Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
177. Panggung asmara


__ADS_3

🌸🌸


"Aw!!" Ye-Jun merintih kesakitan pada bibirnya yang digigit oleh sang istri. Zoya sudah berontak untuk dilepaskan namun pria itu semakin mengeratkan pelukannya, hingga terpaksa untuk menggigit bibir pria itu agar menghentikan aksi gilanya.


"Ada anak disini, dasar gak ada akhlak!" gerutu Zoya, segera menemui putranya yang tengah berusaha menuruni ranjang.


"Dzaka,"


"Umma! mana aja?" tanya bocah itu


"Umma lagi siapkan baju baba, Sayang" jawab Zoya bohong, menutupi kebenaran. merengkuh tubuh mungil itu dan kembali membawanya ke ranjang.


"Hmm, lama" keluhnya


"Dasar Ye-Jun! untung saja ku gigit bibirnya" bathin Zoya


"Hehe, maaf. Umma buka ya mainannya" ucap Zoya, anak itu mengangguk. sedangkan Ye-Jun berdesah frustasi, segera mengambil handuk lalu berjalan menuju kamar mandi.


Kini keluarga kecil itu tengah mendirikan sholat maghrib, Dzaka juga merengek untuk dipasangkan peci juga sajadah miliknya. Ia ingin sholat bersama kedua orangtuanya walaupun cara sholat anak itu masih main-main namun tetap memerhatikan gerakan orangtuanya lalu menirunya.


**


📱Hallo Ummi, Assalamualaikum


(Zoya menatap ponselnya, bersama dengan sang suami dan putra mereka, begitu lekat menatap wajah Ummi)


📱Waalaikumsalam, Zo. Ummi mau bilang, sekarang kakak kamu sudah melahirkan, lihat ini


(Ummi menunjukkan gambar anak sulungnya yang terbaring, Zura melambaikan tangan pada ponsel itu. lalu kamera pun diarahkan pada ranjang bayi yang menampilkan sesosok bayi mungil mengemaskan)


📱Dedek!!!


(teriak Dzaka, begitu heboh melihat dedek bayi. anak itu pun berusaha merebut ponsel ibunya, namun untung saja Ye-Jun menahan bocah itu)


"Sssstt!! dedek bobok" Zoya menaruh jari telunjuknya didepan bibir, Dzaka dengan polos malah menirunya.


📱Masha Allah, Mi. alhamdulillah .. maaf Zoya belum bisa kesana. Dzaka juga ulang tahun hari ini lho Mi


📱*Benarkah? ah cucu nenek udah besar sekarang.. selamat ulang tahun ya sayang


📱*Iya nenek!


📱Jenis kelaminnya apa, Mi?

__ADS_1


(Ye-Jun bertanya)


📱Perempuan. namanya Zunayra Fatma


📱Aduh senangnya dapat cewek, sudah sepasang dong Mi


(Zoya girang sekali menatap bayi mungil itu, Dzaka hanya terus memerhatikan layar ponsel ibunya)


📱Alhamdulillah, kalian lagi kapan beri Ummi cucu lagi, hm?


(Kamera sudah beralih memperlihatkan wajah ummi)


📱Sekarang mau dibuat, Mi


(ketus Ye-Jun berbicara seenak jidatnya, sontak mendapat pukulan dari sang istri)


📱Dzaka juga mau dedek, nek!


(Bocah tengil itu malah ikut menyahut, seolah mengerti apa yang dibicarakan ketiga orang dewasa itu. sontak membuat Zoya terbelalak. ayah dan anak sama saja!)


📱Iya Dzaka, sekarang kamu bobo ya biar besok dikasih dedek sama Umma


(ucap Ummi, sontak Zoya menepuk jidat. sedangkan Dzaka, memerhatikan wajah kedua orang tuanya satu persatu)


📱Iya Dzaka bobok, daaa Nenek


📱Huh Ummi! waalaikumsalam


Tit tit


Panggilan video-call pun akhirnya terputus. Dzaka langsung menarik tangan ibunya menuju kamar bocah itu.


"Dzaka mau bobo, Umma" rengeknyaa


"Emang kamu sudah ngantuk?" tanya Zoya, ia sangat tau pasti bentar lagi Ye-Jun akan menerkamnya


"Iya, ngantuk sekali. huaaa"


Zoya menilik lebih dalam wajah mungil itu, benar saja matanya tampak sayu. ia lirik jam di dinding sudah pukul 9 malam, memang sudah jam-jam ngantuknya bocah itu.


