Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
22. Menginap


__ADS_3

🌸🌸


Dengan kesabaran, akhirnya kayu pun telah menjadi bara api yang begitu panas hingga membuat kulit akan melepuh bila disentuh. Zoya pun telah selesai dengan tugasnya. mereka mulai memanggang daging sapi itu yang telah dibaluri bumbu barbeque. mencium aromanya sangat wangi dan menggugah selera, apalagi melahapnya pasti lidah bergoyang dan menari-nari merasakan nikmatnya barbeque itu.


Beberapa menit kemudian, barbeque pun telah selesai dipanggang. dagingnya yang empuk membuat cacing-cacing diperut mereka langsung meronta-ronta. tak lupa juga sosis yang mereka beli tadi, kini juga telah dibalur saou barbeque. sangat yummy.


Ketiga wanita cantik itu pun kembali memasuki rumah melewati pintu belakang, membawa tiga piring sembari menghirup aromanya dalam-dalam. Tibalah diruang keluarga, dimana terlihat Kim joong yang tertidur pulas dilantai beralasan karpet itu. Ayaana pun langsung memiliki ide picik, ia menghampiri Kim dengan langkahnya yang pelan. dengan isengnya, Ayaana menaruh piring itu sangat dekat pada hidung Kim joong. Kim pun merasa terusik, ia mendengkus-dengkus mencium aroma wangi itu.


"Hmm, wangi sekali. aku lapar" Kim joong mengigau dari dalam tidurnya. Ia tersenyum sembari mengelus perut sixpack miliknya.


"Astaga, dia juga tidak bangun" ucap Ayaana menatap Cris dan Zoya dengan suaranya yang pelan.


"Cipratkan air aja" saran Zoya dengan jahilnya. Ayaana pun mengangguk cepat dan menuangkan sedikit air putih ketangannya. ia mencipratkan air itu ke wajah tampan seorang Kim joong. Hingga Kim pun tersentak bangun dari tidur lelapnya.


"Banjir! banjir!" teriaknya kaget hingga melihat mereka yang tertawa ngakak melihat ekspresi wajah Kim joong.


"Kalian ini!" gerutunya kesal. lalu ia kembali mencium aroma wangi tadi yang persis sekali seperti dialam mimpi hingga ia melihat 2 piring daging barbeque dan 1 piring berisikan sosis yang menggiurkan. Membuat salivanya meronta-ronta didalam mulut itu.


"Wah, sudah jadi ya? cepat amat" ucapnya tersenyum semringah menatap ketiga piring yang berada dekat didepan matanya.


"Iya dong, kami gitu loh" ucap Zoya dengan bangga. Mereka pun mulai melahap makanan itu, sedangkan Zoya berdoa terlebih dahulu didalam hati lalu mengambil daging yang benar-benar menggiurkan dan sangat yummy.


"Hmm, enak banget sumpah" puji Cristella mengacungkan jempol pada Zoya dan Ayaana.


"Tak kalah sama restaurant'kan?" ujar Zoya tersenyum.

__ADS_1


"Bahkan masakan kalian mengalahkan koki di restaurant mana pun" ucap Cristella membuat Zoya terkekeh mendengar candaan Cristella.


"Ada-ada saja, hahahah" Zoya pun merasa lucu.


Tak terasa hari sudah semakin sore, awan pun mulai menunjukkan warna kelabu hingga suasana di bumi pun sedikit menggelap dan matahari mulai bersembunyi dibalik awan seperti tengah malu untuk menyelonong pergi tanpa permisi. Kim joong pun mengajak Ayaana untuk kembali pulang, sudah merasa cukup lelah akan kegiatan hari ini. Ayaana pun manggut, mengajak Cristella untuk segera pulang bersama-sama. Namun Cristella enggan, ia ingin bermalam disini di rumah Zoya. Untung saja, dengan senang hati Zoya pun menyanggupinya dan malah mengajak Ayaana untuk ikut bermalam juga disini.


"Ay, sini saja deh bobo bertiga kita" ajak Ayaana.


"Boleh ni?" tanya Ayaana untuk memastikan.


"Tentu saja. Kim, pergilah pulang" usir Zoya. Ayaana pun tersenyum lalu menoleh pada Kim untuk pulang. Dengan terpaksa, Kim joong pun pulang sendirian tanpa ditemani oleh sahabat kecilnya. Kim joong pun berjalan menghampiri mobilnya seraya melambaikan tangan pada ketiga gadis itu.


