Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
14. Kemana Cristella?


__ADS_3

🌸🌸


Keesokan harinya, matahari sudah muncul pada peraduannya di bumi Seoul, mentari yang sangat terik menyorot langsung sosok makhluk yang tengah melakukan workout atau olahraga aerobik disalah satu ruang yang kosong namun jendelanya menampikkan sang mentari yang menyinari langsung ruangan itu. Kebetulan Zoya masuk siang pada pukul sebelas nanti jadi ia bisa menghabiskan waktu sendiri terlebih dahulu sebelum melanjutkan aktivitas belajarnya.


Sorotan mentari membuat Zoya semakin semangat, keringat yang berceceran tidak membuat semangatnya patah. Zoya menyukai keringat pagi, sehat katanya. ya, begitulah kata orang-orang dan ilmu medice. matahari pagi memberikan manfaat vitamin D pada tubuh. memperkuat tulang, menaikkan imunitas tubuh dan meningkatkan metabolisme pada tubuh kita. banyak sekali manfaatnya hingga tak jarang membuat Zoya semangat menikmati sensasi panas itu. tidak perlu memikirkan kulit yang menggelap tapi harus memikirkan manfaatnya untuk kesehatan. lagian sebelum olahraga, Zoya juga sudah mengenakan sunscreen agar kulitnya slalu terjaga dan tetap sehat dibawah terik matahari.


Setengah jam kemudian, Zoya telah selesai Workout dan diakhiri dengan Yoga agar pikirannya rileks. Kini Zoya tengah meminum air putih sembari mengeringkan keringatnya dengan handuk kecil agar saat mandi nanti tubuhnya sudah tidak berkeringat.


"Alhamdulillah, segarnya setelah olahraga. badan jadi rileks dan pikiran pun sedikit tenang" gumam Zoya menatap matahari yang menyorotinya sembari mengeringkan keringat yang masih bercucuran. Setelahnya Zoya pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri yang sudah lengket dan bau karna ketiaknya yang tidak memakai deodorant.


Kini Zoya meraih ponselnya sambil rebahan diatas ranjang, mencari kontak Mei-yin untuk mengajaknya mengobrol via video-call Karna banyak sekali yang ingin ia ceritakan.


"Hallo Zoya" sahut Mei dari seberang sana.


"Meeeei!! dimana tuh cantik banget tempatnya?" tanya Zoya yang begitu terkesima melihat belakang tubuh Mei yang terdapat taman yang indah.


"Ini ditaman beb, cantik banget kan?" ujar Mei-yin.


"Ah jadi pengen kesana" lirih Zoya terkagum-kagum.


"Entar deh waktu libur semester, kamu mesti kesini" ujar Mei-yin tersenyum.


"Insha allah. ohya, aku mau cerita" ucap Zoya.


"Apa tuh?? cerita dong sayang" seru Mei tak sabar ingin mendengarkan cerita dari Zoya. Zoya pun menceritakan kisahnya yang baru saja mendapatkan teman yang baik disini. Mei-yin merasa terpukau, ia pun ikut senang menceritakan curhatan sahabatnya. selama mengenal Zoya, Zoya tidak pernah mendapatkan teman dekat. Hanya Mei-yin lah yang menjadi satu-satunya sahabat terdekat dari seorang Zoya.

__ADS_1


Β 



Mei-yin, sahabat terdekat Zoya selama disekolah. sudah seperti saudara walaupun berbeda agama. Mei-yin beragama budha, keturunan Indonesia-Chinese.


Β 


Tampak wajah berseri dan kebahagiaan yang terpancar dari wajah wanita berhijab itu. Ia merasa bahagia memiliki Ayaana dan Kim joong yang mau menerima dia apa adanya. sudah terlihat jelas, sosok kedua temannya tampak tulus dan tidak ada keraguan didalam hati Zoya. Zoya pun menutup kembali panggilan video-callnya, merasa tidak enak mengganggu Mei-yin yang tengah jalan-jalan di taman tersebut.


