
πΈπΈ
Rutinitas wajib dimulai, berdua dengan suami ditunda untuk beberapa saat. mengharuskan seseorang yang masih berjibaku pada buku-buku mesti fokus pada benda tebal itu. Seorang gadis dengan takhzimnya menciumi punggung tangan suaminya, tak lupa ia juga mendapatkan balasan ciuman hangat di dahi wanita itu. Zoya tersenyum hangat menatap pria bersamanya, tangannya diam-diam membuka pintu mobil walau hatinya masih ingin tetap berada di mobil itu. Zoya sangat ragu.
"Turunlah, itu temanmu menunggu" Ye-Jun menunjuk ke arah mobil di parkiran
"Tapi aku masih ingin Hubby" Zoya memeluk suaminya itu.
"Yaudah, aku antar sampai kelas ya," tawar Ye-Jun, seketika raut wajah manyun tadi berubah menjadi berbinar-binar.
"Asyik! ayo, By" Zoya segera turun, setelah ia mendorong pintu dan lalu kembali menutupinya.
Zoya berlari menghampiri sahabat-sahabatnya yang tengah menunggu, disusuli Ye-Jun dengan gaya santai dan coolnya berjalan, menatap kegirangan sang istri membuatnya menggeleng-gelengkan kepala.
Dasar bocah
Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju ke kelas setelah drama pelukan terjadi. padahal setiap hari mereka bertemu, tapi entah kenapa seperti sudah setahun saja dipisahkan.
"Belajar yang rajin, nanti aku jemput ontime, oke?" ucap Ye-Jun menyentuh kepala sang istri.
"Oke, By" Zoya pun kembali menyaliminya dan Ye-Jun mengecup pucuk kepala sang istri hingga membuat Zoya merasa malu dilihat oleh beberapa orang. pipinya pun merah merona, membuat Ye-Jun gemas pada wanita ini.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Ye-Jun segera pergi setelah mengantarkan si anak manja sampai di depan kelasnya. Ia berjalan gontai ditengah para Mahasiswa Mahasiswi yang berpapasan dengannya. tentu saja para ciwi-ciwi langsung heboh melihat Aktor tampan itu, membuat Ye-Jun risih dan segera berlari menghampiri mobilnya.
"Oppa!! tunggu!!" teriak mereka. Ye-Jun terus berlari, tak mengindahkan panggilan mereka.
**
Sudah pukul tiga sore, waktu pulangnya seorang gadis. Gadis cantik nan manis baru saja keluar dari kelas prakteknya. membawa hasil karyanya yang ia buat bersama teman-teman sekelasnya. Karna terlalu banyak, sebagian ia bawa pulang agar tidak terbuang. Kini gadis imut itu tengah menunggu jemputan dari sopir pribadinya, lama ia berdiri didepan gerbang sekolah namun belum juga jemputan itu datang.
Sepuluh menit, lima belas menit, ia selalu menatap jam dipergelangan tangannya, namun tetap jua tak ada pergerakan.
"Kemana sih? biasanya ontime jemput" gerutunya kesal.
Namun tiba-tiba sebuah mobil sedan menghampirinya, itu bukanlah mobil miliknya. Ia menatap ke kaca jendela dengan intens namun tak dapat ia lihat siapa gerangan pemilik mobil yang menghampirinya. Gadis itu pun bersikap acuh, tak mempedulikan.
"Kenapa disini sendiri?" orang itu turun dari mobil, menatap Aera yang tampak kaget dan melotot.
Ah ternyata Paman itu yang menghampirinya
"Pa-paman," Aera gelagapan.
__ADS_1
"Ck, jangan panggil paman. usiaku sama dengan kakakmu" ucapnya.
"Oh" hati ini berdebar-debar melihat Akbar yang berdiri disamping pintu mobilnya, jarak mereka sekitar 3 meter. namun berhasil membuat jantung itu berpacu dengan cepat. cuaca yang panas pun menjadi lebih panas gara pria ini.
"Ayo saya antar, mungkin sopirmu sedang ada masalah" ajak Akbar, merasa kasihan melihat gadis itu, yang sedari tadi ia perhatikan.
"Hah, tidak usah, Paman" elak Aera
"Paman lagi! gak apa-apa. saya tidak macam-macam" ucapnya lagi. Aera pun terpaksa mengangguk, lalu berjalan mengitari mobil dan membuka pintu jok depan.
"Aera,"
"Ya?"
