
πΈπΈ
Keesokan harinya, matahari begitu terik menyinari bumi yang hijau dan banyaknya gedung menjulang tinggi di Kota Seoul. Hari ini Zoya memiliki jadwal kuliah pagi hingga siang nanti. dan akan berjanji pada sang kakak untuk membawa teman adiknya Ayaana kerumah ini buat mengajarkan mereka untuk memasak makanan Korea. Aji mumpung selagi berada di Korea, tidak ada salahnya untuk mencoba destinasi hingga kuliner khas kota ini.
Cristella dan teman-teman sudah menjemputnya, Zoya pun segera berpamitan kepada keluarganya untuk segera berangkat kuliah.
"Hati-hati dijalan ya, belajar yang benar" ucap Ummi sembari memegang kepala sang putri.
"Siap, Mi" Zoya pun menciumi punggung Umi, Abi dan Kak Malik. sedangkan Zura tengah menyuapi anaknya makan didalam rumah.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Zoya berlari menuju teman-temannya berada, sebelum pergi mereka berpamit dahulu pada orangtua Zoya. setelahnya, Kim Joong pun mulai menyalakan mobil dan menekan pedal gas mobil untuk melajukan kendaraan itu memecahkan jalanan yang sepi hingga mengantarkan para tuannya ke tempat menimba ilmu tersebut.
Dikediaman Ye-Jun, ia tampak terburu-buru untuk pergi ke pemotretan pagi ini. membuatnya frustasi sang manager begitu mendadak mengabarinya. padahal tadi malam, ia telah menghubungi manager untuk memeriksa apa saja jadwalnya hari esok sebab ia tidak mau pada pukul satu nanti pertemuan dengan Ayah Zoya akan terganggu dan terpaksa batal karna pekerjaannya yang tak menentu.
"Hai Jun, sudah rapi saja pagi begini" Tuan Hwan yang sedang sarapan pun menyapa sang putra yang tampaknya terlihat sangat rapi.
"Ada pemotretan, Pa" jawab Ye-Jun yang sedang meminum susu vanilla dari gelasnya.
"Sarapan dulu, mereka tidak akan memarahimu, bukan?" suruh Tuan Hwan.
"Baiklah, tentu saja tidak" ujarnya menduduki tubuh dikursi itu.
"Pa, Mama belum pulang juga ya?" celetuk Aera yang tampak merindukan ibunya.
"Entahlah, mungkin nanti" jawab sang Ayah. Kakak beradik itu pun hanya mengangguk-angguk mengerti, sudah tiga hari Nyonya Nam berada di Busan, entah ngapain saja hingga belum juga kunjung pulang.
Kini Tuan Hwan, Ye-Jun dan Aera sedang menikmati sarapan paginya dimeja makan tersebut terkecuali sang Ibu dan Aena. Hening, mereka begitu menikmati sarapan pagi yang begitu lezat tersebut tanpa bersuara sedikitpun. tampak Ye-Jun yang sedang terburu-buru menyuapi makanan kemulutnya, hingga tak berapa lama pun akhirnya ia selesai menghabiskan sarapan tersebut tanpa tersisa.
__ADS_1
"Pa, Ye-Jun berangkat sekarang" pamitnya sembari mengelap mulut dengan sebuah kain yang telah dipersiapkan.
"Ae-Ra juga, Pa" sahut Aera kemudian ia pun berdiri lalu menghampiri sang Ayah dan menciumi punggung tangannya.
"Kau begitu sopan, Aera. Aku begitu menyukaimu" puji Tuan Hwan pada putri bungsunya tersebut. lalu disusuli oleh Ye-Jun mencium punggung tangan sang Ayah. Mereka pun pergi menuju mobil masing-masing, Aera berangkat ke sekolah yang terkenal dalam bidang ilmu memasak atau disebut tataboga. sedangkan Ye-Jun langsung menancap gas menuju pemotretan.
Tuan Hwan yang melihat anaknya telah pergi pun, ia menghembus nafas kasar. mengingat kejadian beberapa hari lalu saat ia bertengkar pada sang istri dikarenakan Nyonya Nam ketahuan selingkuh dibelakangnya. Namun permasalahan mereka, disembunyikan rapat-rapat tanpa anak-anak mengetahui pertengkaran orangtuanya.
"Apa aku harus menceraikannya? tidak-tidak! aku tidak ingin anak-anak mengetahui masalah ini" gumamnya bingung. Tuan Hwan pun kembali memasuki rumahnya, berniat untuk melakukan gym diruang olahraga. Namun langkahnya terhenti sebab ia melihat putri pertamanya tampak berpenampilan acak-acakkan.
