Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
173. Tatapan sengit


__ADS_3

🌸🌸


Setelah kepergian Bibi, Ye-Jun yang penasaran langsung membuka kotak kado itu, disusul oleh Zoya yang masih menyusui bayinya.


"Apa itu By?" tanya Zoya


"Katanya kado dari sahabatmu" jawab Ye-Jun yang tengah membuka pita yang diikat di penutup kotak itu.


"Ohya? wah, apa ya isinya? kenapa tidak memberikan langsung padaku" gerutu Zoya


"Entahlah, mungkin menaruhnya di ruang tamu. terus Bibi memindahkan ke tempat lain sampai dia lupa" oceh Ye-Jun, Zoya mengangguk paham.


Ye-Jun pun membuka tutup box itu, sontak matanya berbinar melihat pakaian bayi laki-laki dan juga beberapa mainan anak-anak. Ye-Jun mengeluarkannya satu persatu, membuat Zoya kegirangan melihat banyaknya mainan dan pakaian bayi. sejurus itu, kebetulan bayinya sudah melepaskan put*ng pada mulutnya, Zoya langsung memasuki Dzaka ke dalam ranjang bayi.


"Masha Allah, By. Ini pakaian baby keren sekali. harus tunggu agak besar baru bisa mengenakannya" oceh Zoya


"Anakku cool banget kalau pakai ini, kayak babanya dong" ucap Ye-Jun dengan bangga, menyebut dirinya baba sebagai sebutan untuk anaknya memanggil dirinya.


"Satu box lagi, By. belum kamu buka" titah Zoya, Ye-Jun pun kembali membuka kotak itu. sejurus itu, pintu kembali di ketuk. Zoya membukanya, terlihat Bibi yang membawa kopi.


"Terimakasih, bi" Zoya meraih segelas kopi hangat milik suaminya, menaruh diatas nakas.


"By, itu kopinya"


"Iya sayang"


Hingga kotak kedua pun telah dibuka, Zoya yang euforia sekali akan pemberian temannya, langsung menatap isi kotak itu dan mengambilnya.


"Baju cewek? hahahahaha, ini pasti pilihan Ay dan Cris" tebak Zoya, membuka satu persatu baju bayi perempuan itu, membuatnya terharu.


"Ah by, aku jadi pengen punya baby cewek" keluh Zoya, memeluk pakaian yang lucu itu.


"Kita akan buat nanti, jangan sedih pula"


"Iya, nanti kalau Dzaka sudah dua tahun" ucap Zoya, beralih pada mainan anak perempuan berupa barbie, alat masak, kotak musik dan audio al-quran.


"Masha Allah, ada audio ini juga, By! bagus banget untuk Dzaka nih" Zoya kegirangan melihat benda yang sangat berharga dan bermakna itu.


"Emangnya itu apa?" tanya Ye-Jun yang sedang menyesap kopi miliknya.


"Ini, audio bacaan surah di Al-qur'an untuk anak. ini recommended banget untuk anak kita, manfaatnya banyak sekali. menstimulasi otak untuk menyerap ayat-ayat Allah. gak nyangka ini ada juga di Korea" jelas Zoya, benda ini yang menjadi daya tarik wanita itu.

__ADS_1


"Tentu saja ada, disini juga banyak penduduk muslim. rata-rata mualaf dan imigran seperti kamu" ujar Ye-Jun


"Iya juga. aku harus berterimakasih pada mereka"


"By, barang-barang anak cewek kita simpan saja di gudang ya, kecuali pakaiannya simpan ke lemariku aja"


"Iya sayang, terserah kamu saja. sekarang kemarilah" titah Ye-Jun, menepuk kasur yang ia duduki.


"Ada apa emang?" tanya Zoya menurutinya


"Masa nifasmu berapa lama?" tanya Ye-Jun, seketika Zoya mengerutkan dahinya. perasaan Ummi sudah mengingatkan lelaki ini.


"40 hari"


"Selama itu?" Ye-Jun kaget, ia hanya diberitahu oleh Umi bila anaknya belum boleh digauli.


"Iya, Sayang" jawab Zoya


"Hhh ..." Ye-Jun menghela nafas panjang


"Udah ah, tubuhku lelah sekali. Hubby tolong beresin itu ya" titah Zoya, merangkak ke sisi ranjangnya lalu merebahkan tubuhnya yang lelah seharian ini.


