Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
171. Menuruti segala perintah


__ADS_3

🌸🌸


Zoya turun dengan hati-hati setelah mobil berhenti tepat di depan teras. salah satu pelayan membantu Nyonyanya, bermaksud memapah wanita itu.


"Tidak perlu, Bi. saya baik-baik saja" ucap Zoya mengulum senyum yang hangat.


"Baiklah Nyonya" Bibi melepaskan pegangannya.


Disisi lain, Ummi yang menggendong Dzaka pun memperlihatkan cucu tampannya pada pelayan-pelayan kediaman anaknya. mereka tampak gemas sekali, hanya bisa mengelus wajahnya dan melihat dari jarak dekat. mencium? sangat tidak etis sekali, dan mereka mengetahui adab itu.


"Lucu sekali, Nyonya" puji salah seorang pelayan


"Dia terlihat menggemaskan, bukan?" ujar Ummi, mereka semua mengangguk kesenangan.


"Ah maaf Nyonya, jadi ngelihatin Tuan muda terus" ucap pelayan yang lain, merasa tidak enak atas perlakuan mereka.


"Tidak masalah, jangan anggap kami orang lain. kita keluarga disini" timpal Zoya yang berdiri disamping Umminya. Sedangkan Ye-Jun tengah menaruh mobil pada tempatnya.


Mereka menggaruk kepala yang tak gatal, terasa canggung.


"Ayo masuk Nyonya, kebetulan sarapan pagi juga sudah siap"


"Ohya? terimakasih ya"


Pelayan mengangguk seraya mengulum senyum. hingga mereka pun berpisah, Zoya terus melangkah menuju kamar, sedangkan pelayannya berubah haluan untuk melanjuti pekerjaan mereka yang sempat terhenti.


**


Di Kampus, ketiga anak muda baru saja keluar dari mobil sport milik Kim Joong. kali ini begitu berbeda, bukan pria itu lagi yang membawa mobil, namun sang kekasih yang teramat ia cintai, Ayaana. Ayaana-lah yang membawa mobil itu hingga tiba ke Kampus.


"Hei, Chris! bawa tasku" titah Kim Joong, melemparkan tasnya pada Cristella yang menggerutu kesal. kedua gadis itu hanya bisa memanyunkan bibirnya, menatap sengit pada pria yang memerintahkan mereka seenak jidat.


"Jangan seperti itu, kalian terlihat sangat jelek" ledeknya, hari ini perasaan Kim Joong begitu senang tak terkira. memenangkan taruhan yang dibuat oleh kedua gadis itu.


"Huh!!"


"Sesuai kesepakatan," sambungnya, tersenyum seringai.


Cristella menatap sekitar, orang-orang pada memandangnya heran melihat wanita cantik itu membawa tas milik pria. tentu saja Cristella kesal, gadis itu melampiaskan kekesalannya pada mereka yang tertawa cekikikan.

__ADS_1


"Apa lihat-lihat!" gerutu Cristella, melambungkan tas Kim ke udara hingga hampir mengenai mereka, namun masih tetap berada digenggaman wanita itu.


Tibalah di kelas, semua orang juga menatap hal yang sama. ngomong dari belakang, tertawa cekikikan, sungguh membuatnya sangat kesal. Namun dirinya bisa apa? ingin melawan, marah, tapi dosen killer telah memasuki kelas hingga mereka semua pun bungkam.


Dua jam memulai materi pertama, berjalan dengan lancar menghadapi dosen killer yang memiliki tatapan dingin itu. siapa yang menatap matanya, serasa jantung akan lepas dari tempatnya. hingga tak jarang mereka semua sangat tegang bila berhadapan dengannya.


Kepergian dosen killer pun membuat perasaan semuanya lega, bisa bernafas dengan teratur tanpa ditahan lagi sedari tadi. tiba-tiba dari ambang pintu, muncullah kekasih Cristella, Tae-Young. tatapannya begitu lekat, penuh arti dan seperti tengah menagih sesuatu. Cristella segera berlari keluar untuk menemuinya, disusul Ayaana dan Kim Joong dari belakang.


"Ngapain kesini?" ketus Cristella, wajahnya tak secerah matahari yang bersinar.


"Jangan bilang kalau bapak sudah tau!" timpal Ayaana


Tae-Young tersenyum seringai, bersamaan dengan Kim Joong.


"Kenapa wajah kalian seperti devil!" gerutu Cristella.


"Sayang, tiba-tiba aku pengen makanan Bali nih" rengek Tae-Young. Ia sudah merencanakan hal ini sedari tadi, saat mengetahui bila mereka memenangkan taruhan.


