
๐ธ๐ธ
Siang itu, dua pasang kekasih yang memiliki suasana hati berbeda dan bertolak belakang, melahap makanan siang mereka dengan nikmat. Seakan di hipnotis oleh rasa, membuat mulut setiap pemiliknya membungkam dan masih sibuk menyecap rasa yang nikmat, lezat, seolah makanan khas Indonesia itu sungguh-sungguh super sekali soal cita rasa. Tak ayal, banyak pengunjung yang datang pada siang itu.
"Yakin bisa habiskan itu semua?" tanya Ayaana, bergidik ngeri melihat kekasihnya langsung melahap semua makanan itu.
"Tentu saja. ini masih dibilang sedikit" tukas Kim Joong, mencolek ayam betutu ke nasi lalu melahapnya.
Ayaana yang melihat hanya bisa menelan saliva, dilihatnya Cristella, anak itu mencuri segumpal daging ayam betutu milik kekasihnya lalu mencolekkannya ke nasi. tampaknya sangat lezat. lagian reaksi Tae-Young biasa saja saat miliknya diambil. hingga Ayaana pun ikut menyusul, mengambil milik kekasihnya. hingga 3 lauk itu dilahap bersamaan dengan nasi. Ah mantap!
Christella tampak mengirim pesan ke seseorang, diliriknya Tae-Young tengah menikmati seblak yang rasa pedasnya hot sekali.
๐ฌTemani aku ke toilet
Ting!
Salah satu pesan, masuk kedalam ponsel Ayaana. Ia pun membacanya, lalu membalas.
๐ฌAyolah
Dan kedua gadis itu pun permisi untuk segera ke toilet bersamaan.
"Kami ke toilet dulu, sesak banget" keluh Christella, mengejang seakan kotoran ini harus dibuang.
"Pergilah" usir mereka yang masih sibuk dengan makanannya.
Ayaana dan Christella pun meninggalkan para pria itu, berjalan menuju toilet. Namun tak diduga, Christella berjalan ke sisi lain sembari menarik lengan Ayaana, membuat gadis itu heran.
"Mau kemana sih?" tanya Ayaana bingung
"Ke pelayan itu"
"Mau ngapain?"
"Udah, ikut aja!"
Ayaana menurut, Cristella langsung menepuk pundak pelayan itu dari belakang, membuatnya seketika menoleh dengan senyum manisnya.
"Ada yang bisa dibantu, Nona?"
..............
**
"Kamu pintar banget, Chris! aku gak nyangka. ku kirain benaran" puji Ayaana, menjatuhkan bokongnya disebuah bangku
"Kita harus gitu biar tidak digituin terus" sahut Christella dengan senyum bahagianya.
__ADS_1
Disisi lain, Dua pria tampan itu mulai menyadari wanitanya sudah pergi dan tak kembali. katanya ke toilet? kenapa lama sekali hingga sudah hampir beberapa menit menunggu namun mereka tak kunjung tiba.
"Permisi, Tuan" seseorang menyapa
"Ya?"
"Ini tagihannya, tadi dua wanita yang bersama Tuan menagih jumlah harga semuanya" ucap pelayan itu dengan sopan.
Kim Joong dan Tae Young menghela nafas panjang, sungguh sial sekali mereka telah dikerjai oleh dua wanita itu. terpaksa Tae mengambil tagihannya, melihat jumlah harga yang sangat fantastis.
"Kenapa bisa ada ice cream dessert?" tanya Tae heran
"Dua wanita itu memesannya sebelum pergi"
"Oh astaga! baiklah" Tae-Young dan Kim Joong pun beranjak berdiri, meninggalkan pelayan yang masih berdiri dengan senyuman hangatnya mengantarkan kepergian dua pria itu ke kasir.
Setelah melakukan pembayaran, Kim dan Tae bergegas mempercepat langkah kakinya mencari dua wanita itu. menoleh kesana kemari, mengedarkan pandangan dengan mata elang tajamnya, namun tak jua terlihat batang hidung mereka. lalu mereka mendatangi parkiran, sesuai perkiraan, mobil Kim Joong sudah tak berada di tempatnya lagi.
"Sial!!"
"Licik sekali mereka itu meninggalkan kita yang tanpa kendaraan" gerutu Kim Joong
"Awas saja nanti Christella, akan dapat hukumannya" ucap Tae-Young
"Hukuman apa? nonjokkah? tamparkah? atau berdiri didepan kelas? jangan bawa Ayaana ya!" tanya Kim penasaran
"Ck! tentu saja bukan, hukuman yang berbeda dari yang lain hanya untuk kekasihku"
"Ayolah ke halte, sepertinya memang harus naik busway" keluh Tae-Young. Kim Joong menurut.
