Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
102. Kedatangan mereka


__ADS_3

🌸🌸


Zoya dan Ummi pun saling berpelukan satu sama lain. melepaskan rasa rindu yang membuncah diantara anak dan Ibu tersebut. Ummi terharu menatap anak gadisnya yang pulang seorang diri, tanpa kabar sedikit pun dan ini begitu mendadak untuk dapat ia rasakan.


"Kamu pulang kenapa tidak bilang hm? katanya mau ke Paris, menjelajahi Eropa" ucap Ummi heran, ia terharu melihatnya.


"Zoya lebih rindu sama Ummi" Zoya kembali memeluk orangtuanya.


"Cup cup! sekarang ayo kita pulang. pasti kamu kelelahan selama diperjalanan" ajak Ummi. Zoya mengangguk dengan raut wajahnya yang manja.


"Oya mi, tunggu bentar. Zoya bawa oleh-oleh untuk pegawai Ummi" Zoya pun berbalik, ia menjumpai para pegawai umminya.


"Kakak, ini Zoya bawa oleh-oleh dari Korea. bagi-bagi yaa.. Zoya pulang dulu" ucapnya tersenyum


"Serius ini untuk kita? Ah, terima kasih ya Zo" ucap salah satu dari mereka. yang lainnya mulai membuka isi pemberian tersebut.


Zoya pun kembali pada Umminya yang sudah menunggu didepan dengan mobil yang ia bawa. Ummi membuka bagasi, mengangkat koper itu untuk memasukinya.


Kini mereka telah berada di perjalanan menuju rumah besar dengan dipenuhi hiruk piruk jalanan yang cukup ramai hari itu. Zoya memandang ke samping, melihat beberapa anak ABG yang sedang bercanda ria ditepi jalan mengingatkan ia dengan para sahabatnya. Zoya merasa bersalah sekali meninggalkan mereka, memutus harapan mereka yang ingin ke Eropa bersamanya, hanya karena Zoya tidak ingin melihat pria itu. Zoya pun merogoh ponsel didalam tasnya. ponsel yang ia non-aktifin, sebab tak ingin diganggu oleh siapapun.


💬Zo, kamu dimana?


💬Kenapa gak bilang kalau gak mau ke Eropa?


💬Zo, apa kamu ke Indonesia?


💬Zo, kenapa ponselmu gak aktif sih


Zoya membaca pesan itu dari Ayaana, sontak saja kesedihan kembali melandanya. Zoya pun beralih pada pesan milik Ye-Jun, ia pun membacanya dengan seksama.


💬Zoya, apa salahku hingga kamu meninggalkan kami? kasihan sahabatmu turut sedih


💬Aku minta maaf kalau ada salahku padamu. aku pun sadar selama seminggu ini kamu begitu dingin denganku


💬Kalau kamu tidak ingin jalan denganku, katakan saja. aku akan membiarkan kalian pergi kemana pun tanpa diriku


Dan masih banyak pesan lainnya dari pria itu.


"Bodoh! bodoh! bodoh!" Zoya memukul kepalanya berulang kali, ia merasa egois dan mementingkan emosi sesaat dari pada memikirkan antusias para sahabatnya. tak terasa buliran air mata pun menetes, merasakan kesedihan dimata si pemiliknya.


Ummi yang melihat anaknya bertingkah gila pun, mengerutkan dahinya. ada apa dengan putrinya itu? mengapa terlihat banyak sekali beban yang dipikulnya?


"Kamu kenapa Zo? ada masalah?" tanya Ummi heran.

__ADS_1


"Eh, enggak kok mi"


"Umi tau kamu ada masalah di Seoul. sejak kamu datang pun Umi udah curiga pasti ada yang gak benar."


"Katakan, ada masalah apa sampai gak jadi ke Eropa?"


"Teman-temanmu? atau Ye-Jun yang buat masalah?"


Ah, Umi cerewet sekali memberi pertanyaan beruntun padanya. Zoya enggan menjawab, ia memilih diam tanpa menyahuti pertanyaan itu.


"Tidak ada Ummi" ucap Zoya lalu kembali beralih menatap jalanan disampingnya.


Rasa lelah yang menyelimutinya mengharuskan Zoya untuk merebahkan diri diranjang yang telah lama ia rindukan. Setelah beberapa menit merebahkan tubuhnya, rasa gerah dan badan yang lengket membuatnya harus segera mandi untuk membersihkan tubuh itu.


