
πΈπΈ
Emh
Ye-Jun melahap habis bibir manis itu, memagutnya, mengulum, menyesap dengan buas seperti singa yang tampak kelaparan. Awalnya Zoya kaget dengan serangan mendadak itu, namun hasrat kemanusiaan tak luput bisa hilang dari sisi manusia, Zoya merasa terbuai olehnya, seakan dihipnotis akan perlakuan itu hingga hasratnya mulai menggelora. Zoya merangkul leher suaminya, menikmati sesapan sang suami yang membuatnya hampir melayang. hingga tanpa sadar ia telah tiba diatas kasur, tidak mengenakan hijab lagi dan tubuhnya seakan disentuh oleh tangan nakal. namun bibir mereka masih berpagutan hangat.
Tangan Ye-Jun kembali nakal, membuka retsleting gamis didada sang istri, gamis busui namanya. hingga dengan gampangnya ia membuka baju itu dari pundak turun ke bawah, membuat tubuh Zoya sudah terekspos jelas, menyisakan bra putih yang begitu menggoda.
"By"
"Hm,"
Ye-Jun melepaskan sejenak pagutan itu, membuka gamis lalu mencampakkannya ke lantai. begitu pun dengan dirinya, membuka cepat baju dan celana, bersiap untuk menyantap makan siang yang begitu menggoda ini.
Ah
Uh
Zoya mendesah hebat tatkala merasakan miliknya sudah dihentak kuat dari dalam tubuhnya, Zoya membuka mata sebentar, tatapannya langsung bertemu wajah sang suami yang tampak mendesah, mata terpejam. hingga Zoya menatap tubuh bawah mereka yang menyatu, gunung kembarnya pun sudah tak terbungkus lagi. hingga Zoya kembali sadar, mulutnya terbuka lebar tatkala rasa sakit bercampur nikmat mulai menjalar ditubuhnya.
"Ah, By" desahnya
Ye-Jun langsung membuka matanya, tampak sayu, melihat sang istri yang terus mengeluarkan suara merdunya. Ye-Jun menggigit bibir merasakan klimaks yang mulai menggelora, menenggalam wajah ditengkuk leher sang istri sembari menjilat dan mengecupnya hingga meninggalkan noda kepemilikan atas dirinya.
Akhirnya kedua insan ini mencapai puncak yang begitu hebat, cairan putih keluar dengan begitu deras menyembur ke rahim Zoya, Zoya merasakan kehangatan itu, tubuhnya bergelinjang merasakan nikmatnya mncapai klimaks yang begitu membuatnya melayang.
Setelah mendiamkan miliknya beberapa saat, Ye-Jun kembali menghentak seperti tak ada puas-puasnya nafsu lelaki itu. Zoya semakin dibuat kewalahan atas perlakuannya, hingga Ye-Jun berinisiatif memutar tubuh mereka, menginginkan Zoya yang bermain diatasnya. Mata Zoya membelalak, ia takut bila harus menguasai tubuh itu.
"A-aku belum berani,"
"Kamu pasti bisa, cobalah" suruh Ye-Jun, Zoya tetap diam, Ye-Jun pun terpaksa menghentak tubuhnya ke atas hingga badan mungil itu kembali bergoyah.
Setelah beberapa saat, permainan pun selesai, dua jam mereka melakukan pergumulan hebat diatas ranjang baru itu. membuat keduanya begitu kelelahan dan membaringkan tubuh sambil berpelukan.
Cup,
"Aku mencintaimu"
"Aku juga mencintaimu, Hubby"
"Tidurlah sebentar, aku mandi dulu setelah itu kamu" ucap Ye-Jun saat matanya melihat jam sudah pukul 4 sore.
"Aku gak mau tidur, nanti malah ketiduran dan ketinggalan Ashar" ucap Zoya
__ADS_1
"Baiklah, baring saja. kamu mau nonton horor lagi?" tanya Ye-Jun sambil meraih remote tv diatas nakas.
"Tidak, pengen komedy. aku saja yang cari channelnya, Hubby mandilah" Zoya merebut remote itu, menyuruh sang suami untuk membersihkan diri terlebih dahulu.
"Baiklah, Sayang. cup" turutnya, mengecup kening sebelum kakinya berpijak pada lantai. Zoya tersenyum hangat, menatap punggung sang suami yang berjalan menuju kamar mandi.
"Kebiasaan, pakai baju kek" gumam Zoya menggerutu, melihat tubuh polos suaminya tanpa dibaluti apapun dan dengan santainya berjalan ke kamar mandi.
Zoya pun kembali menatap layar persegi yang cukup besar itu, mencari channel yang menampilkan acara comedy. sudut bibirnya terangkat, matanya berbinar tatkala menatap suaminya di dalam layar itu. namun itu hanya sementara, tampilan suaminya berubah dengan tampilan lainnya.
