
🌸🌸
Kamar yang sederhana, ranjang yang tak terlalu besar milik Zoya didekor dengan bunga-bunga indah ditiap tiang penyangga kelambu. walau tak mewah, namun kedua sejoli itu sangat menyukainya.
Zoya masih termangu menatap ranjang yang didekor sedemikian rupa, hingga belum sadar akan posisinya yang masih berada dipelukan sang suami. Ye-Jun menatap seringai, gadisnya ini begitu nyaman berada digendongannya.
"Badanmu berat sekali, apa tidak berniat untuk turun? apa sudah betah berada dipelukanku?" tanya Ye-Jun. dan bagai disambar petir, sontak Zoya menoleh menatap wajah senyum meledek sang suaminya itu.
"Ih! turunin!" Zoya meronta-ronta. Ye-Jun dengan usilnya, langsung menaruh sang istri diatas ranjang yang empuk itu. Zoya terkesima, tubuhnya terguncang dan kaget melihat sang suami menjatuhkan tubuhnya tepat disamping dirinya sendiri.
Ye-Jun menatap sang istri dari samping, sebelah tangannya menyangga kepala agar tidak jatuh, sebelah tangannya lagi pun merengkuh pinggang sang istri hingga tak meninggalkan jarak sedikit pun. kini wajah mereka cukup dekat, sekitar 15 sentimeter. Zoya begitu gugup menatap mata sang suami, apakah dia akan memulainya sekarang ini? oh tidak, dirinya sendiri belum siap.
"Kenapa lihat-lihat? mengharap?" ledek Ye-Jun
"Hah? eng-enggak" tungkas Zoya.
"Mandilah sayang, sebentar lagi akan maghrib" ucap Ye-Jun mencairkan suasana yang menegang.
"Ah, iya. aku akan mandi" ucap Zoya gugup, lalu melangkahkan kaki menuju kamar mandi.
Ye-Jun menggeleng-gelengkan kepala menatap punggung gadisnya itu, gadis polos itu sudah berani berpikir yang macam-macam tentang kejadian barusan. Ye-Jun pun terkekeh, lalu membuka sepatunya yang masih menyelimuti sepasang kaki putih nan mulusnya.
Di dalam kamar mandi, Zoya begitu deg-degan, tubuhnya bergetar seolah sesuatu akan terjadi sebentar lagi. gadis itu masih menatap cermin sembari membuka hijabnya yang begitu banyak jarum yang disemat.
"Apakah nanti-- ah jangan, aku takut" gumam Zoya menggigit bibir bawahnya, kini ia begitu grogi didekat suaminya.
"Pasti sakit. ah apaan sih pikiranku ini!" gerutu Zoya menjitak dahinya dengan pelan.
Setelah gaun pengantin hingga hijabnya telah dilepas, Zoyaa menggantungkan di hanger yang tersedia. ia tidak mau menaruhnya di keranjang pakaian kotor, takutnya gaun itu akan rusak, pikirnya. Zoya pun merendamkan tubuhnya di bathup setelah sebelumnya ia mengisi air hangat campur air dingin dengan diberi aromatherapy yang begitu mewangi. tubuhnya langsung merasakan rileks, seketika rasa lelah pun berhamburan pergi dari tubuhnya.
Beberapa menit kemudian, Zoya pun telah selesai mandi. ia raih kimono dan handuk yang akan membungkus rambut basahnya. Zoya pun meraih handle pintu untuk dibuka, namun sejurus itu kembali ia urungkan, merasa ragu untuk keluar karna penampilannya yang tidak seperti biasanya.
"Gawat! di kamar kan ada Hubby, gimana ini" gumamnya lalu menggigit jari mungilnya, rasa bingung dan gugup pun kembali melanda.
__ADS_1
Tok tok
"Sayang, apa masih lama? hampir setengah 7 lho, adzan di ponselmu sudah berbunyi" ucap Ye-Jun dari balik pintu, istrinya ini begitu lama didalam sana.
Sontak saja Zoya tersadar,
"Iya!!" sahutnya, segera membuka handle pintu.
Ceklek,
Ye-Jun terkesima, tercengang dan terpana melihat wajah segar nan cantik di wajah sang istri, ia pun beralih menatap ke bawah, melihat kaki yang terpampang nyata hingga ke lutut, begitu terekspos tanpa ditutup oleh legging yang biasa Zoya kenakan. kulit putih bersih tanpa bulu dan noda, seketika membuat saliva pria itu meronta ingin ditelan. Zoya semakin gugup, langsung berlari menuju ruang ganti.
