
πΈπΈ
"Paman, masakan yang pedas udah dibuat'kan?" tanya Zoya kepada Chef yang sedang menyajikan masakan ke atas piring.
"Sudah, Nyonya. sesuai permintaan Nyonya beberapa hari ini" ucap Chef itu.
"Terimakasih, saya ke depan dulu. ohya, siapkan juga lima piring. teman saya juga berkunjung" titah Zoya
"Baik, Nya"
"Tapi, kalian sudah makan?" tanya gadis itu.
"Sudah, Nya."
"Syukurlah"
Zoya pun beranjak pergi meninggalkan dapur itu, ia segera pergi menghampiri para sahabatnya yang tengah duduk di teras sambil menatap pemandangan indah yang terpajang nyata di depan mata. sedangkan sang suami tengah bersih-bersih, sekaligus sholat dzuhur sendiri.
Zoya menatap bahagia melihat teman-temannya tengah berselfie di hamparan taman yang memiliki bunga beraneka ragam warna dan rerumputan hijau yang menyejukkan. Zoya mendekati mereka, ikut berselfi ria bersama mereka. hingga mereka pun berkeliling taman dan tibalah di belakang yang langsung disuguhkan oleh taman lainnya juga kolam renang yang bersih dengan air biru bening. sungguh membuat jiwa meronta-ronta ingin menyebur.
"Kalau aku jadi kamu, gak akan bosan tinggal di rumah ini walau jaringan internet gak ada sekalipun" ucap Cristella, gadis itu sungguh nyaman di tempat ini.
"Disini seperti di Bali, ya kan" timpal Ayaana
"Maka dari itu, suamiku pengertian sekali. tapi rumah ini kan dibuat sebelum kami dekat. apa dia itu dukun ya? mengetahui apa yang ku suka" pikir Zoya
"Hmm, bisa jadi"
"Permisi, Nona. makan siang telah disiapkan" Bibi menghampiri mereka semua,
"Baik, Bi. terimakasih" dan mereka semua pun kembali memasuki rumah, Zoya menyuruh teman-temannya untuk ke ruang makan terlebih dahulu, sedangkan dirinya ingin memanggil sang suami.
Zoya tertegun melihat suaminya tengah berdoa diatas sajadah yang ia duduki, gadis itu hanya bisa menatap dalam diam, tidak ingin mengganggu ke khusukan suaminya.
Aamiin,
Ye-Jun menoleh ke arah pintu, ia sempat mendengar bunyi pintu yang terbuka. Ye-Jun pun mengulum senyum, membalas senyuman istrinya yang hangat.
__ADS_1
"Awas nanti makin jatuh cinta" ledek Ye-Jun, melipat sajadahnya. Zoya menghampiri sang suami, kembali memeluk tubuh itu.
"Ah sayang, kamu semakin manja saja" gerutu Ye-Jun terkekeh, memeluk erat istrinya itu
"Hubby tau apa yang membuatku jatuh cinta setiap hari?" tanya Zoya mendongakkan kepalanya
"Apa?"
"Melihat Hubby sholat, berdoa kepada Allah, seketika hatiku menghangat dan sangat beruntung memiliki Hubby" ucap lirih Zoya, mencurahkan isi hatinya.
"Ah sayang, kamu terlalu berlebihan memujiku" Ye-Jun terkekeh
"Sungguh, tidak ada pria seperti Hubby. Hubby itu pria idaman, penuh cinta" puji Zoya, kembali mengeratkan pelukan mereka, menghirup dalam-dalam wangi maskulin itu.
"Hubby," Zoya kembali mendongak, mengendorkan pelukannya dan menangkup kedua pipi itu dengan telapak tangannya.
"Iya sayang" sahut Ye-Jun, membelai kedua pipi istrinya yang merah merona. Zoya menginjit, menarik wajah itu hingga mendekat pada wajahnya. Ye-Jun tersenyum senang, ia tau apa yang ingin dilakukan istrinya.
Cup,
Kecupan lolos begitu saja setelah yang diinginkan Zoya tercapai, lalu melepaskannya dan Zoya merasa sungguh malu. Ye-Jun merasa gemas sekali, ia masih belum puas dan meraih dagu itu dan mengangkatnya.
