Sayangi Aku

Sayangi Aku
kekecewaan Dafa


__ADS_3

setelah mengetahui kebenaran nya Dafa seperti orang yang tidak bersemangat lagi ,dia bahkan hanya terdiam saja kembali dari ruangan UKS membuat Ricko bingung mau berbuat apa karena dia tau betul gimana sifat Dafa yang keras


" ric " panggil Dafa


" iya " ucap Ricko


" aku salah dengar kan tadi " Ucap Dafa sambil menatap Ricko


ricko membuang nafasnya pelan " daf mungkin sangat sakit untukmu tapi itulah kenyataannya,kamu harus bisa menerima nya bagaimana pun dia sudah menikah dan suaminya bukan orang sembarangan Brian Galih Malik, sekarang sudah terjawab bukan kenapa dia selalu menolak ajakan saat kamu ingin menjeput atau mengantarnya dan dia selalu bersama Raya " ucap Ricko sambil menepuk bahu Dafa


" kenapa dia tidak jujur saja jika dia sudah menikah ric kenapa harus berbohong " tanya Dafa sambil menarik rambutnya kasar


" mungkin ada alasannya kenapa dia tidak memberi tahu mu ,bisa jadi karena dia merasa tidak enak dan tidak mau hubungan pertemanan kita yang sudah dekat akan terasa canggung ,mungkin dia ingin menjaga itu apa lagi kalian baru bertemu lagi " ucap Ricko


" tapi sakit ric,di saat aku sudah berharap karena dia bilang akan membahagiakan orang tuanya alasannya menolaknya " ucap Dafa menunduk


" aku tau daf, tapi pasti dia juga bingung harus memberikan jawaban yang seperti apa padamu " Ucap ricko


" aku ingin pergi jauh ric " Ucap Dafa sendu


" jika kamu pergi jauh ,Naya akan merasa semakin bersalah dan kamu juga seolah kalah ,bukannya cinta sejati itu melihat orang yang kita sayangi bahagia " ucap ricko


" tapi aku tidak bisa " ucap Dafa


" perlahan pasti kamu bisa ,naya pernah bilang bukan Jika kamu akan menemukan wanita yang terbaik,jadikan tuh sebagai semangat mu,mungkin benar kata Naya ,dia memang orang baik tapi mungkin kau bisa mendapatkan yang lebih " ucap ricko


" hanya dia yang terbaik ric " ucap Dafa


" karena kamu hanya melihat ke arahnya sehingga kamu berkata seperti itu ,coba melihat sisi yang lain " ucap ricko ,Dafa menarik nafasnya kasar dan membuangnya dengan kasar


" bahkan melihat nya saja sekarang aku tidak sanggup ric " ucap Dafa


" tidak papa untuk sekarang, kamu hanya perlu waktu untuk itu ,aku yakin kamu pasti bisa Dafa yang aku kenal tidak akan tumbang hanya karena cinta bukan " ucap ricko ,dafa hanya tersenyum kecut


" apa aku sedang menghiburku " tanya Dafa


" aku hanya berbicara yang sebenarnya,apa perlu kita ke club seperti biasa tenangkan pikiran " Ucap ricko


" kayanya harus ric " Ucap dafa


" baik lah ,kita lupakan wanita ,rasa kecewa rasa sakit sekarang kita hanya ke club ,nanti malam aku jemput seperti biasanya " ucap ricko


" baiklah " ucap Dafa


" mau pulang sekarang kita sudah tidak ada jam " tanya ricko


" ke pantai tenangkan pikiran " ricko menggaguk saja lalu mereka ke luar dari ruangan itu dengan wajah yang sulit di artikan


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


setelah jam terakhir selesai Raya Naya indah kembali ke rumah


" nanti aku saya yang kerja kan tugasnya ,kalian seperti biasa kirim bahanya saja ok " ucap Naya