"Bisakah kamu duduk di kursi belakang aja?" pinta Akbar, menatap Aera yang hampir menjatuhkan bokongnya.
"Ck! baiklah" Aera kembali memundurkan tubuhnya, menutup pintu depan dengan keras.
"Pria menyebalkan!" gumamnya, lalu membuka pintu jok belakang.
Mobil melaju memecahkan keheningan jalanan sepi area sekolah itu. ditemani audio ceramah agama yang sedari tadi dinyalakan Akbar untuk menemani perjalanannya pulang.
Hening,
"Kenapa bisa melewati sekolahku?" pertanyaan itu seketika lolos dari mulut mungilnya, setelah dari tadi ingin rasanya membuka pertanyaan itu.
"Setiap pulang kerja saya melewati jalan ini" jawabnya
"Oh, kerja apa?" Aera mulai kepo
"Disebuah perusahaan" jawabnya.
"Bagian apa?"
"Bukan jabatan tinggi, hanya pegawai biasa"
Aera hanya bisa membulatkan mulutnya, diam-diam Akbar menatap cantiknya wanita itu.
"Jaga mata, jaga hati, jangan pandang dia" hati Akbar tengah berperang. namun kenyataan, mata masih terus menatap gadis itu. entah setan mana yang memengaruhi pria itu, namun ia hanyalah manusia biasa yang memiliki ketertarikan walau se-alim apa pun. asal tak menyimpang jalur.
Beberapa menit kemudian, mobil telah sampai di kediaman Hwan. Aera segera turun setelah mengucapkan terima kasih. Para penjaga melongo dibuatnya, bagaimana bisa Nona mudanya pulang bersama pria lain? sedangkan sopir sudah pergi sedari tadi.
Ada apa dengan sopir Aera? entahlah.
**
__ADS_1
Zoya dan seluruh anak lainnya yang masuk siang, baru saja keluar dari kelas setelah materi terakhir selesai. mereka pun berjalan beriringan menuju parkiran berada. disela-sela berjalannya, Ayaana menatap Cristella seolah ingin mengatakan sesuatu.
"Cris, kamu nebeng sama Zoya aja ya, kita ada perlu" ucap Ayaana, mungkin ada suatu hal yang penting, mengharuskannya menitip Cristella pada Zoya.
Cristella mengerti, mungkin sepasang kekasih itu butuh waktu bersama tanpa diganggu,
"Its oke, aku ngerti kok. aku sama Zoya aja" ucap Cristella.
"Ah aku jadi merasa gak enak" Ayaana berhambur memeluk gadis itu, disela berjalannya.
"Biasa aja kali" gerutu Cristella terkekeh.
"Yaudah, kita pamit dulu yaa guys" pamitnya, diangguki Zoya dan Cristella sambil tersenyum. Ayaana pun berlari menghampiri Kim Joong yang sudah berdiri diambang pintu miliknya.
"Ayo, Cris, suamiku udah jemput" ajak Zoya, menarik tangan sahabatnya itu.
"Serius boleh?" tanya Cristella
"Jangan bersikap seperti orang lain! tentu saja boleh" ujar Zoya, Cris mengulum senyum yang lebar padanya. mereka pun berjalan menuju mobil milik Ye-Jun yang tengah menanti.
Hendak membuka pintu jok belakang, tiba-tiba sesuatu menahan tangan Cristella, membuat Zoya yang melihatnya terpaku.
Cristella menoleh ke belakang, terkejut melihat pria yang dekat bersamanya beberapa hari ini.
"Pak,"
"Ada yang mau saya omongi sama kamu. ayo ikut" ujarnya, Cristella terhenyak, dadanya berdebar akan omongan apa yang ingin ia katakan.
"Baik,"
"Zo, gak jadi ya, aku ikut pak Tae" ucapnya,
"Tidak masalah, hati-hati yaa" Cristella mengangguk. ia pun mengikuti Pak Tae-Young menuju mobilnya. pria itu semakin tampan bila hanya mengenakan pakaian santai.
Zoya memasuki mobilnya, menatap sang suami yang tengah menunggu.
"Ayo, By"
"Sepertinya pria itu mendesak sekali ya, wajahnya juga serius" ujar Ye-Jun, memerhatikan dari tadi.
"Apa perlu kita ikuti? aku jadi ingin tau" saran Zoya, ia juga ingin tau apa yang ingin dikatakan pria itu.
"Dasar! tidak perlu!"
πΈπΈ
__ADS_1