaminya Naya membikin kan salah buah untuknya dan Alex sekalipun Alex tidak meminta tapi karena dia istri ke dua Brian jadi dia juga dapat bagian
setelah selesai dengan urusan dapur dia naik ke atas untuk membangunkan suaminya ,tapi saat sampai di sana Brian sudah rapi dengan pakaian kantornya ,iya semenjak Brian belajar menerima Naya ,dia sering bangun sendiri tanpa menunggu Naya
" koh dag tunggu Naya " tanya Naya saat masuk dalam kamar dengan secangkir teh hangat
" tidak papa ,kan lagi sibuk masak, apa perlu aku pecat saja bibi nya " ucap Brian sambil meminum teh yang di bawah kan Naya
" jangan nanti mereka kerja apa,Naya kan cuma masak saja dag kerja yang lain " ucap Naya sambil membuka pintu balkon nya dan mengatur tempat tidur mereka
" iya cuma bercanda saja tadi,apa belum selesai " ucap Brian
" sudah" ucap Naya
" sayang " Brian langsung melihat Naya sambil tersenyum
" coba ulang " ucap brian lagi
" ehs tidak jadi " ucap Naya meninggalkan Brian
" kamu semakin berani sekarang melawanku " ucap Brian dingin,membuat langkah Naya berhenti dan melihatnya tersenyum
__ADS_1
" ulang " ucap Brian
" sayang " ucap Naya
" terbiasa lah jangan kaku, kenapa " ucap Brian
" apa aku boleh ke rumah mama ,kangen sama adek " Ucap Naya
" boleh ,tapi pulangnya jangan malam iya " ucap Brian,sambil berjalan ke luar dari kamar mereka
"terimakasih sayang " ucap naya sambil memegang lengan Brian
" sekarang lidahmu sudah lancar , nanti di antar sopir dan pengawal seperti biasa " Naya mengangguk saja
sesampai di meja makan , mereka langsung sarapan tanpa ada perdebatan yang di sebabkan oleh Raya pagi ini hening entah lah mungkin Raya lagi lelah
" Kaka Alex " alex langsung mengambil bekal yang ada di tangan Naya
" nyonya bisa request tidak " ucap Alex pelan
" boleh ,apa kak " tanya Naya
" hm maaf sebelumnya bisa buatkan kue kering chip cookies tapi yang rasa coklat sama kue akar kelapa " ucap Alex gugup
"berapa nyawamu Lex " tanya Brian dingin
" iya kak Naya buatkan tapi besok iya ,soalnya hari ini Naya mau ke rumah mama ,tidak papa kan " ucap Naya
" iya nyonya , terimakasih banyak nyonya " Ucap Alex sambil menunduk kepalanya
" iya ,kan Kaka istri ke dua nya Brian " ucap Naya sambil tersenyum, Alex hanya mengangguk saja
" sayang aku mau berangkat kerja " ucap Brian
" maaf sayang " ucap naya lalu mencium punggung tangan Brian ,begitu juga Brian mencium kening istrinya
" hati hati nanti ke sana nya jangan pulang terlalu sore"
" sayang ,apa boleh singgah beli hadiah buat adek malam dan bapak " tanya Naya ragu ragu
" beli saja apa yang kamu inginkan " ucap Brian lalu masuk dalam mobil
" apa kamu sebahagia itu habis memberikan kerjaan pada istri ku " ucap Brian saat sudah dalam mobil
" sangat, terimakasih tuan sudah mengizinkan istri anda untuk bikin kue pesanan Ku" ucap Alex sambil menjalankan mobilnya
" bahkan aku tidak bilang iya " ucap Brian
" tapi nyonya bilang iya " ucap Alex
" terserah, mana bekal Ku ,aku yang selalu meminta tapi dia selalu memikirkan kamu " ucap Brian
" karena saya istri ke dua anda dan asisten kesayangan anda tuan " ucap Alex tersenyum
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Naya memasuki rumah dengan senyuman di wajahnya
" hai paman " sapa Naya pada ayah Alex
" iya nyonya " ucap pak Mamat
" ehs paman ,panggil Naya saja ok, kalau tidak nanti Naya tidak akan menegur paman lagi " ancam Naya pada pak Mamat
" baik lah nyo ..nak Naya " ucap pak Mamat gugup
" gitukan enak d dengarnya ,Naya ke atas dulu paman mau ganti pakaian ,Naya minta tolong paman minta sopir untuk antar Naya ke rumah bapak " ucap Naya
" baik nak " setelah itu pak Mamat langsung ke luar mencari sopir untuk mengantar kan nyonya muda mereka ,sedangkan Naya sudah berlari di tangga
" Nay nanti jatuh " Naya langsung mengehentikan langkah nya lalu melihat mertuanya tersenyum
" maaf Bu ,Naya mau ke kamar bersih bersih dulu " Ucap Naya
__ADS_1
" iya hati-hati nak " Ucap ayah Abbas
" iya ayah , permisi " ucap Naya lalu melanjutkan langkah nya menuju kamarnya