Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
151. Olahraga subuh


__ADS_3

🌸🌸


Aera memandang apa yang dilihat kakak iparnya, seketika ia tahu bila kakak kandungnya tidak menyukai penampilan Zoya. ia mencebik kesal pada Aena, pasti kakaknya itu pernah menghina kakak iparnya yang malang ini.



"Jangan terlalu dipikirkan. dia emang begitu, suka menilai dari luar. padahal dirinya sendiri lebih buruk. penampilan Eonnie sudah sangat bagus, seperti peri dengan gaun anggun yang menutupi seluruh tubuhnya. Seperti Eonnie, tampak anggun dengan pakaian itu. lagian Eonnie juga wajib mengenakan pakaian seperti itu, bukan?"


"Iya, emang wajib. mungkin Eonnie pakai yang biasa saja. wajar sih gak suka yang terlalu banyak pernak-pernik atau apapun gitu, hehe" Zoya terkekeh


"Dia itu iri, eonnie cantik. cantik luar dalam sampai semua orang suka sama Eonnie" ucap gadis itu


"Ah Aera bisa aja" Zoya tersipu malu.


"Kita masuk yuk, makin dingin nih nanti Eonnie demam lagi" ajak Aera beranjak dari duduknya


"Hm, gak demam lho. tapi yaudahlah, ayo masuk" turut Zoya.



Zoya dan Aera pun kembali menuruni tangga menuju lantai dua dimana kamar mereka berada. Zoya menatap jam di ponselnya, sudah pukul setengah 10 malam. suaminya pun belum juga pulang pada malam ini.


"Mungkin bentar lagi" batinnya.


"Jangan melamun, ntar jatuh" ternyata Aera memerhatikan langkah kakak iparnya yang tampak lamban. menoleh menatap wajah itu yang tampak melamun.


"Eh, enggak kok, Ra" elak Zoya


"Eonnie tidur aja, usah tunggu Oppa. kadang syuting itu sampai lupa waktu" ucapnya terkekeh


"Hmm, ya ya ya" turut Zoya tersenyum simpul.


"Masuklah, Aera juga mau tidur. selamat malam Eonnie" ucapnya tersenyum


"Selamat malam juga, Ra" setelahnya Zoya memasuki kamar. menutupnya tanpa mengunci, agar sang suami bisa memasuki kamar mereka.


Zoya menatap sekeliling kamar itu, tampak sepi tanpa kehadiran sang suami. berdiri diambang pintu, kedua tangannya bergerak mengusap kedua lengan yang sedikit bergidik. Gadis itu merasa kedinginan berada di kamar itu, padahal diluar lebih dingin. mungkin saja perbedaannya diluar angin terasa menyegarkan. sedangkan di kamar ini, dinginnya begitu menusuk. Zoya melangkah ingin mengambil remote AC yang terletak di dinding samping ranjang suaminya, mengambil dari penyangga dan mengurangi suhu AC itu. hingga terasa pas dengan tubuhnya, Zoya meringkuk menghampiri posisi tidurnya. menyibak selimut, lalu menutupi tubuh mungil itu.

__ADS_1


**


"Urus semuanya, jangan sampai ada orang yang tau rencana kita. semua sudah disetting sedemikian rupa kan?"


"Sudah, Tuan"


"Bagus, ini akan menjadi tontonan yang menarik. untung saja kita sudah tau semuanya" ucap pria itu dengan bangganya, tersenyum devil ke sembarang arah.


"Ya, Tuan. Dua minggu lagi acara itu akan diadakan"


"Siip. aku suka mendengar kabar ini. baiklah saya pulang dulu" Pria itu pun pergi meninggalkan anak buahnya. ia tersenyum puas dengan hasil rencana yang telah dimatai selama ini. Ia pun merogoh kunci setiba didepan mobil, menyalakannya hingga mobil itu berbunyi. Pria itu segera memasuki mobil, tidak sabar ingin bertemu sang istri yang sudah lama ia tinggali.


"Sudah sebelas malam, pasti sayangku sudah tidur" gumamnya tersenyum. segera menekan pedal gas mobil, melajukannya dengan kecepatan tinggi membelah jalanan yang sepi itu.


Tibalah di kediaman Hwan, tampak sangat sepi, hanya ada penjaga shift malam yang duduk sambil memandang Cctv di pos penjaga. sedang penjaga lainnya membukakan gerbang untuk Tuan muda baru saja kembali sejak sore tadi pergi menjalani aktivitas syuttingnya.


