Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
121. Shopping


__ADS_3

🌸🌸


Zoya mendatangi sang calon suami yang memanggilnya, mereka pun memilih-milih cincin pernikahan diantara empat model yang begitu sangat cantik. mata bening itu tampak bergerak menatap satu persatu cincin itu, pikirannya masih berfikir yang manakah yang harus ia pilih?


"Kamu mau yang mana sayang?" tanya Ye-Jun menatap gadisnya yang tampak bingung.


"Yang mana ya? bingung aku. hehehe" ucapnya polos. Ye-Jun hanya tersenyum gemas melihat sang calon istri.


"Kalau Hubby mana?" tanya Zoya balik.


Mendengar Zoya yang memanggilnya dengan sebutan yang berbeda, seketika Ye-Jun menoleh dengan tatapan heran. ah kini mulai deh drama lagi, pelayan bisa apa? hanya berdiri tegap sambil tersenyum ramah.


"Kamu bilang apa barusan?" tanyanya. Zoya mulai gelagapan.


"Apa ya? gak ngomong apa-apa, cepatan deh!" elak Zoya.


"Bilang dulu barusan ngomong apa?" tanyanya


"Gak ada. iya kan eonnie?" pelayan yang melihat hanya tertawa kecil melihat gemasnya mereka.


"Dia tertawa pasti ada yang kamu bilang barusan. ayo kamu panggil aku apa tadi, hm?" Ye-Jun semakin gemas melihat kesayangannya ini.


Zoya menghirup nafas dalam, lalu mengeluarkannya dengan pelan.


"Hubby" dan kata itu akhirnya keluar dari mulut mungil gadis itu.


Ye-Jun akhirnya bernafas lega, ternyata ia tidak salah mendengarnya. senyum senang terus tersungging di bibir seksinya itu.


"Sudah pandai sekarang ya, belum jadi suami sudah panggil Hubby" bisik Ye-Jun pada telinga Zoya, diam-diam ia berkesempatan menghirup aroma khas gadis itu yang wangi sekali.


"Udah ah! ayo cepatan pilih" suruh Zoya mendorong kepala sang calon suami agar segera menjauh.


"Baiklah, yang ini sepertinya bagus" ucap Ye-Jun menyentuh kotak cincin pilihannya.



"Kenapa pilihan kita sama ya, aku juga srek sama itu" ucap Zoya tersenyum


"Tandanya kita sehati sayang" ucap Ye-Jun membuat pipi Zoya bersemu merah. rasanya si pelayan jadi salah tingkah berada ditengah-tengah mereka, rasanya kaki sang pelayan ingin beranjak dan meninggalkan keduanya yang membuat ia iri melihat ke romantisan itu.


"Bungkus ini" ucap Ye-Jun pada pelayan. pelayan pun bisa bernafas lega, akhirnya ia bisa beranjak pergi sejenak walau akan kembali lagi.


Tak berapa lama, ia pun menghampiri mereka dengan membawa paperbag yang berisi cincin itu. Ye-Jun meraihnya, membuka kotak itu untuk melihat isinya yang sesuai keinginan mereka.

__ADS_1


"Ini," Ye-Jun memberikan blackcard unlimited miliknya, dan pelayan yang telah selesai mentransaksi pembayaran akhirnya mengembalikan kartu itu.


"Terimakasih" ucap Ye-Jun lalu disusuli oleh Zoya


"Terimakasih kembali Tuan, Nona" ucapnya menunduk hormat.


Zoya dan Ye-Jun keluar dari toko itu, Zoya terus memandang calon suaminya dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Ada apa lagi? belum puas melihat wajahku yang tertutup masker" goda Ye-Jun tersenyum penuh arti dari balik masker yang ia kenakan.


"Gak ah! cuma pengen nanya itu cincinnya berapa?" tanya Zoya


"Oh, gak mahal kok sayang" ujar Ye-Jun


"Kamu kira aku bodoh? jelas itu mahal. berapa sih harganya?"


"Kamu tidak perlu tau, nanti pingsan pula" ledeknya.


"Huh!!"