Ayaana dan Christella tengah menikmati sekotak ice cream dessert disebuah taman yang tak jauh dari Restoran itu. memilih memanjakan diri sendiri disana sembari menatap taman-taman yang indah dan memanjakan lidah dengan lumernya ice yang menyejukkan.
"Gimana ya reaksi mereka saat tau kita tinggali?" Ayaana terkekeh, memasukkan sesendok ice ke mulutnya
"Tentu saja mereka akan terkejut dan marah" jawab Christella ikut terkekeh, kini suasana hati wanita itu telah berubah secerah mentari.
"Hmmm, kita meninggalkan mereka setengah jam, apakah sekarang mereka telah kembali ke kampus?" Ayaana menimang-nimang pemikirannya.
"Astaga! kamu benar! sudah sangat lama kita disini. pasti mereka sudah kembali" keluh Christella, tanpa berpikir panjang mereka pun segera berlari menuju mobilnya berada.
Setelah dirasa aman, Christella yang menyetir langsung menekan pedal gas mobil dan melajukannya dengan cepat. kebetulan jalanan sedikit sepi.
Tae-Young dan Kim Joong harus bersabar menahan sesaknya didalam sini. busway yang telah penuh dan mengharuskan dua pria tampan itu untuk berdiri, memegang sebuah pegangan yang terletak diatas kepala mereka agar tidak terjatuh.
Cukup lama berdiri membuat kaki mereka sungguh lelah, belum lagi kaki harus menahan tubuh saat busway yang mereka naiki harus berhenti mendadak.
"Tinggal kita saja yang berdiri, akankah salah satu dari mereka segera turun?" keluh Kim Joong, Ia tidak terbiasa menaiki angkutan umum ini.
__ADS_1
"Semoga saja"
Hingga beberapa menit kemudian, Busway kembali berhenti, empat orang sekaligus yang turun dan kini saatnya merekalah yang menduduki bangku kosong itu. Hingga saat menjatuhkan bokongnya di kursi penumpang, tanpa sengaja Kim Joong melihat mobil miliknya baru saja lewat.
"Mereka-"
"Ada apa?" tanya Tae-Young heran, juga menatap ke luar jendela
"Barusan mereka lewat" tutur Kim berdesah kesal
"Oh Tuhan,"
**
Di tempat yang berbeda, kediaman Ibu muda dan Pak muda yang baru saja memiliki bayi, tampak kedua insan itu tengah menatap bayi mungilnya yang tengah disusui. Bayi itu sangat rewel, terus saja menginginkan ASI sang Ibu yang membuatnya candu. sama seperti Ye-Jun, jiwanya meronta-ronta menatap sang boy merebut miliknya dengan rakus. Zoya memerhatikan raut wajah suaminya, tercenung, menatap lekat sebuah gunungnya yang terus saja dihisap oleh sang pangeran hati.
"Ehem!!" Zoya berdehem, membuyarkan fantasi suaminya hingga Ye-Jun melirik wanita itu
"Yang, aku juga pengen" keluh Ye-Jun
"Kamu harus puasa, dua tahun ini, ini milik Dzaka" peringat Zoya menunjuk dadanya dengan sorotan mata.
"Ah, lama sekali!"
"Mau bagaimana lagi?"
Tok tok
Ketukan pintu menghentikan keluhan suami yang malang itu, Zoya menyuruh Ye-Jun membukakan pintu untuk melihat siapa yang datang. dengan wajah memelas, Ye-Jun terpaksa menurutinya.
Ceklek
"Ada apa, Bi?"
"Tuan, maaf. saya baru ingat kalau sebelum Nyonya lahiran, ada dua box dari teman Nyonya" ucapnya
"Ohya? mana, Bi?" tanya Ye-Jun
"Ini, Tuan"
"Wow, masukkin ke kamar ya Bi" titah Ye-Jun. Bibi menurut lalu memasukkan dua box itu ke dalam kamar Tuannya.
"Sudah Tuan. maaf mengganggu istirahatnya" ucap Bibi sembari menunduk
"Tidak masalah. ohya buatkan saya kopi ya"
"Baik Tuan"
__ADS_1
Gak bisa mimik cucu, nyesap kopi pun jadi
๐ธ๐ธ