Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
194. Roma, Italia


__ADS_3

🌸🌸


Roma, Italia! keluarga kecil yang berbahagia telah tiba di Kota Roma, Italia setelah menempuh waktu perjalanan beberapa jam lamanya. Setelah turun dari Bandara, kini keluarga kecil itu bergegas untuk mencari hotel yang terdekat dengan pusat wisata Italia agar bisa berlalu lalang menelusuri semua tempat dengan ditempuh oleh sepasang kaki.


"Disini Hotelnya, Tuan" ucap Sopir taksi yang menghentikan mobilnya disalah satu hotel mewah di Roma


"Terimakasih, Pak"


Ye-Jun, Zoya dan Dzaka pun segera menuruni taksi. menatap lekat hotel bintang 5 itu dengan perasaan takjub. bangunan yang tinggi dan luas dan berkonsep klasik modern menjadi ciri khas hotel tersebut.


"Ayo masuk, kebetulan hotel ini dekat dengan tempat wisata"


"Baba, apa nanti kita jalan-jalan??"


"Tentu saja, Sayang. tapi kita makan siang dulu dan sholat"


"Yeaaaay!!"


Zoya dan Ye-Jun menatap bahagia melihat raut wajah putra mereka yang begitu antusias dan penuh euforia setelah memijaki Kota ini. mereka pun begitu lega saat janji yang mereka lontarkan telah ditepati pada hari ini. Ye-Jun pun menyuruh istrinya untuk masuk, melakukan check-in untuk dua hari ke depan. mungkin saja mereka akan bertandang ke Negara lainnya. apalagi besok adalah hari wisuda Mei-Yin di Kota ini.


Anantara Palazzo Naiadi, itulah nama hotelnya. terletak di Piazza della Repubblica atau disebut Roma, dalam sebuah bangunan marmer putih dari tahun 1800-an yang menakjubkan. Hotel mewah bintang 5 ini memiliki teras atap yang indah dengan kolam renang kecil musiman dan Wi-Fi gratis di seluruh areanya.


Sembari menunggu sang suami yang tengah check in, Zoya menatap lobi marmer hotel yang mewah dan cerah dilengkapi dengan fitur neoklasik. Lobi ini memiliki langit-langit yang tinggi dan kursi berlengan yang santai. salah satu fasilitas di Hotel ini pun kita dapat menggunakan area kebugaran gratis dan memesan sesi di pusat kesehatan yang menawarkan pemandian uap dan hot tub.


"Udah. ayo" ajak Ye-Jun,


Zoya dan Ye-Jun mengikuti Porter (pengangkut barang tamu) menuju kamar mereka berada. menaiki benda segi empat yang tertutup hingga mulai merasakan pergerakan menuju ke atas. tak berapa lama, lift pun berhenti. Porter yang membawa barang mereka dengan senang hati menunjukkan letak kamar mereka.


Ceklek,


Porter itu menyilahkan para tamunya untuk masuk dengan sopan dan ramah, sepasang suami istri itu pun memasuki kamar itu yang begitu luas dan tak kalah megahnya.


"Selamat beristirahat Nona dan Tuan, permisi" ucap Porter itu setelah menaruh koper mereka di dalam kamar


"Terimakasih ya" ucap Zoya dan diangguki olehnya.


Kamar-kamarnya yang luas dan elegan memadukan gaya klasik dan modern. Setiap kamar memiliki kamar mandi marmer dan mahoni lengkap dengan perlengkapan mandi mewah. Beberapa kamar berada di area Clementino yang memiliki suasana khas, yang merupakan bekas lumbung kepausan.


**


Dua jam kemudian, setelah berehat sejenak melepaskan kepenatan yang ada, kini mereka bertiga berencana ingin menelusuri setiap tempat kota ini, menjelajahi tempat wisata yang mengagumkan yang sempat mereka lewati saat bertandang ke tempat ini.


Kebetulan makan siang dan shalat Dzuhur telah selesai, mereka pun bergegas keluar dari kamar dan bersiap menjelajah dengan perasaan yang berbahagia.

__ADS_1


"Sayang, kita jalan-jalan ditempat yang dekat aja ya. aku gak mau kamu kelelahan, lihatlah perutmu itu" peringat Ye-Jun yang mulai posesif


"Tenang aja, aku kuat kok" tukas Zoya menunjukkan otot lengannya


"Hadeeeeeuh!"


