Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
71. Zoya diculik


__ADS_3

🌸🌸


Pagi menjelang, matahari telah muncul diperadabannya dimuka bumi ini. teriknya mentari tidak membuat semua orang harus menghindar dari panasnya. demi rutinitas sehari-hari yang dijalani, semua orang siap untuk menghadapi teriknya sang pancaran.


Rutinitas seharian kemarin dari pagi hingga malam, tidak menyulut Ye-Jun untuk bermalas-malasan atau memanjakan tubuh diranjang. pagi ini ia menyempatkan waktu untuk diri sendiri didalam ruang gym, ruang olahraga milik keluarga Hwan. tampak lelaki tampan ras Korea itu sedang melakukan olahraga angkat beban untuk membentuk massa ototnya.


Tubuhnya yang kekar, dada bidang, dan berotot besar, membuatnya terlihat sangat seksi dan macco. apalagi disetiap kulit putihnya ditetesi oleh keringat yang sedikit demi sedikit bercucuran membasahi tubuhnya itu. siapa saja yang melihat pasti akan terpukau dan terpana melihatnya.


Didalam kamar, AeNa baru saja bangun dari tidurnya. keringnya tenggorokan membuatnya ingin meminum air putih. AeNa pun beranjak dari kasurnya, mata yang masih mengantuk mengoyong-oyongkan langkah gadis itu. hingga ia telah tiba didepan pintu kamar, meraih handle pintu lalu menekannya. Namun seketika matanya yang sayu terbuka lebar, sebab ia terpelongo bila pintu itu masih dikunci oleh kakaknya.


"Ah sial! Ye-Jun!!!!!" teriaknya keras menggelegar diruangan itu. ia sangat kesal bila kakaknya itu belum juga memutar kunci kamarnya. AeNa langsung mengambil ponsel diatas nakas, dengan cepat ia mencari kontak kakaknya yang menyebalkan itu.


Tralalala.. tralalala.... tralalalala....


Dering ponsel berbunyi diatas sebuah meja ruangan gym tersebut. Ye-Jun yang masih konsentrasi dalam berolahraga, segera menghentikan aktivitasnya dan melangkahkan kaki menuju meja tersebut. ia raih ponselnya, tercantum nama AeNa dilayar tersebut.


"Hallo" ucap Ye-Jun


"Buka pintu kamarku!! kenapa masih kau kunci!!" teriaknya keras hingga memekikkan gendang telinga Ye-Jun.


"Ah sial, baiklah aku kesana" ucap Ye-Jun yang baru teringat bahwa ia mengunci kamar adiknya tadi malam. tadi malam Ye Jun memaksa AeNa untuk memberi kunci kamarnya agar ia tidak lagi pergi keluyuran. AeNa menolak dan melawan, namun Ye-Jun mengancam untuk menghajar kekasih adiknya itu. maka dari itu dengan terpaksa AeNa memberikan kunci tersebut.


Ceklek,


Ye-Jun sudah memutar kunci tersebut dan membuka pintunya, terlihat AeNa cemberut dan tangan yang bersedekap didada.


"Awas!!" teriaknya kesal, menubruk badan sang kakak. Ye-Jun hanya terpaku menatap punggung adiknya itu. setelahnya ia pun melanjutkan olahraga yang tertunda.

__ADS_1


Di Universitas terkenal kota Seoul, Zoya baru saja tiba dikampus dengan ketiga sahabatnya. wajah gembira dengan bibir yang terus tersenyum menampilkan indahnya wajah gadis berkerudung tersebut. Zoya begitu senang bisa memulai belajar lagi dibangku kuliahnya setelah dua hari libur.


Kini mereka telah memasuki ruang kelas. seperti biasa, akan disambut dengan lemparan kertas yang melayang ke arah lawan hingga Zoya pun tersentak kaget saat salah satu kertas melayang tepat dijidatnya. Zoya meringis kesakitan, menatap sekitar siapa yang sudah melemparnya dengan kertas itu hingga sorot matanya melihat Hayoon dan teman-temannya tertawa lebar.


"Kurang aja sekali" berang Cristella segera melangkahkan kaki menuju mantan temannya itu. Namun langkahnya terhenti sebab Zoya langsung menggapai tangannya agar tidak membuat kegaduhan dikelas itu.


"Jangan Cris" ucap Zoya.


"Kenapa?" tanya Cristella tidak terima.


"Biarkan saja," ucap Zoya. Cristella tak menerima alasan itu, ia pun segera berjalan menuju meja Hayoon.


