Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
43. Berdua dibawah guyuran hujan


__ADS_3

🌸🌸


Zoya menikmati sarapan paginya pada pagi yang mendung itu. Nasi goreng dengan cita rasa yang sederhana hanya berbahan bawang dan kecap. tapi tidak masalah, sebab Zoya tidak memilih-milih makanan.


Dalam waktu sekejap, akhirnya nasi dipiring itu telah tidak tersisa lagi sedikit pun. Zoya pun segera ke dapur dengan membawa alat makan juga handuknya. Sepertinya sekarang ini Zoya harus pergi ke supermarket untuk membeli bahan masakan yang telah habis.


Kini Zoya telah selesai membersihkan diri dalam hitungan menit. tidak perlu berlama-lama, Zoya mau mengejar waktu sebelum hujan pun turun. Zoya bergegas mengenakan pakaiannya. Kali ini ia memakai pakaian yang simple, rok dan baju kaos agar tidak ribet.


Zoya menatap langit-langit, wajahnya sedu melihat langit itu semakin gelap. Namun itu tantangan baginya, diam dirumah dengan perut kosong atau siap bertempur dengan hujan namun perut akan terisi, Zoya pun memilih siap bertempur dengan guyuran air itu. Zoya pun segera melangkah pergi meninggalkan rumah dengan tangan yang membawa payung juga tas mini berisi uang belanja dan kertas yang telah ia catat apa saja keperluan dan kebutuhannya.


"Bismillah, semoga tiba disana belum hujan" gumam Zoya seraya berjalan dengan cepat.


Beberapa meter ia berjalan dengan langkahnya yang cepat, Zoya pun sudah merasakan rintikan hujan sudah jatuh mengenai jilbabnya. Zoya pun melihat bekas air dijilbabnya itu hingga seketika ia tau bila hujan sudah mulai turun. Dari kejauhan Zoya dapat melihat supermarket pada pandangannya, sudut bibirnya mengembang seolah ia merasa senang sudah berada dekat dengan tempat belanja tersebut. langkahnya berjalan semakin cepat, berpacu pada air yang sangat cepat berjatuhan dari langit. hingga akhirnya Zoya pun bisa bernafas lega, ia telah tiba di Supermarket itu dengan selamat. Zoya merasa kelelahan, ia memilih beristirahat dulu menduduki dirinya disebuah bangku. Nafasnya terdengar jelas sedang ngos-ngosan, berjalan dengan cepat membuatnya cukup lelah hingga udara memenuhi paru-parunya. apalagi ia berpacu dengan hujan yang akan turun, mengharuskannya untuk tiba disana lebih dulu.


"Alhamdulillah telah tiba juga disini. aduh capeknya" gumam Zoya mengibaskan jilbab kedadanya saking ia berkeringat karna kepanasan.


Setelah cukup untuk beristirahat, Zoya pun memasuki Supermarket dan mulai memilih apa saja yang akan ia beli. Telur, sayur, daging, ayam fillet, ikan segar dan juga bumbu-bumbu beserta cabai. tak lupa juga beberapa cemilan yang akan menemaninya untuk bersantai ria, susu juga teh hijau khas Korea.


Selesai memilih apa saja yang ia beli sesuai dengan catatan yang ia pegang, Zoya pun melangkahkan kaki menuju ke kasir untuk membayar semua barang belanjaannya. dengan ramahnya, eonnie itu tersenyum kepada Zoya dan Zoya pun tak sungkan untuk membalasnya dengan senyuman pula.

__ADS_1


"Terimakasih, Eonnie" ucap Zoya tersenyum sembari mengambil kresek yang beisi penuh oleh barang belanjaannya.


Zoya pun berdesah kesal, langit sudah menurunkan rintik-rintik air dengan begitu derasnya. Zoya pun memilih menunggu taksi, berharap taksi akan datang menghampirinya yang sedang menanti. Namun beberapa menit ia menunggu, taksi pun juga tak kunjung muncul ke permukaan. Zoya pun bingung, menunggu lama dan tidak ada hasil membuatnya jengah hingga Zoya yang tidak bisa berlama-lama lagi segera mengkibarkan payung miliknya yang ia bawa dan ia pun siap melawan arus hujan dengan anginnya yang seakan siap menerbangkan payung itu.


