
๐ธ๐ธ
"Serius kamu???"
"Serius, tunggu bentar!" Aera pun beranjak berdiri dan segera berlari entah mau kemana
Ternyata ke kamar, gadis itu pun menekan gagang pintu lalu memasuki kamar itu. tampak Aera tengah mengambil sesuatu di atas meja belajarnya, setelah mendapati ia pun bergegas keluar untuk menemui pria itu.
"Tadaaa!!! ini dia!!" Aera menunjukkan sebuah buku pada pria tersebut. sontak saja Akbar pun tercengang melihatnya.
"Kamu--"
"Iya, aku juga ingin belajar buku ini sama kayak ponakanku. boleh ya?" pintanya, menunjukkan wajah yang imut
"Kamu yakin, Ra?"
"Yakinlah! setelah ku perhatikan dan rasakan selama beberapa bulan ini, entah kenapa hatiku terenyuh dan tubuhku tergerak sendiri untuk mencari buku ini" tutur Aera mencurahkan isi hatinya yang paling dalam
"Masha Allah" Akbar tersanjung
"Aku pengen jadi muslimah kayak eonnie Zoya. pintar mengaji, pakai kerudung, pasti sangat cantik ya aku kalau seperti itu" ocehnya, mulai berkhayal dirinya mengenakan gamis yang menutupi seluruh tubuhnya
"Wanita mana saja pasti terlihat cantik dan anggun saat seluruh auratnya ditutup. ada kharisma tersendiri"
"Iya benar! itu yang aku lihat dari diri eonnie" ucapnya girang.
Akbar masih menatap lekat wanita di hadapannya dengan tatapan tak percaya. secercah rasa bahagia pun terpatri di relung hatinya mendengar ungkapan wanita itu yang ingin belajar mengaji. tapi, apakah hanya sebatas mengaji dan mengenakan gamis tanpa mengenal islam?? ah rasanya jika saja hanya sebatas itu, rasa bahagia yang membuncah sedikit gugur akan hal itu. namun Akbar harus memastikan bukan? ia pun ingin bertanya apakah wanita itu juga berkenan memeluk islam? tapi sayang sekali lidah itu terasa kelu untuk mempertanyakannya bahkan lebih takut bila wanita itu tersinggung.
"Aku ingin masuk islam juga, Oppa" ucapnya malu-malu, pipinya bersemu merah mengungkapkan kata itu.
Kebetulan sekali, ungkapan itu pun terucap dari bibir manisnya tanpa perlu mempertanyakannya. rasa bahagia yang sempat gugur, kini kembali mekar bak bunga mawar yang hampir saja melayu tak diberi asupan oleh perawatnya.
"Serius??"
Aera mengangguk cepat seraya mengulum senyum manisnya
"Apa orang tuamu gak marah?"
"Ck! mana mungkin marah! kami ini bebas, tidak punya kepercayaan. tapi jika saja salah satu dari kami mulai mempercayai sesuatu maka mereka akan mendukung. contohnya Oppa Ye-Jun, papa gak marah sama sekali" ujar gadis itu
"Baiklah kalau kamu sangat yakin. saya akan menjadi guru kamu"
"Serius?? ah! terimakasih!" gadis itu girang sekali, menampikkan senyum termanisnya akan antusias yang ia rasakan. Akbar pun memandangnya, sejurus itu ia pun langsung membuang wajah alih-alih menatap Dzaka yang terlelap.
"Oh guruku pujaan hatiku" gumam Aera menatap pria tersebut
"Ada apa?" sayup-sayup Akbar mendengar gumaman Aera
"Eh, enggak ada" jawabnya gelagapan.
__ADS_1
"Dasar! aku dengar apa yang kamu katakan gadis tengil!" batin Akbar
"Jadi belajarnya??" tanya Akbar
"Eh, i-iya, jadi dong" Aera pun menyerahkan iqro' miliknya kepada Akbar.
**
Malam pun menjelang, seluruh umat manusia mulai berjibaku didalam rumah bersama keluarga. walaupun masih ada yang keluyuran, namun malam adalah waktu berkumpul yang tepat bersama keluarga.
Setelah selesai makan malam, Aera beranjak bangkit dan segera ke kamar untuk kembali menghafal huruf-huruf hijaiyah itu. saat dirinya tengah menghafal, tiba-tiba ponsel gadis itu berdering hingga konsentrasinya pun buyar seketika.
๐Hallo Yoona?
๐*Ra, jalan yuk .. suntuk nih di rumah
๐*Hmm, mau jalan kemana?
