
setelah berdebat panjang dengan Raya dan Naya ,akhirnya indah terpaksa harus ikut ke perusahaan sekalipun rasa ingin kabur aja
" aku balik iya ,kan sudah sampai di sini " ucap Indah sebelum masuk Lift
" tidak ayo " Naya menarik paksa indah untuk masuk dalam lift setelah masuk raya memencet tombol khusus ke ruangan Brian ,sedangkan indah sudah mulai pasrah jika sudah seperti ini indah mau ngapain lagi
kini mereka sudah sampai di lantai teratas ,indah menarik nafasnya kasar lalu menampilkan senyuman terbaik nya
" kamu mau ke ruangan Kaka " indah menggeleng
" aku ketemu kaka ku saja kan dia kerja di sini " raya dan Naya mengagguk ,tapi saat sampai di meja sekertaris indah tidak melihat kakaknya sehingga Raya harus bertanya
" Kaka Irma ,Kaka fajar mana " tanya Raya
"maaf nona muda , tuan fajar mulai hari ini sudah kembali bekerja di perusahaan nya " ucap Irma
"aku tunggu saja di sini iya " Naya menarik paksa indah
" buka Ray " raya membuka pintu sedikit kasar membuat Brian dan Alex mengangkat kepalanya ke arah pintu
BRAK
" Ade " geram Brian ,jika itu orang lain sudah pasti dia akan di terjun kan ke lantai dasar dari kaca besar di belakang nya, sedangkan tersangka hanya tersenyum kuda saja
" maaf Abang ,Naya yang suruh buka " Naya melotot kan matanya
" aku hanya menyuruhmu membukanya bukan membanting pintunya " ucap Naya kesal sambil menggegam tangan indah
" sudah duduk dulu sana ,Abang selesai kan kerjaan ini Sama Alex " mereka berjalan ke arah sofa lalu mendudukkan bokong nya di sofa
setelah 15 menit menunggu ,Brian mendekati mereka sedang kan Alex ke luar dari ruangan itu dan membawa beberapa berkas di tangan nya
" Abang banyak kerjaan iya " Brian tersenyum lalu mencium kening istrinya
" tidak ,koh datang nya sekarang bukanya Abang bilang jam makan siang " tanya Brian
" hanya di kasih tugas setelah itu dag ada lagi ,mungkin lagi lelah kali orang² " ucap raya ,Brian mengaguk
" kamu sudah sehat Nda " indah mengangkat kepalanya
" iya tuan " ucap indah tersenyum
ceklek
"wah apa kalian sedang acara hajatan " Semua melihat ke arah pintu ternyata Ivan yang masuk tidak berselang lama Nisa juga ikut masuk
" kamu ngapain ke sini " Ivan mendengus kesal mendengar pertanyaan Brian
" tanya sama orang ini ,dia tidak berhenti menelpon merengek ke sini minta di antar padahal dia punya mobil sendiri pemberian Alex " Brian menatap tajam Ivan ,membuat Ivan bingung sedangkan raya dan Naya menatap indah yang tidak tertarik dengan pembahasan mereka
aku siapa batin indah
" apa ??? aku punya kesalahan silahkan salah kan dia " tunjuk Ivan pada Nisa
" jangan marah maaf ,ah ternyata istrimu cantik benaran iya " ucap Nisa ,Naya hanya tersenyum
" maaf " bisik Raya ,indah mengaguk tersenyum
" ah Ade ikut mereka ke sini " Ivan mendekati indah dan duduk di samping nya
__ADS_1
" iya kak ,mereka memaksa ku " Ucap indah kesal , sedangkan Ivan hanya tertawa kecil
" Alex mana " tanya Nisa karena tidak melihat keberadaan Alex
" masih ada yang di urus ,nanti dia ke sini paling sebentar lagi ke sini "ucap Brian
" jangan terlalu memberikan pekerjaan yang berat " ucap Nisa menatap kesal pada Brian
" itu tidak berat " ucap Brian asal
ceklek
Alex berdiri diam di ambang pintu saat melihat kedatangan Nisa ,dia menatap Brian mengangkat bahunya ,Alex menarik napasnya kasar ,lalu melanjutkan langkahnya tapi dia bingung harus duduk mana ,yang kosong hanya di samping Nisa ,mau tidak mau dia harus duduk
" tumben kamu ke sini ,ada janjian " tanya Alex saat mendudukkan bokongnya samping Nisa
" tanya sama orang di sebelah mu itu ,apa kau memberikan mobil jelek sehingga dia harus memaksa ku k sini dan menjemput nya " Alex menelan ludahnya kasar
" sudah aku mau balik ,karena ada jadwal operasi,kamu mau ikut tidak " tanya Ivan menatap Nisa
