Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
166. Ummi datang


__ADS_3

🌸🌸


Hari sudah hampir menjelang siang, waktunya menjemput Ummi ke Bandara. Ye-Jun bersiap-siap mengganti pakaian santainya dengan kemeja dan celana jeans yang membuat dirinya tampil keren. Zoya hanya menatap kagum pada suaminya yang tengah memasang kancing pada kemejanya, pria itu semakin hari tampak semakin tampan saja.


"Jangan melihatku seperti itu" Pria itu tak sengaja menatap istrinya yang tengah memandang lekat pada dirinya


"Siapa juga yang mandangmu" gerutu Zoya, mengejek.


"Aku berangkat dulu, Sayang" pamitnya


"Hati-hati,"


Ye-Jun segera mengambil kunci mobilnya yang terletak diatas nakas, berjalan cepat keluar kamar untuk segera mencapai mobil yang menantinya diluar. Ye-Jun langsung menekan pedal gas mobil, melajukan kendaraan itu dengan kecepatan yang cukup tinggi memecahkan jalanan komplek yang sepi itu.


Hampir satu jam perjalanan, akhirnya mobil telah tiba di Bandara. tampak disana Ummi yang tengah menunggu, dengan perasaan yang tak enak karna sudah telat Ia pun segera berlari menghampiri ibu mertuanya itu.


"Assalamualaikum, Mi" sapa Ye-Jun, langsung mencium punggung tangan mertuanya, nafasnya mulai tersengal-sengal.


"Waalaikumsalam, kamu berlari?" tanya Ummi menatap gelagat menantunya itu.


"Hah, Ye-Jun telat ngejemput Ummi" tuturnya,.merasa tidak enak membuat wanita parubaya itu yang menunggu. Ini karna sang istri yang terus mengajaknya bercerita hingga membuat dirinya lupa waktu untuk menjemput mertuanya.


"Tidak masalah, mungkin kamu sibuk" ucap Ummi


"Hmm, ayo Mi kita pulang" ajak Ye-Jun, merebut koper mertuanya lalu menyeret benda besar yang berisi pakaian itu. Mertua dan menantu itu pun berjalan beriringan menuju parkiran mobil.


Ummi menatap kagum menantunya yang tampan ini, hormat, patuh dan sopan. Pria yang tengah memasukkan kopernya kedalam bagasi mobil, pria yang berhasil meluluhkan hati putrinya yang dingin untuk lelaki hanya dengan cinta tulus yang ia miliki. Ummi bersyukur, putrinya yang pemalu kini telah ditaklukkan oleh pria tampan asal Negeri Gingseng ini. tubuhnya yang tinggi, kulit putih, hidung mancung, terlihat sangat sempurna.


"Ummi gak sabar mau lihat cucu, pasti wajahnya seperti kamu" ucap Ummi disaat mereka sudah memasuki mobil.


"Tentu saja, Mi. saya ayahnya" ucap Ye-Jun dengan bangga, dilapisi dengan senyum keberuntungan.


"Ya ya ya, yang penting hatinya elok kayak kalian"


"Itu pasti, Mi. Zoya akan merawatnya dengan penuh kasih sayang hingga anak kami menjadi sosok yang seperti Ibunya"


Ummi mengangguk sembari tersenyum, sungguh beruntung memiliki mereka.

__ADS_1


**


Ummi menatap kagum setiba mobil yang membawanya sudah memasuki pekarangan kediaman putri dan menantunya. seperti kebanyakan orang yang mampir, pasti menatap takjub kediaman yang dikelilingi oleh Taman beraneka warna dari rerumputan hingga bunganya. apalagi terdapat air pancur ditengah bunga, memberi kesan wah pada rumah itu.


"Jun, ini rumah kalian? ini keren sekali sih" ucap Ummi


"Tentu saja, Mi. untuk Zoya pasti saya akan memberinya yang terbaik dan tempat yang nyaman"


"Masha Allah, Ummi salut sama kamu, Nak" puji Ummi, terharu.


"Ummi bisa aja. Kita sudah sampai. ayo turun, Mi" ucap Ye-Jun, membuka seatbelt pada dirinya lalu turun dari mobil itu.


Salah seorang pelayan telah menunggu majikan dan Ibunya dari depan teras, berjalan cepat menuju mobil yang bagasinya telah dibuka oleh Ye-Jun. Ia langsung menyambut koper dan barang lainnya, membawanya masuk menuju kamar yang telah disediakan untuk Ibu majikannya tersebut.