"Anak itu! sudah sangat liar dengan pacarnya" desah Tuan Hwan lalu memasuki rumah tidak mempedulikan putri pertamanya, Aena itu. menurutnya, sikap Aena begitu sama dengan sang Ibu. hanya Aera dan Ye-Jun yang ia banggakan.
Ye-Jun pun akhirnya telah tiba ditempat pemotretan, sang manager langsung menyambutnya dengan penuh kehangatan. Namun Ye-Jun hanya memasang wajah datar, tampaknya ia memang masih kesal dengan kabar mendadak itu.
"Pastikan sebelum jam satu ini telah selesai" ucapnya kepada sang manager, mengingat kini telah pukul 8 pagi.
"Tenang saja" ujar sang manager tersebut.
Ye-Jun berjalan menuju ruang kostum, disana sudah ada penata costume dan juga penata rias yang siap akan membantunya tampil keren dan sempurna.
Setelah semuanya selesai dari pakaian hingga dandanan yang begitu sempurna melekat ditubuh pria tampan itu, Ye-Jun pun bergegas berdiri didepan background yang berwarna cappucino. mengenakan tuxedo berwarna cokelat, kaos dan sepatu berwarna putih hingga tatanan rambut klimis yang begitu rapi hingga poni sedikit jatuh ke dahi membuat dirinya begitu menggairahkan bila dipandang.
Sorotan kamera yang siap memotretnya dengan keahlian mereka dalam bidang photography membuat hasil potret pun begitu sempurna. Ye-Jun pun mengganti model gaya yang sesuai instruksi potografer, hingga beberapa kali bunyi potret pun terdengar menggema diruangan itu.
Kini tahap selanjutnya untuk kesekian kali, Ye-Jun mengganti kembali pakaiannya dengan model casual yang lain. Ye-Jun tak ingin berlama pun hanya menurut, hingga kini ia tengah berdiri didepan background hitam putih. Sialnya, sang potografer malah permisi sedang mengangkat telepon dari seseorang membuatnya berdecak kesal.
Ye-Jun yang kesal menunggu terlalu lama, ia menyedekapkan kedua tangannya didada, menunjukan wajah dingin nan kesal dari raut wajah itu. sesekali ia melihat jam ditangannya telah menunjukkan pukul 11 siang.
__ADS_1
"Lama sekali," gerutunya. hingga yang ditunggu pun kembali datang dengan membawa kameranya.
"Ah sorry, istriku menelpon" ucapnya pada sang bintang. Ye-Jun hanya memutar bola matanya merasa jengah lalu kembali fokus pada pemotretan selanjutnya.
**
Hari pun sudah semakin siang, matahari semakin terik hingga meninggalkan panas yang begitu tinggi. Zoya teringat akan janjinya pada sang kakak untuk membawa Aera kerumahnya. Zoya pun menoleh kearah Ayaana yang berjalan disampingnya.
"Ay, boleh minta nomor ponsel Aera, gak?" tanya Zoya.
"Tentu saja, akan ku kirim ke WA mu" ujarnya merogoh ponsel didalam saku bajunya.
Ting,
Sebuah pesan masuk kedalam WA milik Zoya, Ia pun segera membuka pesan tersebut dan langsung menelpon Aera.
"Sebentar ya" ucapnya pada teman-teman. Mereka pun memasuki mobil terlebih dahulu, hanya Zoya yang masih diluar untuk menelpon Aera.
"Hallo, Aera" ucapnya tersenyum, menaruh ponsel ditelinganya.
"Hallo, ini siapa?" sahut Aera diseberang sana.
"Ini kak Zoya, kamu ada waktu gak setelah pulang sekolah?" tanya Zoya.
"Hmm.. tidak, eonnie" jawabnya.
"Syukurlah, kamu mau gak kerumah lagi untuk ajari kami memasak. terserah Aera deh mau datang jam berapa" pinta Zoya.
"Boleh kak, satu jam lagi Aera akan kerumah. ini masih ada kelas" ujarnya, Zoya pun manggut-manggut mengerti.
"Oke, kak tunggu ya, terimakasih" ucap Zoya dengan senyum yang mengembang.
__ADS_1
"Sama-sama, eonnie" hingga setelahnya panggilan telepon pun diputus. dengan senyum mengembang, Zoya kembali memasuki mobil milik Kim Joong.
πΈπΈ