" aku di sini ,nanti Alex yang antar " Ivan hanya mengangguk saja
"Alex harus ke luar kota karena aku tidak bisa ke sana karena sebentar juga aku harus meeting, " ucap brain
" kamu selalu membuatnya bekerja keras ,kapan aku punya waktu dengan nya " Nisa menatap kesal Brian " iya sudah aku pulang dengan ivan " ucap Nisa
"bagi tugas Nisa " ucap Brian
" terserah , sekali² coba ngerti sama kenginginan ku " ucap Nisa ,Brian hanya mengangguk
" iya sudah aku balik dulu iya ,by nanti kita ketemu lagi iya " ucap Nisa tersenyum
setelah kepergian Nisa ,ruangan itu kembali hening tidak ada yang berani membuka suaranya,
" sayang temani aku istirahat boleh " Naya mengaguk
" iya sudah kami masuk dulu iya , soalnya aku mau istirahat " ucap Brian berdiri begitu juga dengan Naya
" Kaka ,Ade ke kantin dulu iya mau cari cemilan " ucap raya
"ikut iya cari sama² " ucap indah
" ayo ke ruangan ku " Alex menarik tangan indah ,dan meninggalkan raya sendirian
" ah kangen Dafa " ucap raya lirih
lalu dia ke luar juga dari ruangan Brian
" Kaka pesan kan camilan yang bikin mod bagus " raya mendudukkan bokongnya di samping Irma
" baik nona muda " sekalipun bingung tapi dia memesan beberapa camilan ,soalnya belum juga hilang rasa kagetnya melihat indah dan Alex ,malah raya datang wajah yang di tekuk
" kamu sakit " tanya Alex saat sudah dalam ruangan dan duduk di samping indah
" tidak,mungkin hanya kecapean saja " ucap indah
" kenapa kamu tidak temani saya tidur di mobil " tanya Alex
" tidak enak di lihat orang " ucap indah asal padahal saat malam pertama dia juga tidur di mobil dengan Alex ,Alex hanya mengangguk saja
__ADS_1
" bukannya mau ke luar kota ,siap² dulu " ucap indah
" aku tidak ke luar kota , Brian hanya asal ngomong "ucap Alex ,kini indah mengerti sudah
" aku kira orang seperti nya tidak suka berbohong " gumam indah
" jika tidak kepepet, maaf aku belum memakai cincin nya " ucap Alex menatap indah
" tidak papa, " ucap indah
" indah kamu ngerti kan posisi ku " indah mengaguk
" bagian mana yang harus aku ngertiin " ucap indah
" kami berteman sudah lama ,jadi aku cuma tidak ingin hubungan kami canggung saat dia tau jika aku sudah tunangan ,tapi aku janji suatu saat nanti akan memberi tau nya " indah mengaguk lagi
" apa kamu takut jika dia ....
" dia lebih tua dari mu indah hargai Nisa " ucap Alex tegas memotong ucapan indah
"ah maaf, aku sampai lupa posisiku di mana " ucap Indah menahan sesak
" maksudnya " tanya Alex datar
"tidak ada " ucap Indah
" indah " panggil Alex dengan suara pelan
"tidak ada kak * ucap indah
" indah " bentak Alex ,indah memejamkan matanya
" posisiku jika kakak Nisa lebih tua dari ku " ucap indah
" bagus lah jika kamu paham " indah tersenyum
" iya " ucap indah
Alex menarik menggegam tangan indah ke luar dari ruangan nya tapi indah menahan tangan Alex
" apa saya bisa pakai ruangan istirahat nya " Alex mengaguk lalu meninggalkan indah sendirian
indah tersenyum tipis ,lalu berjalan ke arah kamar pribadi Alex
" aku tidak meminta ingin di posisi ini " gumam indah lirih ,lalu membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan air mata yang mengalir
" indah mana kak " tanya Naya saat melihat Alex masuk sendirian
" dia tidur, kepalanya sakit " ucap Alex ,Brian menatap Alex lekat
" ade mau lihat " ucap Raya
" duduk " ucap Brian tegas ,Raya pun kembali duduk
" kalian juga bisa istirahat di dalam ,30 menit lagi waktunya makan siang " ucap Brian
" iya bang " raya dan Naya masuk ke ruangan Brian tanpa protes
" sudah " Alex menggeleng
__ADS_1
" ayo kita selesaikan dengan cepat , supaya kamu tidak tambah pusing " Alex menggaguk lalu menarik kursi yang di samping Brian, dan mengambil ahli laptop sedangan kan Brian memeriksa berkas dan sesekali dia melihat iPad nya