
πΈπΈ
Dua tahun kemudian,
Bayi mungil yang lucu dan menggemaskan, kini telah berusia dua tahun, tepat hari ini. Bocah itu sangat girang sekali melihat kedatangan Tante dan Om-nya yang tengah membawa kue ulang tahun berkarakter Tayo. Awalnya Zoya yang pulang dari kuliah bersama para sahabatnya mengurungkan niat mereka untuk memberi surprise buat sang putra. sebab yang ia tahu dalam Islam tidak boleh merayakan ulang tahun karna sama saja kita mengikuti tradisi non muslim. Namun kedua wanita yang ia sayangi itu tetap kekeuh, hanya mengatakan bila mereka ingin menyenangkan bocah itu tanpa tiup lilin sekalipun.
Hanya memberi kue, bukan? tidak masalah, anggap saja agar ada cemilan yang mau dimakan nanti.
Dzaka begitu riang dipelukan Umma Zoya, kedua tangannya terulur seolah ingin mengambil kue tart karakter tayo itu. Dzaka sangat menyukai kartun tayo, bahkan ia ikut bernyanyi saat lagu terdengar menyanyikan lagu tayo. sangat mengemaskan bukan?
"Tayo, Ma" ucapnya, meminta diturunin oleh sang Ibu. Zoya menuruninya, membiarkan anak itu mengejar Tantenya yang memegang kue.
"Tayo!"
"Ini kue sayang, selamat ulang tahun ya" ucap Cristella, mengecup pipi gembul anak itu.
"Uwe?" tanyanya dengan tatapan yang polos tanpa dosa. Ayaana dan Christella mengangguk.
"Umma, uwe!!" teriak bocah itu menatap Ibunya dengan girang
"Dzaka mau? kita potong ya?" tanya Zoya. Dzaka mengangguk riang.
Mereka pun berjalan menuju ruang keluarga, menaruh kue itu diatas meja lalu di potong oleh Zoya. diliriknya Dzaka, anak itu tampak tergiur melihat kue yang didalamnya bolu cokelat telah dipotong oleh Umma.
"Yeeeee!! mau! aaaak!" mulut kecilnya menganga, menyambut sepotong kue memasuki mulut mungilnya
"Baca apa dulu?" tanya Zoya sebelum menyuapi bocah itu.
Dzaka tampak frustasi, mulutnya yang menganga seketika manyun.
"Bismiyah ilohman ilohim, aamiin" ucapnya, lalu kembali membuka mulut. langsung saja Zoya menyuapi bocah itu, terlihat dia sangat menikmatinya. dan giliran dua aunty cantik dan uncle tampan menyuapi bocah gembul itu, membuatnya sangat antusias untuk menerima suapan demi suapan.
"Ma'acih Aunty, Uncle"
"Sama-sama, Sayang. emuuach!"
__ADS_1
"Umma, Baba lama pulang?" tanyanya, teringat Ye-Jun yang lama sekali pulang sejak dzuhur tadi.
"Maghrib nanti, Sayang" jawab Zoya, bayi itu mengangguk paham seraya memanyunkan bibirnya. terlihat sangat gemas, Zoya memeluknya hangat untuk menenangkan bocah itu.
Satu jam kemudian, sahabat Zoya berpamitan pulang setelah bermain bersama bocah itu. Zoya memakluminya, pasti mereka kelelahan setelah beraktivitas seharian. Zoya dan Dzaka melambaikan tangan kepada mereka semua yang turut membalasnya hingga mobil milik Kim pun perlahan pergi dan menghilang dari pandangan Ibu dan anak itu.
"Ayo kita masuk" ucap Zoya kepada bocah yang ia gendong itu
"Nonton Tayo lagi ya, Ma" pintanya, Zoya mengangguk. mereka memasuki kamar yang terletak di lantai dua. setiap bocah itu menginjak kaki di lantai 2, pintu kamar harus di kunci, begitu juga dengan pintu balkon. Apabila Zoya akan kuliah, bocah itu ia titipkan pada Bibi dan menaruhnya di lantai dasar sembari menonton dan memainkan mainannya yang diberikan Tae dan Kim setahun yang lalu.
"Sebelum nonton, kita mandi dulu ya" ucap Zoya, Dzaka mendongak menatap ibunya.
"Main ail kan?" tanyanya girang, senyum indah terukir dibibir bocah itu
"Iya, tapi sebentar. nanti dedek masuk angin kalau kelamaan" peringat Zoya. Bocah itu mengangguk paham. Ia sama seperti Ibunya, penurut sekali.
