Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
109. Asmara Subuh menggelora


__ADS_3

🌸🌸


Dan pada akhirnya, chatting via Whatsapp itu pun telah selesai. Lee sudah tak membalasnya lagi. Ye-Jun yang penasaran, ia membuka link youtube tersebut dan menontonnya.


"Ini karna banyak bule yang merekam kami" gumam Ye-Jun namun ia tak begitu kaget akan hal itu. baginya, biarkan saja seluruh dunia tau tentang hubungannya kepada Zoya.


"Lebih baik aku tidur" Ye-Jun segera merebahkan tubuhnya diranjang. baru saja memejamkan mata, ponsel itu kembali berdering.


Tralalalaa... tralalalala..


"Sial!" umpatnya berdecak kesal, ternyata dari sang manager yang menelponnya malam-malam begini.


📞Hallo


📞Kenapa kau tak mengangkat telponku dari tadi? kau tau berita terbarumu di Bali hm!


📞Ya ya ku tau, biarkan saja. Ini hidupku


📞Kau melamar gadis berkerudung itu? bagaimana nanti kalau pamormu turun ha? para fansmu pasti lebih menyukai mu bersanding dengan standar kita


📞Biarkan saja pamorku turun! kenapa kalian selalu memandang penampilan saja ha! sudahlah aku mau tidur!


📞Pulanglah, kita akan adakan konferensi pers


📞Beberapa minggu lagi aku disini. lagian aku gak nerima job selagi berliburan, bye!


Ye-Jun langsung mematikan saluran panggilan itu, sungguh ini sudah sangat mengganggu pikirannya. baru sehari kesini mereka semua sudah membuatnya pusing.


Ye-Jun tak mempedulikan lagi, ia mematikan ponselnya dan segera bergegas tidur. seharian ini begitu membuatnya lelah.


Tak terasa akhirnya Ye-Jun pun tertidur dengan pulas, berharap bertemu Zoya di alam mimpinya.


**


Pagi pun menjelang, walau belum ada matahari namun Zoya sudah bangun lebih dulu disubuh ini. Zoya membuka pintu kamarnya, pemandangan pertama yang ia tatap adalah embun dan pemandangan alam yang begitu indah. di depan kamar juga ada kolam renang yang begitu panjang dan luas. Zoya menduduki tubuhnya ditepi kolam, memainkan kakinya didalam air tersebut. sungguh air ini hangat sekali walau hari masih pagi buta. duduk ditepi kolam, Zoya sudah dapat memandang pemandangan didepannya, sungguh resort ini sangat indah, tak jauh dari sana juga ada taman dan gazebo yang biasanya untuk memijat pengunjung.


Senyum indah selalu terlukis disudut bibirnya, Zoya benar-benar menikmati kenyamana di tempat ini. hingga sesuatu mengejutkannya hingga membuat Zoya terjatuh kedalam kolam hangat itu.


"Baaaa!!"

__ADS_1


Zoya kaget, hingga akhirnya ia terjatuh.


"Hah!!" kepala Zoya menyembul ke atas, ia mengusap wajahnya yang basah hingga terlihat Ye-Jun didepan matanya.


"Makanya jangan melamun. jatuh kan" ledeknya tersenyum lalu menduduki tubuhnya dikolam itu.


"Menyebalkan!" Zoya berdecak kesal lalu menyimpratkan air ke tubuh pria itu.


"Hahahahaha" tawanya menggelegar hingga membangunkan beberapa orang yang tertidur pulas didalam kamar.


"Hai kalian, suara kalian sangat mengganggu" gerutu Mei-Yin yang sedang mengucek kedua matanya.


"Sorry-sorry, Zo, kamu tak mengenalkanku pada dia?" tanya Ye-Jun. hingga pertanyaan itu menjadi pusat perhatian Mei-Yin.


"Ah kita belum kenalan ya Oppa, saya Mei-Yin sahabat kecil Zoya" ucapnya mengulurkan tangan.


"Aku Ye-Jun, pasti kenal dong" ucapnya penuh percaya diri.


"Ya, anda seorang Aktor. yasudah kalian lanjutlah, aku ingin tidur lagi. huaaaaa"


"Mei, sinilah berenang. airnya hangat lho" pinta Zoya.


Byuuur!!


"Aaakh"


"Mei-Yin! kenapa kau mendorongnya, aku tak mau bersamanya" gerutu Zoya segera naik ke atas.