"Byeeee" teriaknya. kemudian memasuki mobil. Saat ingin melajukan mobil, tiba-tiba suara Ayaana terdengar jelas sedang berteriak.


"Kim!!" panggil Ayaana.


"Besok bawa pakaianku 2 pasang yaa.. minta sama mamaku" teriaknya.


"Oke siip" sahutnya menyatukan jari telunjuk dan jempol hingga membentuk huruf O. Kim joong pun langsung melajukan mobilnya setelah tiada lagi kata-kata perpisahan dari teman-temannya.


"Ayo masuk. kalian pakai baju tidurku tidak apa-apa kan?" tanya Zoya.


"Tidak masalah, yang penting berbaju" ketus Cristella hingga mereka pun tertawa.


Zoya pun menyuruh sahabatnya untuk berlekas mandi, membersihkan diri yang sudah bau keringat yang menempel pada tubuh. sedangkan Zoya, memilih menyapu rumah dan Ayaana membantu mencuci piring sembari menunggu Cristella selesai mandi. Hingga tak berapa lama pun, Cristella telah selesai dan melihat Ayaana tengah rajin mencuci alat-alat makan dan masakan yang kotor.

__ADS_1


"Ciee.. rajin" ledek Cristella pada Ayaana.


"Wanita harus rajin agat terbiasa sama pekerjaan beginian" ujar Ayaana menatap Cris sembari membilas piring dengan keran.


"Istri idaman nih" ledek Cris merangkul pundak Ayaana.


"Yaiya dong. awas ih, risih tau" gerutu Ayaana yang masih sibuk.


"Oke-oke baiklah. Zoya mana?" tanya Cris celingak celinguk tidak mendapati sosok Zoya.


"Nyapu didepan" jawab Ayaana. Namun tidak ada lagi sahutan dari Cristela. Ayana pun menoleh kebelakang, tidak mendapati keberadaan wanita itu.


"Yaaa main tinggal aja tanpa pamit" gumam Ayana.


Cristella pergi ke depan, mencari si Tuan rumah yang pergi entah kemana. Hingga Cristella pun melihat Zoya tengah membuang sampah makanan kedalam tong sampah yang letaknya ada didepan tepi jalan.


Kini ketiga wanita itu sudah tampil cantik, bersih dan wangi. mereka telah bersantai ria didalam kamar sembari menonton film horor Korea di salah satu ponsel mereka. Zoya menutup matanya, saat ada adegan psikopat yang membunuh musuhnya tanpa ampun sedikitpun. Zoya bergidik ngeri hingga ia pun tidak ingin menonton film itu.


Tidak terasa hari sudah maghrib saja, kali ini Zoya tidak sholat karna sedang datang bulan. Zoya pun lebih memilih membaca buku ketimbang menonton horror dengan mereka berdua. Sudah satu setengah jam mereka menatap layar pipih itu, menayangkan kejadian seram disetiap adegannya. Ayaana menguap lebar lalu meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku akibat dalam posisi sama saat menonton tadi. Dilihatnya Zoya, begitu tekun membaca buku dengan serius.


"Serius amat buk" tiba-tiba Cristella menyapa Zoya, membuyarkan konsentrasinya.


"Daripada nonton begituan mending baca buku kali" ucap Zoya. mereka pun mengangguk-angguk mengerti.


"Tapi Zo, kamu memang gak pernah melepaskan jilbabmu ya?" tanya Ayaana penasaran. sebenarnya Ayaana ingin bertanya sedari tadi namun takut menyinggung perasaan Zoya.

__ADS_1


"Pernah. selama disekitarku adalah muhrimku maka aku akan membukanya. sebenarnya aurat boleh dilihat oleh sesama wanita, namun wanita muslim dan tidak boleh memperlihatkannya pada wanita non muslim. Karna apa? mereka bukan mahramku sebab perbedaan keyakinan" jelas Zoya dengan hati-hati. ia pun takut bila menyinggungi perasaan temannya mengenai agama. Namun Ayaana dan Cristella pun menerima penjelasan itu dengan amat baik sembari tersenyum, mengangguki kepalanya pertanda mereka sangat mengerti.


🌸🌸


__ADS_2