Sayangi Aku

Sayangi Aku
suami kaya


__ADS_3

" sudah siap sayang " Naya mengaguk


kini mereka telah bersiap untuk kembali ke rumah, sedangkan baby twins juga sudah siap


" besok² Naya tidak akan ke sini lagi " ujar Naya kesal


' kenapa " tanya Brian heran


" Abang janji nya gimana tadi " tanya Naya kesal


" maaf sayang ,Abang tidak bisa kalau tidak mengajak mereka main " ucap Brian tersenyum kuda


bagaimana tidak seharian Brian melupakan kerjaan nya dan hanya menemani si kembar main dan tidur


bahkan hanya untuk menyentuh meja kerjanya saja tidak !!


sehingga membuat Naya kesal, bukannya apa tapi dia tidak ingin Brian lembur belum lagi dia harus terbangun saat twins haus atau popoknya penuh saat larut malam sekalipun Naya menyuruh nya tidur


" alasan " cibir Naya kesal lalu menggendong Ade Ana ke luar dari ruangan Brian


" sayang " panggil Brian sambil menggendong Abang Az


" mamimu marah sayang ,padahal papi hanya ingin main dengan kalian " ucap Brian mengajak anaknya bicara


" iya sayang mamimu tukang marah " lanjutnya lagi


" Abang " pekik Naya kesal


" maaf " Brian tersenyum kuda lalu mendekati istrinya yang masih berdiri di pintu


" ayo " Brian merangkul pinggang Naya sedangkan tangan satunya menggendong baby Az


" Alex sudah pulang " tanya Brian menatap Irma


" belum tuan " ujar Irma


"pulang lah " Irma mengaguk


" baik tuan " ucap Irma


saat depan pintu Brian ingin membuka dia kalah cepat dari Alex


" tuan " Brian menatap sinis ke arah Alex apa lagi melihat rambut Alex


" cih " Alex hanya diam saja


" ayo Nda. "panggil Naya ,indah mengaguk


" kamu kenapa " tanya Naya saat melihat cara jalan indah sedikit aneh


" apa kandungan mu baik² saja " tanya Naya panik


" aku baik² saja. "ujar indah tersenyum paksa


" tentu dia baik² saja yank, lihatlah bahkan wajah mereka terlihat bahagia " Naya menatap ke dua orang itu sedangkan indah sudah bersembunyi di lengan Alex


" biasa saja bang " ucap Naya polos


" astaga sayang ,lihat lah baik² bahkan pakaian mereka sudah berganti " Naya menatap pakaian Alex dan indah bergantian


" terus kenapa kalau sudah ganti !! Abang ini aneh sekali " ucap Naya bingung


ingin sekali Alex tertawa tapi dia tidak ingin membangunkan macan tidur


" Alex habis menjenguk anaknya, makannya temanmu itu jalannya seperti itu ,kau paham " Naya menatap indah lalu Alex

__ADS_1


" ayo bang, sudah sore " ucap Naya meninggalkan indah dan Alex setelah tau Maksud dari ucapan suaminya


" cih makanya jangan suka banyak bertanya " cibir Brian


" maaf, Naya tidak tahu " sesal Naya " bukan tidak tau kamu nya saja tidak tau kode " ucap Brian kesal


" mas " rengek indah


" tidak papa, tuan Brian hanya kesal karena harus puasa " Brian menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap tajam Alex


" aku akan membunuhmu Lex " ucap Brian ,tapi Alex hanya diam saja


sedangkan dari jauh Irma hanya tersenyum melihat keharmonisan keluarga bos dan calon adik ipar nya itu


semoga aku seperti mereka nantinya batin Irma lalu melanjutkan membereskan meja nya


" apa kau tidak bisa menahan nya sampai di rumah " ucap Brian dia masih saja kesal karena ulah mereka itu


kini mereka sudah berada di dalam lift !!!


" Abang sudah ehs kasian indah " ucap Naya karena indah sudah bersembunyi di lengan Alex


" kasian apa nya yank, bahkan dia terlihat segar " Ucap Brian,indah semakin menyembunyikan wajahnya karena malu apa lagi Naya tahu apa yang telah mereka lakukan


" sudah Abang, mungkin kaka lagi kangen sama anak²nya " ucap Naya,Brian mencibir saja


" maaf iya Nda " indah hanya mengaguk


"jangan malu Nda, aku paham koh "lanjutnya lagi


setelah itu mereka ke luar dari lift saat pintu sudah terbuka


" kau bawa mobil sendiri " ujar Brian


" kita pakai mobil apa bang " Brian menunjuk mobil pakai dagunya


" kenapa tidak .....