Di kamar sebelah, sepasang wanita yang terganggu pun keluar dari kamar, sambil menguap dan mengucek mata, mereka terperangah melihay Zoya dan Ye-Jun sudah berada didalam kolam renang.


"Astaga kalian, masih pagi sudah romantis aja berenang berdua" ucap Crristella terkekeh.


"Benar ih, memanglah ya kalau cinta sudah melanda dunia serasa milik berdua" ledek Ayaana ikut terkekeh dan diangguki oleh Cristella dan Mei-Yin.


"Kalian apaan sih! kalian juga harus nyebur" Zoya menghampiri mereka lalu menyeret tubuh Mei Yin. namun sayangnya Cris dan Ay malah mempertahankan pertahanan Mei Yin agar tidak nyebur dan malah Zoya yang ikut nyebur sebab didorong oleh Cristella.


"hahahahaha"


"Kalian, menyebalkan!" gerutu Zoya. disamping itu, tanpa sepengetahuan Zoya, Ye-Jun mengacungkan jempol pada mereka bertiga.

__ADS_1


"Guys, ayo kita tidur lagi" ajak Ayaana hingga mereka pun kembali ke kamar masing-masing. tinggallah Zoya dan Ye-Jun yang hanya diam dalam pikiran masing-masing.


"Tega sekali mereka membiarkan aku dengan pria menyebalkan itu" gumam Zoyaa menatap Ye-Jun dari jauh, tampak Ye-Jun sedang berenang. sedangkan Zoya memaku kedua tangannya diatas pembatas kaca bening sambil memandang keindahan alam.


"Wanita itu pasti kesal pada teman-temannya. tapi biarin saja. aku juga gak apaa-apain" bathin Ye-Jun sembari mengusap wajahnya yang basah. ia pun kembali berenang.


"Lebih baik aku pergi" Zoya segera berjalan untuk mencapai tepian kolam, ia pun segera naik dan berjalan menuju kamarnya. sialnya, pintu kamar malah dikunci oleh Mei-Yin.


"Kurang asem sekali Mei-Yin" batinnya lalu mengambil kimono yang tergangung dihanger. Mei menyangkutkannya di gagang pintu. ada dua kimono disana .


Zoya pun segera memakai kimono lalu berjalan menelusuri resort secara diam-diam. ia menoleh ke samping, pria itu masih asyik berenang. Zoya dengan cepat berjalan meninggalkan tempat itu. senyum seringai terlukis di bibirnya.


Zoya menelusuri resort yang didesaign sangat indah dan nyaman oleh pemiliknya, disuguhi pemandangan yang indah menjadi nilai plus untuk tempat ini. Zoya semakin terpana, rasanya tidak ingin meninggalkan tempat ini. hingga tak terasa berjalan, Zoya pun sampai di rerumputan halus yang sangat luas, di depannya disuguhi lautan yang indah dan biru.


"Hallo Nona, apa anda ingin sarapan?" tanya pelayan resort tersebut.


"Saya mau cemilan saja. sarapan nanti saja bersama teman-teman" ucapnya


"Baik" pelayan pun pergi meninggalkan Zoya. Zoya menduduki tubuhnya di kursi panjang untuk bersantai. ia menatap fokus pada lautan itu.


"Disini lebih nyaman" gumamnya.


Disisi lain, Ye-Jun terkejut tidak mendapati dimana Zoya. ia pun segera naik dan mengambil kimono yang tergantung didepan pintu. ia tau pasti Zoya tidak masuk kamar karna ia menyuruh Mei untuk mengunci pintu. hingga Ye-Jun pun menelusuri resort untuk mencari gadisnya yang nakal.


"Kemana dia?" gumamnya dengan sorot mata terus mencari. hingga tibalah di depan lautan, ia mengedarkan pandangan dan menangkap sesosok wanita mengenakan kimono.


"Dapat kau!" gumam Ye-Jun. ia pun mendekat dengan cara mengendap-ngendap. tampak sosok yang dicintainya itu sedang memejamkan mata menikmati semilir angin yang menyegarkan.


Dekat dan semakin dekat, ini kesempatannya untuk melihat lebih jelas wajah wanita di depannya.


"Dia sangat cantik" ucap Ye-Jun tanpa suara, hanya bibir yang ia gerakkan.


"Matanya, bibirnya, hidungnya, wajahnya bersih tanpa jerawat, flek maupun komedo. sungguh dia milikku yang sempurna." ucapnya terpana.


"Anda ngapain Tuan?"


Deg!


Ye-Jun terkejut, Zoya sontak membuka matanya.

__ADS_1


🌸🌸


__ADS_2