" iya kamu hati hati iya jangan suka batu kalau di larang " ucap indah ,Naya hanya tersenyum kuda saja


setelah mereka berpisah dan pulang ke rumah mereka masing-masing , sesampainya di rumah Naya dan Raya memasuki kamar mereka untuk membersihkan dirinya ,tapi tidak dengan Naya dia masih memikirkan Dafa dia merasa tidak enak ,jadi mungkin dia ingin menghubungi Dafa nanti tapi dia akan meminta izin pada Brian setelah lama berpikir dia masuk dalam membersihkan tubuhnya karena sudah sangat lengket


saat Naya ke luar dari kamar mandi dia sudah melihat Brian duduk di sofa dengan Langkat cepat dia mendekati suaminya


" Abang " panggil Naya dengan senyuman


" stop "pekik Brian membuat langkah Naya berhenti


" sayang dengar baik baik,bisa tidak kalau jalannya biasa saja kamu itu hamil Lo sayang ,apa kamu mau kejadian di kampus tadi terulang , syukur tadi ada indah kalau tidak Gimana coba , jika saja ayah tau kejadian tadi kamu pasti di suruh kuliah di rumah mau " Ucap Brian kesal ,Naya menggeleng kan kepalanya


" jika tidak, maka dengar apa yang aku larang jangan keras kepala,kamu hamil dalam perut mu ada nyawa yang harus kamu jaga " Ucap Brian frustasi


" maaf aku hanya senang lihat Abang " Ucap Naya menunduk,Brian menarik nafasnya pelan


" kan Abang dari luar sayang belum mandi ,sedangkan kamu sudah mandi terus kamu dari kamar mandi Lo ,sebagian badanmu masih basah tu lihat rambutmu airnya saja masih netes " ucap Brian lembut


" iya Abang ,jangan kasih tau ayah iya ,Naya mau kuliah di kampus " ucap Naya


" makanya nurut " Naya menggaguk


" iya sudah sana pakaian , Abang mau mandi dulu " nanya mengaguk lalu masuk ke ruangan walk in close ,sedangkan Brian masuk ke dalam kamar mandi


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


setelah selesai makan malam mereka berkumpul di taman belakang sambil melihat black dan loli,Naya yang awalnya takut menjadi terbiasa karena binatang buas itu tidak mengganggunya tapi Naya masih tetap waspada


" Naya " panggil ayah Abbas


" iya ayah " jawab Naya


" apa tidak ada yang ingin kamu ceritakan sama ayah dan ibu " Ucap ayah ,Brian Alex dan Raya hanya bisa melihat ke sembarang arah


" tidak ayah " Ucap Naya polos


" apa kamu yakin ,tadi di kampus ngapain " Naya menjadi gugup dia menatap Brian Alex Raya yang hanya membuang wajah nya

__ADS_1


" maaf ayah ,Naya salah " ucap Naya menunduk


" ayah tidak melarang mu memakan apa pun tapi jika keadaan ramai biarkan Raya yang mengambilnya " ucap ayah, Brian memeluk istrinya


" sudah tidak papa " ucap Brian


" Naya tidak mau kuliah di rumah " tangisan Naya pecah


" iya tidak ,makanya jangan bandel lagi " Naya mengagguk sesegukan


" gimana keadaan teman kalian " tanya ayah abbas


" baik baik saja yah ,hanya keningnya yang luka " ucap Raya


" saja " ayah menatap Raya, Raya menelan ludahnya paksa " kata saja itu dia dapat saat menolong Naya ,gimana jadinya jika Naya yang jatuh " ucap ayah abbas


" maaf yah " Ucap Raya ,Alex hanya mengelus punggung Raya


" yah ,sudah kasian anak anak, kita bersyukur saja mereka tidak papa " ucap ibu sisil menangkan suaminya


" iya tidak papa ,jika kejadian tadi terulang ayah akan memberhentikan Naya kuliah ,karena sudah sering di beritahu untuk hati hati karena sedang hamil " ucap ayah abbas


