Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
66. Berencana ke Waterpark


__ADS_3

🌸🌸


Ye-Jun segera melangkahkan kaki menuju keluar dari kediaman tersebut, pagi ini Ye-Jun akan kembali syutting seharian hingga malam nanti. tidak lupa ia membawa paperbag yang berisi buku agama untuk ia baca saat sedang beristirahat.


Di meja makan, anak-anak mereka berangsur meninggalkan meja itu. Aera berjalan ke kamarnya, berencana ingin berenang pada pagi itu. tentu saja, ia akan mengganti pakaiannya terlebih dahulu. sedangkan Aena, memilih untuk bersiap-siap sebab ia mendapat tawaran syutting sebagai peran antagonis yang tiba-tiba datang mengganggu si peran utama dalam hubungan percintaan. betapa senangnya ia mendapati tawaran itu, namun belum tau ia akan berperan di sinetron apa.


Dimeja makan hanya ada Nyonya Nam dan Tuan Hwan, keduanya tampak diam namun Tuan Hwan terus menatap sang istri.


Tang,


Sendok dan garpu berbenturan pada piring milik Nyonya Nam, jelas sekali ia tidak suka berada berdua dengan suaminya itu. ia pun beranjak berdiri untuk pergi meninggalkan meja makan. Namun langkahnya terhenti tatkala Tuan Hwan menghentikannya.


"Tunggu" ucap Tuan Hwan.


"Ada apa?" tanya Nyonya Nam.


"Jangan lakukan itu lagi demi anak-anak." pinta tuan Hwan. Nyonya Nam hanya mendelik,


"Anak-anak gak tau, tenang saja" ucapnya santai lalu berlalu pergi menuju kamarnya.


Tuan Hwan hanya terpaku menatap kepergian istrinya. ia pun melihat makanan yang masih tersisa, merasa tidak berselera lagi Tuan Hwan pun beranjak dari duduknya untuk menuju ruang kerja yang terdapat dilantai tiga.


Kediaman Tuan Hwan hanya memiliki tiga lantai. lantai dasar hanya untuk ruang tamu, ruangan dapur, ruang makan, kamar pelayan dan chef juga kamar tamu. sedangkan lantai dua ditempati oleh ketiga anaknya dan sepasang suami istri itu. dan terakhir adalah lantai tiga, khusus beberapa fasilitas yang terdapat dirumah itu berupa ruang musik, karaoke, ruang olahraga, ruang praktik memasak sebab Aera yang memintanya dan juga perpustakaan, beserta ruang kerja Tuan Hwan. tak terkecuali adalah ruang keluarga yang tampak terbuka agar angin sepoi dapat mereka nikmati.


Ye-Jun telah tiba di lokasi syutting, libur dua hari membuat tubuhnya sedikit rileks bisa keluar dari zona jenuh saat syutting itu. dan hari ini ia kembali pada rutinitas pekerjaannya sebagai Aktor.


Teman wanitanya menyapa dirinya, tentu saja itu adalah peran utama wanita yang menjadi lawan main Ye-Jun sendiri. Ye-Jun begitu berbeda antara dunia akting dengan watak aslinya, saat berakting ia tampak dingin namun perhatian dengan lawan mainnya. tapi kenyataannya, dia begitu ramah dan sosok yang hangat dimata mereka.


"Bagaimana hari liburmu?" tanya teman wanitanya yang bernama Soo Yun.

__ADS_1


"Sangat menyenangkan" jawab Ye-Jun tersenyum seraya membayangi wajah Zoya.


"Hmm, kau tau? kami disini sangat merindukanmu" ucap Soo Yun.


"Ohya? syukurlah, berarti aku begitu berarti bagi kalian" ucapnya santai lalu menghampiri teman prianya yang lain.


"Percaya diri sekali dia" gumam Soo Yun seraya menggelengkan kepala menatap pria itu.


Kini mereka semua pun tengah sibuk untuk berdandan sekaligus berganti pakaian. seperti yang dilakukan Ye-Jun, menghafal naskah sembari didandani oleh penata rias.


"Hei Jun, kau tau? kita akan kedatangan pemain baru" ucap teman prianya yang juga tengah didandan.


"Sebagai apa?" tanya Ye-Jun penasaran.