"Selamat pagi" tiba-tiba bu dosen telah tiba didepan pintu, Cristella menghentikan aksinya untuk menghajar Hayoon, ia pun kembali duduk sembari berdecak kesal. begitupun dengan Zoya, Ayaana dan Kim Joong.


Hayoon dan temannya tertawa, mengejek Cristella yang tidak berhasil ingin melabraknya. Cristella menatapnya tajam seolah tak sabar ingin memangsa lawannya itu. Namun Zoya menenangkannya dan berkata tidak masalah.


Kelas pun dimulai, dosen mulai membuka bukunya dan membersikan kaca matanya agar bisa melihat dengan jelas. ruangan pun menjadi hening, semuanya fokus memerhatikan sang dosen dalam menjelaskan materi tersebut.


Ternyata Ye-Jun sudah menghubungi Abi terlebih dahulu bila ia ingin belajar sholat dengan Abi. sebab tempo lalu, Abi menyarankan untuk menghubunginya bila ada waktu luang.


"Ini minum dulu nak" ucap Ummi memberikan segelas teh hijau pada calon menantunya jika ia lulus seleksi.


"Terimakasih, Mi" ucap Ye-Jun tersenyum lalu mengambil gelas itu dan meneguk teh hijau hangat tersebut.


"Kamu yakin mau belajar sholat?" tanya Abi.


"Yakin Bi" jawab Ye-Jun dengan cepat dan tentunya sudah dari hati yang paling dalam.

__ADS_1


"Baiklah, kebetulan ini kemarin Abi membeli buku tuntunan sholat untukmu. kamu bisa menghafal gerakannya terlebih dahulu" ucap Abi memberikan buku tersebut. Ye-Jun mengambilnya, menatap buku tersebut beserta isinya.


Setelahnya Abi pun mulai menjelaskan cara melakukan gerakan sholat dengan benar. Ye-Jun mengikutinya, tidaklah susah untuk seorang Ye-Jun.


Hari sudah semakin siang, jam telah menunjukkan pukul 12. tampak langit yang sudah mendung, padahal tadi pagi begitu terik cuaca dihari itu. Ye-Jun yang memgetahui bila Zoya masuk pagi, ia pun segera pamit untuk menjemput pujaan hatinya itu.


"Abi, Ye-Jun pergi dulu ya sebentar" pamitnya pada Abi.


"Baiklah, nanti kesini lagi kan?" tanya Abi.


"Iya bi, kebetulan jam dua nanti Ye-Jun kembali ke lokasi syutting" ucapnya segera berdiri.


"Baiklah, hati-hati" ucap Abi. Ye-Jun pun segera melangkah cepat menuju mobilnya berada.


Sebenarnya ia ingin menjemput Zoya namun sengaja tidak memberitahu Abi. bila diberitahu, pasti ia tidak diizinkan untuk bertemu dengan pujaan hatinya.


Di parkiran kampus, seorang misterius menunggu sasarannya yang entah kapan keluar dari persembunyiannya. hingga tidak berapa lama, ia melihat gadis sasarannya berjalan menuju parkiran. Ia segera mendekatinya, dengan peralatan samaran yang tidak diketahui oleh siapapun.


"Kena kamu!" gumam seseorang misterius yang telah mendekati sasarannya. segera ia menggapai tubuh mungil itu, lalu menggendongnya layaknya karung beras dan berlari secepat mungkin menuju mobil.


"Aaaa!!! tolong!! hei lepaskan!" teriak Zoya memukul punggung pria itu. Kim Joong, Cristella, dan Ayaana sungguh terkejut. mereka mengejar Zoya yang diculik oleh orang yang tidak dikenal. ternyata Zoya-lah gadis sasarannya.


"Woi! lepaskan!!" teriak Kim Joong. namun sayang, Zoya telah dimasukkan kedalam mobil bagian jok depan. dengan segera, orang itu pun menekan pedal gas mobil lalu melajukannya dengan cepat.


Orang-orang sekitar sana tidak mempedulikannya, mereka acuh dan hanya melihat kejadian itu.


Kim Joong dan Ayaana berdecak kesal, mereka terlambat menyelamatkan Zoya, hingga mobil milik Cristella datang menghampirinya.

__ADS_1


"Ayo masuk!" desaknya. untung saja Cristella sangat cerdas, ia memilih mengejar dengan kendaraan roda empat itu.


🌸🌸


__ADS_2