
pagi ini Raya dan Naya di antar Alex dan Brian ke kampus,dan sesuai keinginan Brian pagi tadi Naya harus bangun pagi dan di temani dengan Brian tanpa Raya karena masih ngantuk
" mana bekalku sayang " tanya Brian
" sama Kaka " jawab Alan
" dalam box " ucap Alex ,Brian mengaguk
" apa Ade ikut masak " tanya Alex
" dia masak sendiri di kamar ,baru Ade juga yang paling banyak makan saat sarapan " ucap Brian karena dia tadi menemani istrinya masak di dapur
" kan Ade sudah bilang ,jangan terlalu pagi " ucap raya
" lalu jam berapa jam 10 pagi " ucap Brian
" Ade masih ngantuk " ucap Raya
" memang Semalam ngapain " tanya Naya
" tidak bisa tidur mutar" saja di atas tempat tidur ,Kaka apa hukumnya belum selesai" tanya Raya
" belum bahkan ini baru dua hari" ucap Alex, Raya membuang nafasnya kasar
" koh aku merasa seperti anak tiri iya "gumam Raya
PLak
" sakit abang " ucap Raya
" bicara yang benar ,anak tiri dari siapa" tanya Brian
" maaf , Ternyata telinga abang tajam iya ,padahal Ade bicara sangat kecil " ucap Raya tersenyum
kini mereka sudah sampai di kampus dan Alex memarkirkan mobilnya ,belum juga raya dan Naya turun Alex menatap seseorang yang sangat iya kenal
" koh indah sama Kaka Ricko " tanya Naya
" mana " tanya Raya
" itu " ucap Naya sambil menunjuk tempat indah dan ricko yang baru turun dari mobil dan berbicara didekat mobil
"ayo turun ,Abang ada rapat pagi ini " ucap Brian bohong
" maaf bang " ucap Naya , Brian hanya tersenyum
" jangan lupa bekalnya bagi sama Kaka iya ,kak bekalnya di makan iya " ucap Naya
" iya sayang pasti kami makan " ucap Brian, sedangkan Alex masih menatap indah dan ricko
" Kaka Abang,Ade turun iya " ucap raya lalu turun dari mobil tanpa menunggu jawab mereka begitu juga Naya ikut turun
" indah " teriak Naya ,membuat dua orang itu berbalik dan melihat mereka ,seketika tubuh indah memaku ketika Melihat mobil Alex, ricko tersenyum lalu menggegam tangan indah berjalan mendekati raya dan Naya
" ayo jalan" ucap Brian, Alex pun menjalankan mobilnya tanpa menjawab ucapan Brian
" kalian datang berdua" tanya Naya ,dan menatap tangan ricko dan indah yang masih berpegangan
" ah iya tadi aku jemput indah " Ucap ricko tersenyum
" ayo Nay ,kita ke kelas " ucap Raya lalu menggegam tangan Naya ,Naya hanya mengikuti langkah Raya saja
" Kak aku ke Ruangan ku dulu iya " ucap indah
" iya ,jangan lupa nanti kita makan di luar " ucap ricko, indah hanya mengangguk,setelah itu dia berlari mengejar Raya dan Naya
" tenanglah kalian sudah tunangan apa yang kamu takut kan " ucap Brian
" itu bukan urusan ku " ucap Alex datar
" tapi ...