Setiba di luar hotel, sepasang suami istri dan putra mereka berjalan dengan santai sembari mengobrol, bercanda ria bahkan menikmati setiap tempat yang tersuguhkan di depan mata. sungguh indah sekali, dipenuhi dengan bangunan yang bergaya klasik di sekelilingnya.


"Hubby, kita berhenti disini dulu"


"Kenapa?"


"Mei dan pacarnya akan datang"


"Oh, kalian janjian?"


"Tentu saja, dan mereka akan membawa kita jalan-jalan ditempat yang lebih jauh"


"Asyik!!! Dzaka pengen ke tempat sana ya, Ma" timpal bocah tersebut


"Tempat apa itu?"


"Gak tau, hehehe"


"Kemana pun akan kita kunjungi demi kamu" sahut Ye-Jun mencubit kecil hidung putranya.


"Hai, ayo masuk!" teriak Mei-Yin


Tanpa berlama-lama, mereka pun memasuki kursi di jok belakang mobil itu.


"Ah Zo, aku senang kalian sudah tiba disini" celetuk Mei-Yin


"Aku juga senang, Mei, tempatnya indah sekali" sahut Zoya


"Hari ini kita akan bawa kalian kemana saja dan siap jadi sopir dan bodyguard" oceh wanita itu


"Apaan sih ngomong gitu" ucap Zoya terkekeh kecil.


**


Di belahan bumi lainnya, tepatnya di bumi Asia, Seoul Korea, tampak Aera dan Akbar tengah melakukan suatu hal yang luar biasa. Hanya mereka berdua, tiada yang lain. Rumah keadaan sepi pun membuat mereka lebih leluasa untuk melakukan, hanya berdua.


Belajar mengajar huruf-huruf hijaiyah kitab suci islam dengan memperagakan cara membaca yang benar. Aera mengikuti gerak mulut itu hingga ia berhasil meniru gerakannya.

__ADS_1


"A ba ta tsa"


"Pintar! Lanjut lagi ya"


Hingga beberapa menit kemudian, proses ajar mengajar itu pun telah selesai walau masih berlanjut untuk kesekian kalinya.


"Terimakasih ya, Paman" Ucap Aera dengan senyum manisnya yang terpancar


"Jangan panggil paman lah" Gerutu Akbar merasa tak suka


"Tapi aku suka manggil paman" Ucap Aera, gadis itu sengaja membuat pria itu jengkel


"Apa aku setua itu yaa??"


"Ho'oh! Tua banget, hihi"


"Garing candaanmu, Ra"


"Paman, aku baru ingat!"


"Apa??"


"Tunggu sebentar!"


"Hm"


Gadis itu pergi meninggalkan Akbar yang tengah menatapnya berlari hingga menuruni tangga. Posisi mereka ada di lantai 3 dan Aera lebih memilih menuruni tangga. Senyum manis terukir di bibir pria itu tatkala gadis itu menghilang dari pandangannya.


"Gadis unik!" Gumamnya tersenyum


Di kamar Aera, gadis itu menatap pantulan dirinya didalam cermin, dia sungguh cantik sekali mengenakan sesuatu yang belum pernah ia kenakan, bahkan menyentuhnya sekalipun.


"Cantik banget aku, Oppa pasti senang dan kagum" Gumamnya, bangga dengan diri sendiri.


Aera pun bergegas meninggalkan kamarnya, kali ini ia menaiki lift agar cepat tiba menuju lantai atas.


Akbar yang tengah memejamkan mata sejenak, sayup-sayup mendengar suara pintu lift yang terbuka. Sontak ia membuka matanya dan menatap ke arah sumber suara. Betapa kagetnya pria itu menatap sosok bidadari dengan pakaiannya yang berwarna putih, sangat cocok dengan kulit putihnya.


"Tadaaa!!!! Bagus gak?" Aera memutar tubuhnya seperti seorang cinderella dengan gaun yang disulap oleh penyihir


"Ra? Itu kamu?" Akbar masih tercengang, matanya tak berkedip sedikit pun menatap pemandangan di depannya.


"Tentu saja, siapa lagi!" Gerutu gadis itu, masih dengan senyum manisnya

__ADS_1


"Aku kira bidadari jatuh dari selokan, ups!"


🌸🌸


__ADS_2