
πΈπΈ
Cristella menatap pria disampingnya dengan penuh tanda tanya, Dosen muda anak magang yang berusia 23 tahun ini sungguh membuatnya terheran-heran. kemanakah ia akan membawa dirinya? Cristella sangat ingin tau, ia juga senang berada di dekat pria itu.
"Kita mau kemana, Pak?"
"Jangan panggil Bapak, Oppa saja" ucapnya
"Baiklah, Oppa."
"Padahal kita udah lama kenal, tapi masih juga panggil Bapak" Tae-Young terkekeh.
Cristella nyengir, "Jadi kita mau kemana?" tanya gadis itu.
"Hanya ingin mengajakmu makan" ucapnya tersenyum, menoleh sekilas pada gadis itu.
"Oh, makan. tapi katanya ada yang mau dibicarakan?"
"Ya, memang ada"
Cristella pun hanya memilih diam, kini ia sudah tau kemana pria itu membawanya.
Restaurant Italia nan elite, tempat makan kalangan atas dengan konsep interior yang modern klasik. Restaurant besar tentunya, membuat Cristella terperangah melihat tempat itu.
"Jangan kaget, saya juga bisa mentraktirkan kamu dengan harga yang fantastis disini" ucapnya terkekeh
"Saya tidak meremehkan kok, Oppa" gerutu Cristella.
"Yasudah ayo kita turun" ajaknya, Cristella mengangguk, membuka pintu mobil lalu menuruni mobil itu.
Kini mereka berdua sudah menduduki bangku yang paling sudut. Cristella heran, mengapa pria ini diam saja tanpa menyuruhnya memilih makanan. Namun Cristella memilih bungkam, membiarkan pikirannya yang berbicara.
Setelah beberapa saat, dua orang pelayan menghampiri mereka dengan membawa nampan yang berisi makanan. Cristella terkejut, ia terperangah, padahal mereka belum ada memesan makanan itu. dari tadi hanya diam tanpa bicara.
"Silakan, Tuan, Nona"
"Terimakasih"
Cristella melihat ada beberapa sajian makanan yang berbeda. Lasagna, ribollita, ossobuco dan tiramisu yang dicampur dengan gelato, sangat menggiurkan. Cristella hanya bisa menelan salivanya dengan kasar melihat makanan seenak ini.
"Ayo makan," ajak Tae-Young. Cristella mengangguk. dengan rasa canggung untuk pertama kalinya mereka makan di restaurant mahal ini, biasanya hanya menghabiskan waktu berjalan-jalan, menikmati jajanan kuliner ditepi jalan yang tak kalah menggiurkan, namun tetap santai dan tidak secanggung ini.
"Mengapa perasaanku gugup sekali? biasanya tidak secanggung ini" bathin Cristella, merasakan debaran jantung terus berdegup kencang.
"Rileks, Cris. kita bukan baru kenal. biasanya juga kita bersikap santai'kan" ucapnya, bisa membaca apa yang ada dibathin gadis itu. apa lagi melihat wanita ini sangat tegang.
"Iya, Oppa. sungguh ini makanannya lezat sekali" ucapnya refleks. Tae-Young tersenyum, sebenarnya didalam hati ia juga sangat gugup. namun masih bisa menepisnya.
"Kamu baru pertama kali makan yang kayak gini? ku rasa tidak. kamu aja dari keluarga berada"
__ADS_1
"Ini untuk kesekian kali. maklumlah, biasanya kita makan dipinggir jalan. shock aja bapak bawa kesini" ucapnya terkekeh, menyuapi sesendok lasagna ke mulutnya.
Setelah cukup lama mengobrol, keduanya pun menikmati sajian yang ada diatas meja itu. hingga tidak terasa makanan berat itu telah habis tanpa sisa. Cristella menatap tiramisu bercampur dengan gelato itu sangat tidak sabar. dan kinilah saatnya,
"Makanlah, itu lezat sekali" ucap Tae, Cris mengangguk.
Menikmati sesuap gelato yang begitu lembut, membuatnya terhanyut akan makanan itu. sungguh menggoda dan menggiurkan. hingga suapan ketiga, Cristella merasakan sesuatu yang keras didalam mulutnya. Tae-Young sudah panas dingin, jantungnya semakin berdegup kencang melihat ekspresi Cristella saat ingin mengambil sesuatu di mulutnya.
"Apa ini?" gumamnya. Tae-Young mengulum senyum, gadis itu sudah berhasil melihat sebuah lingkaran yang mengkilau.
"Cincin?" Cristella heran, menatap Tae-Young.
Tae-Young meraih tangan Cristella, memegangnya erat dan mengelus punggung tangan itu.