Anak dan Ibu itu pun merendamkan diri didalam bath-up, menenggelamkan tubuhnya diatas busa-busa dan membiarkan Dzaka berdiri sembari memainkan busa itu. beginilah kalau anak di bawa ke bathup, bukannya mandi malah main air dan busa itu.
Setelah selesai membersihkan diri yang begitu lengket dan bau, Zoya segera mengenakan baju untuk putranya, mengolesi minyak telon terlebih dahulu, body lotion lalu pakaian rumahan untuknya. Setelah selesai, menyisir rambutnya dan menaruh bocah itu diatas ranjang sembari menonton televisi yang telah Ia nyalakan. menatap sebentar anak itu, tampak enteng duduk di ranjang sambil menonton kartun kesukaannya.
"Dzaka jangan kemana-mana ya Nak, Umma mau sholat dulu" ucap Zoya yang tengah mengenakan mukena ke tubuhnya.
"Hu'um" bocah itu mengangguk, matanya masih fokus menatap televisi. Zoya pun tersenyum menatap anaknya, sangat pengertian dan tidak rewel saat bersamanya. kasih mainan dan film tayo, bocah itu akan diam dan enteng walau bila tampak bosan ia akan menyusahkan semua orang di rumah itu.
Setelah selesai sholat Ashar, Zoya membaringkan tubuhnya disamping sang Putra, merengkuh pinggangnya lalu memeluk dan menghirup aroma baby yang sangat wangi.
**
Malam menjelang, langit-langit sudah mulai gelap dan burung beterbangan ke angkasa sembari mengejar kawannya. Zoya dan Dzaka tengah menanti Ye-Jun yang belum juga pulang. Dzaka begitu merindukan Babanya hingga memaksa Umma untuk menanti di teras.
"Kita masuk aja ya, bentar lagi Baba pulang" ucap Zoya
"Kata umma, baba pulang magrib" ucapnya sedu
"Mungkin jalanannya macet, Sayang" ucap Zoya, memberi pengertian padanya
__ADS_1
"Hmm,"
"Kita masuk ya, gak baik anak kecil diluar saat maghrib" ucap Zoya, bocah itu terpaksa mengangguk. Zoya segera melangkahkan kakinya memasuki rumah, sejurus itu langkahnya terhenti mendengar teriakan Dzaka yang begitu kegirangan.
"Baba!!!" teriaknya, menatap mobil yang baru saja memasuki pekarangan rumah. Zoya memutar tubuhnya ke belakang, dan benar saja suaminya telah kembali dari rutinitas syutting yang melelahkan. hingga mobil pun berhenti tepat didepan teras. Dzaka meronta untuk dilepaskan dari pelukan sang Ibu, Zoya menuruninya dan seketika berlari kencang berhamburan memeluk Babanya yang sudah merentangkan tangan.
"Baba!!" teriak bocah itu berlari
"Dzaka, uh! anak Baba yang paling tampan" Ye-Jun merengkuh tubuh mungil itu
"Baba lama pulang!" ucapnya cemberut
"Maaf, tadi baba beli ini dulu" Ye-Jun menunjukkan sebuah kotak mainan mobil-mobilan bermerek tayo, kesukaan putranya.
"Mobil tayo!" ucapnya girang.
"Hu'um. ayo kita masuk" Ye-Jun menggendong putranya, segera berdiri lalu sebelah tangannya merangkul pundak Zoya dan tak lupa mengecup kening wanita itu.
"Aku merindukanmu" bisik Ye-Jun pada sang istri, membuat pipi Zoya seketika memerah mendengarnya.
Langkah mereka menaiki tangga secara bersamaan, masih dalam posisi merangkul pundak mungik istrinya. sedangkan Dzaka begitu fokus memerhatikan kotak mainan yang ia pegang itu.
"Suka ya kamu" ucap Ye-Jun pada putranya
"Ho'oh. ma'acih baba"
"Sama-sama, Sayang. cup" Ye-Jun mengecup pucuk kepalanya.
Tibalah di kamar, Ye-Jun menaruh anak itu diatas ranjang. lalu menarik lengan Zoya menuju ruang ganti membuat Zoya sangat heran.
"Mau ngapa?" tanya Zoya
"Ikut saja" ucap Ye-Jun, dan tibalah mereka di dalam ruang ganti, Ye-Jun langsung merengkuh pinggang sang istri dan mengecup bibirnya dengan buas.
"Emh, By"
__ADS_1
πΈπΈ