Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
41. Menguji kemampuan sendiri


__ADS_3

🌸🌸


Pada akhirnya, Zoya pun memilih untuk menonton sinetron yang diperanin oleh Hwan Ye-Jun tersebut setelah banyaknya kritikan dari seorang Zoya. Namun sayang, sinetron itu sudah memasuki episode 4 berarti Zoya ketinggalan cerita diepisode sebelumnya. Tapi tidak masalah baginya, cukup Zoya hanya menebak sendiri bagaimana awalnya.


Zoya menatap lekat televisi tersebut, menyimak cerita dengan serius hingga ia pun terkejut akan bunyi bell yang dipencet oleh seseorang. Sialnya, Zoya malah lupa jika ia belum mengenakan hijab.


Ting tong,


"Ya ampun, pesanan datang. malah belum pakai jilbab" gerutunya pelan sembari beranjak berdiri.


Ting tong,


"Iya, sebentar" teriak Zoya. ia pun kocar-kacir menuju ke kamar untuk mengambil jilbabnya. Zoya pun berjalan cepat menuju pintu seraya merapikan jilbab yang menutupi mahkotanya. Zoya pun segera membuka pintu tersebut.


Ceklek,


Pandangan pertama Zoya langsung mengarah ke kresek berisi dua box makanan.


"Permisi, dengan Nona Zoya?" tanya kurir tersebut.

__ADS_1


"Ya, saya sendiri" jawab Zoya.


"Ini Nona, pesanannya. harga tertera dikertasnya" ucap si mas itu. Zoya pun merogoh saku bajunya untuk mengambil uang dan memberikannya pada si mas tersebut. kebetulan uang tersebut pas dan tidak lebih maupun kurang. Zoya pun mengambil kresek itu dan sedikit membungkukkan badannya layaknya kebiasaan orang Korea.


"Terimakasih Tuan" ucap Zoya. si mas itu pun segera meninggalkan kediaman tersebut dengan motornya. Zoya menatap kresek itu, tampak tak sabar untuk menyantapnya sekarang juga. segera ia memasuki rumah, berjalan ke dapur untuk mengambil air minum.


Kini Zoya menyantap makan malamnya didepan televisi sembari menonton. Sungguh nikmat sekali makanan itu hingga ia pun tak rugi untuk membeli dua porsi. Zoya yang sudah sangat lapar itu pun, dalam sekejap satu porsi makanan sudah ludes tanpa sisa sedikitpun. Zoya yang memiliki nafsu makan tinggi ini pun, tidak cukup hanya satu. ia pun beralih membuka box kedua. Zoya pun segera menyantapnya, kali ini dengan pelan dan santai karena perutnya sudah cukup terisii makanan.


Weeeeeek...


"Alhamdulillah" gumamnya merasa kekenyangan setelah menghabiskan dua porsi tersebut. Matanya pun mulai sayu karna mungkin ia kekenyangan. Namun Zoya menepisnya, ia memilih menonton yang belum usai juga padahal sudah satu jam ia pantengin terus televisi tersebut.


Zoya pun membereskan sisa makanannya, tak lupa mematikan tv sebab setelah ini ia ingin melanjutkan belajar, mengulas materi sebelumnya yang ia pelajari. Zoya pun pergi ke dapur untuk membuang box tersebut di tong sampah, juga menaruh gelas diatas wastafle.


Zoya membaca buku dengan seksama, menghafalkan rumus-rumus matematika dan mencoba menguji kemampuannya lewat soal yang ia buat sendiri dan mejawabnya dengan sendiri pula. Begitulah jika Zoya belajar, menguasai semuanya untuk disetor kedalam memori otaknya yang cerdas lalu menguji diri sendiri dengan soal yang ia buat. Maka dari itu, Zoya adalah mahasiswi yang paling pintar didalam kelasnya dibanding anak lain.


Disisi lain, Hayoon dan teman-temannya sedang berjoget disebuah bar terkenal Seoul. Ketiga gadis nakal itu tampak berjoget ria bersama beberapa pria sembari menikmati alunan musik yang menggema diseluruh ruangan hingga memekikkan gendang telinga milik siapapun. Namun musik itu sangat aduhai, mereka menikmati alunannya dan terbuai hingga berjoget ria.


