Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
10. Bully teman sendiri


__ADS_3

🌸🌸


Zoya berjalan ke dapur, menaruh barang belanjaan didepan lemari es hingga Zoya pun terkapar tak berdaya.


Ya, Zoya langsung terduduk dilantai dengan kedua telapak tangan yang menyentuh lantai dibelakang tubuhnya.


"Lelah sekali ya Allah" gumam Zoya menatap langit-langit dapur. Zoya pun segera bangkit untuk mengambil air minum didispenser, hari yang terik seharian ini membuatnya sangat haus dan melelahan setelah banyaknya drama yang ia hadapi. Setelah minum, Zoya membuka hijab syar'i-nya dan menaruhnya di kursi. lalu ia mulai menyusun barang belanjaannya kedalam lemari es dengan rapi dan tidak berantakan.


Disebuah Bar, terdapat kaum muda-mudi yang tengah bergoyang menikmati alunan musik. ada yang sembari meminum, ada juga yang tengah bergoyang bersama pasangannya. Namun berbeda dengan Hayoon dan para geng-nya, mereka tengah duduk diatas sofa dengan kaki yang menyilang menampakkan kesan anggun dan cool. terkecuali Cristella, ia tampak gugup dan takut terkena bully oleh teman-temannya. sebenarnya Cristella sangat enggan untuk berkumpul karna sosok dirinya yang sebenarnya telah diketahui oleh Sin Hye. namun karna Sin hye yang memaksa dirinya untuk berkumpul akhirnya Cristella menyanggupinya asalkan jati dirinya tidak dibuka pada teman-temannya.


"Cris, kau kenapa menung? ayo kita berpesta hingga malam" ucap Hayoon mengangkat minuman beralkohol itu ke atas sambil beryuhu-ria. Cristella hanya diam dan tersenyum. sedangkan Jin hyu dan Sin hye tersenyum sinis menatap Cristella yang memandang orang lain yang tengah bergoyang.


"Ayolah Cristela, kita harus menikmati moment ini" ujar Jin hyu menuangkan alkohol itu ke dalam gelas lalu memberikannya pada Cristella. Cristella pun mengambilnya dan segera meneguk dalam satu tegukan.


"Bagaimana? enakkan? ayo tambah lagi Jin" ujar Sin Hye yang tengah duduk disamping Cristella.


"Berikan satu botol padaku" ucap Cristella tiba-tiba. Sin hye pun mengambil satu botol penuh dengan senang hati lalu memberikannya pada temannya itu. Cristella yang sangat menyukai alkohol itu pun segera meneguknya langsung dari botol hingga matanya sudah mulai sayu.


"Yuhuuuuu!! ayo kita nikmati guys, kita akan party!" teriak Hayoon.


"Yeeeeay!! chears duluuu" timpal Jin Hyu mengangkat gelasnya kehadapan mereka lalu melakukan chears.


Sudah terlalu banyak mereka minum namun masih tetap sadar. sedangkan Cristella sudah mulai mabuk dan memeluk Sin Hye. Hayoon yang memerhatikan temannya itu dengan memandang sinis dan tatapan devil, mengarahkan matanya pada Sin Hye. Sin Hye mengerti dan mendekatkan tangannya pada rambut indah yang dikenakan Cristella.

__ADS_1


"Waaaah.. botak!!" teriak Hayoon kegirangan lalu bertepuk tangan menatap kedua sahabatnya. Cristela tersadar dan ia ternganga melihat rambut palsunya tengah dioper-oper oleh ketiga temannya. Cristella terkejut lalu memegang rambut pendeknya layaknya seorang Pria.


"Hayoon, plis kembalikan rambutku" pinta Cristela menghiba-hiba pada temannya Hayoon.


"Ini? rambutmu? ini mah rambut palsu. hahahaha" ledeknya lalu tertawa dan diikuti oleh kedua temannya juga pengunjung lain yang memerhatikan tingkah mereka sedari tadi. Cristela menangis dihadapan ketua gengnya, Hayoon. Ia melirik ke arah belakang, semua orang tampak memerhatikannya dengan gelak tawa. Cristela menangis sejadi-jadinya, feelingnya benar, ternyata ia akan dibully oleh teman-temannya sendiri. Cristela pun geram, ia mengepalkan tangannya sembari menatap air mata yang jatuh dipaha mulus seorang Hayoon.


"Kurang ajar kau Hayoon! terutama kau Sin Hye! pengkhianat!" gumam Cristela melirik mereka dengan tajam. Cristela pun seketika menggigit paha mulus itu dengan kuat hingga Hayoon berhenti tertawa dan berubah menjadi ringisan.