Sudah cukup jauh ia berjalan melawan arus hujan dengan barang belanjaan yang cukup berat. Namun tidak masalah, Zoya cukup kuat untuk mengangkatnya. taksi pun juga tak ada lewat, ada apakah gerangan dengan para supir taksi? apa mereka mogok bekerja karna sudah banyak memiliki uang? Ah memikirkannya saja sudah membuat Zoya cukup pusing.


"Ah, gini amat hidupku jauh dari orangtua, Ya Allah, malah gak ada taksi lagi" gumamnya berkeluh kesah.


Tiba-tiba Zoya terpaku melihat sebuah mobil sport berhenti tepat disampingnya, ekor matanya melirik sekilas terlihat seorang pemuda yang tak asing datang menghampirinya dengan jaket yang ia angkat melindungi dirinya dari hujan tersebut. Zoya melotot, ia kembali berjalan cepat tak mempedulikan seseorang itu.


"Asyifa! tunggu!" teriaknya kencang sebab hujan turun begitu deras dapat menenggelamkan suaranya. Zoya terus saja berjalan cepat, berkomat kamit kenapa sampai pria itu selalu ada didekatnya.


"Hai, tunggu!" akhirnya pria yang bernama Ye-Jun itu berhasil meraih lengan milik Zoya. sontak Zoya langsung melepaskan pegangan itu.


"Karna aku melihatmu berjalan ditengah hujan begini. ayo pulang bersamaku" ajak Ye-Jun sedikit berteriak.


"Tidak perlu. sudah dekat kok" Zoya menolaknya, tidak ingin satu mobil dengan pria asing tersebut. Zoya kembali berjalan cepat, tidak menggubris pria itu lagi.


Namun Ye-Jun tak patah semangat, ia merasa kasihan pada Zoya yang berada ditengah guyuran hujan ini. Ye-Jun pun rela berbasah-basahan, ia berjalan cepat mengejar Zoya dan sekali lagi ia bisa menghentikan wanita keras kepala itu.

__ADS_1


"Asyifa, yang ada kamu sakit bila terus berjalan. Ayolah masuk, aku akan mengantarmu" ucap Ye-Jun langsung mengambil alih kresek yang teramat berat itu. Zoya melotot, ia terperangah dengan perlakuan Ye-Jun yang seenak jidat memaksanya. Hingga Zoya yang terperangah itu pun tidak sengaja payungnya terlepas dibawa oleh angin yang kencang. Zoya pun tersentak kaget, melihat ke udara bahwa alat pelindungnya sudah terbang dibawa angin. Zoya berdecak, ini karena Ye-Jun yang memaksanya.


"Tuan! kau lihatkan payungku sudah terbang akibat ulahmu!" teriak Zoya mengomel-omel. badannya jadi basah kuyup sebab payungnya sudah tiada lagi.


Ppfffffft!!


"Hahahahaha, itu artinya angin sependapat denganku. kamu harus pulang bersamaku, ayo" Ye-Jun terkekeh melihat raut wajah wanita itu yang teramat menggemaskan.


"Tidak! kembalikan barangku!" Zoya tetap kekeuh untuk menolak.


"Jangan berdrama lagi! lihat tubuhmu, tubuhku, kita sudah basah kuyup. kamu mau sakit hm?" Ye-Jun pun menarik paksa lengan gadis itu.


"Lepas! siapa suruh kamu menghampiriku! kalau kau tak menghentikanku aku tidak akan sakit" teriak Zoya sembari mengusap wajahnya yang basah itu. Ye-Jun menghembuskan nafas kasar, dalam hatinya wanita ini begitu keras dan tetap kekeuh pada pendiriannya. dengan terpaksa, Ye-Jun pun langsung menggendong tubuh itu tanpa sepatah kata pun.


Zoya kaget, ia tersentak hingga matanya melotot menatap pria asing yang sok dekat sok akrab ini. Zoya pun memberontak untuk dilepaskan.


"Lepas!! Tuan! kamu tidak berhak menyentuhku!" teriak Zoya memukul dada bidang pria tersebut.


"Aku tidak akan menggendongmu kalau kau mau menurutiku" ujar dinginnya menatap Zoya. hingga akhirnya Zoya pun telah berhasil menduduki bangku depan disamping kemudi. Ye-Jun pun langsung menutup pintu Zoya dan berlari cepat menghampiri pintu kemudi.

__ADS_1


"Ah, Ya Allah, lelaki menyebalkan"


🌸🌸


__ADS_2