
πΈπΈ
"Ada sosok makhluk yang selalu mengikuti wanita itu. dilihat dari pandanganku, wanita itu dijaga olehnya" ujar nenek tersebut hingga membuat Hayoon dan teman-teman tercengang.
"Lalu, apa kita bisa memusnahkan makhluk itu?" tanya Hayoon.
"Saya akan mencoba melawan makhluk itu, bila gagal-- jalan satu-satunya adalah menyantet dirinya" ucapnya. Hayoon pun mengangguk dan tersenyum kepada teman-temannya.
"Lakukanlah, saya akan bayar jika berhasil" ucap Hayoon. Namun si nenek juga berpikir licik, ia meminta uang muka pada pengunjungnya.
"Uang muka dulu, Nona. setengah dari bayaranmu" ujar si nenek.
"Baiklah. ini, ambillah" Hayoon memberikan segepok uang padanya. Si nenek mulai mengerjakan tugasnya, mengirim sesosok makhluk jahat untuk menghajar makhluk yang selalu setia mengikuti Zoya.
Makhluk halus bergamis putih yang tersenyum melihat Tuannya gembira di pantai itu, mengagetkannya akan sinar hitam yang menghampirinya dan menubruk tubuhnya. Riska, itulah nama makhluk halus berkerudung yang berasal dari Indonesia juga namun ia berambisi ingin melindungi Zoya. Ia kembali beranjak berdiri, melawan makhluk jahat itu dengan lantunan ayat suci dengan tangan yang memegang tasbih, mata yang menatap tajam pada makhluk jahat itu. Makhluk kiriman itu tidak bisa berbuat apa-apa, kekuatannya lumpuh saat mendengar lantunan ayat itu yang membuat dirinya begitu kepanasan. ia sudah tak tahan lagi hingga memilih pergi dari makhluk bergamis putih.
Riska pun kembali lega, ia menatap Zoya yang sedang mengemil sembari tertawa. Tiada pilihan lagi sebelum terlambat, Riska segera menghampiri Zoya untuk memeriksa gelang pemberiannya. Hingga tiba disana, Riska menatap satu persatu lengan para sahabat Zoya. Zoya pun tersadar akan kehadiran Riska, menatapnya tanpa membuat temannya curiga.
"Ada apa?" Zoya bertanya dari dalam hati.
"Kamu harus berhati-hati! pasti kan gelang itu ada ditangan kalian dan jangan dilepas" ucapnya berbisik pada Zoya.
__ADS_1
"Emang ada apa dengan gelang ini? hati hati dari hal apa?" tanya Zoya, bingung
"Yang jelas jangan pernah dilepaskan gelang itu!" tegas Riska, hingga ia pun pergi ke atas langit meninggalkan Zoya. Zoya pun melihat satu persatu tangan sahabatnya, merasa lega melihat gelang itu masih melingkar di pergelangan tersebut.
"Syukurlah" gumam Zoya.
"Sungguh aneh, gelang-gelang ini benar aneh sampai segitunya Riska mengkhawatirkan" Zoya masih bingung, dengan tampang polosnya.
Di tempat Hayoon, si nenek gagal dalam menguasai makhluk itu hingga pilihan terakhir yang akan dikenakannya.
"Ada apa nek?" tanya Hayoon yang menatap wajah bingung si nenek.
"Cara satu gagal. saya akan mencoba cara dua" ujarnya mencoba untuk tenang. Sedangkan Hayoon tampak bingung, ia melihat kedua sahabatnya dengan perasaan was-was. Si nenek mulai mengirimkan santet pada Zoya, menunggu beberapa menit bagaimana reaksi dari korbannya. Nenek menerawang, hingga cahaya hitam yang ia kirim pun kembali dan menubruk tubuh si nenek.
Nenek terpanting kebelakang, terbaring dilantai sembari menahan kepalanya yang kepentok meja. Hayoon dan kawan-kawan terkejut, mereka melotot melihat kejadian itu.
"Saya gagal. wanita itu tidak bisa disantet" ujar Nenek dengan nafas yang terengah-engah. Hayoon pun langsung memandang sinis pada wanita sepuh itu, ia menyesal telah mengunjungi wanita tua itu yang tidak bisa apa-apa. Hayoon berang, ia meminta kembali uang yang telah ia berikan.
"Tidak berguna! kembalikan lagi uang itu!" pinta Hayoon menengadahkan tangannya didepan sang nenek sembari menggebrak meja.
"Maaf nona, karna dirimulah saya terluka. jadi uang ini yang akan mengganti ruginya" ujar sang nenek tak mau kalah.
__ADS_1
"Kurang ajar kau nenek tua!" umpat Hayoon, lalu beralih menatap kedua temannya.
"Pegang kedua tangannya!" perintah Hayoon pada Jin hyu dan Sin hye. dengan senang hati mereka melakukan perintah Hayoon si ketua geng.
"Mau apa kalian!! jangan diambil uang itu!" berangnya sembari memberontak. Hayoon mengambil paksa uang yang diduduki sang nenek, Hayoon mendorong tubuh sepuh itu hingga tersungkur kedepan dan kesempatannya'lah untuk mengambil segepok uang yang telah ia berikan tadi.
"Dasar nenek tua! ayo kita pergi. hahaha" Hayoon dan teman-temannya pun tertawa senang melihat si nenek yang tersungkur. Nenek menatap mereka dengan tajam, mengepalkan tangannya seolah ingin memberi balasan pada wanita muda yang tidak tau sopan sama sekali itu.
Hayoon dan teman-temannya pun kembali menaiki mobil, masih tertawa melihat sang nenek yang sok jago melawan mereka. Kali ini Jin hyu yang akan menyetir mobil, menekan pedal gas mobil dan melajukannya dengan cepat.
Nenek yang terlanjur sakit hati, ia menyuruh jin-nya untuk menghajar ketiga wanita itu. Jin tersebut menurutinya dan mulai mengejar wanita yang menyakiti tuannya.
Mobil yang membawa ketiga wanita sombong itu pun telah berada ditengah hutan, sebab si nenek tinggal didalam hutan tersebut. untuk tempat tinggal penduduk lainnya, terletak cukup jauh di hutan. Tiba-tiba sesosok makhluk wanita nan menyeramkan berada di depan mereka, menempel di kaca memperlihatkan kuku tajam yang mengerikan. Sontak Jin-hyu yang kaget pun langsung menabrak pohon yang besar dan tinggi hingga merusaki mobil mereka, mengeluarkan dempulan asap tebal dari balik mesin mobil.
"Sial! Jinhyu! apa kau tidak bisa membawa mobil dengan benar?!" teriak Hayoon mengepalkan kedua tangannya, tampak sekali aura marah terpancar diwajah wanita itu.
"Kau kan bisa melihat ada setan dikaca mobil kita!" berang.Jinhyu yang sudah cukup sabar.
"Berani sekali kau membentakku!" berang Hayoon kemudian menjambak wanita itu. Seketika warna mata Jin-hyu berubah menjadi putih dan menatap tajam pada Hayoon. Hayoon tercengang, ia tampak takut melihat Jinhyu yang berubah seperti setan.
"Jin-hyu! apa yang terjadi padamu!"
__ADS_1
πΎπΎ