" dia yang memilih dan aku tidak mau di pusing kan dengan urusan wanita " ucap Alex memotong ucapan Brian ,sekalipun sekarang dia sedang marah tapi dia menahannya karena harus ke perusahaan
" baik lha " ucap Brian
" Ray apa kamu marah " tanya indah sedang kan Naya hanya diam saja
" makan buah mu , sebentar lagi kita mulai " ucap Raya pada Naya
" sedikit saja iya " raya hanya mengangguk
" Nay " panggil indah ,Naya tersenyum mengisyaratkan dia baik² lalu dia melihat Raya yang sibuk dengan HP nya ,indah menatap sedih pada raya
" Ray dengarkan aku dulu, aku tidak ada maksud papa,kan kita sahabat bukan jadi aku kira itu hal yang wajar " ucap indah
" sudah kamu tenang saja ,nanti aku yang bicara dengan nya " Ucap Naya
" tapi Nay ,aku tidak ingin kita seperti ini " Ucap indah
" tenang lah ,sebentar lagi dosen masuk nanti saat jam istirahat saja " ucap Naya ,indah mengaguk lemah lalu berbalik hadap di depan
" segar amat itu muka " tanya Dafa melihat Ricko baru masuk ruangan
" biasa saja kali " ucap ricko lalu duduk di samping Dafa
" tugasmu sudah " Ricko mengaguk
" sebentar lagi kita akan terjun lapangan " ucap Dafa
" dan aku menunggu itu ,agar cepat selesai " ucap ricko
" memang nya kenapa " tanya Dafa
" aku sudah lelah "ucap ricko
__ADS_1
" bukannya ini akan tambah berat " tanya Dafa bingung
" iya aku tau ,tapi setelah ini sudah selesai ,tinggal mikirin lagi langkah selanjutnya " ucap ricko
" tumben otakmu benar " tanya Dafa
" otakku selalu benar " ucap ricko tersenyum
" sudah diam itu sudah masuk dosennya " Ucap Dafa ricko langsung diam
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
"biarkan irma yang mengajari fajar,bukannya dia juga bisa di andalkan kamu hanya memantaunya saja " Ucap Brian saat mereka sudah di lantai teratas
" iya tuan " ucap Alex
" Irma kamu ajarin fajar iya ,jika sudah datang nanti aku yang kasih tau jika dia sudah datang beri tahu saya " ucap Alex saat sudah di depan Irma,lalu di membukakan pintu untuk Brian lalu mereka masuk ke dalam
" kamu baik² saja " tanya Brian
" saya baik² saja tuan,saya di sini bekerja bukan untuk urusan pribadi" ucap Alex
" iya aku tau,kamu selalu profesional " ucap Brian
" jadwalku " tanya Brian
" yang di atas meja saja tuan" ucap Alex
" proyek " tanya Brian
" semuanya semua berjalan seperti yang kita inginkan " Ucap Alex
" baiklah " ucap Brian
tok ..tok...
" maaf tuan ,tuan fajar sudah datang " ucap Irma sang sekertaris
" suruh dia masuk ke sini " ucap Alex
" baik tuan " ucap Irma lalu ke luar dari ruangan Brian
" maaf tuan fajar ,Anda di tunggu di ruangan tuan muda " ucap Irma saat sudah di depan fajar
" terimakasih " ucap fajar
tok....tok...
" masuk "
saat mendengar suara dari dalam fajar membuka pintu ruangan Brian
" maaf tuan " Ucap fajar
" duduk lah " ucap Brian ,lalu berjalan ke arah sofa ,begitu juga dengan fajar
" baik tuan , terimakasih untuk kepercayaan nya dan bisa ikut langsung terjun ke lapangan ,saya akan belajar dengan baik dan tidak mengecewakan kalian " ucap fajar
" waktumu cuma sebulan ,setelah itu kamu akan urus sendiri perusahaan ,jadi belajar dengan benar nanti nya ,kami menunggu hasilnya " ucap Brian lagi
" iya tuan muda " ucap fajar
" Irma sudah tau ,jadi kamu bisa langsung bekerja dengan nya " ucap Alex
" kamu bisa ketemu Irma sekarang " ucap Alex lagi
" baik tuan,kalau begitu saya permisi dulu " Ucap fajar ,Brian dan Alex hanya mengangguk
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
" sudah siap " tanya ricko yang menghampiri indah di kelasnya karena ini sudah masuk jam istirahat,di ikuti dengan Dafa
" kamu mau ke mana " tanya Dafa
" ke luar sebentar nama indah " Ucap ricko, Raya dan Naya hanya diam
"kak ...
