
πΈπΈ
Hari ini, Ye-Jun dan sang Istri akan mendatangi pernikahan Ibunya disebuah Gedung, tempat pernikahan berlangsung. Menikah dengan ayahnya Soo Yun. sebenarnya sang Ibu, Aena maupun Soo Yun tidak pernah mengundang mereka, hanya saja Ye-Jun yang sudah tau duluan berniat untuk menghadiri acara sakral itu. tentunya bersama Papa Hwan dan juga Aera.
"Belum cerai tapi menikah dengan orang lain, oke" bathin Ye-Jun.
"Hubby, kapan jalannya? Papa pasti sudah menunggu" Zoya membuyarkan lamunan suaminya yang tampak termenung dibelakang kemudi itu. Zoya tau apa yang dirasakan suaminya, keluarga mereka retak karna ada orang ketiga, yang katanya lebih tajir dari Papa Hwan. apalagi kedua mertuanya itu belum bercerai, dengan seenak jidat Mama Nam berniat poliandri.
Mobil pun melesat memecah jalanan komplek yang sepi, Ia mengendarai mobil dengan kecepatan yang tinggi namun tetap hati-hati. Ia berharap sesampainya mereka disana, pernikahan itu belum dimulai.
Hingga beberapa menit kemudian, Mobil telah tiba dikediaman sang Papa. Papa dan Aera sudah menanti di teras rumahnya. Langsung saja Papa dan anak bungsunya menerobos masuk ke dalam mobil itu.
"Papa, tidak apa-apa? jantungnya sudah tak masalah lagi kan?" tanya Ye-Jun yang tampak khawatir. dua hari lalu ia memberitahu keluarganya bila sang Mama akan menikah dengan orang lain, kabar itu membuat Papa shock dan hampir terkena serangan jantung walaupun masih bisa dikendalikan.
"Mungkin ini juga penyebab mamamu menduakan Papa, sudah tua dan penyakitan" keluhnya, sendu.
Ye-Jun menarik nafas dalam,
"Papa jangan ngomong gitu, setiap orang ada kelebihan dan kekurangannya" nasehat Ye-Jun
"Papa harus kuat, mungkin kebahagiaan Papa kalau bisa terlepas dari wanita jalang itu" timpal Aera, mengusap lengan ayahnya.
"Kami slalu ada untuk Papa, bahkan Papa orang yang paling kami sayangi lebih dari apapun" sambung Zoya
"Terimakasih, Nak. Papa tidak apa-apa. Papa hanya shock kemarin" ucapnya.
Beberapa menit kemudian, mobil telah berhenti didepan Gedung itu. ke empat orang ini segera turun dari mobil, memasuki gedung itu dan melangkahkan kaki menuju lift untuk tiba ke lokasi pernikahan yang berada dilantai 3.
Mama Nam terlihat sangat cantik sekali mengenakan gaun putih yang begitu anggun. make-up yang dipoles oleh MUA dibuat semuda mungkin seperti 20 tahun lebih muda dari umurnya kini.
Aena menatap kagum mamanya itu, begitu juga Soo Yun yang terpana melihat calon ibunya. hingga seseorang datang, mengatakan bila pemberkatan akan segera berlangsung. Mereka bertiga pun segera keluar dari ruang rias dan langsung berhadapan dengan seseorang yang akan mengantar calon menantu menuju altar, tempat mempelai pria berdiri.
__ADS_1
Para tamu sudah memenuhi tempat itu. namun sepasang mata itu tidak memperhatikan siapa saja tamu mereka hingga ia tidak mengetahui kehadiran keluarganya. Namun berbeda dengan Aena, ia tampak shock melihat kakaknya yang tengah duduk di kursi belakang bersama keluarganya.
"Yun, lihat!" Aena menunjuk ke arah keluarganya
"Mereka? bagaimana bisa? apa kamu mengundangnya?" tanya Soo Yun tak kalah shock
"Aku tidak pernah mengatakannya. bagaimana bisa" tutur Aena bingung.
"Semoga saja mereka tak mengacaukan ini semua" sambung Aena kembali, melihat keluarganya duduk dengan tenang.
Hingga tak terasa Mama sudah berdiri disamping mempelai pria, pendeta sudah berdiri dihadapan mereka dan mulai melaksanakan acara sakral itu.
"Tuan, apa kamu bersedia menerima Nyonya Nam? baik dalam suka, duka, keadaan sakit, keadaan susah?" tanya pendeta.