"Ayo" Zoya langsung menggendongnya, berjalan keluar kamar menuju kamar sebelah sang Putra.


Beberapa menit kemudian, bocah itu telah terlelap dengan nyenyak, Zoya mengecup kening bocah itu lalu segera menyelimuti tubuhnya. kamar anak laki-laki, dindingnya bergambar karakter tayo beserta teman-temannya.

__ADS_1


Zoya pun segera keluar kamar, kembali menghampiri kamarnya berada yang telah dinanti oleh sang suami.


"Dzaka sudah tidur?" tanya Ye-Jun yang sedang menonton televisi


"Sudah By" jawab Zoya, wanita itu segera menghampiri suaminya, sontak membuat Ye-Jun terkejut melihat sang istri duduk dipangkuannya.


"Mulai nakal!" ledek Ye-Jun tersenyum senang, merengkuh pinggang sang istri


"Aku sudah berfikir, sepertinya aku siap hamil lagi" ucap Zoya, kedua tangannya merangkul leher sang suami


"Yakin? kuliah kamu gimana?" tanya Ye-Jun


"Yaelah, By. kan setengah tahun lagi" gerutu Zoya


"Iya juga. gak terasa ya sudah mau empat tahun kamu kuliah" ucap Ye-Jun, mencubit hidung sang istri dengan gemas


"Hu'um. Cristella juga akan menikah setelah wisuda nanti" ucap Zoya memberitahu, mengingat wanita itu telah dilamar oleh Tae-Young


"Apa? serius?" Ye-Jun kaget, saking sibuknya dalam pekerjaan, ia tidak mengetahui kabar gembira itu


"Iya, Hubby sih syuting mulu"


"Terus Ayaana kapan menyusul?" tanya Ye-Jun


"Hmm, belum tau. ayo kita buat dedek lagi" ajak Zoya, gadis ini benar-benar menggoda pria itu.


"Tadi sok gak mau" ledek Ye-Jun


"Kan aku sudah berfikir lama saat menidurkan Dzaka" ucap Zoya, lalu segera mencium bibir suaminya dengan lembut. Ye-Jun terperangah dibuatnya, sejak kapan istrinya ini mulai agresif? masa bodo sekarang ini, ini rezeki nomplok dan dia tidak boleh menyia-nyiakannya.


Ciuman lembut itu pun semakin lama semakin buas, tatkala Ye-Jun membenarkan posisi sang istri agar duduk mengangkang diatas pahanya. Zoya merasa gerah sekali, ia membuka baju tidurnya dan seketika Ye-Jun langsung mengecup tengkuk leher itu hingga keseluruhannya yang terpampang nyata didepan mata.


Emh ..


Ye-Jun juga membuka bajunya, membiarkan jemari mungil sang istri mengelus dadanya yang eksotis dengan bulu halus yang mulai tumbuh. rasa menggelora pun mulai menguasai didalam kamar itu, kecupan demi kecupan ganas sudah mereka lakukan dengan rakusnya. Ye-Jun dengan nakalnya, membuka pengait bra milik sang istri, menanggalkan celana yang masih mereka kenakan hingga berujung pada kunjungan antara tongkat sakti dan goa dibawah sana.


"Move, hunny!" erang Ye-Jun. Zoya memegang kedua pundak sang suami, mulai bergoyang diatas tubuhnya. sungguh sangat luar biasa, istrinya semakin pintar dalam menguasai dirinya. tak lupa ia juga menyesap salah satu anak kembar milik sang istri, suara lenguhan dan des*han pun semakin terdengar digendang telinga Ye-Jun.


"Emh by"


"Ya sayang, emh"


Hingga cukup lama menguasai tubuh sang suami, kini giliran Ye-Jun membaringkan Zoya diatas ranjang, masih dalam pagutan tanpa dilepas. Ye-Jun semakin menghentak miliknya kedalam milik sang istri, dengan cepat dan kuat membuat Zoya mengerang, mendesah menahan sakitnya keganasan sang suami.

__ADS_1


Dua jam kemudian akhirnya dua insan itu saling mencapai klimaks, melepaskan saluran yang mencuat dengan derasnya didalam sana. membiarkannya beberapa menit, hingga rasa itu begitu lega. Ye-Jun yang kelelahan segera mencabut miliknya dan membaringkan tubuh disamping sang istri yang juga berpelu merasakan lelahnya percintaan tengah malam yang syahdu ini.


🌸🌸


__ADS_2