Hari pun sudah semakin siang, berlekas Zoya memakai baju gamis berwarna lavender dengan jilbab yang senada dengan bajunya. tampak sangat anggun sekali bila wanita mengenakan pakaian tertutup itu apalagi dengan hijabnya yang syar'i. selain anggun, pakaian gamis juga dapat melindungi kaum wanita dari segala macam ancaman berupa godaan Pria, bahkan Pria yang ingin berniat buruk untuk mengambil kesucian kita. sebagai wanita muslim, Zoya merasa beruntung dirinya tidak pernah diganggu Pria nakal, paling hanya memujinya dari kejauhan tanpa berani mengganggu dirinya. sebab mereka tau, wanita muslimah adalah perhiasan mahal yang tidak dapat mereka beli hanya dengan kenafsuan namun bisa didapati dengan kebaikan kita dan memiliki bekal agama.


Segera, Zoya berjalan meninggalkan rumahnya dan menelusuri jalanan besar untuk mencari taksi yang akan mengantarkannya hingga ke kampus. Namun langkahnya terhenti sebab mobil Kim joong melaju kencang hingga berhenti tepat dimana Zoya berdiri.


"Kim joong" ucap Zoya tertegun.


"Seharusnya kamu nunggu kita aja Zo, sudah lumayan jauh kamu berjalan" ucap Ayaana.


"Tidak kok Ay, baru beberapa langkah" ucap Zoya tersenyum.


"Setiap langkahmu, setetes keringat muncul dipermukaan kulitmu lho" ucap Ayaana hingga membuat pipi Zoya bersemu merah.


"Lagian nomor ponsel kalian tidak ada diponselku sih, jadi gak tau kalian bakal jemput atau tidak" ujar Zoya yang memang benar adanya.


"Astaga, iya juga ya. kita belum bertukar nomor" timpal Kim joong yang tengah menyetir. hingga mereka pun bertukaran nomor ponsel lalu menyimpannya didalam kontak mereka agar mereka bisa saling berkomunikasi untuk hal penting maupun hanya sekedar obrolan.

__ADS_1


Mobil yang membawa Zoya pun telah tiba dipekarangan kampus. dengan elegantnya mereka bertiga keluar dari mobil setelah Kim joong memarkirkannya di parkiran. Kini mereka telah memasuki ruang kelas, sudah banyak yang hadir karna mereka mahasiswa yang rajin walaupun suka memperlakukan orang seenaknya. tiba-tiba geng Hayoon datang, berjalan dengan cepat dan dengan sengaja menyenggol bahu Zoya hingga ia tersungkur dan memeluk meja teman lainnya.



"Eiyuuuuu...." ucap pemilik meja merasa jijik. sedangkan Hayoon langsung terpeleset hingga ia terjatuh kelantai.


Hahahahahahahaha, teriak seluruh mahasiswa yang melihat Hayoon terjatuh.


"Berhentilah tertawa!!" teriak Hayoon meringis kesakitan sembari memegang bokongnya. sedangkan Zoya langsung bangun dan merapikan pakaiannya.


"Zo, kamu tidak apa?" tanya Ayaana.


"Tidak apa kok, kembalilah pada kursimu" suruh Zoya. Zoya pun segera menghampiri tempat duduknya dan membiarkan Hayoon yang meringis kesakitan. sebenarnya Zoya kasihan namun ia urungkan agar Hayoon sadar dan jera lalu berhenti berniat jahat padanya.


Tak berapa lama, dosen pun datang memasuki kelas. mata kuliah pun dimulai seperti biasa. Zoya melihat ke belakang berniat untuk menatap geng Hayoon. Namun Zoya tidak melihat keberadaan Cristela, ia pun bertanya-tanya kenapa Cristella tidak masuk.


"Cristela mana?" tanya Zoya pada Sin hye.


"Emang kenapa? dia sudah tidak masuk mungkin malu kali, hahaha" ujar Sin hye hingga Hayoon dan Jin hyu yang mendengarnya pun ikut terkekeh. Zoya pun kembali diam, kembali menatap ke depan untuk memerhatikan dosen yang memulai kelas. Zoya merasa bingung pada Cristella, apa yang terjadi padanya.


"Mungkinkah-- mereka membully Cristela?" gumam Zoya dalam hati. hingga ia termenung dan tidak fokus pada pembelajaran kali ini. Cristela yang malang, pasti terjadi sesuatu padanya.


"Apakah aku harus menemuinya??" gumam Zoya berfikir.


"Hai kamu yang berkerudung"

__ADS_1


🌸🌸


Jangan lupa Like, Koment dan Hadiah bunganya y πŸ˜ŠπŸ™


__ADS_2