"Terus apa hubungannya denganku? haruskah aku ke Bali?" ketus Cristella,.kesal.


"Ya tidak gitu juga. antarkan kami ke Restoran Indonesia" pintanya, dalam hati ia sangat senang sekali mengerjai dua wanita itu.


"Kelamaan! ayo kita pergi" Tae-Young meraih lengan kekasihnya, menyeret gadis itu hingga ke parkiran. begitu juga dengan Ayaana yang tengah berontak untuk dilepaskan.


"Lepas! aku bisa jalan sendiri" Ayaana berontak.


"Gak mau. nanti kamu lari" sahut Kim Joong, Ayaana hanya bisa menghela nafas panjang.


Setiba di parkiran,


"Sayang, menyetirlah" titah Tae-Young, Cristella terpaksa mengambil kuncinya dengan kasar dari tangan pria itu. Ayaana dan Cristella hanya bisa merengut, mereka yang buat perjanjian, dan mereka jugalah yang harus menepati janji itu. sedangkan kedua Pria yang berada di belakang hanya tersenyum seringai sambil bertos-ria.


"Bersenang-senanglah dulu, bersakit-sakit kemudian" ucap Cristella dengan penuh ancaman didalamnya.


"Maksudnya?" tanya Kim Joong


"Gak ada! kita berangkat" Cristella segera menekan pedal gas mobil. Namun sejurus itu, Ayaana langsung mencegatnya hingga mobil maju dalam satu langkah membuatnya semua penumpangnya terguncang.


"Huh, apa sih Ay?" tanya Cristella

__ADS_1


"Restorant itu bukannya jauh? bagaimana dengan kelas kita?" Ayaana mengingatkan. butuh waktu satu jam lebih untuk bolak balik, belum lagi makan disana akan menghabiskan banyak waktu.


"Tenang saja, kan dosen kalian selanjutnya aku. santai sajalah" sahut Tae-Young. wah enak sekali dong ya anak-anak disana, dosennya malah cabut entah kemana.


"Hmmm, oke deh"


Mobil pun kembali melaju memecahkan jalanan Ibu kota yang mulai padat pada siang itu, beradu kecepatan dengan kendaraan lainnya seolah siapa yang akan tiba duluan ke tempat tujuan. Christella yang mahir dalam membawa mobil, ia pun menyelip kendaraan itu hingga mereka pun terguncang kesana kemari akibat ulah Christella yang barbar.


"Pelan dong" pinta Ayaana,


"Aku mah begini bawa mobil, mana bisa lamban" ucapnya, bangga.


"Dasar wanita itu," gumam Tae-Young


Setengah jam kemudian, akhirnya mobil yang membawa mereka telah tiba di Restoran Indonesia. dimana Restorant itu yang pernah dikunjungi Ye-Jun saat istrinya mengidam bakso pada beberapa bulan silam. Sekaligus tempat itu kini menjadi restorant favorite Zoya saat merindukan masakan tanah airnya.


"Kali ini kalian yang meneraktirkan kami" titah Kim Joong. Ayaana dan Cristella terpelongo menatap dua pria yang sok cool itu. setelahnya kedua wanita itu saling bertatapan, Cristella terpaksa mengangguk kecil pada Ayaana.


"Oke! siapa takut! kalian bisa pesan sepuasnya" ucap Cristella dengan gaya coolnya, membuat Ayaana tercengang.


"Apa-apaan Cristella ini, pasti mereka akan memesan banyak makanan" bathin Ayaana.


Kedua pria itu kegirangan, langsung mengambil buku menu yang tersedia diatas meja, membolak-balikkan halamannya melihat makanan apa yang menggiurkan, hingga pelayan berhijab pun menghampiri.


"Permisi, mau pesan apa Tuan, Nona?"


"Rendang, Mie Ayam pakai bakso, minumannya juice mangga dan air mineral" ucap Cristella.


"Saya ikut aja" timpal Ayaana


Dan Tae-Young pun menyusul, "Ayam betutu, sate madura, ayam geprek, seblak, dan rendang. minumannya jus jeruk"


"Saya ngikut" timpal Kim Joong.


Sontak Ayaana yang mendengarnya langsung menginjak kaki Kim Joong dengan kuat, membuat pria itu meringis kesakitan.


"Aw!!"


Pelayan yang melihatnya hanya terkekeh pelan, merasa lucu melihat kedua orang itu. merasa tidak enak mengganggu ia pun segera membungkukkan tubuhnya lalu pergi.

__ADS_1


🌸🌸


__ADS_2