
πΈπΈ
Setelah bayi dimandikan oleh Suster, Zoya pun segera memberikannya ASI pertama untuk sang Putra. tampaknya bayi itu tengah haus hingga didalam dekapan sang Ibu, Ia langsung menyesap put*ngnya dengan rakus. Ye-Jun yang melihatnya terkikik geli.
"Dia rakus sekali" ucap Ye-Jun, mengelus rambut sang Putra
"Sama sepertimu" tukas Zoya, senyum gadis itu tak pernah pudar menatap malaikat kecil yang selama ini ia nanti.
Setelah selesai nyusu, Zoya menyerahkan bayinya pada suaminya, menyuruh Ye-Jun untuk mengadzani sang Putra yang memang wajib untuk dikumandangkan di telinga seorang bayi yang baru lahir. Ye-Jun melakukannya, selama sang Istri mengandung, Ia menyempatkan untuk menghafal lantunan Adzan.
Zoya tertegun mendengar suara merdu yang mencuat dari bibir itu, sudut bibir Zoya pun melebar, membentuk senyum yang indah sebagai reaksinya mendengar suara merdu sang suami. Tak perlu dipungkiri lagi, suara Ye-Jun memang merdu. mungkin karna titisan sang diva yang dibawa dari Ibunya.
Beberapa menit kemudian, Ye-Jun pun telah selesai mengadzankan sang Putra. Suster yang menanti sedari tadi, segera membawa Zoya ke ruang rawat pasien.
Ceklek,
Pintu dibuka, tampak seluruh keluarga tengah menanti diluar. Zoya tersenyum riang kepada mereka semua hingga brankar pun terhenti, Umi dan Mama Nam langsung memeluk Zoya dengan penuh kasih sayang.
"Umi, Ma, biarin suster bawa Zoya dulu ih" gerutu Zoya, merasakan banyaknya kecupan yang diberikan Mama Nam.
"Ah iya, Mama saking senangnya" ucap Mama Nam yang merasa konyol. Suster menanggapinya hanya tersenyum, lalu kembali mendorong brankar yang Zoya naiki.
Sedangkan keluarganya mengikuti brankar tersebut sembari menatap bayi gembul dengan matanya yang sipit seperti Tuan Hwan.
"Matanya seperti Papa, sipitnya" tutur Mama Nam, menunjuk suaminya.
"Dia keturunanku. tidak ada persamaannya denganmu" ledek Papa Hwan terkekeh kepada sang istri.
"Is! ada! hidungnya mancung seperti ku" tukas Mama Nam
"Mama, itu hidungku. seluruhnya adalah dariku" timpal Ye-Jun yang berjalan disamping mertuanya yang tengah menggendong si kecil. sungguh konyol sekali kedua orang tua ini. Ummi dan yang lainnya, hanya menggelengkan kepala menatap mereka semua.
Tibalah di kamar yang Zoya tempati, Suster segera permisi sambil membungkukkan setengah badannya. lalu ia keluar tanpa jejak meninggalkan keluarga pasien.
Zoya menduduki dirinya, menatap anaknya yang tengah di oper ke Mama Nam.
__ADS_1
"Jun, jenis kelaminnya apa?" tanya Mama Nam
"Laki-laki, Ma" jawab Ye-Jun
Sontak membuat sahabat Zoya pun terkejut, dua gadis itu membelalakkan mata tanpa suara. sedangkan Kim Joong tersenyum senang atas kemenangannya akan taruhan bersama dua wanita ini.
"Kalian kenapa?" ternyata Zoya memerhatikan raut sahabatnya sedari tadi.
"Eh eh gak ada" jawab Ayaana gelagapan. tatapan Zoya menyelidik, ini rahasia dan dia tidak boleh diberitahu? melihat tatapan sengit dari Ibu baru itu membuat mereka hanya cengengesan tidak jelas.
"Mereka kalah taruhan" bisik Kim Joong, membocorkannya. sontak ia langsung kena cubitan dari kekasihnya.
"Taruhan apa?" tanya Zoya dengan suaranya yang pelan, menatap sekilas ke arah sofa yang masih sibuk menatap bayi itu.
"Kalau bayimu laki, kami para cowok menang. nah, mereka kalah karna menebak anakmu cewek" adu Kim Joong. Zoya tertegun mendengarnya, membelalakkan mata menatap mereka bertiga.