" maaf ayah " ucap Naya sesegukan


" atur makan malam bersama keluarga mereka bagaimana pun kita berutang nyawa sama mereka karena telah menolong Naya sehingga kandungan nya baik baik saja " ucap ayah abbas


" iya yah, Alex sudah mengaturnya " ucap Brian


" lain kali hati hati iya nak ,kami tidak marah cuma khawatir Sama keadaan kalian saja " ucap ibu sisil lembut ,Naya hanya mengangguk saja


" sudah jangan sedih lagi iya ,ayah hanya khawatir sama kamu " Naya mengaguk lalu melihat ayah sekilas setelah itu menunduk lagi membuat Brian tersenyum dengan tingkah Naya


" kenapa hm " bisik Brian lembut


" ayah jahat " Ucap Naya balas berbisik Brian hanya tersenyum


" makanya jangan nakal lagi iya " Naya Mengaguk,tiba tiba perut Naya berbunyi membuat Brian melotot


" lapar " Naya menggaguk


"baru dua jam " ucap Raya heran


" mau makan apa " tanya Alex


" ayam geprek pakai sambal matah yang pedas,terus dengan nasi hangatnya " Ucap Naya berbinar


" di mana yang jual " tanya Alex, Naya menggeleng


" lalu " Naya melihat ayah ,yang juga melihatnya


" jangan macem-macem nak " ucap ayah Abbas dengan khawatir


" please " ucap Naya dengan tangan berada di dadanya ,ibu Sisil tertawa lepas membuat mereka Heran


"kenapa mom " tanya Brian


" sepertinya anakmu balas dendam karena telah memarahi ibu nya " ucap ibu sisil


" ayah " rengek Naya manja


" kamu kenapa nay " tanya Raya


" sudah sudah nanti ayah yang bikin ,ayo kita ke dapur " seketika Naya berdiri membuat ayah Abbas melotot kan matanya


" maaf " ucap Naya


" ini maksudnya gimana ,Naya mau masakan ayah gitu " ibu sisil mengaguk kepalanya membuat Brian raya dan Alex tertawa keras


" apa kamu sengaja " Naya menggeleng kan kepalanya


" iya sudah ayo kita ke dapur " ucap ibu sisil


" nanti kalau rasanya tidak enak jangan protes karena ayah tidak pernah memasak " ucap ayah abbas


" iya ayah , nanti bikin sambalnya di iris tipis iya ayah ,terus serai nya di tumis sama minyak panas nya saja Lombok nya 20 potong kecil-kecil " Ucap Naya dengan semangat


" apa benar anakmu balas dendam" tanya Alex


" aku juga tidak tau tentang yang beginian yang aku baca di artikel ada ayang benar ada yang salah " ucap Brian


" sama " ucap Alex


" ibu bantu siapkan bahan dulu iya " ucap ibu sisil


Raya video in ayah masak " ucap Naya


" kan ini sudah kita lihat secara langsung nay " Ucap Raya


" ah iya " ucap Naya ,membuat raya menepuk jidatnya


" Ade buka YouTube cara masak ayam geprek cepat " ucap ayah abbas

__ADS_1


" astaga yang hamil satu orang tapi heboh satu rumah " ucap Raya lalu mencari yang di suruh ayah nya


Raya menyebut bahan bahannya sedangkan ibu menyiapkan bahannya


setelah semua sudah siap ayah memasak sesuai yang ada di video,sesekali dia mengulang memutar videonya jika dia belum selesai, setelah selesai dengan urusan ayam ayah harus bergulat dengan bawang yang membuat matanya perih


" awas saja jika nanti kamu sudah besar baru keras kepala kaya ibumu ,opa akan memukul pantatmu " ucap ayah kesal sambil memotong bawang