Ye-Jun berjalan cepat dengan langkah lebarnya, memutarkan kunci dengan jari telunjuknya, dihiasi senyum manis pula di bibir seksi pria itu. Ye-Jun telah tiba di lantai atas, langkahnya beralih pada kamar Aena untuk memeriksa isi kamar itu.


Ceklek,


Kosong, sepi, tak ada kehidupan didalamnya. tentu saja Ye-Jun tau kemana adiknya itu, sudah menjadi kebiasaan wanita itu sejak dulu. Ye-Jun menghembus nafas kasar, lalu menutup pintunya dan berjalan menuju kamar ayahnya yang berada di samping kamar Aera.


Ceklek,


"Jun, ada apa?" tanya Tuan Hwan sambil membuka kacamatanya.


"Gak ada, Pa. Papa belum tidur?" tanya Ye-Jun dari ambang pintu.


"Belum, sebentar lagi. kamu tidurlah, temani istrimu" perintahnya


"Baik, Pa" Ye-Jun pun kembali menutup pintu kamar itu, berjalan cepat menuju sang istri yang berada didalam kamarnya.


Seketika hati terasa hangat menatap sosok mungil yang hampir tidak terlihat di ranjang itu karna tertutup oleh selimut. Ye-Jun berjalan pelan menghampiri wanita itu agar tidur lelapnya tidak terganggu. dengan pelan, ia menaruh bokongnya tepat di samping Zoya, menatap nanar wajah manis dengan lekat, punggung tangannya mencoba untuk menyentuh dahi itu kembali untuk memeriksa suhu tubuhnya.


"Sudah mendingan" gumam Ye-Jun tersenyum, lalu membungkukkan tubuhnya berniat ingin mengecup kening sang istri.


"Selamat tidur sayang" ucapnya dengan penuh cinta.

__ADS_1


Emh,


"Eh?"


"Ah, sayang, mengagetkan saja" ucapnya pelan sambil menggeleng-gelengkan kepala. lalu kembali beranjak ingin membersihkan tubuhnya yang lengket sekalian melaksanakan sholat Isya yang belum sempat ia lakukan.


**


Cerahnya bumi dan langit membuat seluruh penduduk bumi semakin semangat untuk menjalani hari-hari yang dimulai dengan aktivitas rutin. Zoya, Ye-Jun dan Aera menyalimi punggung tangan Papa Hwan untuk berpamitan pergi menuju sekolah, kampus dan tempat pemotretan yang akan Ye-Jun laksanakan sebagai Model.


Pria itu terlebih dahulu mengantarkan sang istri, seperti biasanya. setelahnya sang adik yang akan ia antar. Ye-Jun menoleh menatap sang istri yang tengah memasang seat belt, tersenyum gemas melihat wanita itu.


"Ayo Oppa, tunggu apalagi?" teriak Aera, melihat kakaknya begitu lekat menatap kakak iparnya.


"Eh, iya" Ye-Jun pun menekan pedal gas mobil dan melajukannya hingga keluar dari pekarangan rumah itu.


"Sayang, gak capek lagi kan?" tanya Ye-Jun menatap sang istri sambil mengemudi


"Enggak sih, aku kan gak apa-apa" gerutu Zoya


"Setelah subuh tadi kita berolahraga, apa benar gak capek?" tanya Ye-Jun tersenyum seringai


"Olahraga? mana ada olahraga" gerutu Zoya bingung, Ye-Jun menggaruk kepalanya yang tak gatal dengan kepolosan istrinya ini.


"Ya, iya ya gak ada olahraga" Ye-Jun pun menarik kembali ucapannya, seolah tak ada membahas apapun.


Di belakang, Aera yang tampak bingung dengan ucapan kakaknya, olahraga apa coba sampai kak Zoya tidak tau? pikirnya. membuat gadis itu heran dan menatap mereka satu persatu secara bergantian.


"Oppa, olahraga apa sih?" akhirnya ia pun kepo.


"Push up" jawab Ye-Jun asal. Zoya pun mengangguk paham,


"Push up dimana? gak ada nampak" tanya Zoya


"Kamar mandi" jawabnya, menelan saliva dengan kasar. sungguh kedua gadis ini tidak mengerti akan maksudnya, olahraga setelah subuh.


πŸ˜‚

__ADS_1


🌸🌸


__ADS_2