"Cris, jujur, saya bukan orang yang romantis sampai keadaannya secanggung ini. tapi setelah kita melewati masa pendekatan selama beberapa minggu ini, aku merasa telah jatuh cinta padamu. Apakah kamu memiliki rasa yang sama denganku?"
Deg!
Hati Cristella mencelos, sungguh hatinya begitu lega. dirinya pun terhenyak mendengar pernyataan itu. tubuhnya membeku menatap pria didepannya, mulutnya ingin menjawab tapi sangat susah untuk diungkapkan.
"Cris?"
"I-iya, a-aku juga merasakan yang sama" jawabnya dengan susah payah, tenggorokannya tercekat.
"Rasa yang sama? apa itu? bisa diperjelas?"
"Kamu tidak becanda'kan?"
Cristella menggeleng cepat
"Oh god, thanks! jadi apakah kamu mau menjadi kekasihku?"
Cristella mengangguk, ia tersenyum lebar
"Oh Cristella,--"
**
Di sisi lain, Ayaana dan Kim Joong tengah berada disebuah tempat yang ingin ditunjukkan oleh Kim kepada Ayaana. berada disebuah taman bermain yang sering mereka kunjungi saat masa kecil.
Ayaana merasa gembira sekali, ia sempat melupakan tempat itu yang telah banyak perubahan dari masa ke masa. dan disinilah mereka, mengenang masa kecil dengan penuh canda tawa, bahkan berantem merebutkan sesuatu yang harus didapatkan.
Ayaana terkekeh, ia teringat saat kejadian dulu saat mereka kecil.
"Beb, kamu ingat gak, dulu kita sering berantem disana hanya karna berebutan gulali" Ayaana terkekeh, mereka kembali nostalgia.
"Tentu saja aku ingat, kamu yang rakus, punyamu habis duluan tapi malah minta milikku" sahut Kim Joong terkekeh, kini pandangan mereka menatap anak-anak yang tengah bermain perosotan.
"Ah, Kim, aku hampir melupakan tempat ini"
__ADS_1
"Kenangan masa kecil kita banyak sekali disini. pulang sekolah kita selalu merengek pada Mama untuk bermain kesini" ucap Kim Joong
"Benar sekali, kamu sampai guling-guling dijalanan hanya karna tempat ini" ledek Ayaana, tawanya semakin lebar, membuat Kim Joong gemas dan malu mengingat kelakuan kekanakannya.
"Jangan seperti itu. kelakuan burukmu lebih banyak dariku"
"Ah, masa? mana ada"
"Ada. kamu selalu mengganggu anak orang lain, sampai mereka menangis karna ulahmu"
"Is! jangan dibocorkan kenapa!"
"Kamu yang mulai kan"
"Hehehehehe,"
"Ayo kita pergi, aku ingin menunjukkan sesuatu" Kim Joong beranjak berdiri, menarik tangan kekasihnya.
"Kemana?"
"Udah, ayo"
Mereka pun berjalan menuju tempat yang dituju. langkah Kim terhenti sebentar tepat disebuah pohon. Ayaana menatap heran, untuk apa dia mengajaknya kesini? hingga ia terpaku melihat Kim berjongkok, tangannya meraih kayu lalu menggali tanah.
"Kamu mau apa?" tanya Ayaana heran.
Kim mendongak, "Kita lihat nanti" ujarnya, kembali menggali tanah. Ayaana hanya memperhatikan dengan pikirannya yang masih bingung. hingga Kim mengambil sebuah kotak yang beralaskan kain, membuka kain pembalut itu lalu membuangnya.
"Kotak?" Ayaana heran. Kim pun membukanya.
Tampaklah dua buah kalung berwarna silver, terbuat dari titanium. kalung berbentuk hati yang menyatu, bertuliskan I love you Ayn dan I love you KJ.
Ayaana menatap tak percaya, mulutnya menganga dan sepasang mata melotot. Ia terperangah menatap dua kalung couple berbentuk hati itu.
"Kim,"
"Berbaliklah," perintahnya, Ayaana menurut. Kim Joong langsung memasangkan kalung itu ke leher kekasihnya, Ayaana mengelus setengah hati itu, ia begitu tersanjung dengan apa yang dilakukan mantan sahabatnya.
"Sangat bagus"
"Aku menyimpannya saat kita masih duduk dikelas 2 SMA" ujar Kim
"Artinya kamu menyukaiku saat kita masih kelas dua?" Ayaana semakin dibuat terperangah, sungguh ia tidak tau dan tak bisa melihat perasaan Kim padanya untuk jangka waktu selama itu. Kim mengangguk, mengulum senyum tulusnya.
"Oh, Kim," gadis itu pun berhamburan memeluk kekasihnya, sungguh ia terharu.
πΈπΈ
__ADS_1