"Huuuuuu!! Asiiiik!!! goyang lagi Oppa!!" sorak Hayoon yang merangkul leher pria didepannya. tampaknya Hayoon sudah sedikit mabuk hingga ia berjoget dengan sedikit gila. Pria yang bersamanya pun menatap lekat wajah wanita itu, tatapannya begitu intens dan sensual. Ia pun tersenyum seringai, menggiring Hayoon untuk beranjak dari sana meninggalkan tempat berjoget itu.

__ADS_1


"Nona, mau ikut bersamaku?" tanyanya tepat ditelinga wanita tersebut.


"Tentu sayang" ujar Hayoon dengan tatapan yang mulai sayu. Mereka pun berjalan dengan langkah terkulai lemas, maklum saja keduanya tampak emang sudah mabuk namun pria tersebut masih bisa menyeimbangkan tubuhnya. entah kemana pria itu membawa Hayoon, namun yang jelas suara musik tidak begitu terdengar lagi.


"Kita kesini ya sayang, kau akan puas bersamaku malam ini" ujarnya pelan seraya membuka pintu sebuah bilik.


"Ah kau so sweet sekali, cup!" Hayoon yang mabuk itu tidak sadar, tanpa sadar ia mengecup bibir pria tersebut hingga pria itu terpaku ditempat sembari menatap mata sayu wanita itu.


"Jangan diam, ayo" ajak lembut Hayoon. sontak pria tersebut mengangkat tubuh Hayoon yang ringan. Hayoon semakin senang, kakinya memeluk pinggang pria tersebut seraya kedua bibirnya saling berpagutan. Hayoon yang nakal membuat nafsu pria itu menggelora, segera menghempaskan tubuh wanita itu diatas kasur dan segera menutup pintu. Rasa menggelora tidak bisa terkendalikan, tangan yang ligat membuka seluruh benang yang membaluti kulit putih mulus pria tersebut. hingga pada akhirnya terjadilah pertempuran yang panas antara dua orang yang tidak saling kenal itu.


Dibawah, Jinhyu dan Sinhye masih menikmati goyangan mereka bersama pasangan masing-masing. kedua pria tampaknya saling bertatapan, mereka berbicara lewat mata hingga terbentuklah senyum seringai yang menghiasi bibirnya. Mereka pun sepakat untuk membawa kedua gadis itu ke atas, dimana salah satu temannya membawa Hayoon keatas sana. Jinhyu dan Sinhye hanya mengangguk, dengan semangatnya pria itu menggiring kedua wanita itu untuk pergi ke atas. Entah apa yang akan mereka lakukan diatas sana, apakah bernasib dengan Hayoon ataukah hanya untuk menghabiskan waktu untuk mengobrol tanpa kebisingan? pikir sajalah, haha.


Malam pun semakin larut, para bintang telah selesai melakukan pekerjaannya yaitu berakting dimalam hari. Ye-Jun sudah terasa begitu lelah, ia pun langsung pergi telebih dahulu meninggalkan mereka yang sedang berberes-beres. Ye-Jun menghampiri mobilnya berada, ia pun memasuki mobil tersebut dan bersiap-siap untuk mengendarainya.


"Lelah sekali sampai harus larut begini" gumamnya menggerutu. dengan mata yang mulai sayu pun terpaksa ia harus mengendarai mobil dengan hati-hati. Kebetulan jalanan telah sepi hingga ia lebih leluasa untuk menguasai jalanan itu. Menguasai bukan berarti ia harus ugal-ugalan. Ye-Jun juga memikirkan keselamatannya walau berada dijalanan yang sepi itu. Ye-Jun tetap membawa mobilnya ke arah yang lurus, bukan berbelok-belok seolah sedang berugal-ugalan.


Beberapa menit kemudian, ia pun telah tiba dikediaman orangtuanya. rumah sangat sepi, hanya ada penjaga yang menjaga rumah megah bak istana itu. Maklum saja, semua anggota keluarga hanya sibuk mengurusi kepentingan pribadi. hanya Aera-lah yang dekat dan akrab sama kakaknya itu, Ye-Jun.


🌸🌸

__ADS_1


__ADS_2