
setelah berkeliling cukup lama , Raya menyandarkan kepalanya di pundak Dafa,kini mereka sedang duduk di restoran karena Raya lelah dan haus
" cape " raya mengagguk
Dafa mengelus kepala Raya dengan lembut
"setelah ini kita pulang iya " raya mengagguk
" kenapa cepat sekali ,kita makan bersama dulu di rumah " sanggah mommy
" nanti saja mom, soalnya Raya ada urusan keluarga " cap Dafa
dia tidak mungkin menceritakan jika Raya di larang pulang malam bisa bahaya nantinya
" kenapa tidak bilang sayang ,maaf mommy sudah menahan mu terlalu lama "
raya tersenyum " tidak papa,maaf iya nanti lain kali Raya janji ikut makan malam bersama "
" iya sayang ,kamu antar Raya saja nanti mommy di jemput supir " ujarnya sambil menatap Dafa
" tidak usah Tante ,Kaka Dafa bisa mengantar ku dulu atau Tante dulu " ucap Raya
" sayang " raya menggeleng
" kita pulang bareng saja iya kak ,kasian Tante masa pulang sendirian kan tadi perginya bareng " ucap raya
" kalau begitu kita antar mommy dulu " raya mengagguk
setelah itu mereka berdiri,Dafa menenteng paper bag milik raya dan mommy nya
sedangkan dua wanita itu meninggalkan kan dia sendirian
seolah lupa dengan diri nya ,tapi Dafa bahagia melihat mereka tampak Akur ,bahkan Raya dengan manjanya merangkul lengan mommy nya
saat sampai di mobil Dafa memasukkan belanjaan mereka lalu membantu Raya masuk di mobilnya
mommy yang melihat itu menyunggingkan senyumnya
" Dafa antar mommy dulu iya " ucap Dafa saat sudah berada dalam mobil
" iya nak " ucap mommy
" nanti kalau Tante mau jalan² lagi ,nanti telepon Raya saja iya " ucap raya menghadap ke belakang
" memang kamu tidak sibuk, kan kamu kuliah sama dengan Dafa " tanya balik mommy, Raya tersenyum kuda
" weekend kalau tidak sibuk ,karena Abang sama Kaka kalau weekend pasti ke rumah mertua nya ,jadi Raya sendirian di rumah " ucap Raya lirih
" kamu bisa main² di rumah sayang ,iyakan mom " sanggah Dafa lembut
" iya sayang,nanti Dafa yang jemput atau sopir " ucap mommy Dafa
raya menundukan kepalanya malu
" benar boleh " tanya Raya dengan mata berbinar
" tentu bisa " jawab mommy Dafa
" kalau Kaka " tanya Raya ,Dafa tersenyum mengacak rambut Raya
" boleh sayang ,nanti aku jemput iya sekalian minta izin sama orang tua mu "
seketika ingatan raya berputar, lalu menatap Dafa
" tapi Kaka weekend kan ...
" kan aku jemput dulu kamu sayang ,baru lanjutkan " ujar Dafa mengerti arah pembicaraan Raya
" sama saja dong tidak ada Kaka " ucap raya cemberut
__ADS_1
" memang weekend kamu selalu ke mana sih daf " tanya mommy
" ada kegiatan mom " ucap Dafa
" jadi gimana dong sayang " tanya Dafa lagi
" nanti lah aku mikirin dulu " Dafa mengaguk
"kamu weekend tidak ada kegiatan sayang " tanya mommy
" tidak tan,kuliah saja sudah sakit kepala ku ,apa lagi yang lainnya " keluh raya ,membuat mereka tertawa
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
indah dan Alex sudah bersiap untuk ke makam ibu nya, bahkan kini mereka sudah rapi
" nanti singgah beli bunga kan kak " Alex menggaguk
" ibu suka bunga apa " tanya indah lagi
" tulip dan mawar putih " indah mengaguk
" kamu sudah siap " tanya Alex lagi
" sudah kak, nanti kita izin dulu dengan yang lain iya " tanya indah
" ayah sama ibu belum pulang dear, ayo Siska sudah menunggu kita " ucap Alex
" Kaka Siska ikut " Alex menggaguk " iya sudah ayo " ucap indah
" sudah siap " indah memegang dada nya karena kaget
" iya " ucap Alex
" gimana mau ketemu mertua " indah menatap bingung mereka
" ayo" indah menatap bingung mereka
" kepala mu dear " indah masuk dengan pelan² begitu juga Brian melindungi kepala Naya
"Siska sudah duluan sama sopir " ucap Brian saat mereka sudah dalam mobil
" kita langsung ke sana saja " ucap Alex,Brian menggaguk
" Nda kamu kenapa " tanya Naya
" ah tidak papa ,hanya sedikit bingung " Naya tersenyum kuda
" akhirnya ada juga temanku yang terlihat seperti orang bodoh " ucap Naya tersenyum
" maksudnya " tanya indah
" kamu akan tau nantinya, seperti apa aku selama ini " ucap Naya ,indah mengkerut kan keningnya
Brian dan Alex diam saja tanpa menimpali pembahasan mereka
setelah menempuh perjalanan hampir 1 jam ,mereka telah sampai di pemakaman mewah ,indah menatap Alex yang hanya tersenyum ,Naya juga yang baru pertama ke sana sedikit kagum dengan pemakaman ibu dari asisten suaminya itu .