"Kalau gak salah, dia akan mengganggu hubunganmu dengan Soo Yun" ucapnya tersenyum. Ya, kini mereka tengah bertahap pendekatan, Soo Yun yang sebagai Mi Cha sudah jatuh cinta pada Dong Min yang diperankan oleh Ye-Jun. Ye-Jun pun hanya mengangguk paham, bukannya kaget namun tetap bersantai ria. toh ini hanya sinetron bukan dunia nyata. seandainya ini nyata pasti Zoya akan patah hati bila ada pengganggu ditengah-tengah mereka.


Pemain baru pun telah tiba, ia turun dari mobil yang ia bawa dan berjalan menghampiri mereka yang tercengang melihat wanita cantik itu. Ye-Jun yang melihatnya terkejut, terperangah, dan tidak bisa berkutik dari tempat duduknya.


"Benar. sangat cantik dan seksi" ucapnya tanpa mata berkedip.


"Astaga, bagaimana bisa?" gumam Ye-Jun menggelengkan kepalanya. Ia tidak menyangka akan beradu akting nantinya dengan wanita cantik si pemain baru yang baru datang.


**


Dirumah Zoya, Zoya tengah melakukan video-call bersama sahabat kampusnya. ia begitu rindu pada mereka, hari ini hari minggu dan tentunya mereka tengah libur. Ayaana pun mengajak teman-temannya untuk jalan-jalan menghabiskan hari libur bersama-sama.


Cristella mendapati ide, ia ingin menghabiskan waktu dengan bermain air seharian. tentu saja ke Waterpark, bermacam wahana yang dapat dinikmati. Zoya pun berfikir, kebetulan ia sudah lama sekali tidak berenang. Zoya mengangguk setuju dengan pendapat Cristella.


"Oke nih, deal kan?" tanya Cristella.

__ADS_1


"Deal!" jawab mereka serempak.


"Tapi jam berapa kita pergi?" tanya Zoya.


"Sekarang saja, ayolah bersiap-siap" ujar Ayaana dan diangguki oleh Cristella juga Kim joong.


"Ohya Zo, ajak saja keluargamu, kapan lagi jalan-jalan coba" ajak Cristella.


"Iya benar, selagi masih di Seoul, bukan?" timpal Ayaana.


"Oke deh, entar aku sampaikan" ucap Zoya.


"Siip, kalau gitu aku mandi dulu, bau nih habis bersihin kandang kucingku" ucap Ayaana.


"Iyuuuuuh!!!" Cristella dan Kim merasa ilfil dengan Ayaana, dan tentu saja itu adalah sebuah gurauan.


"Hahahaha, oke deh Ay, byeee" ucap Zoya melambaikan tangannya.


Seketika panggilan video call pun telah putus oleh mereka. Zoya merasa girang, ia pun segera berlari menuju keluarganya yang tengah bersantai diteras samping dengan segelas teh hijau juga biskuit. sesampai disana, ia langsung menyampaikan tawaran Cristella pada keluarganya.


Zura yang senang berjalan-jalan, apalagi bermain air dengan berbagai wahana langsung mengangguk setuju. begitu pun ummi yang ingin ikut serta, kecuali Abi dan Malik. mereka ingin mengikuti kajian ceramah di Masjid Central Seoul tersebut.


Ketiga wanita itu pun mulai bersiap-siap, Zoya melarang ummi untuk memasak menu siang sebab waktunya sudah kepepet. lagian disana banyak makanan halal yang bisa mereka nikmati.


Deruan mobil pun terdengar jelas digendang telinga Zoya, Zoya langsung ke depan menyambut teman-temannya yang baru saja tiba dengan dua mobil yang mereka bawa. Ketiga sahabatnya pun menuruni mobil, menghampiri kediaman itu untuk bersilaturahmi terlebih dahulu dengan keluarga Zoya. sehari tak bertemu saja sudah membuat mereka saling merindukan, hingga ketiga gadis itu saling berpelukan.


"Zo, mau dipeluk juga dong" pinta Kim joong


"Oh tidak bisa bro" tolak Zoya menggerakkan jari telunjuknya ke kanan dan ke kiri. Kim pun hanya menghembus nafas kasar lalu beralih menatap dua gadis yang bersamanya tadi. sontak ia langsung merangkul keduanya dan menenggelamkan wajah mereka di ketiak sisi kiri dan kanan.

__ADS_1


"Kim!!! bau!!"


🌸🌸


__ADS_2