
🌸🌸
Keluarga kecil yang baru saja keluar dari rumah sakit itu begitu sangat bahagia sekali. Tak menyangka makhluk kecil sudah 6 minggu berdiam diri di rahim ini tanpa aba-aba darinya berupa mual atau apapun. namun Zoya beruntung, disaat lagi sibuk-sibuknya si dedek sangat pengertian pada Ummanya untuk tidak berulah yang sangat menguras tenaga.
"Umma, Baba mana?" tanya Dzaka yang tengah mengedarkan pandangan tapi tak kunjung jua melihat Babanyaa yang entah pergi kemana.
"Baba beli minum, tuh di warung sana" jawab Zoya, menunjuk ke arah warung yang cukup jauh. bocah itu pun mengangguk paham.
Tak berapa lama, Ye-Jun kembali menemui istri dan anaknya, membawa dua botol air mineral dan snack.
"Ini sayang, minumlah, katanya haus" ucap Ye-Jun memberikan sebotol air yang tutupnya telah ia buka.
"Terimakasih, By" Zoya menyambut botol itu seraya tersenyum
"Ini untuk Dzaka, pasti kamu haus kan nak?" memberi sebotol lagi untuk anaknya, Dzaka pun menerima.
Satu jam lebih menunggu membuat anak ibu itu merasakan dehidrasi, saking merasa gugupnya wanita itu, tetap menahan tangan suaminya yang ingin beranjak untuk membeli air mineral hingga terpaksa saat pulanglah Ye-Jun harus membelinya.
Kini mobil pun kembali memecahkan jalanan kota yang padat, menyetir kendaraan roda empat itu dengan penuh hati-hati. Ye-Jun melirik kedua orang yang ia cintai, yang satu sedang melahap snack, yang satu lagi menatap foto USG dengan senyum indahnya yang terukir manis. hingga senyum itu pun ikut tertular kepadanya.
"Baba," Dzaka memanggil babanya, Ye-Jun menoleh
"Ya sayang"
"Dedek besok perempuan atau laki-laki?" tanya bocah itu, sontak Zoya tertegun mendengar pertanyaannya, suami istri itu saling bertatapan tidak jelas.
"Belum tau, Sayang. 4 bulan lagi akan kita lihat dedeknya, baru tau dedeknya perempuan atau laki-laki" jelas Ye-Jun
"Dzaka mau perempuan, biar nanti kalau ada bedak dedek, lipstick dedek, akan Dzaka hancurkan kayak punya tante Na" ucap bocah polos itu sambil tertawa, kenapa senang sekali sih mengusili milik orang? hahaha
Mendengar itu, kedua orang tuanya pun terkejut, mata membelalak kaget menatap bocah tengil yang hobby jahil itu.
"Gak boleh gitu, Dzaka. kasihankan orang belinya mahal-mahal tapi dirusakin. mubadzir lho, Allah marah" ujar Zoya, memperingati anaknya itu.
"Hehehe, Umma, tapi Allah kan maha pemaaf, apalagi Dzaka masih kecil" jawabnya lagi, entah titisan siapa anak ini.
Zoya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah anaknya ini, sejurus itu ia langsung menatap suaminya yang terkekeh. entah apa yang lucu, pikirnya.
"Tertawalah! pasti kamu dulu suka jahil kan? orang aku aja pernah kamu jahili" gerutu Zoya, teringat saat suaminya meneraktirkan makanan namun harus tetap dibayar dengan cara membawa masakan Zoya ke rumah sekaligus menyuapinya.
__ADS_1
"Hehehe enggak kok, Yang" sanggah Ye-Jun terkekeh
"Alah bohong! kata Mama aja kamu sering bawa bodyguard cewek ke rumah. mereka bawa tasmu, tumpukan bukumu, demi makan malam bersama, cih! gak nyangka babamu dulu parah banget nak" oceh Zoya membuka aib suaminya saat masa kuliah dulu, mendapati sumber dari mulut mertuanya yang suka menceritakan tingkah Ye-Jun.
"Ah! apaan sih mama itu!" gumam Ye-Jun kesal, Dzaka memerhatikan raut wajah Babanya seketika tertawa.
"Hahaha, Umma, lihat muka Baba, dia marah. hahahaha" ledek bocah itu, tangannya masih menyuapi snack ke mulutnya.
"Heh bocah! awas kamu nanti yaa" ancam Ye-Jun, entah apa yang mau diperbuatnya namun bocah itu masih tergelak
"Rasain tuh di ledek anak" Zoya tersenyum simpul, senang sekali melihat raut wajah suaminya yang tampak kesal campur malu.
