
πΈπΈ
Zoya dan Ye-Jun terkejut seseorang mengagetkan mereka. Zoya membuka matanya dan kaget melihat Ye-jun berada didepannya. sedangkan Ye-Jun seolah sedang ketangkap basah atas apa yang baru saja ia lakukan.
"Itu tadi ada nyamuk di pipinya" jawab Ye-Jun menatap pelayan itu.
"Hah?" Zoya tercengang
"Nona, ini cemilan anda" pelayan itu memberikannya pada Zoya. melihat cemilan yang menggiurkan membuat Ye-Jun juga ingin menikmatinya.
"Berikan juga pada saya" pintanya. Pelayan mengangguk dan menunduk, lalu setelahnya ia pun pergi meninggalkan mereka.
Kini keduanya duduk bersantai ria di tempat duduk baring sambil memandang lautan. melahap cemilan yang menggiurkan dengan ditemani panorama alam biru yang membentang luas didepan mata. tak lupa pula semilir angin yang menghembus kulit dan menyejukkan itu.
Hari pun sudah semakin siang, tak terasa sudah pukul 9 pagi. Para sahabat sudah berpenampilan cantik dan tampan, mereka hanya mengenakan pakaian santai. Para wanita mengenakan tanktop dan rok kembang sebetis, para pria hanya baju kaos dan boxer. Kini mereka pergi meninggalkan kamar, menelusuri setiap tempat untuk mencari dimana keberadaan dua orang sejoli itu.
"Mereka kemana ya?" gumam Ayaana
"Palingan lagi jalan tuh" ucap Cristella tersenyum.
Padahal mereka tak tau kalau Zoya dan Ye-Jun ketiduran di bangku baring saking enaknya menikmati semilir angin pagi yang sejuk dan segar. apalagi tidak ada polusi sedikit pun. Namun sayang, mereka tak tau bila mereka berada disana.
Eeemh...
Zoya terbangun dari tidurnya tatkala ia merasakan sesuatu yang menghimpit tubuhnya. Zoya mengucek kedua matanya untuk melihat lebih jelas siapa yang mengganggu tidurnya. seketika Zoya tersenyum, sesosok makhluk berbulu halus nan lembut, bulu yang lebat dan bertubuh chubby. ia adalah seekor kucing anggora yang sedang bergelayut manja di tubuh Zoya.
"Hai meong" sapa Zoya
Eoong....
Seolah mengerti Zoya menyapanya, kucing itu pun membalas sapaan Zoya. Zoya semakin gemas, ia pun menggendong kucing menggemaskan itu.
"Kamu pasti ada yang punya? apa mungkin punya pelayan sini ya?" Zoya bertanya-tanya, hingga ia pun melihat seseorang berjalan ke arahnya. ia adalah seorang bule yang entah darimana asalnya.
"Permisi, bolehkah saya memintanya? dia kucing saya" ucapnya
__ADS_1
"Oh iya, ini Nona" Zoya pun memberikan kucing itu pada pemiliknya.
"Terimakasih, ayo girly" ucapnya. lalu berlalu pergi meninggalkan Zoya.
"Siapa itu?" suara Ye-Jun membuyarkan senyuman Zoya mengantar orang itu pergi dari pandangannya. ia menoleh kesamping, tampak Ye-Jun terbangun dari tidurnya.
"Itu, pemilik kucing. aku ke kamar dulu ya mau mandi" pamitnya lalu Zoya beranjak turun untuk menuju ke kamarnya.
"Tunggu aku ya, kita akan sarapan" ucap Ye-Jun.
"Oke"
Setelah mandi kini keduanya sedang sarapan pagi disebuah restaurant resort tersebut. kini mereka hanya berdua, para sahabat entah sudah terbang kemana hingga tidak meninggalkan jejak. Namun Zoya tak memikirkannya lagi, terserah mereka mau pergi kemana. yang jelas Zoya ingin tenang tanpa keributan.
Setelah sarapan, seperti biasa Zoya dan Ye-Jun berkeliling dengan delman menikmati indahnya kota Bali. keduanya menelusuri setiap jalanan, setiap tempat dan setiap objek wisata. untung saja Zoya tak lupa membawa handycam untuk ia rekam.
**
Tak terasa hari pun sudah semakin siang, Zoya dan Ye-Jun sedang duduk ditepi pantai sambil memandang lautan. tiba-tiba mereka dikejutkan oleh kebisingan dan keributan yang sepertinya menyebut nama Ye Jun. Ye-Jun menoleh ke belakang, alangkah terkejutnya dia melihat para wartawan Seoul menghampirinya ke Bali.