"Yaaa cuma iklan" gerutu gadis itu.
Setelah mencari kesana kemari channel yang menampilkan acara komedi, akhirnya telah ia temukan. Zoya menatap televisi itu sembari menyimak guyonan mereka yang cukup ngakak, tak jarang gadis itu tertawa cekikikan melihat sekelompok boyband BTS tengah menjadi bintang tamu acara komedi.
"Ah, mereka tampan sekali. ternyata benar kata Mei, sekali melihat wajah ras korea pasti akan langsung klepek-klepek" ucap Zoya bicara sendiri, merasa terpesona dengan ketampanan mereka.
"Uh, kok jadi gak enak ya, aduh perutku! serasa diputar-putar" rintih Zoya memegang perutnya yang serasa tidak nyaman.
"Uuk! Uk!"
"Ya Allah, mu-al, uk!" Zoya beranjak turun dari ranjang, meliliti selimut ke tubuhnya lalu berlari terbirit-birit menuju kamar mandi yang pintunya tertutup.
"Uk!"
"Uk!"
Zoya berusaha untuk menahan mual yang menjalar ditenggorokannya. Ye-Jun yang sedang memakai kimono, merasa terusik tatkala pintu digedor sangat kuat. pria itu tampak panik dan segera membuka pintu.
Tok tok tok
Ceklek,
Zoya sudah tak tahan, pintu terbuka dan ia langsung berlari masuk kedalam kamar mandi, mencari wastafel untuk menampung isi perutnya.
"Sayang," Ye-Jun tampak panik sekali, apalagi melihat wajah itu tampak pucat.
Uwek!
Akhirnya sesuatu yang mendesak ingin keluar, sudah lolos dari mulutnya, Zoya memuntahkan segala isi perutnya yang begitu banyak campuran. Zoya kembali mengeluarkan semuanya saat dirasa ia ingin muntah lagi.
Uwek!!
"Sayang, kamu kenapa?" Ye-Jun menepuk pelan punggung itu.
__ADS_1
Dirasa sudah lega, Zoya berkumur-kumur membersihkan mulutnya, keringat tampak membasahi dahi gadis itu. matanya yang sayu menatap sang suami yang begitu khawatir. Ye-Jun mengusap keringat istrinya, memapah Zoya untuk kembali ke ranjang disaat Zoya ingin keluar.
"Kamu tidak apa-apa? ingin muntah lagi?"
"Enggak, sudah enakan"
"Tidurlah, istrirahat saja. bolong sholat sekali gak apa kan?" tanya Ye-Jun
"Gak boleh. aku akan sholat sebentar lagi. Hubby sholat duluan ya,"
"Baiklah, baring dulu. setelah kamu sholat, aku akan panggilkan dokter" ucap Ye-Jun yang tampak iba melihat raut wajah istrinya.
"Tidak! jangan! aku gak apa-apa, By. mungkin masuk angin" ucap Zoya
"Yakin?" Ye-Jun menyelidik
"Iya yakin, tadi pagi hujan dan disini hawanya dingin, pasti masuk angin" ucap Zoya memastikan bahwa ia benar-benar masuk angin.
"Baiklah, aku akan telpon Bibi untuk buatkan air jahe" Ye-Jun beranjak menuju telepon di samping nakas, menghubungi pelayan untuk membuatkan air jahe sekaligus air putih. sedangkan Zoya mengenakan gamis, membiarkan rambut tergerai dan membungkus tubuhnya dengan selimut. beruntung sekali pelayan disini adalah seorang muslim, jadi ia lebih leluasa menampakkan mahkota kepalanya. kecuali pada Chef dan penjaga, sebab mereka pria walaupun juga beragama islam.
Setelah melihat sang istri berbaring di ranjang, Ye-Jun kembali pergi ke ruang ganti lalu melaksanakan sholat Ashar sendirian.
Tok tok
Zoya menuruni ranjang, melangkahkan kaki menuju pintu kamarnya.
Ceklek,
"Nyonya, ini minumannya" ucap Bibi.
"Masuk, Bi" Bibi pun masuk, menaruh minuman disamping nakas tempat tidur Zoya.
"Terimakasih, Bi"
"Sama-sama, Nya"
Setelah Bibi keluar, Zoya meneguk air jahe hangat itu dengan pelan, lalu beralih pada air putih hangat hingga perutnya terasa kembali membaik dari sebelumnya.
"Sudah di minum?" Ye-Jun menatap sang istri sambil melipat sajadah miliknya.
"Alhamdulillah, By. aku mandi dulu ya sudah mau jam 5" ucap Zoya
"Hati hati" Zoya tersenyum, hatinya menghangat menerima perlakuan lembut suaminya.
__ADS_1
πΈπΈ