Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
124. Disambut hangat


__ADS_3

🌸🌸


Melihat adiknya yang berdiri diam dari kejauhan, Ye-Jun pun memanggilnya hingga lamunan Aera menjadi buyar.


"Ra, cepatan!" panggil Ye-Jun.


"Eh, iya" Aera segera berjalan cepat menghampiri kakaknya.


Ye-Jun kembali menatap Akbar, menunggu jawaban dari pria itu atas pertanyaan yang ia tanya barusan.


"Hei sob! apa kamu sudah memiliki wanita?" tanya Ye-Jun sekali lagi. sedangkan Akbar diam-diam menatap Aera yang berjalan mendekatinya. Ye-Jun tersenyum seringai, pemuda ini begitu intens menatap adiknya hingga tidak mendengar panggilannya.


"Ehem! ku rasa belum ya, tapi dalam sekejap sudah mendapatkan wanita itu didepan matanya sekarang" sindir Ye-Jun. sontak Aera dan Akbar langsung menoleh menatap Ye-Jun dengan penuh tanda tanya.


"Maksudnya?" tanya Akbar dan Aera secara serempak.


Pppffffttt


"Bukan apa-apa" ucap Ye-Jun. Aera mendengus kesal, tampaknya gadis itu sedikit mengerti apa yang diucapkan kakaknya barusan.


Aera pun segera pergi meninggalkan mereka setelah menaruh minuman diatas meja.


"Sudah mendapatkan wanita didepan mata? apa-apaan itu" gerutu Aera bergumam. ia pun segera berjalan menaiki lift untuk menuju lantai 3.


Di ruang tamu, Ye-Jun menyuruh Akbar untuk meminum kopinya. saat ia ingin mengambil cangkir miliknya sontak ia kaget melihat susu coklat yang dibawakan oleh Aera.


"Aih Aera ini, disuruh buat kopi malah coklat" gerutunya heran. namun Ye-Jun tidak ingin membuang minuman itu, ia tetap menyesapnya dengan pelan.


"Akbar, bagaimana adikku? cantik gak?" tanya Ye-Jun dengan tatapan penuh arti sembari menaruh cangkirnya diatas meja.


Mendengar pertanyaan itu, membuat Akbar hampir tersedak oleh minumannya.


"Uhuk! adikmu?"


"Ya, dia cantik gak?"


"Lumayan," jawabnya singkat

__ADS_1


"Bilang saja cantik sampai melihatnya dengan intens" ledek Ye-Jun.


"Hah? yang benar saja! tidaklah. aku itu tidak sabar mau minum kopi ini" ujarnya mengelak kenyataan. namun Ye-Jun tak percaya akan hal itu.


"Ya ya ya, hati-hati berbohong itu dosa lho" peringat Ye-Jun sambil terkekeh.


"Astaghfirullah, apa iya aku menatap gadis itu? aku kan hanya merhatikan wajahnya semuda apa, sampai memanggilku paman" bathin Akbar.


"Ya, aku menatapnya semuda apa adikmu itu sampai memanggilku paman. padahal usiaku dan kakaknya sama" gerutu Akbar.


"Paman? hahahahaha.. apa kau setua itu?" Ye-Jun tertawa lebar mendengarnya, membuatnya sedikit terpingkal-pingkal. sungguh, adiknya itu ada-ada aja memanggil pemuda ini dengan sebutan paman.


"Berhentilah meledekku,"


"Hahahaha, ya ya ya maafkan adikku itu. dia memang masih kecil. usia 17" ucap Ye-Jun


"Itu sudah cukup besar, sangat tidak cocok memanggilku Paman" gerutu Akbar.


"Jadi kau mau dipanggil apa? sayang, gitu?" ledek Ye-Jun


"Sial! aku pulang saja kalau gitu. lagian urusanku sudah selesai" ucap Akbar lalu meneguk kopinya sampai habis.


Sepulangnya Akbar dari kediamannya, Ye-Jun masih tertawa kecil melihat tingkah Akbar yang tak suka dipanggil Paman oleh adiknya. apalagi melihat wajah Aera dengan intens, sampai segitunya untuk mengetahui semuda apa adiknya itu? hahaha.


Ye-Jun pun berlari kecil menaiki anak tangga untuk menuju ke kamarnya, badannya sudah sangat lelah untuk hari ini yang menghabiskan waktu bersama Zoya. dari mulai pers sampai ke Mall, membuatnya ingin segera memejamkan mata.