"So sexy," gumam Ye-Jun terpana tanpa berkedip melihat tubuh sang istri dari belakang. setelah sang istri menghilang dari pandangan, ia pun segera memasuki kamar mandi. cukup menyiram tubuhnya dengan shower, sebab waktu maghrib akan segera berakhir dalam waktu sesingkat ini.
"Ah tidak!! Ummi, Zoya ingin pisah kamar!" teriak Zoya diruang ganti, sambil menatap kaki telanjang yang terekspos hingga ke lutut.
"Aku harus pakai gamis, supaya pria itu tidak macam-macam" ucapnya kemudian. mengambil gamis polos yang biasa-biasa saja.
Tak berapa lama Ye-Jun telah selesai mandi dengan handuk yang meliliti pinggangnya, Zoya yang sedang mengenakan mukenanya pun menatap kaget tubuh kekar nan sixpack yang terekspos itu.
Setelah selesai sholat maghrib, Zoya dan Ye-Jun segera keluar dari kamar untuk makan malam. namun sayang sekali, kali ini gadis itu tidak beruntung sebab pintu kamar di kunci. Zoya menatap tajam pria disampingnya, membuat Ye-Jun heran.
"Kenapa menatapku seperti itu?" tanya Ye-Jun bingung.
"Mana kuncinya? pasti kamu yang mengunci" pinta Zoya dengan galak
"Hah? gak ada," jawabnya heran.
"Bohong!"
"Sumpah, gak ada" ungkapnya. Zoya menarik nafas dalam, lalu melangkahkan kaki menuju ranjang dan berpikir sejenak siapa yang mengunci pintu kamarnya.
Ting,
Sebuah pesan masuk dari ponsel Zoya yang tergeletak diatas nakas, ia pun segera meraihnya dan membaca pesan yang masuk.
__ADS_1
💬Kunci kamar sama kakak, cukup kalian di kamar saja
"Haaa!! kak Zura!!" rengek Zoya kesal pada kakaknya itu.
"Kenapa?" tanya Ye-Jun yang sedang duduk berselonjor diatas kasur.
"Kak Zura yang mengunci kamar" jawab Zoya cemberut, mendengarnya saja pria itu tersenyum senang. kakak iparnya itu memang sama usilnya dengan dirinya sendiri.
"Yasudah sayang, kita baring saja sambil nonton. pasti capekkan badanmu itu, apalagi sebentar lagi akan berperang" ujar Ye-Jun santai.
"Perang apa?" tanya Zoya yang begitu menyimak perkataan suaminya.
"Perang-lah pokoknya, aku juga gak tau. hehe" jawabnya terkekeh. Zoya pun semakin cemberut, lalu ikut berselonjor disamping suaminya sembari menonton acara komedi pesbukers.
Ye-Jun menatap sang istri yang baru saja ia nikahi, wajah cemberut tadi seketika berubah menjadi begitu manis dengan tawanya menonton acara lawak itu. Ye-Jun tak mengerti apa yang lucu, baginya yang terpenting sang istri enteng berada disampingnya.
"Sayang, kenapa pakai gamis?" tanya Ye-Jun
"Dingin," jawabnya
"Oh, aku akan memelukmu biar tidak kedinginan" sontak Ye-Jun langsunv mendekatkan tubuhnya pada Zoya, lalu memeluknya dengan erat membuat Zoya kaget tujuh keliling.
"Apa yang kamu lakukan, By?" tanya Zoya gugup, tubuhnya menegang.dipeluk saat berselonjor begini.
"Memelukmu, agar tidak kedinginan" jawab Ye-Jun lalu membenarkan posisi duduknya.
"Gak lagi, lepas ih! dasar mesum!" berontak Zoya
"Kita sudah halal kan" perjelasnya. Zoya hanya diam sembari menatap mata itu begitu dalam. Ye-Jun pun menjadi terhanyut, ia juga turut menatap wajah polos itu hingga sedikit demi sedikit ia memajukan wajahnya, Zoya masih tak bergeming, jantungnya berdetak cepat dan membuat tubuhnya tak bisa bergerak sedikit pun.
Zoya merasakan hembusan nafas dari hidung suaminya, wajah mereka semakin dekat hingga berjarak 5 centimeter. Sontak Zoya langsung memicing kedua matanya, hingga bibir mereka bertemu, telah bersentuhan, bibir gadis ini begitu lembut, Ye-Jun bersiap-siap untuk menjulurkan lidahnya, ingin membasahi bibir mungil tersebut. namun sejurus itu, aksinya terhenti karna ada pengganggu yang mengganggu aksinya.
Tok tok
Zoya dan Ye-Jun langsung tersadar, mereka saling menjauhkan tubuh masing-masing.
__ADS_1
🌸🌸