"Kalian jadikan anakku bahan taruhan? kurang asam!" gerutu Zoya kesal.
"Yaelah, kan anakmu gak ada kena ruginya. Mereka tuh yang kalah harus menuruti perintah dari kami" Kim Joong tersenyum puas, apalagi melihat dua wanita itu yang cemberut. Zoya yang mendengar penjelasan itu pun sontak ia tertawa lepas membayangkannya nanti.
"Hahahahahahahaha, kalian ini!"
"Hanya candaan kecil" ucap Zoya, sebelum mereka bertanya.
"Ah Ma, Zoya pengen gendong dedek" pinta Zoya merentangkan tangannya. Mama Nam segera beranjak berdiri lalu menghampiri menantunya itu.
"Terimakasih, Ma" ucap Zoya senang setelah menyambut sang putra. Ayaana, Cristella, Kim Joong, melihatnya dengan sangat gemas. mencubit pipi gembul itu hingga membuat si Bayi risih dan hampir menangis.
Ek ...
Cup cup cup
Zoya menimangnya, menatap sengit sahabatnya yang nakal itu.
"Kalian! hampir nangis!" gerutu Zoya. Sedangkan mereka hanya menggaruk kepala yang tak gatal.
__ADS_1
"Jun, apa sudah diberi nama cucuku itu?" tanya Papa Hwan
"Iya, By. namanya siapa?" timpal Zoya yang sedang menimang sang bayi
Semua orang mulai menyimak,
"Hwan Sang Kyu Dzaka Zuumar" tutur Ye-Jun, lalu mengecup puncak kepala istrinya. kebetulan posisi Ye-Jun tengah ikut duduk di atas brankar bersama sang Istri.
"Nama yang bagus, campuran Korea dan Islami ya" seru Ummi, Ye-Jun mengangguk seraya mengulum senyum.
Nama campuran Korea dan Islami yang berarti sosok yang suka membantu nan jenius dan baik hati. sedangkan Hwan adalah nama sang kakek yang memiliki arti, bersinar. ya, ternyata nama bukan hanya sekedar sebutan. namun memiliki makna didalamnya hingga keluarga Hwan begitu bersinar di kalangan masyarakat. begitu juga dengan malaikat kecil yang baru lahir ke dunia ini, berharap ia akan menjadi anak yang suka membantu, jenius dan baik hati seperti Ibunya.
"Aku suka namanya, By. panggilannya apa dong? secara namanya panjang banget" tanya Zoya menatap wajah sang suami yang berada diatas pundaknya.
"Itu terserah kamu" ucap Ye-Jun, menatap lekat anaknya yang tertidur pulas.
"Dzaka," ucap lirih wanita itu.
"Bagus juga" seru Ye-Jun, lalu mengecup pundak sang istri, membuat Zoya merasa geli. ditatapnya sahabatnya, mereka tampak membuang muka.
"Hubby, jangan nakal!" bisik Zoya
**
Setelah satu hari berlalu, pagi ini Zoya dan dedek bayi Dzaka, akan segera pulang ke kediaman mereka. Kondisi Zoya sudah membaik, setelah serangkaian pemeriksaan yang dilakukan oleh Dokter. jalannya pun sudah tak tertatih lagi. ternyata benar kata Ummi, rasa sakit itu hanya dirasakan saat melahirkan, setelahnya akan baik-baik saja seperti semula.
Ye-Jun pun bisa bernafas lega, Ia mengira seorang wanita yang baru melahirkan hanya bisa terbaring beberapa hari sebab Mrs.V yang sebelumnya tengah berjuang mengeluarkan keturunannya.
Mengapa lebih gampang setelah melahirkan? malam pertama saja sang istri sampai tidak mau beranjak karna anunya masih perih, pikirnya bingung.
Kini Zoya, Ummi, Dzaka dan Ye-Jun telah berada didalam mobil. Ye-Jun segera menekan pedal gas setelah semuanya dirasa aman. jalan pun tampak lengang hingga ia bisa lebih leluasa dalam mengendarainya. Namun tetap mengutamakan hati-hati.
Beberapa menit kemudian, mobil pun telah tiba di kediaman mereka. Para pelayan sudah berdiri berjejeran di teras rumah hanya untuk menyambut anggota baru keluarga itu, dengan raut wajah bahagia yang terpancar, tak sabarnya menatap wajah chubby seperti yang digambarkan oleh Tuannya.
__ADS_1
πΈπΈ