Melihat jam di dinding sudah pukul 3 sore, ia pun menyetel alarm untuk membangunkannya pada pukul 4 sore agar ia tidak ketinggalan waktu Ashar.


"Akhirnya aku bisa tidur dengan tenang" gumamnya, lalu segera memejamkan kedua mata yang sudah teramat mengantuk.


Di tempat Aena, Soo Yun dan sepupunya Hayoon, mereka tengah berada disebuah klub, tempat bersenang-senang dan melupakan beban hidup sejenak. tampak Soo Yun yang sudah mabuk akibat kebanyakan minum beralkohol tinggi. sungguh gadis yang malang, ia juga merasa bodoh karna terlambat untuk mengakui perasaannya pada Ye-Jun, lawan mainnya tempo lalu.


Gadis itu terus mengutuk dirinya yang bodoh, ia terus berkoar-koar membuncahkan isi hatinya yang sakit teramat dalam.


"Dasar Soo Yun bodoh! kau kalah telak oleh bocah ingusan itu! seharusnya dari dulu kau ungkapkan cinta pada Ye-Jun! hah aku begitu sangat bodoh!" ucapnya ngawur. Hayoon yang berada disamping kakak sepupunya pun hanya mengelus-ngelus punggung sang kakak yang malang. matanya terus menatap tajam ke arah lain seolah mereka semua yang berada disana adalah Zoya yang sudah berani merebut pujaan hati kakaknya.


"Eonnie, kau belum kalah, kau masih bisa menghancurkan hubungan mereka. aku ada cara jitu untuk memisahkan mereka" ucap Hayoon menatap nanar sang kakak.

__ADS_1


"Apa itu?" tanya Soo Yun. Hayoon pun membisikkan rencananya pada Aena dan Soo Yun. seketika mereka pun tersenyum seringai akan rencana yang menjebak itu.


**


Tak terasa libur panjang semester pun telah berakhir, Zoya dan teman-teman kembali ke aktivitas sehari-harinya yaitu melanjutkan belajar di Kampus yang mereka tekuni.


Setiba di Kampus bukanlah hal yang biasa Zoya hadapi lagi, semuanya berubah 280 derajat mulai hari ini. dimana rata-rata para mahasiswi menyambut Zoya dengan hangat, memberikan sebuket bunga untuknya, dan ada pula sebuket snack. Zoya tertegun, ia menerimanya dengan hangat dan sedikit shock dengan kejadian pagi ini.


"Hai Zoya, ini untuk kamu. selamat ya akan menikah dengan Oppa Hwan Ye-Jun" ucap salah satu dari mereka memberikan buket snack pada Zoya


"Terimakasih ya, Masha Allah" ucap Zoya menyambut hangat pemberian itu.


"Kami gak menyangka wanita sepertimu bisa mendapatkan Oppa, aku adalah fansnya, aku sangat bahagia dia telah menemukan tambatan hatinya" ucap yang lainnya


"Ohya? pasti Oppa beruntung sekali memiliki fans seperti kamu, terimakasih ya buketnya" ucap Zoya menerima buket bunga.


"Boleh kita semua berfoto denganmu?"


"Tentu saja"


Akhirnya Zoya, para sahabat dan para Junlovers yang kebanyakan adalah kakak mahasiswi, mereka pun berfoto bersama dengan senyum sumringah yang sangat merekah. tak ayal mereka begitu bahagia sekali bisa berdekatan dengan calon istri idolanya.


Setelah berfoto, mereka pun sibuk dengan ponsel masing-masing. tampak kebanyakan mereka langsung memposting foto itu ke sosial media masing-masing.


Zoya dan para sahabat pun beranjak pergi meninggalkan mereka yang masih berada di parkiran. dari jauh ada tiga orang yang menatap Zoya dengan tatapan membunuh, jelas sekali mereka tidak suka bila Zoya telah jadi idola anak-anak kampus.


"Jadi Yoon, kapan kamu akan memulai rencana bersama sepupumu?" tanya Sinhye.


"Tunggu aja saatnya nanti" ucapnya tersenyum seringai, menatap devil ke arah Zoya yang sedang memeluk buket bunga.


🌸🌸


Hai semuanya,


Mari baca cerita pertamaku yang ini juga ya, bila berkenan.. sudah tamat lho πŸ˜ŠπŸ™


__ADS_1


dan jangan lupa beri hadiah bunganya pada cerita Zoya dan Ye-Jun 😊 thankyou 😘😘


__ADS_2