" Abang ini benaran " Brian mengaguk
tidak berselang lama seseorang mendekat ke arah mereka dengan pakaian serba hitam dan memegang bunga mawar putih dan bunga tulip
" tuan "
Brian dan Alex mengambil bunga itu,mereka sering berkunjung ke sini bahkan sekalipun mereka tinggal di luar negeri dulu ,mereka tetap menyempatkan diri ke makam ibu nya jika pulang
" selamat datang tuan " ucap penjaga makam
Brian dan Alex hanya diam saja ,tapi Naya dan indah tersenyum sebagai balasannya
__ADS_1
kini mereka berjalan ke arah makam ibu Alex di mana di sana sudah ada siska dan si kembar dan dua pengawal yang mengikuti siska
" adek " Siska tersenyum saat melihat Brian dan Alex serta istri mereka
Siska memberikan ruangan untuk mereka menyapa ibu nya
" kalian duduk dulu iya " mereka mengaguk sekalipun bingung ,untuk pertama kalinya mereka datang di pemakaman seperti ini bahkan indah yang memang notabene nya orang kaya ,tidak seperti ini juga
Brian dan Alex berjongkok depan makam ibu Alex sambil meletakkan bunga yang mereka bawa di atas pusaran makam ibu alex , keheningan terasa buat indah dan Naya yang tidak biasa
ibu aku kembali, tapi aku tidak sendiri Alex membawa istri serta calon cucu untuk ibu ,doakan mereka dari atas sana iya Bu,maaf jika Alex tidak menepati janji ku untuk keluarga tuan besar ,tapi Alex akan berusaha sebisa mungkin, ibu tau Alex kangen ingin rasanya ada ibu menemani istri ku bermain dengan anak² kami nanti tapi Alex hanya bisa berdoa semoga ibu di sana bisa melihat kebahagiaan kami di sini begitu juga kami bisa membahagiakan ibu dan ayah yang selalu ada di dekat kami batin Alex
ibu ini Brian maaf baru bisa membawa mantu ibu ke sini untuk menjenguk ibu,ibu bisa melihat nya bukan kalau istri anak ibu ini sangat cantik bahkan sangat cantik ,ibu calon anak Brian perempuan doakan semoga nanti lancar sampai lahiran iya Bu ,lihat lah Bu sekarang si kembar tampak aktif bahkan Siska sering meminta bantuan pada pelayan ,maaf jika Brian jarang datang ke sini,karena Brian merasa menjadi orang jahat saat Alex selalu ada di dekatku dia selalu memastikan keadaan kami baik² saja tanpa memikirkan kehidupannya maaf Bu jika Brian egois ,tapi Brian janji Alex akan lepas dari sumpah yang sempat dia buat ,lihat lah bahkan dia sudah menikah dan ibu akan punya cucu lagi apa ibu senang batin Brian tersenyum
" dear " indah berdiri ,begitu juga Naya saat Brian mengulur kan tangannya
" sapa ibu " ucap Brian ,Naya dan indah mengaguk
" selamat sore Bu, aku Naya istri nya anak ibu, maaf Naya baru ke sini itu karena Abang tidak pernah mengajakku begitu juga Kaka ,jika nanti ibu marah ,marahlah sama mereka masuk lah dalam mimpi mereka nanti malam" Naya menatap dua tersangka itu " "Bu doakan Naya iya selalu sehat sampai lahiran nanti ,jadi nanti bisa datang ke sini lagi dengan membawa nya dan bertemu dengan neneknya " ucap Naya tersenyum , Alex dan Siska membuang pandangan nya ke arah lain , sedangkan Brian tersenyum sambil mengelus kepala istrinya