"Aaaaaw!!!" rintihnya memegang paha yang tengah digigit.


"Rasakan!" ucap Cristella dengan tatapan devil lalu mengangkat tangannya dan bersiap untuk menampar wanita itu. namun sayang, Jin hyu lebih dulu menahan tangan itu.


"Sial! beraninya kau menggigitku dan lalu menamparku!" berang Hayoon menarik rambut pendek Cristela.


"Hahahaha, kau saja yang bodoh mau mempercayaiku." gelak tawa Sin Hye. Cristela semakin geram dan langsung menonjok Sin hye tepat dihidungnya hingga Sin hye pun tersungkur di sofa sembari memegang hidungnya yang berdarah.


"Beraninya kau Cris!" ujar Hayoon kembali menarik rambutnya lalu membawa Cristela ketengah-tengah kerumunan orang.


"Mau apa kau! lepas!" berontak Cristela. ia tidak bisa apa-apa lagi sebab kedua tangannya udah dipegang oleh Jin hyu. Hayoon pun mulai menghina temannya sendiri dan mempermalukannya. Cristella sangat malu, dia tidak bisa berbuat apapun hingga Jin hyu melepaskaan tangannya dan mendorong tubuh tak berdaya itu ke lantai bar. Cristela menangis sejadi-jadinya, ia pun segera bangkit dan langsung berlari kocar-kacir meninggalkan bar tersebut.


"Hahahaha, lihatlah dia malu" ucap Hayoon menatap kepergian temannya. upz, bukan teman lagi, Hayoon dan the geng sudah tidak menginginkan teman yang memiliki kekurangan. ya, kekurangan rambut walaupun itu memakai rambut palsu.


"Good job Sin hye, kau telah memberitahuku kalau wanita kekurangan itu hanya memiliki rambut secuil. tidak level untuk kita" ujar Hayoon kembali menduduki tubuhnya disofa itu.

__ADS_1


Di tempat Zoya, alunan ayat-ayat suci menggema di rumah itu, suara yang merdu dan berirama membuat siapa saja yang mendengar pasti akan terdiam, terenyuh dan tersentuh menghayati ayat suci tersebut. Ya, Zoya tengah mengaji sembari menunggu waktu isya tiba. itu sudah menjadi kebiasaannya sedari kecil, slalu diajarkan mengaji, sholat dan berpuasa hingga menjadi sebuah rutinitas dan bagian hidup dari dirinya.


Shodaqallah hul'azhim


Zoya telah selesai mengaji dan kembali menutupi kitab suci itu lalu menaruhnya diatas meja belajar. segera, ia lakukan sholat fardhu malam yang sangat wajib hukumnya. beberapa menit kemudian, Zoya telah selesai sholat dan kembali melipat mukenanya.


"Alhamdulillah selesai juga, saatnya masak untuk makan malam" ujar Zoya sembari menaruh mukena dan sajadah pada tempatnya. Zoya segera melangkahkan kaki menuju dapur dan tiba-tiba ia sangat meninginkan Omellete. sangat menggiurkan dengan rasa yang begitu sedap.


"Alhamdulillah selesai juga buat omelete, hmmmm aromanya sangat wangi" gumam Zoya menatap masakannya. segera ia taruh di meja makan, menyuguhkannya bersama nasi agar lebih kenyang dan tidak mudah lapar. Zoya sangat menikmati masakannya walaupun tidak senikmat buatan restaurant.


Zoya kembali ke kamar untuk mengulang pembelajaran tadi diatas kasurnya sembari tengkurap. tiba-tiba bunyi ponsel sontak mengganggu ke konsentrasiannya. Zoya meraih ponsel yang berada diatas nakas, ia pun kegirangan setelah membaca siapa yang memanggilnya lewat video-call. Zoya segera meraih jilbab sorongnya dan mulai memgangkat panggilan itu.


"Mei-yin....!" heboh Zoya tersenyum semringah.


"Zoyaa.... ah kamu cantik sekali" pujinya.


"Lebay deh mujinya, biasa saja kali" ujar Zoya sedikit mencebik.


"Sungguh, kau sangat cantik. aku terpesona" ujar Mei-yin.


"Terpesona, aku terpesona.. bila memandang wajahmu.. yang cantik. hahahahaha"


🌸🌸

__ADS_1


Jangan lupa Like, Koment dan Hadiah bunganya yaa kak πŸ˜ŠπŸ™


__ADS_2