
πΈπΈ
Semakin dekat dan semakin dekat, sudah terlihat jelas bahwa pria itu benar adalah Dong Wo, kekasih Ayaana. Kini kepalan tangan gadis itu semakin kuat, wajahnya sudah memerah menahan amarah dan pula mata beningnya sudah berkaca-kaca melihat pemandangan di depannya. pemandangan yang memperlihatkan Dong Wo dan wanita itu tengah berciuman tanpa mengenal tempat.
Ayaana pun sudah tak tahan lagi melihatnya, segera ia langkahkan kaki dengan cepat lalu menarik kerah belakang baju pria itu hingga pria tersebut kaget tak karuan.
Bgum!!
Ayaana meninju hidung kekasihnya itu dengan sangat kuat, pria itu yang mendapatkan aksi spontan sontak saja ia gampang tersungkur karna belum siap dengan serangan itu. matanya membulat tatkala melihat Ayaana di depan matanya.
"Ayaana" ucapnya lirih.
"Ya! ini aku! apa haa!! terkejut, iya?! jadi ini kerjaan kamu yaa.. bekerja di Jeju sudah satu tahun gak pulang ternyata sudah punya simpanan!" berang Ayaana lalu mendekati Dong Wo lalu menamparnya berkali-kali.
"Stop!" wanita itu menghentikan aksi Ayaana. Ayaana menoleh ke samping, ia menatap tajam wanita itu,
"Berani juga melerai perkelahian kami ya wahai murahan!" bentak Ayaana lalu menjambak rambut panjang nan halus wanita itu hingga ia merintih kesakitan.
"Aaw, lepas!" pintanya.
Zoya dan yang lainnya melihat kejadian itu, segera berlari menghampiri Ayaana untuk mencegah perbuatan gadis itu.
"Ay, lepas. gak perlu kamu melakukan ini" ucap Zoya.
"Lagian gak guna juga tangan halusmu menyentuh si jalang itu! ayo kita pergi" timpal Cristella. Kim Joong yang melihat Ayaana mulai terisak, ia lalu datang dan memeluk sahabat kecilnya itu. entah kenapa hatinya juga turut perih melihat sahabatnya terluka.
"Sudah jangan nangis" ucap Kim mengelus punggung Ayaana sembari menatap tajam Dong Wo yang juga ia kenal itu.
"Zo, pegangin" pintanya untuk membawa Ayaana pada Zoya. setelahnya dengan amarah yang menggebu-gebu, Kim langsung meninju Dong Wo yang telah berselingkuh.
"Brengsek!!"
Bruk!!
Bruk!!
"Berani sekali kau menyakiti Ayaana ku!! kau lihat saja, Ayaana akan bahagia bersamaku!!" ucapnya Kim Joong lalu sekali lagi kembali menonjok wajahnya.
Kini mereka semua telah pergi meninggalkan tempat itu, Ayaana yang tak percaya ini ia begitu shock. pria yang selama ini ia percayai, ia cintai telah mengkhianatinya tepat didepan mata. Ayaana melepaskan pelukan Zoya, ia pun segera berlari entah kemana hingga membuat mereka terpaku ditempat.
"Aaay!!" teriak Cris dan Zo.
Hiks hiks, "Jahat!!"
__ADS_1
"Aku akan mengejarnya. dia sedang butuh waktu sendiri" ucap Kim Joong
"Ya Kim, dia sahabat kecilmu pasti kamu lebih mengerti bagaimana Ayaana" ucap Zoya. Kim mengangguk lalu mengejar Ayaana yang pergi entah kemana. sedangkan yang lainnya hanya melihat mereka dari jauh.
Ayaana menduduki dirinya dibebatuan tepi pantai, ia menangis tersedu-sedu mengingat hal itu. Kim pun datang, ia memeluk sahabat kecilnya itu untuk memberi ketenangan.
"Sudah, jangan nangis. Tuhan sayang padamu hingga memperlihatkan busuknya padamu, Ay."
"Dia jahat Kim, aku udah percaya sama dia, hiks hiks"
"Perkataannya hanya ada dimulut, kita gak tau apa saja yang dilakukannya disana. lihatlah aku, ada pria yang mencintaimu lebih tulus. bukan dari perkataan, tapi perbuatan"
Ayaana tercenung menatap Kim dengan deraian air mata. Kim segera menghapus air mata di pipi itu.
"Emang siapa?"
"A-a-aku" ucapnya malu, menunduki wajahnya tak berani melihat Ayaana.