**


Namun perasaan gelisah dan cemas itu seketika sirna bak terbang dibawa angin, dosen Tae-Young belum memasuki kelas, sedangkan keadaan kelas tampak riuh melihat mereka semua mengobrol, mengumpat kesal saat bermain game online di ponsel, dan ada pula yang memainkan gitar sambil bernyanyi. sungguh enak sekali hidup mereka semua berkat Cristella dan Ayaana yang mampu memikat hati dosen tampan.


Kedua wanita itu pun memasuki kelas, beberapa tatapan mengarah pada mereka, entah apa yang salah pada dua gadis itu.


"Suit! suit!"


Seseorang dari salah satu mereka bersiul kepada Ayaana dan Cristella, diiringin dengan senyuman misterius oleh yang lainnya.


"Kalian kenapa sih?" gerutu Cristella


"Enak ya jalan sama pak Tae-Young. ah berkat kalian kita bisa bersenang-senang" ujar pria yang bersiul tadi sambil memegang gitar miliknya.


"Iya Cris, kok cepat amat sih kalian balik?" tanya anak lainnya


"Memangnya kenapa?" tanya Ayaana


"Pastilah bentar lagi pak tampan itu akan datang" gerutu dari mereka.

__ADS_1


Ehem! ehem!!


Seseorang berdehem dari ambang pintu, sontak semua anak langsung kembali ke kursi masing-masing. Cristella dan Ayaana terperangah, membelalak kaget melihat mereka yang sudah kembali. kedua gadis itu pun ikut kembali ke tempat duduknya.


Kim Joong yang bersama Tae-Young, memasuki kelas dan kembali pada bangkunya sambil menatap dua wanita itu dengan tatapan sengit.


"Mampus kita!" bisik Ayaana dengan pelan.


Tae-Young menaruh tas kerjanya diatas meja, berdiri menyandar pada sisi meja, kedua tangan bersedekap diatas dada dan kedua kaki menyilang. mata menatap mereka satu persatu, hingga tertuju ke arah kekasihnya dengan tatapan membunuh.


"Waktu kita satu jam lagi bukan?" tanya Tae-Young, mereka mengangguk.


"Kalian tau hari ini kita ulangan? seharusnya sepeninggalan saya kalian sudah belajar mengulang materi. dan sekarang saatnya berjuanglah untuk mendapat nilai yang baik. kalian tau? besok hari terakhir saya akan mengajar"


Sontak anak-anak kembali riuh, mereka baru teringat bila hari ini ada ulangan. dan betapa kagetnya juga bila dosen tampan ini akan mengajar untuk terakhir kalinya. selama setahun ia menjadi dosen magang, dan statusnya telah berakhir.


Begitu juga dengan Cristella, ia tampak shock mendengar kekasihnya yang akan pergi dari sini. dirinya hanya tau bila Tae akan selesai magang sebentar lagi dan tak memberitahu kapan itu berakhir.


Dengan terpaksa, mereka pun mengikuti ulangan, berusaha keras untuk mendapatkan nilai terbaik dari yang lainnya.


**


Satu jam berlalu, kelas telah berakhir dan ulangan selesai. Tae-Young segera permisi setelah memungut hasil ulangan mereka.


"Saya permisi, selamat menjelang sore" ucapnya sopan, lalu segera keluar dari ruangan.


Begitu juga dengan yang lainnya, berbondong-bondong untuk cabut dan meninggalkan ruangan itu.


"Hei!" seseorang menarik tangan Cristella ke sisi mobil lain. Sontak Cristella melotot dan kaget melihat siapa orang itu.


"Bapak? eh, sayang?"


"Ayo pulang bersamaku!" ajak Tae-Young menyeret Cristella ke mobil miliknya. Ayaana dan Kim hanya menatap, Ayaana mulai merasakan sesuatu yang tidak enak hingga ia pun mencoba untuk lari dari Kim Joong. Namun sejurus itu, dengan sigap Kim menahan lengan mungil itu.


"Mau kemana! masuk mobil!" titahnya


"Eh?"


"Kamu yang bawa" titahnya lagi,.melemparkan kunci pada kekasihnya.


Mampus aku

__ADS_1


🌸🌸


__ADS_2