"Sial!" umpatnya kesal. segera ia meraih tangan Zoya dan lalu berlari untuk menghindari wartawan tersebut.
"Mengapa banyak wartawan?" tanya Zoya dengan nafas ngos-ngosan.
"Nanti akan ku ceritakan. lebih cepat lagi" ucap Ye-Jun hingga mereka pun berlari dengan sangat cepat.
Melihat sang Aktor yang berlari dengan gadis kerudung itu, tentu saja mereka yakin bahwa itulah wanita yang mereka maksud. mereka pun mengambil moment untuk memotret keduanya yang tengah berlari.
Ye-Jun menoleh ke belakang, ia pun seketika menghentikan pelariannya dan diikuti oleh Zoya. kini nafas keduanya tersengal-sengal sehabis dikejar setan. hingga sesuatu mengagetkan mereka yang sedang mengambil oksigen diudara.
Prok!
Seseorang menepuk pundak Ye-Jun, membuatnya terkejut.
"Kim Joong"
__ADS_1
"Kalian ayo kesini, kalian harus bersembunyi disana" tunjuk Kim pada rumah pohon kokoh yang cukup besar.
"Rumah pohon?" tanya Zoya.
"Ya, ayo"
"Zoya, Oppa, ayo naiklah cepat" ternyata para sahabat Zoya sudah bersembunyi didalam sana. Ye-Jun dan Zoya segera berlari menuju rumah pohon yang jaraknya 30 meter dari tempat yang mereka pijati. setelah tiba disana, keduanya segera memanjati pohon itu dengan cepat untuk menghindari wartawan itu.
Tentu saja rumah pohon itu telah mereka pesan untuk persembunyian Zoya dan Ye-Jun.
"Kalian kenapa bisa ada disini?" tanya Zoya.
"Kita sengaja pesan ini untuk kalian. kalian tau? kalian sudah jadi sorotan media dan masyarakat lewat video ini" ucap Cristella menunjukkan video di Youtube.
"Aku sudah tau sejak tadi malam" ucap Ye-Jun.
Ssssst!!
"Itu mereka" bisik Andrew menunjuk kebawah tampak para wartawan sedang mencari Zoya dan Ye-Jun.
"Semua ini karna ulahmu!" Zoya menyalahkan Ye-Jun atas kejadian ini
"Mereka saja yang ikut campur urusanku" ucap Ye-Jun. kini mereka memilih diam sembari menunggu mereka pergi.
Cukup lama mereka berada disana, tak ada tanda-tanda kehadiran mereka lagi. kini semuanya menuruni pohon, lalu memilih untuk pulang saja ke Resort mengingat suasana yang mencekam.
Setiba di Resort, mereka semua pun dikejutkan oleh pemandangan yang tak enak dipandang itu. dimana para wartawan sudah mengepung tempat peristirahatan itu. Ye-Jun mendesah kesal, ia pun mengajak mereka semua untuk segera pergi dengan mengendap-ngendap.
"Bagaimana ini? kita tidak bisa balik" gerutu Zoya
"Apa perlu aku ladeni mereka? tapi aku sedang malas. mereka suka sekali mengganggu liburan orang! ayolah kita pergi. aku ingin tenang dulu baru hadapi mereka" ucap Ye-Jun lalu melangkahkan kaki untuk pergi meninggalkan resort.
Mereka semua telah berada ditempat yang paling jauh dari resort dan sekitarnya. disini sangat tenang, Zoya dan Ye-Jun tak lupa mengenakan masker agar tidak ada yang mengenalinya. Ayaana mengedarkan pandangan menatap indahnya tempat ini, namun sorot matanya tiba-tiba tertuju pada sesosok pria yang sangat ia kenal.
"Kim! lihat, itu seperti Dong Wo!" tunjuk Ayaana mengarah pada pria dan seorang wanita yang sedang duduk berpelukan dengan mesra.
__ADS_1
"Dong Wo kekasihmu itu kan?" tebak Kim Joong. namun Ayaana sudah tidak berada ditempat. Kim terkejut melihat Ayaana yang sudah mengepalkan kedua tangannya. wajah Ayaana tampak dingin, ia deg degan apakah itu Dong Wo kekasihnya?
πΈπΈ