Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
134. Pernikahan dua sejoli


__ADS_3

🌸🌸


Soo Yun begitu histeris mendengar ucapan Aena, apalagi itu semakin kuat dengan tulisan yang tertera diundangan. hingga saat menelpon Aena pun ponselnya jatuh ke lantai hingga panggilan terputus. gadis itu segera berlari ke kamarnya, menangis tersedu-sedu mendapatkan kabar buruk ini.


"Brengsek kamu, Jun! kau membohongiku bahkan menipuku dengan aktingmu yang luar biasa itu!!" berang Soo Yun lalu mencampakkan semua alat makeupnya yang tertata rapi dimeja rias.


Zoya telah kembali ke Kampus bersama para sahabatnya, sedangkan Ye-Jun langsung berangkat menuju lokasi syuting. kini mereka telah tiba di kelas, Hayoon langsung berlari memeluknya. entah ada angin apa, akting gadis itu terlalu dibuat-buat membuat Zoya merasa jengah.


"Zo, kamu datang juga. aku lupa membuat tugas, bolehkah aku meminjam bukumu?" pinta Hayoon.


"Ternyata butuh sesuatu makanya bersikap manis padaku. baiklah, akan ku berikan. Oh ya? apa dia belum tau soal undangan itu dari sepupunya?" bathin Zoya


"Zo, Zo,"


"Eh, iya. maaf" Zoya segera ke mejanya, mengambil buku dari dalam tas. lalu memberikannya pada gadis itu.


"Ini," Zoya menyodorkan bukunya, Hayoon pun segera meraih namun sejurus itu Zoya kembali menariknya membuat Hayoon heran.


"Sebelum meminjam bukuku, aku ada kejutan buatmu" ucapnya, segera ia merogoh undangan dari dalam paperbag dan memberikannya pada Hayoon, menatap raut wajah gadis itu sekilas yang tampak membelalakkan mata, Zoya pun beralih kepada teman-teman yang lain.


"Ini untukmu,


untukmu,


untukmu,


untukmu,


datang ya semuanya" ucap Zoya tersenyum senang.


Mereka menatap undangan itu dengan tatapan tak percaya, bukannya mereka sudah putus? sekarang kok malah mengirim undangan? pikiran itulah sudah memenuhi kepala mereka.


"Dan Hayoon, jangan lupa datang ke resepsiku bersama Oppa, dan terimakasih juga sudah berakting baik sekali didepanku" ucap Zoya penuh penekanan, menatap Hayoon and the gengnya satu persatu. Hayoon tercengang, tubuhnya membeku, tak percaya bila Zoya sudah mengetahui kelakuan busuknya.


"Aku sudah tau rencana kamu dengan sepupumu itu. itu tak akan mempan!" sambung Zoya.


Cris, Ay dan Kim yang sedari tadi menyimak, mereka terkesima dengan ucapan Zoya.


"Zo, kamu kenapa?" tanya Cristella bingung.


"Mereka berpura baik didepan kita, maka dari itu aku juga berpura baik. aku sudah tau rencana busuk mereka ingin memisahkanku dengan oppa saat di foodcourt itu. Hingga aku dan oppa sepakat untuk menggelabui mereka kalau kita putus" jelas Zoya.

__ADS_1


"Ini untuk kalian, para sahabatku, dua undangan sekaligus" sambungnya memberikan undangan untuk para sahabatnya.


Cris dan Ay marah, tak segan-segan mereka menampar Hayoon, namun dengan sigap Zoya menghentikannya karna hal itu tidak perlu. Zoya sudah puas menampar mereka dengan aktingnya yang bagus dan mengejutkan mereka.


**


Tiga hari kemudian, Zoya and the gengs dan juga keluarga Ye-Jun kecuali Aena dan ibunya, sudah tiba di kediaman Zoya dengan disambut oleh keluarga besar. mereka menyambut hangat, berbincang-bincang masalah pernikahan anak mereka.


Sudah cukup lama berada di rumah itu, setelah jamuan yang mengenyangkan dan sedikit obrolan ringan, keluarga Ye-Jun pun permisi untuk check-in ke hotel yang akan mereka tempati menjelang pernikahan. sedangkan sahabat Zoya, tentu saja menginap di rumah itu.


Hari yang ditunggu-tunggu oleh kedua insan itu pun telah tiba, selepas dzuhur, keluarga Ye-Jun bersiap-siap untuk mendatangi kediaman mempelai wanita dengan segerombolan berjas hitam yang tentunya adalah pengawal pribadi mereka. ada pula Syeikh dan Akbar, yang turut andil mengantarkan mempelai pria. mereka berdua telah tiba tadi malam, diantar oleh jetpri Tuan Hwan. Syeikh dan Akbar menjadi saksi pihak pria.


"Ternyata Paman itu tampan juga ya, sudah gak ada jenggot lagi. tapi aku suka yang kemarin sih" bathin Aera yang diam-diam memandangi Akbar. Ye-Jun tersenyum simpul, adiknya itu sudah pintar sekarang dalam urusan pria.


"Ehem! cie cie ngelirikin oppa sayang" ledek Ye-Jun berbisik.