"Bersedia"
"Nyonya Nam, apa kamu--
"Stop!!! hentikan!"
Zoya, Papa dan Aera terkejut melihat aksi Ye-Jun, mata mereka membelakak menatap pria ini meleraikan pernikahan ibunya. disisi lain pun sama, Mama Nam tak kalah kaget dan tubuhnya pun hampir goyah namun masih bisa kembali menyeimbangkan. Soo Yun hanya bisa gigit jari, bagaimana bisa pria itu menghentikan pernikahan ayahnya.
"Jun," lirih sang Ibu
Ye-Jun berjalan di red carpet yang tepinya dihiasi bunga, menghentikan langkahnya tepat ditengah-tengah para tamu. menatap sebentar kedua calon mempelai itu.
"Hai kau! apa-apaan menghancurkan acara kami!" Ayah Soo Yun menghampiri Ye-Jun dengan dadanya yang bergemuruh. mengangkat kerah baju pria muda itu seakan ingin menonjok wajahnya. namun Ye-Jun masih bersikap tenang, dan raut wajahnya dingin menatap lekat pria seumuran Ibunya.
"Ini belum sebanding dengan apa yang kamu lakukan menghancurkan keluarga kami!" balas Ye-Jun dengan tatapan devil, tangannya mengepal seakan siap membunuh pria tua itu.
"Lepaskan!!" Ye-Jun mendorong tubuh itu.
__ADS_1
"Mama, kamu yakin akan menikahi pria bangsat ini haa?!!" pertanyaan dituju ke sang Ibu yang diam mematung di tempatnya.
"I-iya"
"Hah, kau wanita sangat bodoh, bodoh, dan bodoh! kau tidak tau wujud seperti apa kekasihmu ini!" Ye-Jun menyeringai, sungguh prihatin dengan kebodohan ibunya.
Mama Nam mendekat, "Maksud kamu apa?" tanya Mama menatap lekat anak sulungnya lalu beralih pada kekasihnya itu.
Prok Prok
Ye-Jun menepuk tangan dengan keras, seolah menginstruksi seseorang untuk memasuki ruangan itu. dan benar saja, empat orang yang diketahui anak buah Ye-Jun memasuki ruangan itu dengan membawa Proyektor, layar tancap dan satu buah laptop yang akan dihubungkan ke proyektor itu.
Dua pasangan mata melotot menatap benda itu, seketika rasa was-was mulai menghantui dan merasakan perasaan yang sangat tidak enak. dua pasang mata itu saling menatap, mereka tak bisa berkutik lagi kalau saja yang ditampilkan itu adalah sebuah rencana. apalagi dua anak buah Ye-Jun berdiri didekat mereka, seolah berjaga apabila mereka kabur.
Anak buah Ye-Jun telah berhasil memasang alat-alat itu, salah seorang tengah menguasai laptop yang akan ia tunjukkan tampilan menghibur dan tentunya sangat menghibur. saking terhiburnya, mereka semua akan kaget dan menatap tak percaya.
Hingga terlihatlah pemandangan di depan mata, seorang ayah dan putrinya tengah tersenyum seringai, meminum wine dan bercakap-cakapan.
Sebentar lagi papa akan menikah dengan wanita bodoh itu, kita bisa mengambil 25% harta kekayaan yang diberikan Tuan Hwan melalui istri bodohnya itu! hahahahaha
Ditambah lagi ada Aena, pasti dia juga mendapatkan harta itu. begitu bodohnya si Hwan begitu mudah membagikan harta-hartanya kepada anak dan istri. padahal dirinya saja belum mati. hahahahaha
Dasar bodoh! Hwan itu sekarat. jantungnya saja udah lemah. Mungkin karna aku sehatlah si wanita itu memilihku
Apalagi kita lebih tajir dari suaminya yaa, hahahaha.. ups, aku lupa kalau perusahaan papa sudah bangkrut. hanya tersisa beberapa uang yang kita punya.
Jangan sedih sayang, kita akan mendapatkan harta dari wanita bodoh itu dan juga anak perempuannya. satu lagi, kamu harus bisa merebut hati Ye-Jun
Ah, Pa, itu rasanya sangat susah. tapi aku akan berusaha.
Ayo tos lagi, Papa tidak sabar untuk menikahinya.
__ADS_1
πΈπΈ
Kasih aku hadiah juga yaa, kita akan melihat dua orang itu hancur ππ