"Kau? sahabatku?"
Kim mengangguk, seketika Ayaana tertawa ngakak mendengar ucapan Kim barusan, membuat Kim terheran.
"Kamu? yang mencintaiku tulus bukan dari perkataan tapi perbuatan? hahahaha, kamu saja selalu membuatku kesal" ledek Ayaana sambil tertawa.
"Apaan sih!"
Kim menatap matanya dalam-dalam, ternyata perkataannya barusan membuat wajah itu kembali ceria, Kim lega sudah mengungkapkan perasaannya, ia menatap bibir merah ranum itu, meneguk salivanya dengan susah.
Cup!
Tanpa sadar, Kim langsung mencium bibir wanita itu dengan lembut, lidahnya memaksa sang bibir untuk membuka mulutnya. Ayaana dibuat tercengang, matanya membulat melihat Kim yang menciumnya.
"Eeemh, lepaskan!"
Namun Kim tak menggubris, ia tetap memaksa mulut itu dibuka hingga Ayaana yang merasaa sudah keenakan dengan perlahan ia membuka mulutnya. lidah Kim sudah menari nari didalam, menjelajahi seluruh isi mulut itu hingga keduanya mulai merasakan kenikmatan terhakiki.
Dari jauh, lima orang itu tercengang melihat memandangan dari jauh. bagaimanaa bisa Kim melakukan itu pada Ayaana, pikir mereka.
"Benar benar mencari kesempatan dalam kedukaan" ucap Ye-Jun merujuk pada Kim Joong. salah satu tangannya menutup kedua mata Zoya. menurutnya, Zoya tidak pantas melihat pemandangan itu. Ye-Jun hanya bisa menelan ludah, nafsunya mulai menggelora melihat kejadian itu.
"Tidak, tidak, belum halal" gumamnya dalam hati.
"Aku harus menghafal surah itu! jiwa lajangku meronta ronta" sambungnya dalam hati.
__ADS_1
"Lepaskan! apaan sih ditutup!" berontak Zoya membuat fantasi Ye-Jun jadi buyar.
"Ah, kita harus pergi" Ye-Jun mengajak Zoya untuk pergi meninggalkan tempat itu. tinggallah Cristella yang menganga, jiwa jomblo gadis itu meronta-ronta.
"Sayang, kita harus pergi dari sini" ajak Mei-Yin. Andrew tak bergeming karna masih fokus melihat kejadian langkaa itu.
"Jangan lihat itu! ayo" ajaknya menarik paksa tangan Andrew.
"Aku ingin" ucapnya lirih.
"Gila apa ya!" gerutu Mei. tiba-tiba Andrew langsung membalikkan tubuh Mei menghadap padanya, dengan sigap ia langsung ******* bibir Mei-Yin kekasihnya.
"Emh, lepas! gak tau tempat!" teriak Mei Yin.
"Di Italy pun kita juga sering berciuman dimana pun sayang" godanya.
"Apaan sih"
Ya, mereka hanya pernah melakukan ciuman bibir saja, tapi masih beruntung Andrew belum pernah menjamahi tubuh Mei-Yin. baginya, biarlah itu terjadi pertama kali saat malam pertama pernikahan mereka.
Ayaana dan Kim Joong sudah melepaskan pagutan bibir keduanya, Ayaana tampak malu-malu, pipinya bersemu merah akan kejadian barusan. begitu pun dengan Kim Joong, ia tampak salah tingkah dan tak berani menatap Ayaana.
Hening, mereka hanya diam sambil menatap lautan yang luas. hingga perasaan bersalah pun menghampiri Kim Joong.
"Maaf," ucapnya lirih menatap Ayaana.
"Tidak masalah, cup!" sekali lagi Ayaana ******* bibir itu namun hanya sebentar dan ia kembali malu.
"Tuhan, apa yang terjadi padaku? kenapa aku pula yang menciumnya!" bathin Ayaana.
"Mulai agresif ya!" ucap Kim Joong lalu merangkul pundak Ayaana. kini keduanya tampak tersenyum, seolah cinta tengah melanda diantara mereka.
"Jangan pikirkan si brengsek itu lagi! wajah ceriamu sangat jelek dan terlalu jelek untuk mengeluarkan air mata" ucap Kim
"Apaan sih, aku gak mikir dia lagi. terima kasih ya sudah menghiburku" ucap Ayaana tersenyum.
"Ini tidak gratis"
"Haa???"
"Kamu harus---
πΈπΈ
__ADS_1