"Bawa ke kamar Ibu ya, Bi" perintah Ye-Jun.


"Siap, Tuan" sahutnya menunduk, lalu pergi membawa itu semua.


Disisi lain, Ummi tengah memandang taman indah itu, serasa tengah bepergian di sebuah taman sungguhan. Namun yang ini lebih membuatnya tertarik, dengan diiringi udara yang segar nan sejuk tanpa polusi.


"Ayo masuk, Mi" ajak Ye-Jun.


Tiba-tiba sesosok wanita buncit menghampiri mereka dengan girangnya.


"Ummi!!!" teriak wanita itu, segera berlari kecil, menahan beban perut bawahnya. sontak membuat Ye-Jun melotot dan menghentikan aksi gila istrinya itu.


"Eh eh! jangan lari!" sergah Ye-Jun, menggalangi langkah sang istri.


"Ih Hubby! apaan sih! kangen Ummi" gerutunya cemberut, bibir sudah 5 meter panjangnya karna manyun.


"Ummi udah disini. benar kata suamimu jangan berlari" ucap Ummi yang sudah berada di belakang menantunya. mata Zoya berbinar-binar, ia langsung memeluk orang tuanya itu.


"Ah Ummi, Zoya kangen" keluhnya, memeluk sang Ibunda dengan penuh rasa.


"Ummi juga kangen sama kamu, apalagi sama cucu Ummi" Ummi mengelus perut putrinya.


"Sebentar lagi dedek mau lahir, Mi" ucap girang gadis itu.

__ADS_1


"Ya, Umi sudah tau. ayo kita masuk.." ajak Ummi, mereka pun memasuki rumah dan pandangan pertama pun langsung dibuat takjub oleh Ummi.


**


Di kampus, pasangan yang lagi hangat-hangatnya tengah berencana untuk melakukan double date pada siang itu. kebetulan Tae-Young sudah selesai mengajar, hingga kedua para gadis mengajak pasangan mereka untuk menikmati Kota Seoul bersama-sama.


Kini mereka semua memasuki mobil milik Kim Joong, sedangkan mobil Tae-Young masih berada di parkiran kampus. kedua wanita riang itu memilih duduk dibelakang, alih-alih mereka tengah sibuk memilih barang online yang ada di ponsel mereka. Dua pria itu hanya menggeleng-gelengkan kepala melihatnya.


Mobil memecahi jalanan Ibu kota yang mulai padat, ya wajar saja karna ini adalah waktu istirahat pekerja, dan waktu pulang anak sekolah. banyaknya anak-anak pejalan kaki, membuat mobil yang dikendarai Ye-Jun harus memberi ruang untuk mereka yang menyeberang. sudah menjadi hal biasa disana, jalan kaki menjadi alternatif untuk menyehatkan tubuh. Apalagi di pagi hari.


"Kita mau kemana nih?" tanya Kim Joong, menatap dua gadis di belakang yang masih memandang ponsel.


"Ke toko bayi aja. setidaknya kita memberi kado untuk anak Zoya nanti" ujar Ayaana


"Ide bagus!" timpal Cristella tersenyum senang.


"Tapi mereka sudah memberi banyak perlengkapan bayi kan? apa yang mau diberikan coba" gerutu Kim Joong.


Dua bulan lalu, mereka menemani pasangan suami istri itu untuk memilih perlengkapan bayi. mulai dari pakaian, alat makan, stroller, kelambu hingga yang lainnya. kini Kim Joong pun berfikir apa yang akan mereka beli lagi.


"Mainan!"


"Baju!"


"Memang kalian sudah tau jenis kelaminnya?" tanya Tae-Young


Kedua gadis itu menggeleng cepat,


"Hmmmm,"


"Kita beli saja untuk cewek dan cowok. gitu aja kok rempong" ketus Cristella, setelah sekelebat ide menghampirinya.


"Pintar juga! kita buat taruhan, kalian beli pakaian dan mainan cowok, kami yang ceweknya. siapa yang menang, memberi perintah apa saja pada si yang kalah, yang kalah wajib menuruti" ucap Ayaana, dengan ide cemerlangnya.


Kim Joong dan Tae-Young saling tatap, mereka tersenyum seringai lalu mengangguk cepat.


"Siapa takut,"

__ADS_1


🌸🌸


__ADS_2