Hingga mobil pun telah tiba di kediaman mereka, Ye-Jun memperingati sang istri untuk mengurungkan niat pergi ke kampus pada hari ini. lagian disana paling cuma bahas materi penting sekaligus sibuk mengerjakan skripsi bersama teman. Zoya pun mengangguk, hanya saja nanti dia akan melakukan video call lewat laptopnya dan Ayaana yang kameranya langsung diarahkan ke meja dosen. sama seperti saat dirinya hamil Dzaka tempo dulu.
"Ohya, By. udah telpon Syeikh?" tanya Zoya
"Sudah, Syeikh lagi sakit jadi belum bisa ngajar. lagian disana banyak guru. kalau untuk Dzaka, Syeikh menyarankan untuk mengutus Akbar yang mengajarkannya" jelas Ye-Jun, sambil menggendong putranya dan membawa mereka ke ruang keluarga.
"Paman Akbar yang ganteng itu, Ba?" sahut Dzaka, bocah itu menyambung. dirinya langsung teringat saat mereka melakukan kunjungan ke Masjid Central untuk menyumbangkan sedikit rejeki yang disedekahkan ke anak pesantren setiap tiga bulan, sekali.
"Iya sayang" jawab Ye-Jun
"Mau mau! Dzaka mau diajarkan sama paman itu!" bocah itu kegirangan.
"Asyiiik!!!!" Dzaka pun melompat-lompat kegirangan.
"Sekarang kamu fokus jaga kandunganmu, tentang skripsi jangan terlalu dipaksain" nasihat Ye-Jun, mengelus perut datar sang istri lalu mengecupnya dengan hangat.
"Iya, By" sahut Zoya, mengelus kepala suaminya
"Baba awas! Dzaka mau cium dedek juga" sergahnya, menarik rambut Ye-Jun hingga pria itu mengalah pada sang putra yang ingin mencium perut ibunya.
**
Kini Ye-Jun telah meninggalkan rumah, segera berangkat ke lokasi syutting yang sedang menantinya. menyetir mobil seraya mengirim pesan pada Akbar untuk menanyakan sesuatu hal yang penting.
💬Assalamualaikum, Bar. ku rasa kamu sudah mendengarnya dari Syeikh. kapan bisa mengajarkan Dzaka mengaji?
Send!!
__ADS_1
Ponsel pun kembali ia masuki ke saku celananya. fokus menyetir untuk segera tiba ke tujuan pria itu.
Di rumah kediaman keluarga kecil yang tengah bersuka cita, Zoya dan putranya tengah melakukan video call bersama Ummi dan Zura. memberitahu kabar gembira yang disambut kehebohan di seberang sana. Ummi langsung terperanjat kaget sekaligus bahagia, tampak Ummi tengah bersorak pada pegawai butiknya yang mengatakan dirinya akan mendapat cucu lagi. tentu saja Zoya dapat mendengar teriakan mereka, bahkan wajah mereka semua terpampang nyata didalam ponselnya.
📱Teh Zoya, selamat ya .. semoga sehat terus
📱Iya teh, kasih kami ponakan perempuan yaa
📱Kalian doakan saja yaa moga dapat perempuan
📱Tante, tante! Dzaka juga pengen dedek perempuan
(Timpal Dzaka yang ikut menyahuti Ummanya)
📱Ih Dzaka, gemas! ayo kesini lagi main sama Tante
📱Besok, Tante
📱Serius??
📱Hus! bocah tengil didengarin. entar kalau ada waktu kita kesana
📱*Yach oke deh, Teh. kita kembali kerja dulu. Ummi minta ponselnya, hehe
📱*Oke deh, semangat untuk kalian
Selang beberapa menit melakukan video call antar negara, akhirnya panggilan itu telah selesai. Dzaka si bocah tengil sudah kembali menonton televisi yang tengah menayangkan spongebob squarpants. sedangkan Zoya, mulai menghubungi sahabatnya bahwa ia tidak masuk kuliah hari ini, sekaligus meminta tolong untuk melakukan video call antar laptop. seakan mengerti, Ayaana pun menurut.
💬Emang kenapa gak masuk, Zo? masih lemas badanmu?
💬Tidak, aku--
🌸🌸
Holla kaka semua, selamat pagi 😊
mimin mau nanya kira-kira nanti ada yang mau ngikut ke novel sebelah gak yaa? cerita babang Dzaka dengan berjudul ,
__ADS_1
Jika banyak yang ngikutin, aku angsur nabung bab-nya 😁