Adzan maghrib pun berkumandang, Zoya segera ke kamar Ummi sebab ia ingin melaksanakan sholat bersama ibunya itu. sudah lama ia tak merasakan sholat berjamaah lagi, hingga kini ia pun berkesempatan untuk mewujudkannya.


Tok tok


"Masuk" sahut dari dalam. Zoya pun membuka pintu tersebut.


"Ummi, sholat bareng ya" pinta Zoya.


"Oke sayang, ayo kibarkan sajadahmu" suruh Ummi yang sedang mengenakan mukena. pada akhirnya mereka pun sholat maghrib berjamaah.


Hening, hanya dentingan sendok menyentuh piring yang terdengar menggema di ruang makan itu. mereka sibuk menyantap hidangan lezat yang tersajikan hingga Zoya yang keroncongan plus merindukan masakan Bibi, ia tak segan menambah porsi berkali-kali lipat.


"Kamu ini gak berubah ya, masih juga makannya banyak banget. lihat tuh badanmu makin berisi aja" ujar Ummi.


"Benar, Nona. Nona gemukkan sekarang" timpal Bibi.


"Ah Bibi, padahal Zoya sering berolahraga lho" gerutunya. Bibi hanya terkekeh.


"Makan mu yang segini nih mengalahkan usahamu berolahraga" ledek Ummi. Zoya hanya manyun, lalu tak mempedulikan ucapan orangtuanya itu.


Tak terasa makan malan telah selesai, Zoya dan Ummi menghabiskan waktu diruang keluarga seraya menonton televisi. Zoya yang manja, menaruh kepalanya di paha sang Ibu sembari memeluk perutnya. Ummi merasa kegelian, namun ia senang anak gadisnya sudah berada dipelukannya sendiri.


"Ummi, Abi kapan pulang? Zoya sebulan disini" tanyanya.


"Ummi gak tau, nanti ummi tanya ya" jawabnya.


"Video call Abi sekarang dong, Mi"


"Abi lagi kerja sayang, tadi jam tiga ia mau terbang ke Amerika" jelas Ummi. Zoya pun cemberut.

__ADS_1


Ting Tong,


Suara bell terdengar jelas kegendang telinga anak dan Ibu itu. Umi pun beranjak berdiri untuk membukakan pintu, namun kembali mengurungkan niatnya sebab Bibi langsung berlari menuju pintu utama.


"Siapa ya, Mi?" tanya Zoya


"Enggak tau, sayang" Ummi kembali menjatuhkan bokongnya pada sofa tersebut.


Di depan, Bibi pun membukakan pintu untuk tamu yang datang dilarut malam begini walaupun masih pukul 10 malam.


Ceklek,


Bibi melihat tiga anak muda yang berparas wajah Korea. sontak saja Bibi yakin bila mereka pasti adalah teman kampus Nonanya.


"Permisi, apakah ini kediaman Zoya?" tanya Ayaana dalam bahasa inggris. Bibi memggaruk kepalanya yang tidak gatal, tidak mengerti apa yang mereka katakan. Namun Bibi bisa paham sedikit sebab gadis cantik itu menyebut nama majikannya.


"Zoya?" mereka mengangguk.


"You you friend Zoya?" tanya Bibi dengan bahasa inggris yang belepotan. mereka kembali mengangguk.


"Silakan masuk" Bibi mempersilakan mereka masuk dengan bahasa isyarat. lagi lagi mereka mengangguk dengan senyum manis yang merekah.


Bibi pun segera menemui majikannya yang sedang bermanjaan dengan sang Ibu.


"Permisi, Nona"


"Ya, Bi?"


"Ada tamu mencari Nona"


"Siapa Bi?"


"Tidak tau, ayo Non temui mereka"


Zoya pun mengangguk, ia pun beranjak berdiri dan berjalan menghampiri ruang tamu. sontak saja ia terkejut melihat kedatangan para sahabatnya.


"Kalian kesini?" Zoya heboh, ia langsung memeluk temannya satu persatu. melihat kedatangan Ummi, mereka pun menyalimi punggung tangan orangtua Zoya.


"Kalian kesini? kenapa tidak bersama dengan Zoya?" tanya Ummi.


"Hmmm--


🌸🌸

__ADS_1


__ADS_2