๐Kemana aja, mall pun jadi
๐Tapi kamu yang jemput aku kan?
๐Iya, tentu saja. siap-siaplah.. setengah jam aku akan tiba
๐Oke deh
Tak lupa memoles sedikit bedak, lipstick natural yang sesuai dengan warna bibirnya kemerah-merahan.
"Cantik" pujinya sendiri menatap tampilan dirinya didalam cermin.
Tok tok
Ketukan pintu terdengar nyaring di telinga Aera, gadis itu segera membukanya dan terlihat Bibi yang berdiri didepan pintu
"Ada apa Bi?"
"Nona Yoona ada di depan, Non"
"Oh, iya. terimakasih, Bi"
"Mari, Non" Bibi pun beranjak pergi meninggalkan Nona-nya. Aera kembali merogoh tas selempang miliknya dan mengenakan sepatu sneakers berwarna merah muda. senada dengan jaket yang ia kenakan.
**
Aera dan sahabatnya telah tiba di Mall elite terbesar di Seoul, dengan gaya interior modern yang begitu mengesankan dan tampak megah, tak kalah dengan tampilan Mall-mall di luar negeri sana. kedua gadis itu pun memasuki tempat hiburan sejuta umat, beranekaragam macam apa saja keinginan dan kebutuhan kita, terjajakan dengan lengkap di gedung itu. tinggal kita saja yang harus memilah milih sesuai kebutuhan dan keinginan atau hanya sekedar cuci mata tanpa modal sedikit pun. tapi itu tak berlaku untuk yang doyan shopping, rata-rata mereka menuruti nafsu keinginan.
"Shopping kuy" ajak Yoona, sahabat Aera
"Bosan shopping mulu,"
__ADS_1
"Ayo ah .. ngapain lagi kalau bukan shopping"
"Is kamu ini! ayo deh"
Akhirnya Aera pun menuruti permintaan sahabatnya itu. menaiki eskalator menuju lantai 2. dimana banyak beragam toko yang menjual barang branded maupun barang dengan harga yang ekonomis. Kedua gadis itu terlebih dahulu memasuki toko pakaian wanita, beragam model dan warna terpampang nyata di Mannequin yang terpajang di depan kaca.
Aera berkeliling menatap satu persatu pakaian yang ia lewati, mengekori temannya yang tengah memilah-milah mana yang menurutnya tertarik. Aera tersenyum saat Yoona memamerkan baju yang cukup feminim dan modelnya pun manis sekali untuk dikenakan.
"Ra, cantik kan?" menunjukkan dress pada Aera
"Cantik banget, Yoon. ambil itu aja"
"Kamu juga dong, kita couplean" pintanya
"Hmmm," Aera berpikir sejenak, menatap dress itu dari atas hingga bawah. cukup panjang dan lumayan tertutup.
"Udah ah! kelamaan mikir! kamu kan suka warna merah muda, nah aku ambil biru, kamu merah muda,.oke?" paksanya.
Aera hanya mencebik, "Terserah deh, yang penting kamu senang" ujar Aera mengulum senyum padanya.
"Oke"
Setelah cukup lama berada di toko itu, mereka pun beralih ke toko sebelah yang memajangkan berbagai sepatu untuk wanita. sahabat Aera begitu antusias melihatnya, menarik tangan itu hingga Aera hanya menurut saja walaupun terkadang ia sedikit bosan menatap barang-barang itu.
"Yoon, nanti temani juga aku ke toko lain ya"
"Boleh, tenang saja"
Beberapa menit kemudian, tibalah di toko yang ingin Aera datangi. Yoona menatap ragu sahabatnya itu yang membawa dirinya ke toko yang tak terduga. Ia tercengang sebentar, bergantian menatap Aera dan toko tersebut.
"Mau ngapain kita disini, Ra?" tanyanya heran
"Tentu saja beli baju"
"Untuk kakak ipar mu?" tebaknya, bisa saja seperti itu
"Eh, enggaklah. ya untuk aku dong" gerutu Aera
"Serius?? untuk apaan? untuk musim dingin?"
"Bacot! ikut aja ah!"
Yoona pun mengikuti langkah kaki Aera, Aera menatap binar pakaian-pakaian tertutup itu dengan model yang tak kalah anggunnya dengan yang ia kenakan ini.
Tengah mengambil baju yang tampak menarik, tiba-tiba seseorang menepuk pundak gadis itu. Aera menoleh,
"Aera,"
๐ธ๐ธ
__ADS_1