" ayo nanti ke buru habis waktunya " potong ricko lalu menarik tangan indah , sedangan indah melihat raya dan Naya yang hanya diam saja
" kita makan bertiga saja tidak papa " tanya Dafa sambil menatap Raya
" iya kak tidak papa " ucap Raya
" kalian baik² saja kan dengan indah " tanya Dafa
" iya Kak, Kaka bawah bekal apa " tanya Naya mengalihkan pembicaraan
" salad sayur ,sama steak kalian mau " tanya Dafa
" tidak ,mana Kenya aku makan kaya gitu " ucap Raya
" iya Naya juga " ucap Naya
" iya sudah ayo kita makan, tapi serius kalian tidak mau " tanya Dafa lagi
"mau steak nya tapi nanti Kaka Dafa dag Kenyang jika masak Salad sayur saja " ucap raya
" ambil lah,tidak papa " ucap Dafa
" tidak kak, nanti bekal Raya tidak habis lagi " ucap Raya
" iya sudah nanti besok aku bawakan " ucap Dafa
" hebm "
__ADS_1
" kenapa,mau minum " tanya Raya ,Naya menggeleng
" apa kamu cemburu aku perhatian sama raya " ucap Dafa tersenyum kuda
" aku senang malah ,tapi jangan abaikan Naya ,di sini kita bertiga " ucap Naya cemberut
" ngomong apa sih nay, kita kan teman " ucap raya
" lebih juga tidak papa " ucap Naya
" terserah "Ucap raya
" memang kamu dag mau Ray " tanya Dafa
" kakak " rengek raya
" baik lah,ayo kita makan " ucap Dafa tersenyum
" aku seperti obat nyamuk " ucap Naya
" makan saja ,nanti aku di marahin Abang " Ucap Raya,Naya mengaguk
" kamu kenapa " tanya Brian ,lalu mengikuti arah pandang Alex, tadi tidak sengaja ada kolega bisnis mereka meminta makan siang bersama karena dia harus kembali ke Australia padahal mereka sudah membasah Bekal ,tapi karena koleganya yang meminta sehingga kini mereka berada di restoran tapi tanpa sengaja di restoran itu juga ada indah dan ricko makan berdua
" lupakan saja " ucap alex,Brian menggaguk lalu melanjutkan makannya sambil bertukar cerita hanya seputaran tentang bisnis
hampir 30 menit, akhirnya kolega bisnis mereka duluan meninggalkan restoran meninggalkan Brian dan Alex karena harus ke bandara
" kita langsung ke perusahaan " tanya Brian,Alex menggaguk
mereka berjalan melewati meja makan indah dan ricko
" bukannya itu suami Naya dan asisten nya " ucap ricko
yang melihat mereka
"siapa " tanya indah kaget sambil menatap Ricko
" itu " tunjuk ricko pada Brian dan Alex ,indah menelan ludahnya paksa,belum juga selesai yang tadi kini harus ketemu mereka di sini
"apa mereka melihat kita tadi " tanya indah
" iya bahkan asisten menatap ku, membuatku takut saja " Ucap ricko ,indah hanya diam
" apa kamu sudah makannya " tanya ricko lagi
" iya sudah,kalau Kaka " tanya indah
" iya sudah,mau balik sekarang " indah mengaguk
" iya sudah ayo " ucap ricko,lalu menggegam tangan indah ,membuat indah tidak enak
" apa kamu tidak ingin menanyakan " tanya Brian saat mereka sudah di mobil
" biarkan saja ,mereka mau berbuat apa " ucap Alex
" apa kamu serius dengan pertunangan ini " tanya Brian
" apa tuan melihat di sini saya yang bermain " tanya Alex lagi
" tapi bukannya kamu harus mempertanyakan Sama dia" tanya Brian
" tidak ada alasan untuk saya mempertanyakan itu ,dia sudah tau statusnya sekarang apa, jadi untuk apa saya bertanya lagi " ucap Alex
" kau sangat luar biasa Lex " ucap brian,dia kehabisan kata² jika menyangkut tentang soal hubungan dengan wanita
" saya sudah tau tuan " Ucap Alex
" kau yakin sekali " ucap Brian ,Alex hanya tersenyum
sedangkan di kampus setelah selsai makan Dafa sudah kembali ke ruangannya,tinggal Naya dan Raya
" kamu kenapa " tanya Naya
" aku tidak papa " jawab Raya
" kamu marah sama indah " tanya Naya , Raya hanya diam saja
" iya sudah jangan cemberut terus nanti Abang sama Kaka tau " ucap Naya , Raya mengaguk
tidak berselang lama ricko dan indah masuk bersamaan
" kalian sudah makan " tanya ricko
" sudah Kak, kalau kaka ricko " tanya Naya
" sudah koh tadi makan sama indah " Ucap ricko tersenyum
" iya sudah Kaka balik ruangan iya ,karena bentar lagi masuk " Ucap ricko ,Naya mengaguk
" Ray kami tidak punya hubungan papa serius ,kamu percaya kan sama saya ,kita kan cuma teman saja Ray tidak ada yang lainnya " ucap indah tapi raya diam saja
" indah ,dosen " ucap Naya,indah hanya menarik napasnya kasar lalu duduk di kursinya
bahkan sampai waktu pulang pun Raya hanya diam saat indah bicara memberikan penjelasan Naya yang selalu menjawab nya ,hingga mereka berpisah di area parkiran
" kamu tenang saja, aku tau maksud mu baik kita semua teman nanti aku yang bilang sama raya " Ucap Naya
" Baik lah, makasih sudah percaya " ucap indah
" kamu pulang sama siapa " tanya Naya
" hm itu sama Kaka Ricko karena tadi dia yang jemput jadi aku tidak bawah mobil " ucap indah
"kalian hati² iya ,jangan balap bilangin sama Kaka Ricko" ucap Naya,indah mengaguk
__ADS_1
" kami duluan iya " ucap Naya
" hati² " ucap indah ,Naya hanya tersenyum