" semangat ayah " ucap Raya


" diam " pekik ayah abbas


setelah 35 menit bergulat dengan ayam dan sambal akhirnya selesai juga ,mereka tidak pusing dengan dapur yang berantakan dengan tepung


" cepat cepat nasi Mana raya" ucap Naya sambil menggoyangkan kakinya


" sabar " ucap raya kesal


"ini sekalian makan sama piring nya " ucap Raya


Naya langsung memakan masakan ayah Abbas dengan semangat


" gimana" tanya ayah abbas


" enak sangat enak " ucap Naya


" serius " tanya Raya ,Naya mengaguk


" cobalah " Ucap Naya,mereka semua mengambil ayam dan sambal masing-masing dengan sedikit nasi hangatnya,


saat ayam masuk dalam mulut mereka, wajah mereka seketika memerah karena keasinan


" sayang jangan di makan nanti kamu sakit perut " ucap Brian sambil mengambil minuman yang ada di depannya


" ayah pindahin air laut nya ke ayam ini atau ayah rendam pakai air laut " ucap Alex


" kenapa ini enak koh bang " Ucap Naya masih melanjutkan makanan ,Brian menarik piring Naya


" adek buang " seketika Naya menangis histeris membuat Brian menarik lagi makanan yang ada di tangan raya


" Naya masih lapar kenapa di ambil " ucap Naya dalam tangisannya


" iya iya maaf sayang ayo makan lagi " Ucap Brian ,Naya melanjutkan makannya


" ayah masukin garamnya berapa sendok " tanya Raya


" ayah tidak tau karena tadi ada dua toples bentuknya sama jadi ayah masukin saja dua duanya"ucap ayah abbas


" sudah sudah yang penting Naya makan " ucap ibu sisil


" segini nya iya kalau ngidam ,mungkin Biar makan racun di bilang enak,tau tau mati " ucap Raya ,Alex dan Brian tertawa kecil


" kenyang " ucap Naya ,sambil mengelus perutnya


"kaya kanibal yang tersisa hanya tulang " ucap raya


" ayah makasih iya makanan nya juara" ucap Naya , ayah Abbas hanya tersenyum


" ayo sini Abang bantuin cuci tangan nya " ucap Brian lalu membantu Naya berdiri


"juara asin nya " cibir Raya


" dag papa yang penting dia senang " ucap ibu sisil


"sisanya simpan kan iya jangan ada yang berani ambil " ucap Naya menatap mereka satu-persatu


" sekalian di bawah ke kamar ,jangankan kami kucing saja ogah makan ayam asin ini " Ucap Raya


" adek " Ucap ayah Abbas


" kan betul ayah ,setau Raya bibi tidak menyediakan air laut di rumah ini tapi ayam masakan ayah lebih asin dari air laut " Brian Alex dan ibu tertawa membuat ibu mengeluarkan air matanya sedangkan ayah hanya mencibir saja


" dengar saja ayah , Raya kan Tidak tau masak jadi dia tidak tau mana yang enak dan tidak " ucap Naya


" iya kamu lantaran pintar nya memasak sampai tidak tau mana ayam geprek dan ayam asin " ucap raya lagi


" adek sudah iya " Ucap Brian di sela tawanya


" Heran aku dada saja ngidam nya kenapa tadi tidak minta makan garam saja kenapa harus ayam geprek kalau ujung ujungnya rasa garam " ucap raya


" raya gila " ucap Naya


"iya aku gila ,makanya masih bedakan mana ayam mana garam ,kalau yang waras mau asin mau tidak semuanya sama. " ucap Raya


" Abang " Brian mengelus kepala Naya


" sudah tidak papa " Ucap Brian


" sudah ayo kita istirahat, ini sudah jam 10 lewat " Ucap ibu Sisil


" iya Bu " Ucap mereka lalu kembali ke kamar mereka masing-masing sedangkan Alex ke paviliun tempat tinggalnya bersama dengan ayah nya

__ADS_1


__ADS_2