Cup,
Di bawah, Ayaana, Cristella dan Kim Joong tengah menunggu si Tuan rumah yang belum juga datang sedari tadi. padahal perut mereka sudah kelaparan melihat aneka makanan yang begitu banyak dan menggugah selera. ketiganya hanya bisa meneguk saliva dengan kasar.
"Ngapain sih mereka?" gerutu Kim Joong
"Mungkin sesuatu terjadi" pikiran Cristella mulai traveling entah kemana.
"Itu mereka! baru nongol!" gerutu Ayaana kesal, melihat kedatangan si Tuan rumah dari jauh.
"Maaf lama, guys" ucap Zoya menduduki tubuhnya di kursi yang telah ditarik sang suami.
"Lama amat Zo, laper nih" keluh Ayaana
"Hehehe, maaf. kenapa mesti nungguin kita segala, iya kan By?" ujar Zoya, Ye-Jun mengangguk sambil tersenyum
__ADS_1
"Seganlah. kalau gak ada suamimu ya kita main sikat aja" ketus Cristella, membuat sepasang suami istri itu terkekeh sembari menggelengkan kepala.
"Jangan segan-segan. ayo kita makan" ucap Ye-Jun, mereka pun akhirnya mulai menikmati masakan chef andal yang menggiurkan ini.
"Mu makan kok selalu yang pedas sih Zo, di kantin aja sausnya harus banyak lho, Oppa. biasanya gak gitu kali" gerutu Cristella memerhatikan sahabatnya itu. memang agak aneh, Zoya mulai menyukai yang pedas tapi tidak suka yang manis.
"Saya gak tau tuh, memang suka gitu akhir-akhir gini" ucap Ye-Jun yang sebenarnya juga heran. mereka pun mengangguk paham.
Setelah selesai makan siang, Ye-Jun berpamit untuk kembali ke lokasi. Zoya menahan tangan suaminya, enggan untuk ia lepaskan. gadis itu benar-benar menginginkan suaminya itu selalu ada di sisinya. entah karena apa, Zoya tetap terus menempel di dekatnya.
"Sayang, nanti sore aku pulang, aku janji" ucap Ye-Jun, memeluk sang istri.
"Pasti malamnya kesana lagi!" Zoya mencebik kesal, sahabatnya menjadi salah tingkah berada diantara mereka. mereka pun beranjak pergi meninggalkan ruangan itu, tidak ingin mengganggu keintiman sepasang suami istri yang tengah berdebat kecil soal kemanjaan sang istri.
"Malamnya kamu ikut aku gak apa-apa" ucap Ye-Jun, terpaksa harus mengajak serta istrinya itu.
"Serius??" senyum pun terukir dibibirnya setelah manyun menguasainya.
"Iya, serius. lagian disini ada teman-temanmu. ada yang menemanimu. mereka pulang pun ada bibi juga. jadi kamu gak kesepian"
"Hmmm, tapi aku ingin Hubby" rengeknya kembali
Ye-Jun menarik nafas dengan kuat, menghembusnya dengan kasar.
"Kalau aku disini, temanmu merasa tersisihkan dan akhirnya mereka pulang dan ngambek denganmu. pikirkan itu sayang" Ye-Jun tengah berusaha memberi pengertian gadis itu.
"Iya ya, baiklah. pokoknya sore nanti Hubby harus pulang!" peringat Zoya, melepaskan pelukannya.
"Iya sayang, aku janji. pergilah bersama temanmu, aku berangkat" Ye-Jun beranjak berdiri dari duduknya.
"Aku antar ya" ucap Zoya, Ye-Jun hanya bisa menurutinya saja, membiarkan sang istri mengantarkan kepergiannya.
Tibalah di teras, Zoya meraih tangan sang suami, mengecup punggung tangan itu dengan takhzim. Ye-Jun mengulum senyum, memegang puncak kepala sang istri lalu mengecup keningnya.
"Aku pergi, Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam, hati-hati By"
__ADS_1
Akhirnya drama manja berkepanjangan pun berakhir, Zoya ditinggali sang suami untuk pergi bekerja. setelah suaminya pergi, gadis itu menhembuskan nafas dengan kasar. membalikkan badan untuk kembali masuk ke rumah. entah kemana tiga sahabatnya itu, pasti ke taman belakang.
πΈπΈ