"Yeee ngambek, ayo kita belanja. Kamu mau apa sayang? beli baju, sepatu, tas, atau stok bahan masakanmu dirumah? kamu puas belanja hari ini" ucap Ye-Jun


"Tidak perlulah" tolak Zoya


"Hah? emang ada toko muslimah?" tanya Zoya heran


"Tentu saja ada, tapi cuma satu toko dan itu menjadi langganan wanita muslim di Seoul" ucap Ye-Jun


"Wah, keren. kalau aku jual produk Ummi di Seoul kira-kira laku gak ya?" tanya Zoya berpikir


"Inshaallah laku" ucap Ye-Jun tersenyum.


Hingga cukup jauh berjalan akhirnya mereka tiba di toko pakaian muslimah. melihat banyaknya deretan gamis yang tersusun rapi di mannequin, membuat jiwa nafsu wanita meronta-ronta. Zoya pun menarik cepat lengan Ye-Jun agar segera masuk dan memilih pakaian itu.


"Dasar, nolak-nolak tapi pengen juga. gak dipungkiri, semua wanita pasti punya nafsu shopping" gumam Ye-Jun tersenyum lucu. tak perlu heran lagi, gadisnya ini memiliki gengsi yang tinggi.


Didalam toko, mereka disambut salam oleh pelayannya. tentunya Zoya juga menjawab salam itu, lalu permisi untuk melihat-lihat koleksi mereka. pelayan hanya tersenyum sambil mengikuti langkah mereka.


"Hubby, semuanya bagus-bagus" ujar Zoya


"Kalau begitu kita ambil semuanya" ucap Ye-Jun


Plak!!

__ADS_1


"Aw, sayang. apalagi salahku?" rintih Ye-Jun mengelus lengannya yang dipukuli. ah gadisnya ini sudah punya hobi baru, yaitu memukuli lengan orang tanpa sebab.


"Kamu kalau ngomong dikira dong, masa beli semua. gak mungkinlah, yang ada mereka gak jualan lagi" gerutu Zoya.


Pppffft


"Sayang-sayang! polos banget sih. bukan seluruhnya juga, hanya deretan yang terpajang ini." ralat Ye-Jun.


"Ooh, gak perlu jugalah. cukup 2 atau 3 saja" ucap Zoya sambil mengambil gamis yang menurutnya bagus.


"Cantik" puji Ye-Jun


"Iya, cantik ya. aku mau yang ini aja" ucap Zoya lalu memberikan gamis itu pada pelayan yang mengekorinya.


"Hanya itu? katanya 2 atau 3 tapi kok malah 1" gerutu Ye-Jun


"Apa boleh?" tanya Zoya memastikan. sontak membuat Ye-Jun tertawa ngakak melihat polosnya wajah itu.


"Lebih pun boleh sayang. ayo pilihlah lagi, gak mesti harus 2 atau 3" ucap Ye-Jun yang sedang menahan tawa.


"Jangan ketawalah! malu! eonnienya juga tertawa!" bisik Zoya yang tersipu malu.


"Habisnya kamu lucu sekali"


"Ya ya ya, mending aku diam aja" ucap Zoya lalu ia kembali fokus memilih-milih yang bagus dan tampak anggun tentunya.


Setelah memilih 3 gamis, Zoya pun memberikannya pada pelayan hingga mereka mengekori pelayan yang berjalan menuju kasir untuk pembayaran. tak dipungkiri, ternyata Ye-Jun juga menaruh seonggok gamis diatas meja kasir membuat mata Zoya membelalak kaget. Ye-Jun hanya tersenyum tanpa dosa, mengangkat salah satu alisnya seolah ia adalah raja yang bisa beli apa saja untuk calon istrinya.


"Itu untuk siapa?" tanya Zoya


"Tentu saja untuk kamu" ucap Ye-Jun lalu memberikan blackcard pada pelayan.


Sembari dihitung dan dibungkus, Zoya dan Ye-Jun malah berdebat kecil. membuat pelayan kasir menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah mereka.


Pada akhirnya suara mbak kasir membuyarkan perdebatan mereka.


"Tuan, Nona, ini sudah selesai" ucapnya menyodorkan beberapa paperbag dan blackcard milik Ye-Jun.


"Ah iya, terimakasih" ucap Ye-Jun lalu memungut paperbag itu lalu membawa gadisnya untuk pergi.


"Hubby, baju itu sangat banyak." gerutu Zoya


"Aku hanya ambil 5 kok, itu gak banyak" ucap Ye-Jun. Zoya bisa apa lagi? sudah capek berdebat dan ia pun memilih diam.

__ADS_1


🌸🌸


__ADS_2