" jangan membantah " potong Brian kesal


" Kaka ,indah duluan iya " ucap Naya


" iya nona Naya " ucap Alex sedang kan indah masih menyembunyikan wajahnya


" ayo kita pulang " uang Alex lalu membawa indah ke arah parkiran


" pakai mobil apa " tanya indah


" mobil ku " ujar Alex ,indah hanya mengaguk saja


sedangkan di dalam mobil Naya masih mengkhawatirkan indah


" tenang saja yank, Alex ada mobilnya indah akan tidak nyaman jika satu mobil dengan kita " ucap Brian


" Abang sih " ucap Naya


" koh Abang, kan kamu tadi yang mikirnya lama ,di jelasin baru paham pakai kode tidak paham " ujar Brian bingung


" tau ah " ucap naya , Brian menggeleng kan kepalanya


" lihat mamimu sayang,bahkan dia menyalakan papi, tadi Abang dengarkan kalau mamimu yang selalu bertanya dan tidak paham saat papi jelaskan " Brian mengajak anaknya berbicara


" Abang, anaknya jangan di ajarin yang aneh² " Brian menatap Naya


" aneh apa nya yank,abang kan bicara sesuai fakta " Naya menghembuskan napas nya

__ADS_1


percuma berdebat dengan suaminya ,karena ada saja jawabannya


jadi dia memilih untuk diam !!!


" besok mau ikut papi kerja lagi tidak " tanya Brian lembut


" tidak " ucap Naya tegas


" Abang tanya anak² yank " ucap Brian


" sekalipun tetap tidak ,yang ada Abang tidak kerja " ujar Naya kesal


" mami jahat iya bang, padahal Abang mau ikut papi kerja iya kan " ujar Brian mengelus pipi anaknya


" terserah Abang " Brian tertawa kecil lalu mengelus kepala Naya


" Abang hanya bercanda yank, terimakasih iya sudah bawa anak² ke kantor, Abang sampai lupa pekerjaan karena main sama mereka ,janji nanti mereka besar sedikit baru Abang ajak lagi " Naya mengaguk


" pekerjaan Abang jadi numpuk kan ?? nanti lembut lagi " ujar Naya


" Abang usahakan tidak lembur yank, Abang mana bisa jauh dari mereka " ucap Brian mencium pipi Ade Ana


" hanya mereka " tanya Naya memastikan


" tentunya sama maminya " ucap Brian tersenyum


" kirain mereka saja " brian tertawa kecil


" kapan mereka besar sih yank, tidur terus Abang kan pengen main sama mereka " ucap Brian


" sabar lah, saat mereka aktif nanti Abang akan kelelahan menemani mereka main " ujar Naya tersenyum


" tidak papa, Abang akan menunggu hari itu nantinya " ujar Brian memandang wajah anak sulung nya yang sangat mirip dengannya


" mirip iya bang " Brian mengaguk " padahal aku yang membawa mereka ke sana ke sini yang teler tiap pagi " ujar Naya tertawa kecil


" mereka terlalu mencintai papi nya " lanjut Naya


" mereka juga mencintai maminya, iyakan Abang Az " ujar Brian


" Abang apa encus untuk mereka sudah ada " tanya Naya


"kan ibu yank yang urus " ucap brian


" tadi ibu bilang hari ini sudah datang sih " ujar Naya


" mungkin sudah di rumah " ucap Brian


"nanti mereka di buatkan kamar jadi encus nya bisa keluar masuk tanpa merasa segan sama kita ,nanti pintunya di sambung dengan kamar kita " ucap Brian


" memang bisa seperti itu " tanya Naya serius


" bisa yank, jadi saat kamu aktif kuliah nanti mereka bisa temani twins di kamarnya kalau mereka istirahat " ucap Brian


"iya sudah terserah Abang saja " ucap Naya


" jadi nanti beli lagi box " Brian mengaguk " pakai yang di kamar aja bang " ucap Naya


" tidak usah yank, repot pindahin nya " ucap Brian


" tapi


" uang suamimu tidak akan habis hanya sebuh box " potong Brian


" iya² suamiku sangat kaya dan aku bersyukur mendapatkan suami kaya sehingga aku tidak susah² banting tulang membantu ekonomi keluarga yang seperti sinetron Indosiar " ucap Naya kesal , Brian terkekeh mendengar kekesalan istrinya

__ADS_1


__ADS_2