"Apaan sih!" gerutu Aera cemberut. tanpa diduga Akbar pun juga ikut menoleh ke arah Aera, sontak ia kaget dirinya tertangkap basah oleh pandangan dua orang itu yang menatapnya lebih dulu. membuat Aera dan Akbar jadi salah tingkah.


"Cieee, saling tatap-tatapan" ledek Ye-Jun kembali.


"Hai kalian! ayo masuk" suara Papa Hwan membuyarkan perhatian mereka. kakak adik itu pun segera menaiki mobil menuju kediaman wanita. sedangkan Syeikh, Akbar dan pengawal lainnya menaiki mobil yang lain..


Zoya sedang didandan cantik oleh MUA, mengenakan pakaian pengantin yang didesign sendiri oleh Ibunya. Cris, Ay, dan Mei memerhatikan gadis itu, Zoya tampak gugup saat menjelang akad nikah berlangsung nanti.


"Rileks Zo, tarik nafas, hembuskan" suruh Mei Yin dan dilakukan oleh Zoya.


"Nah begitu, pengantin yang cantik harus rileks" ucap Ayaana dan disenyumi oleh Zoya.


Tiba-tiba Ummi mendatangi mereka, melihat anaknya yang masih dikenakan hijab oleh MUA.


"Apa sudah selesai? pihak pria sudah datang" ucap Ummi.


"Sedikit lagi, Nyonya" jawab MUA itu.


"Waduh Mi, Zoya takut" gerutu sang putri memegang lengan ibunya.


"Tenang sayang, Ye-Jun pasti bisa. kamu berdoa agar semua lancar" ucap Ummi


"Iya, Mi"


Beberapa menit kemudian, Zoya pun telah selesai didandan. dirinya tampil sangat cantik dan anggun, ia tersenyum sendiri menatap dirinya dari cermin.

__ADS_1



"Aku cantik banget, gak nyangka didandani kayak gini modelku" gumam Zoya bicara sendiri.


"Zo, ayo buruan, oppa udah nunggu" desak Cristella yang sempat mengintip bila Ye-Jun sudah tiba di kursi altar.


Kini Zoya berjalan pelan dengan hati-hati didampingi oleh Ummi dan Abi disampingnya, diikuti oleh tiga gadis cantik sahabat mempelai wanita yang begitu sangat cantik. empat pria pula termasuk dosen tampan yang tengah dekat dengan Cristella, menatap para gadisnya dengan begitu terkesima, gaun yang mereka kenakan begitu anggun dengan dilapisi makeup flawless yang memberi kesan 5 tahun lebih muda dari usia mereka.


Zoya menatap pujaan hatinya dengan dada yang sudah berdebar-debar, begitu pula Ye-Jun membuatnya jadi salah tingkah sekaligus gugup menatap calon istrinya yang begitu sangat cantik. dua hari tidak melihat gadisnya membuatnya semakin tak sabar untuk mengecup kening itu.


Hingga Zoya telah tiba di kursi samping milik Ye-Jun, semua orang telah duduk di kursi masing-masing untuk menyaksikan momentum sakral yang dilakukan sekali seumur hidup.



Sebelum akad dimulai, terlebih dahulu penghulu melafaskan istighar dan doa tertentu untuk kedua calon mempelai ini. setelahnya Ye-Jun pun ingin membacakan surah Ar-rahman ayat 1-78 yang diketahui adalah sebagai salah satu maharnya.


Zoya dan semua orang begitu terkesima mendengar lantunan ayat suci yang begitu indah terucap, Ye-Jun begitu fasih melafaskannya hingga membuat hati Zoya terenyuh. tak terasa dimata bening wanita itu telah menetes buliran air mata bahagianya yang penuh keharuan, tak menyangka prianya ini memberikan mahar yang begitu dahsyat itu. setelah selesai, akhirnya ijab qabul pun dimulai.


"Apa mempelai pria dan wanita telah siap?" tanya pak penghulu


"Inshaallah, sudah" jawab mereka serempak.


Pak penghulu pun menyerahkan kepada wali wanita untuk membacakan ijab dan di qabuli oleh mempelai pria.


"Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri saya Asyifa Zoya binti Yusuf dengan seperangkat alat sholat dan perhiasan seberat 100 gram dengan surah Ar-rahman ayat 1-78, dibayar tunai!"


"Saya terima nikah dan kawinnya Asyifa Zoya binti Yusuf dengan maskawin tersebut dibayar tunai"


Deg!!


Sekali tarikan nafas yang mencuat dimulut pria itu, membuat perasaan Zoya terasa lega dan terenyuh melihat ketakjuban dari pria yang ia cintai ini. begitu juga Ye-Jun, ia merasa lega diatas rasa gugup yang melandanya sedari tadi.


"Bagaimana saksi?"


"SAH!!"


"Alhamdulillah," semua orang pun menengadahkan kedua tangan membaca lantunan alfathihah. setelahnya Zoya mencium punggung tangan suaminya dan beralih pada Ye-Jun mengecup kening istrinya dengan penuh kehangatan dan kasih sayang.


Kini kedua sejoli itu telah sah menjadi suami istri yang diridhoi Allah, rasa penantian pun telah berakhir bahagia atas restu Allah dan orangtua mereka.


__ADS_1


🌸🌸


Menanti first night? sabar πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


__ADS_2