indah menarik napas nya panjang sebelum mengeluarkan suaranya
" ibu pasti sudah tau aku siapa,tapi aku tetap memperkenalkan diri ,aku indah istri anak ibu mungkin ibu marah seperti kata Naya karena kami baru ke sini tapi jika mau marah pada mereka karena tidak mengajak kami menemui ibu " indah menjeda ucapannya sebelum melanjutkan kan kembali " terimakasih telah menjadi wanita yang kuat sudah mendidik Kaka sekuat sekarang terimakasih sudah melahirkan laki² yang kini sudah jadi suami ku, sekalipun indah sering kesal tapi indah sangat mencintai nya ,Bu mungkin ini mengejutkan buat ibu tapi aku harap ibu bahagia ,indah hamil sekarang kandungan nya sudah memasuki 3 Minggu" Alex mengelus punggung indah " aku harap ibu tetap menerima nya seperti yang lainnya kami bahagia atas kehadiran nya begitu juga ibu harus bahagia doakan kami selalu di sini,kami akan berusaha membahagiakan ayah dan selalu ada buat ayah " ucap indah sambil menyeka air matanya yang tidak dia sadari sejak kapan turun nya
" dear " indah tersenyum
apa ibu sudah bahagia melihat tuan muda dan Kaka sekarang ,Ade juga bahagia Bu terlepas dari apa pun itu , doakan kami Bu ,kami akan selalu buat ayah batin Siska
" kita pulang iya " mereka mengaguk
indah mencium batu nisan ibu mertuanya sebelum berdiri membuat mereka kaget karena mereka hanya akan mengelus saja sebelum pulang
" indah pulang iya Bu, nanti indah ke sini lagi nanti indah bawah bunga yang banyak agar rumah ibu lebih indah assalamualaikum Bu " ucap indah tersenyum
jangan tanya lagi gimana perasaan Alex dan Siska begitu juga Brian
kaka tidak salah memilih mu batin Siska
" Bu, nanti Naya ke sini iya ,jangan lupa marahin anak ibu nanti malam, assalamualaikum " ucap Naya tersenyum kuda
" apa kamu mengutuk Abang sayang " Naya menggaguk sambil tertawa kuda
" hai Azzam Azzura senang iya habis ketemu Nenek " sapa indah tersenyum
" koh Kaka tidak tunggu kami sih " ucap Naya menekuk wajah nya
" maaf nyonya muda ,kami tadi singgah beli bunga dulu " ucap siska tersenyum kecut
" Kaka sampai kapan selalu memanggil ku nyonya muda ,padahal aku ingin Kaka panggil aku seperti indah ,apa hanya indah adik Kaka karena dia istrinya Kaka Alex " ucap Naya kesal ,Siska jadi salah tingkah
" ikuti saja kenginginan nya " ucap Brian
" tapi tuan
" baik tuan " putus Siska saat melihat Kakaknya menahannya
" coba panggil Naya " tantang Naya
" nyo ...maaf Ade " ucap siska gugup ,Naya tersenyum
" Jika tau ,dari dulu saja aku ancam kaka jika itu manjur " Brian hanya menggeleng kan kepalanya sendang kan siska menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
" ayo kita pulang ,nanti gelap di perjalanan " ucap Brian
setelah itu mereka meninggalkan makam ibu Alex ,indah berbalik sebentar begitu juga Naya
" kami pamit Bu " ucap mereka sebelum mereka masuk dalam mobil
sedangkan Siska memakai mobil yang lain dengan dua pengawal dan sopir
__ADS_1